نخستین 108 خط.
Beraninya kau merebut senjata sang pangeran?
Durshasana, kau ini jangan bodoh!
Itu bukan berani, tapi itu namanya terlatih.
Bahkan jika putra guru lebih muda dari kita,
Kita harus menganggapnya sebagai kakak tertua.
Paman kami pernah mengatakan begitu.
Jadi, tolong...
Terima salam kami, kawan.
Kau tampaknya punya sopan santun.
Sebelumnya, Aku khawatir...,
bahwa aku mungkin harus memaksa para pangeran Hastinapura
untuk mengubah sikap mereka disini.
Apa arti lambang mutiara di keningmu itu?
Ini adalah pusat ketajaman otak dan kekuatan tak terbatas.
Ini buah dari penebusan dosa yang telah kulakukan di kelahiranku sebelumnya.
Karena ini
Aku tidak akan pernah jatuh sakit atau menjadi tua.
Oleh karena itu, berteman dengan seorang 'Brahmana' sepertimu,
akan menjadi sebuah anugerah bagi calon raja dari Hastinapura.
Pamanku juga sudah mengatur semuanya disini untukku.
Selanjutnya, kau akan punya hak yang sama untuk semua ini.
Sama seperti aku.
Sebuah lampu yang menyala dengan minyak wangi?
fasilitas yang luar biasa!
Kehidupan di istana memang sangat nyaman.
Ini masih belum seberapa.
Di hari saat dimana kau menjadi guru di Hastinapura
Kau akan mendapat fasilitas yang jauh lebih nyaman daripada ini.
Temanmu ini sudah berjanji untukmu.
Makanan dapat saja disajikan di atas piring emas,
tapi kita tidak bisa memasak di dalamnya.
Tidak ada fasilitas apapun yang diperbolehkan untuk semua siswa
di Asrama ini.
Sudah sifat alami manusia
kalau dia menginginkan semua menjadi miliknya, keluarga dan anak-anaknya
untuk mendapatkan semua kebahagiaan.
Itulah mengapa kita selalu Menjauh dari
kerja keras dan masalah.
Kita berusaha untuk meningkatkan kenyamanan dan fasilitas kita.
Memikirkan tentang kehidupanmu,
Bukankah kita selalu memberikan
keluarga dan anak-anak kita dengan kenyamanan
dan juga fasilitas dalam hidup mereka?
Tapi apakah kau pernah berpikir?
Bagaimana kenyamanan bisa menguntungkan bagi mereka?
Mereka yang mendapatkan kenyamanan dan fasilitas
Akan seperti apakah hidup mereka?
Kerja keras membuat tubuh mereka menjadi lebih sehat.
Ketika otak kita berhadapan dengan tantangan yang berat
itu akan menjadi sesuatu yang lebih sulit.
Kita pernah mengalaminya.
Tapi kita lebih memilih untuk melupakan
ketika hati dan jiwa kita mengalami kesulitan yang
bahkan lebih kuat lagi.
Ini berarti...,
setiap kali kita mencoba untuk menjauhkan anak-anak kita dari
kerja keras dan penderitaan
Bukankah sebenarnya kita sedang menutup pintu kebahagiaan untuk mereka?
Pikirkan tentang hal ini!
Ashwathama.
Ashwathama!
Anakku.
Pakaian indah dan emas itu
kenapa kau masukkan semua ke dalam api?
Aku mematuhi semua perintah ayah.
Apakah ayahmu...
memintamu untuk membakar semua hadiah dari Hastinapura ini?
Tapi ayahmu telah memutuskan untuk meninggalkan kemiskinan
demi dirimu, Nak.
Tapi tidak benar-benar dari hatinya, ibu.
Kemiskinan masih sangat dia inginkan.
Aku rasa dia juga menginginkan aku
untuk menjalani hidup yang menyedihkan dan juga sengsara.
Kenapa begitu, ibu?
Apa bangganya minum tepung cair dibandingkan dengan susu?
Dan..Mengapa ayah begitu membenci kejayaan?
Hari ini, aku sudah berteman dengan pangeran dari Hastinapura.
Dan Pangeran itu akan menjadi calon raja Hastinapura.
Berteman dengan dia
bisa membuat hidupku penuh dengan kenyamanan dan juga fasilitas.
tapi ayah,
telah menutup pintu persahabatanku dengan mereka.
Anakku, ada empat jenis persahabatan.
Yang terbaik dari persahabatan adalah
di mana semua orang bersatu
dengan pengetahuan, pengabdian dan prinsip-prinsip.
bekerja keras untuk kesejahteraan.
Persahabatan terbaik kedua adalah saat
semua teman-teman menjadi satu,
berpikir tentang keluarga mereka, dinasti,
masyarakat dan kesejahteraan bangsa.
Yang ketiga adalah persahabatan bisnis
di mana usaha dilakukan untuk mendapatkan keuntungan
bersama-sama.
Yang terakhir, adalah yang terburuk.
di mana semua yang dilakukan hanya untuk kesenangan saja.
Persahabatan apa yang sedang kau jaling dengan pangeran Kuru itu?
Manfaat apa yang akan kau peroleh dari persahabatan seperti itu?
Apa yang telah kudapatkan dalam hidupku sampai sekarang
yang bisa kupilih? - Ashwathama!
Jangan bicara seperti itu pada ayahmu.
Biarkan dia bicara, Kripi.
Aku juga bisa memahami perasaannya.
Tapi kau juga harus ingat, nak.
dia mau berteman denganmu sekarang karena kau adalah
anak gurunya.
Aku pernah percaya persahabatan seperti ini, dan merasakan kepahitan dalam hidupku.
Kau punya pengalaman pahit seperti itu,
No comments yet. Be the first to leave one.