نخستین 200 خط.
Nonton Movie & Series Netflix di IDLIX Have fun :)
Apa beritanya, Dave?
Morgan, aku menelepon untuk memberi tahu
bahwa Grace hamil.
Kami akan punya anak.
Maksud saya...
saat kami mengabari orang tua kami,
emosi mereka...
Sangat bersukacita, betul?
Dan...
- Mau tunjukkan pada kami? - Ya.
Ponsel saya tak ada.
Ini dia.
Saya tak siap menghadapi emosi itu.
Terima kasih, Tuhan!
Saya tahu ini penting.
Namun, saya tak siap untuk ini.
Momen paling membahagiakan
selama 60 tahun berada di negara ini.
Ayah sangat bangga padamu, Nak.
Terima kasih, Ayah.
Kau punya anak. Kau punya istri.
- Baiklah. - Baik, Ayah.
Aku sayang kalian.
Ya, ayah sangat menyayangimu.
Saya tahu mereka akan senang, tapi tak menyangka akan sebahagia itu.
Jadi...
- Itu luar biasa. - Ya.
Sangat kuat.
Jadi...
Maksud saya...
memikirkannya saja,
terasa gila bagi saya.
Masalah menjadi koki dan orang tua adalah menjadi koki menyita banyak waktu.
Itu melelahkan.
Kami tahu betul kami ingin punya anak.
Kami hanya mencari waktu yang tepat.
Untuk punya anak, tidak ada waktu yang tepat.
Tak pernah ada.
Khususnya koki, untuk waktu lama cuma memikirkan
apa yang Anda kerjakan, lalui,
dan restoran. Itu yang terpenting.
Tiba-tiba, itu berubah.
Anda punya tanggung jawab lain
dan itu mengacaukan Anda dengan caranya...
sendiri.
Setelah menjadi orang tua,
bagi saya, itu pertama kalinya ada sesuatu dalam hidup saya
yang lebih penting daripada memasak.
Anda diberi tahu, "Pilih karier atau anak."
Kenapa?
Kenapa harus memilih karier atau anak?
Baiklah.
Aku lelah sekali.
Aku lelah sekali.
Saya terlalu sering bepergian.
Sangat sering.
Tak ada bahan makanan di kulkas
selain...
Pada dasarnya ini yang Grace konsumsi
saat makan.
Itu kimchi jjigae dengan kedelai giling.
Mengerikan. Lihat ini.
Saat baru berpacaran dengan Grace, dan Grace ingin makanan ini,
saya berkata, "Wah...
Itu tak enak."
Maksud saya, itu buruk.
Itu sangat enak.
Saya begitu sering bepergian
hingga merasa senang jika ibu mertua datang
membantu Grace dan memasak.
Apa kegiatan kita, Grace?
Ada foto minggu ke-20.
Mencapai titik ini adalah peristiwa penting,
kini kita hanya perlu memastikan bahwa di trimester kedua
semua berjalan lancar.
Kita tahu cukup dini.
Kita tahu di usia sembilan minggu.
Ya, bahwa bayi kita laki-laki.
Apa?
- Bayinya lelaki. - Ya.
Tahun ini sangat emosional.
Tapi ini kali pertama kita melihatnya...
Melihat si bayi sebagai...
humanoid kecil.
Sangat menyenangkan.
- Sangat... - Menyenangkan.
Aku harus menyikat gigi.
- Karena napasmu bau kimchi? - Ya.
Aku akan melakukannya.
Pertama, saya tak pernah mengira ada yang mau punya anak dengan saya.
Pertama...
dulu pekerjaan segalanya bagi saya.
Saya rasa saat bertemu Grace, itu seperti, "Oh."
Ada hal lain di dunia ini.
- Kau merekamnya? - Ya.
Aku tak percaya kau bisa melihat ini.
Saya yakin Dave akan menjadi orang tua yang lebih baik daripada...
yang dia kira.
Lihat betapa jelas tulang punggungnya.
Astaga. Apa itu jantungnya yang berdetak?
- Ya. - Astaga.
Dia sangat emosional.
Dia sering menangis.
Sangat sering.
Apa yang terjadi kalau ternyata perempuan?
Aku akan sangat senang.
Aku tak mau ada pria Chang lain.
Halo!
Hai!
- Hai! - Hei!
- Hai, David. - Hai, Ibu.
Hai, Sammie.
Suatu mukjizat bisa bertemu Grace dan David.
Riwayat saya...
Saya selalu sakit.
Saya mengidap kanker selama 24 tahun.
Namun, sejak dua tahun lalu,
penyakit saya sangat serius, saat itu.
Intinya, dokter memberi tahu ibu saya
bahwa sepantasnya dia dirawat di hospis.
- Ya. - Mereka memberikan pengobatan baru,
dan singkat cerita,
dia lebih sehat daripada 20 tahun belakangan.
Kami beri tahu lewat telepon bahwa Grace dan aku akan punya anak.
Ibu...
Aku tak pernah lihat Ibu begitu.
Saya sangat terkejut.
Saya bahkan menangis waktu itu.
Suami saya dan saya...
Kami masih hidup hingga saya bisa melihat seorang bayi lagi.
Ya, karena itu saya senang hari ini.
Grace datang, jadi saya membuat makanan untuk Grace.
- Ini sangat mudah. - Tukang pamer.
- Ini untuk bayi? - Ya.
Dia menunjukkan cara membuatnya
karena ini hidangan mudah untuk bayi.
- Apa namanya? - Pada dasarnya, ini seperti telur kukus.
Cukup didihkan airnya seperti ini.
Tuangkan seperti ini.
Ibu tak pernah masak untuk kami.
Ya. Ibu baru mempelajari ini.
Astaga.
Kemudian aduk seperti ini.
Itu saja.
Sangat sederhana.
Ibu berikan itu ke bayi mana?
Belum ada.
Selesai.
Jadi, siapa pun bisa membuat makanan ini.
Kurasa ibu-ibu kita adalah Julia Child versi Korea.
Saya mulai memahami bahwa menjadi orang tua
bukanlah hal yang sengaja saya hindari,
tapi itu semacam...
kurang berkembang karena pekerjaan.
- Tidak mau? - Cobalah.
Restoran, kurang lebih, sudah seperti anak-anak saya.
- Aku mau coba punya Ibu. - Makanan Ibu? Baik.
Lumayan, bukan?
- Kau suka, Jonathan? - Ya.
David, aku tak sabar menunggumu punya anak.
- Itu hal terbaik di dunia. - Akan mudah.
- Kau tak pernah buka restoran. - Lihat saja.
Punya anak itu beda, David.
- Entahlah. - Kau tak bisa meneriaki bayi.
Kau tak bisa marah pada bayi.
- Kalau bisikan agresif? - Tak akan berhasil.
Kau berpengalaman menangani stres.
Tapi punya anak itu berbeda.
Tidak! Jonathan...
Jangan tertawa, David.
- Luar biasa. - Jangan tertawakan itu.
Itu masalahnya.
Kurasa kau tak tahu apa yang menantimu.
Saya merasa sudah banyak berkembang,
tapi situasi lebih membingungkan daripada sebelumnya.
Saya hampir menjadi seperti Peter Pan.
Dalam beberapa hal, saya merasa berusia 120 tahun.
Ada bagian lain kehidupan saya
di mana saya tidak tahu apa yang terjadi.
Sebelum mulai, kau harus putuskan, mau masak apa?
Muffin.
Muffin?
- Ya. - Mau masak muffin?
Pertama, ayak tepungnya.
Kau harus...
Ada momen perhitungan besar saat ini,
antara Dave Chang yang lama dan...
Dave Chang "Ayah".
"Calon Ayah".
Ini cetakan muffin, ya?
Tuang adonannya ke sini.
Bukan.
Tuang ini...
ke sini.
Tuang ke cetakan satuan atau kau akan buat keik.
Kau bukan buat muffin, tapi keik.
Tidak.
Tidak!
- Dia pergi. - Sammie, kembali.
No comments yet. Be the first to leave one.