نخستین 52 خط.
Kehidupan adalah sebuah sungai.
Itu yang dulu Kakek sering katakan.
Awalan.. akhiran.. Diantara jutaan perbedaan cara.
Kakek menggunakan perumpaan di setiap hidupku Bagaimana itu berakhir dan mengambang.
Mengikuti tujuan dari sedikit pertentangan, seperti halnya melewati rintangan.
Bening seperti udara dan hitam seperti malam.
Dan tidak peduli arah tujuan atau bagaimana itu bergerak atau terlihat.
Berdasarkan dari yang dikatakan kakek, adalah sungai itu selalu mengalir.
Apa yang membuatnya tetap lincah hingga ia menua dan beruban?
Misteri itu yang akan ku temukan.
Saat ini misteri itu sulit untuk diketahui.
Sungai sudah menjauh dan langit terlihat mendung.
Untuk kami semua, hidup adalah petualangan hebat, Semua keindahannya, semuanya berhubungan tanpa diketahui.
Lucunya sungai itu tidak begitu jauh.
Ini cerita dari permulaannya.
Desakan untuk bergerak maju.
Lahir dari lapisan bumi. Tumbuh dari benih perubahan.
Tertempa di api industri.
Mesin paling efisien dibumi menciptakan banyak efisien hewan.
Sepeda.. Penemuan termulia kami.
Jejak itu seperti musim yang datang dan pergi.
Dibangun berdasarkan keragaman, keindahan, keanggunan yang klasik.
Tidak akan pernah terulang.
Keajaiban yang dibuat dari awal dan akhir, dengan jutaan perbedaan cara.
Kakek mengungkapkan keterkaitan itu semua.
Beliau lebih banyak menciptakan dengan tangan, daripada dilakukannya dengan mesin.
Mungkin itulah kenapa Ia mengerti kedua sisinya.
Memastikan kami menanam dan menebang, kami menuai dan menabur.
Dan benar, kami melakukan pengurasakan yang besar.
Tapi kami juga mampu untuk melakukan kebaikan.
Setelah semuanya.. Tidak peduli seberapa pintar diri kita.
Kita hanyalah bagian lainnya dari misteri.
Seimbangkan sepeda dengan benar
Pedal tetap bergerak
Lupakan semua hal kecuali saat ini
Lalu tidak ada tempat yang tidak bisa kamu lalui
Itu yang kakek selalu katakan.
Saya pernah membaca bahwa kehidupan adalah tindakan bunuh diri.
Dan itu benar.
Kita mungkin satu-satunya mahluk dibumi yang mengatahui ini.
Mungkin itulah kenapa kita sangat baik dalam membunuh.
"Itu akan mati juga akhirnya, sehingga kita berhak memilikinya."
Jadi kita ambil, kita ambil lebih banyak.
Tapi dalam proses membunuh kesatuan lainnya yang kurang nyata.
Hal-hal seperti curahan, kegembiraan, interaksi, tujuan.
Cara lain dari dunia yang telah hilang.
Tidak berdasarkan salah satu orang..
Tapi berdasarkan insting, bertahan hidup, dari kekacauan hidup itu sendiri.
Kami menghabiskan waktu untuk berpikir, mendesain, mempertanyakan.
Kau juga bisa menghabiskan beberapa detik hilang dalam satu kesempatan.
Tidak ada waktu untuk berpikir. Hanya bereaksi.
Fokus.
No comments yet. Be the first to leave one.