نخستین 192 خط.
Kerajaan Semanggi.
Di negeri yang utamakan sihir ini,
ada seorang anak yang tak bisa gunakan sihir.
Namanya adalah Asta.
Dengan tekad serta kerja keras, dia berhasil jadi Kesatria Sihir,
separah apa pun luka yang diderita, dia tak pernah menyerah!
Tanpa gentar dia terus membidik posisi puncak!
Meskipun seorang rakyat jelata,
meski orang miskin...
Siapa pun yang hidup di dunia ini bisa bersinar!
Demi buktikan hal itu,
dan demi jadi Kaisar Sihir!
Untuk kalahkan iblis Megicula yang tinggal di Kerajaan Sekop,
Asta dan teman-temannya menjalani latihan berat.
Auman Naga Air!
Tornado Api!
Ratu Kerajaan Hati, Loropechika, yang terkena kutukan Megicula,
memberi mereka waktu enam bulan.
Dan selama itu, Asta dan teman-temannya harus lampaui batasan mereka.
Aku lelah!
Perutku juga keroncongan.
Kau sudah berlatih dengan baik, Asta.
Kak Finral?
Ada apa?
Sebenarnya...
Aku juga terkena kutukan!
Eh?
Kau itu tak terkena kutukan,
tapi hanya terkena penyakit gila wanita.
Noelle, seperti biasanya kau cantik.
Itulah yang harus kauhentikan, Finral!
Lihatlah!
Itu! Itu! Itu! Itu!
Benar.
Bukan begitu!
Langris bilang padaku...
Kau sudah dikutuk!
Eh?
Kau itu mata keranjang yang menggoda gadis mana pun yang lewat di depanmu!
Selalu melarikan diri dan bertingkah sok keren itulah yang buatmu semakin payah!
Mata keranjang?
Payah?
Dan setelah itu jadi kebiasaanmu, penyakit itu takkan bisa disembuhkan!
Kebiasaan buruk?
Bagaimana mungkin laki-laki payah sepertimu bisa buat Finnes bahagia?
Eh?
Aku sudah punya wanita yang kucintai.
Aku tak boleh biarkan kutukan ini membelengguku.
Seperti kata Langris, aku tak bisa buat Finnes bahagia.
Kalau tak salah, orang itu yang pernah dikatakan Komandan Yami.
Tak kusangka Finral sampai seserius ini dengan seseorang.
Kumohon, Asta.
Untuk kalahkan kutukan ini,
bergabunglah dengan latihanku untuk memperkuat hatiku!
Kak Finral.
Sakit!
Tentu saja, Kak Finral!
Kita kalahkan kutukan ini dan tunjukkan kalau kau adalah laki-laki yang pantas mendapat cinta!
Asta.
Latihan untuk menguatkan hati?
Dreavy Hinker
Bersulang!
Pada akhirnya jadi kencan buta!
Halaman 135 Orang yang Ada dalam Hati, Pikiran, dan Jiwaku
Aku tak pernah menyangkanya, kencan buta itu bisa memperkuat hati, ya?
Kuharap kali ini aku bisa bertarung!
Rebecca Scarlet
Tak kusangka Asta mengundangku ikut kencan buta, ada angin apa ini?
Ya, tapi ini kesempatan!
Karen Lapis
Sejak kapan si Rebecca bisa sedekat ini dengan para Kesatria Sihir?
Ya, terserah saja, yang penting aku ingin menikah.
Eliza Zakkeroni
Aku tak tertarik dengan laki-laki dunia nyata.
Karena diundang, apa boleh buat aku akhirnya datang.
Aku ingin segera pulang dan lanjutkan novelku.
Aku jadi tak hargai kencan buta yang sudah seperti medan tempur.
Terlebih lagi, ini latihanku.
Aku akan kuatkan hatiku dan hancurkan kutukanku.
Apanya yang latihan? Padahal aku sudah memujinya tadi.
Ya ampun, syukurlah aku datang ke sini karena khawatir.
Eh, apa yang kukhawatirkan?
Asta, ada sesuatu di wajahmu.
Apa-apaan suasana itu?
Ah, hentikan, kalau begitu kafeku bisa hancur!
Diamlah, Serangga!
Kenapa juga aku harus mempekerjakanmu?
Pokoknya, kalau ada yang rusak lagi aku akan memecatmu!
Nero, kenapa kau juga di sini?
Tak ada alasan.
Tak ada alasan?
Kalau kau remehkan pekerjaan pelayan...
Dia imut sekali!
Kalau Asta sampai lihat Nero yang imut ini, mungkin dia bisa su...
Noelle?
Aku akan periksa mejanya Asta, jadi, kau periksalah meja lain.
Kenapa aku berusaha pisahkan Nero dan Asta?
Padahal tak masalah kalau Asta jatuh cinta dengan siapa pun!
Oi, Nona!
Aku tambah birnya?
Ambil sendiri, dasar serangga.
Kau Nona yang tadi!
Silakan.
Malaikat.
Eh, apa yang kaulakukan? Sekarang giliranmu untuk memperkenalkan diri, Kak Finral!
Ah, aku hari ini ke sini hanya untuk makan.
Eh?
Ya ampun, padahal aku ingin nikmati ketenangan,
tapi kalian malah memaksaku ke sini.
Eh?
Wah, parah, selalu ada saja satu pria
yang berpikir kalau yang dilakukannya keren.
Pasti dia juga yang paling heboh saat kencan buta dulu.
Tapi karena sudah ada di sini,
aku ingin dengar pengalamanmu sebagai Kesatria Sihir, Finral.
Ah, yang seperti itu aku kurang suka.
Apanya yang seperti itu?
Wah, berat sekali!
Saat ada gadis yang benar-benar tertarik, tapi berat sekali kalau harus mengabaikannya begini!
Tapi ini untuk latihanku, untuk latihanku, untuk latihanku!
Tangan kananku berusaha keras untuk memberinya bunga seperti yang biasa kulakukan.
Tenanglah, Tangan Kananku!
Sial, sudah jadi kutukanku untuk menggoda tiap gadis yang kutemui!
Apa yang dilakukan orang ini?
Begitu ya, Kak Finral sekarang sedang bertarung dengan kutukannya, ya!
Pertarungannya kapan akan dimulai, ya?
Sepertinya tak ada yang perlu dikhawatirkan.
Maaf, aku terlambat!
Akhir-akhir ini aku sangat sibuk, kalian juga tahu kejadian yang sudah menimpa kerajaan!
Aku tak bisa cerita detailnya karena itu informasi yang sangat rahasia.
Tapi akulah yang selamatkan semuanya.
Kesatria Sihir yang terluka juga aku yang menyembuhkan.
Tinggal masalah waktu saja sebelum aku diangkat jadi Komandan!
Meski merepotkan, aku harus melakukannya.
Sepertinya sang Raja sekarang mulai menyukaiku.
Aduh, padahal informasi ini sangat rahasia, tapi aku malah bicara terlalu banyak.
Lalu waktu itu kau malah baca majalah porno.
Aku tak bisa bicara banyak, sih!
Lah, kau malah membicarakannya.
Pria yang misterius itu selalu lebih menarik, 'kan?
Sepertinya mereka lakukan kencan buta yang seperti neraka lagi.
Ah, maaf, aku tadi keceplosan!
Anu, namanya siapa, ya?
Menurut mereka yang pergi ke Kerajaan Hati,
sepertinya ada rahasia di balik sihir perungguku.
Aduh, duh, sepertinya hanya aku yang bisa selamatkan dunia.
Aku jadi takut dengan kemampuanku sendiri!
Oh, benar, nama orang itu Huh-ha-ha.
Kau yang di sana, bawakan lebih banyak minuman kemari!
Tapi aku benar-benar kaget saat baca berita tentangmu, Asta.
Ya, kupikir ada yang salah.
Ya, tak sepenuhnya salah, sih. Mereka memang berniat mengeksekusiku, kok.
Eksekusi?
Oh, tapi tenang saja.
Jadi, jangan khawatir, Rebecca.
Eh, kau ikut kencan buta ini agar jadi lebih kuat, 'kan?
Mau bertarung denganku?
Apa maksudnya? Apakah "bertarung" itu semacam kode?
Sepertinya lebih baik kita saling mengenal dulu.
Eh?
Aku juga ingin mengobrol dengan para gadis!
Tidak, tidak, tidak, apa yang kaukatakan, Finral?
Faktanya kalau aku belum sama sekali menggoda mereka,
menunjukkan kalau latihanku ini sukses!
Tapi aku tetap merasa tak enak dengan para gadis yang sudah mau datang.
Nanti aku akan jelaskan semuanya dan minta maaf.
Kau...
Eh?
Pasangan idealku benar-benar ada!
Eh?
Bawa ini ke meja nomor 3, apa tak masalah bawa semuanya?
Yang satunya tak pernah kerja, tapi yang ini bekerja dengan benar!
Silakan.
Kalau tak salah dia dari Fajar Keemasan?
Terima kasih banyak.
Apa yang dia lakukan di sini?
Anu...
Para gadis dari Pasukan Mawar Biru?
Terima kasih sudah menung...
Komandan Pasukan Mawar Biru. Lalu Komandan Banteng Hitam?
Apa ini berhubungan dengan penyelidikan iblis?
Aku senang anggotaku mau mengatur pesta ini untukku, tapi...
Enak sekali, rasanya jadi semakin enak karena ditraktir Pasukan Mawar Biru.
Anda benar. Omong-omong, Asta ke mana, ya?
Padahal aku sudah mengajaknya.
Mereka datang ke sini hanya untuk makan?
Kudengar ini harusnya jadi pesta makan malam,
tapi melihat posisi duduk kami, dan pakaian Komandan Charlotte...
Ini kencan buta, 'kan?
Mari kita nikmati malam ini.
Tolong jangan kasar padaku.
Aku ingin Kak Charlotte bahagia, tapi aku tak ingin Kak Charlotte diambil oleh seorang pria!
No comments yet. Be the first to leave one.