نخستین 200 خط.
Apa maksudnya...
...semua ini?
Darah itu...
...punyamu?
Bukan.
Benar...
Tokizane-san?
Syukurlah.
Aku melihat darah berceceran,
jadi kupikir kau mungkin terluka parah.
Ayo.
A-Ayo?
Kemana?
asdasdasdasdasdasdasdasd
Cerita 8
Terima kasih banyak.
Itu...
Apa?
Dan juga, kenapa kau membawa Katana?
Kalau itu...
Beritahu aku!
Kalau kamu mendengarnya
dan terlibat,
Tokizane-san akan
mengalami bahaya yang tak kuinginkan.
Bukankah itu berarti kau juga berada dalam bahaya?
Maka dari itu, aku ingin tahu lebih lanjut.
Kenapa?
Kau masih belum mengerti?
Belum.
Kurasa pendekatan secara halus
takkan banyak pengaruhnya.
Terutama kepadamu.
Kamu ini...
...spesial.
Dan bagiku juga,
kau begitu spesial,
Saya.
Jadi, tolong beritahu aku.
Mungkin ada sesuatu yang bisa kulakukan.
Maukah kamu berjanji padaku
untuk tidak memberitahukan ini kepada siapapun?
Tentu.
Kalau begitu,
dengarkanlah aku...
Saya-chan
setelah sarapan ia langsung pergi ke sekolah.
Oh.
Tapi,
ia kelihatan sedih.
Sedih sekali.
Oh.
Lagi-lagi
mungkin ia berpikiran kalau
kau begitu mengkhawatirkannya, Tadayoshi-san.
Karena Saya-chan
sangat menyayangi Ayahnya.
Kurasa,
hubungan darah memang sangat penting.
Mau minum kopi?
Tidak.
Oh.
Kalau begitu,
apa kau mau sesuatu yang lain?
Furukimono?
Dan makhluk itu
memakan manusia?
Benar.
Nono-san...
...dan Nene-san...
Dan juga para penduduk dikota ini.
Itu bukan salahmu, kan?
Tapi,
aku sudah diwajibkan untuk bertarung melawan Furukimono...
Aku berjanji untuk mengalahkan Furukimono,
dan melindungi semuanya!
Hoi!
Aku baik-baik saja...
Dari wajahmu saja sudah terlihat kalau kau tidak baik-baik saja.
Tokizane-san?
Apa?
Sejak tadi,
kenapa kamu terus memelukku?
Maaf.
Kau ini...
...benar-benar serius,
iya 'kan?
Ada ada yang aneh denganku?
Daripada disebut aneh...
Memang begitulah dirimu.
Untuk sekarang ini.
Aku mempercayai...
...semua yang kau ceritakan.
Aku juga melihat langsung dihadapanku.
Monster itu.
Bukan.
Ah, maksudku...
Anu...
Itu bukanlah monster.
Tapi, Furukimono...
Itu sebutan yang aneh untuk ralatannya.
Benarkah begitu?
Bukankah mereka itu sama saja?
Benarkah...
...seperti itu?
Membersihkan semuanya menggunakan sapu tangan,
ternyata memang tidak cukup.
Lebih baik kau pulang.
Akan kubawakan.
Tidak perlu, aku bisa sendiri.
Biar kubawakan.
Taoi...
Pokoknya
akan kubawakan.
Aku bisa membawanya sendiri!
Kau sedang terluka.
Lalu, Katanamu?
Kalau ini,
biar kubawa sendiri.
Terima kasih.
Anu,
Tokizane-san!
Apa?
Kamu baik sekali.
Bicara apa kau?
Kuharap
semuanya juga bisa mengerti...
Tentang kebaikanmu, Tokizane-san.
Cukup kau saja yang mengetahuinya.
Kalau begitu, sia-sia!
Hari ini cukup sampai disini.
Tapi,
kalau ada sesuatu yang mengganggumu,
beritahukan kepadaku.
Memberitahukannya kepadamu,
Tokizane-san?
Iya.
Kenapa?
Karena aku ingin tahu lebih banyak
tentangmu, Saya.
Terima kasih banyak!
Ayah!
Ayah?
Ayah!
Apa yang terjadi?!
Ayah!
Ayah?!
Saya...
Ayah...
Syukurlah...
Apa Ayah sedang tidak enak badan?
Aku tidak menyadarinya...
Tak apa.
Aku hanya sedikit pusing.
Tapi,
wajah Ayah terlihat pucat...
Darah!
Darahku menempel di wajah Ayah!
Tenang saja.
Tapi...
Tenanglah dulu,
Saya.
Aku baik-baik saja.
Benarkah?
Iya.
Benarkah...
...tidak apa-apa?
Benar-benar...
...tidak apa-apa.
Syukurlah...
Jika terjadi sesuatu dengan Ayah,
Aku akan...
Aku akan?
Aku tak bisa memikirkan apa-apa.
Apa yang harus...
...kulakukan?
Ayah...
Kenapa wajah Ayah terlihat begitu pucat?
to-sama ga genki de nai to
Jika Ayah merasa tidak enak badan,
watashi mo sou dori
aku juga merasa begitu.
otenki yoku demo
Walaupun cuacanya cerah,
yappari sou gou ri nano
aku tetap merasa tidak enak.
sou gou ri nano
Tidak enak badan.
Bagaimana kalau Ayah memang sakit betulan?!
Tapi,
jika dihadapanku,
Ayah menyembunyikannya!
Selamat malam,
guguk.
Kau tidak berteriak
"Kyaa!"
ataupun "Tidak!"?
Lukamu?
Sudah hampir sembuh semua.
Bagaimana menurutmu?
No comments yet. Be the first to leave one.