نخستین 200 خط.
Mau di foto?
Tidak.
Tak usah./ Baiklah.
Saus kacang!
Kena kau!/ Astaga.
Lelucon bagus.
Astaga.
Astaga.
Sebentar./ Bagaimana perjalananmu?
Lumayan. Kemari. Bagaimana denganmu?
Baik./ Senang bertemu denganmu.
Benar.
Ambil tasmu./ Terima kasih.
Senang kau mengalami perubahan. Apa ini?
Aku tak tahu kita akan ke Bar Mitzvah.
Yang benar "Bat Mitzvah."
Sebenarnya, aku...
Aku berada ratusan mil darisana sekarang.
Aku naik pesawat tadi pagi dan aku akan pergi untuk sehari.
Tapi, aku akan kembali besok, jangan cemas.
Astaga, bung.
28 pertunjukan dalam 30 hari. Apa ada yang kulewatkan?
Apa ada yang kulewatkan?
Tidak, aku tak stres.
Aku hanya perlu pulang sebentar.
Jadi, ini SMA-nya ya?
Kelihatannya seperti bangsal mental.
Hei, kau suka mobil ini?
Ya, Aku suka. Kenapa?
Entahlah, hanya.. Tak terdengar meyakinkan.
Tidak, Aku suka.../ Karena aku suka mobilku yang satunya.
Apa yang kau cari?/ Punya permen karet?
Tunggu, Aku...
Kau mau permen karet? Ada disini./ Ya.
Baiklah.
Terima kasih mau menemaniku.
Aku sangat mau bertemu semua orang.
Akhirnya bisa melihat reputasimu.
Mau?/ Tidak. Aku tak mau.
Makan./ Itu menjijikan.
Mana Emily?
Dia harus kerja di rumah sakit akhir pekan ini, ia tak bisa datang.
Apa? Sayang sekali.
Kau akan menangis soal itu?
Aku hanya kecewa.
Aku tak kecewa. Kita berdua, ini akan hebat.
Tidak, Aku tahu.../ Seperti masa lalu.
Hanya kau dan aku, sobat.
Baiklah, "kawan"
Baiklah, "Sobat". Apa kau menanamkan kepribadian baru?
Orang sering mengatakan "Sobat"
Baiklah, Ya, Jason.
Dengar, Aku harus pergi.
Kita kelewatan.
Astaga!
Apa kabar?
Sial, kau bertambah gendut, pecundang.
Aku gendut? Lihat kau. Apa kau memakan salah satu anakmu?
Aku seksi. Hai, sayang./ Apa... Hai.
Apa kabar?/ Senang bertemu denganmu lagi.
Silahkan masuk./ Tentu.
Hai, semua.
Lihat siapa yang datang.
Hai!/ Hai!
Samantha.
Senang bertemu denganmu lagi.
Aku juga...
Baju hangat yang lucu.
Baju hangat mereka sama./ Seperti Ayahnya.
Baju mereka sama./ Apa kabar, Sammy?
Aku sangat senang melihatmu.
Sayang kau tak datang membawa senjata.
Aku senang kalian datang./ Aku sangat senang.
Ayo, cukup soal anak-anak.
Lihat ini./ Katakan hai...
Hai, sayang./ Lilly, bilang hai pada Bibi Jess.
Ya, itu anakku yang lain.
Tak apa, kau tak harus...
Lilly, sayang./ Benar.
Dia tak peduli. kau tak peduli. Dia tak akan ingat.
Baiklah.
Baiklah.
Itu dia.
Apa itu kau, kawan?/ Jake?
Apa kabarmu? Baik?/ Lama tak berjumpa.
Hai, Aku Jess./ Scott.
Scott? Senang bertemu denganmu.
Suki./ Suki, senang bertemu denganmu...
Kau yang tinggal di Jepang?/ Ya.
Tidak, Bukan aku.
Aku melihatmu tiap hari. Aku menandaimu di Google Alert.
Sungguh?/ Apa itu aneh?
Sangat aneh./ Apa itu aneh
Tidak, itu tak aneh. Ibuku memasukanku dalam Google Alert.
Astaga, Kami sudah lama ingin pergi kesana.
Hanya saja, entahlah, belum terjadi.
Jangan cemas. Kau masih punya waktu.
Kau masih punya waktu. Aku tak akan kemana-mana./ Keren, 'kan?
Jangan cemas, aku juga tak akan kembali....
Dan aku tinggal tak jauh darisini.
Wanita duluan./ Terima kasih.
Tunggu dulu. Apa dia orang yang kupikirkan?
Astaga. Lihat siapa ini.
Jacob./ Apa kabar?
Lihat siapa ini./ Kau dalam masalah.
Hidupmu pasti berjalan baik, kau terlihat hebat.
Bisa aku bilang aku tak akan mengeluh tanpa terdengar sombong?
Karena aku memang tak bisa mengeluh.
Berapa lama perjalananmu kemari?
Sekitar sejam. Sedikit macet.
Satu jam setengah, tak cukup dekat.
Kau harus pergi dari kota ini, Jake.
Kau harus lari dari sini dan jangan melihat kebelakang.
Kau lebih baik dari ini, yang kumaksud.
Cully, sungguh? Apa ini?
Diamlah!/ Ini vodka biasa.
Tidak, ada sedikit tambahan soda.
Kau akan bersenang-senang dengan Nenek dan Kakek.
Ya, benar.
Ibu harus pergi tanpamu.
Ibu menyayangimu, tapi dia butuh waktu bersama orang dewasa, 'kan?
Hei, aku punya ide.
Apa ada cara kita bisa menyelinapkan beberapa bir masuk?
Bukankah... Disana bar terbuka, 'kan?
Aku tahu. Ini soal prinsip.
Ya, kita sering melakukannya saat SMA, dalam tiap even.
Kenapa tidak sekarang? Karena kita terlalu "dewasa"?
Kita dewasa?/ Tepat.
Kau punya termos?
Karena aku merasa kita akan membutuhkannya.
Aku tak bisa menemukan apapun dengan tutup. Kau?
Tak apa./ Maaf, kawan.
Aku punya 2 anak dan istri yang melarangku minum di depan umum.
Mengejutkan./ Aku membuat pengecualian malam ini...
Yang sekarang aku mulai berpikir itu kesalahan.
Aku menemukan ini, tapi aku butuh sesuatu yang bisa masuk dalam celanaku.
Apa kau menyentuh kelaminmu di depan anakku?
Aku tak melakukannya secara seksual.
Apa yang di pegang anakmu?
Boleh kami ikut?/ Tentu.
Ibuku yang mengantarku kemari.
Seperti anak 9 tahun saja.
Sebenarnya, aku belum pernah menyetir sejak aku pindah ke Tokyo.
Ya, aku tak punya mobil.
Itu yang terjadi jika kau hidup di Kota sungguhan.
Aku tinggal di Kota New York, Snooki.
Bagus, maka kau yang menyetir./ Apa itu masuk akal?
Tidak, jangan pergi.
Sial.
Kukira kita akan pergi bersama.
Sam dan aku harus mengantar anak-anak ke rumah neneknya.
Mungkin membutuhkan beberapa waktu. Jaraknya sekitar 2 mil.
Ibu.
Ibu akan ikut, Kau anak baik.
Dengar, kau tak perlu berpura-pura menyukaiku anakku.
Tak apa. Aku sungguh menyukai mereka.
Ayo, Bubba. Aku tahu./ Dia hebat.
Aku tak bilang mereka tak keren, Mereka sangat keren.
Aku sangat menyayangi mereka. Tapi, bukan berarti kau harus menyukainya juga.
Tahu maksudku? Jadi, kau parkir dimana?
Aku naik taksi.
Bisa matikan musik ini, sayang?
Apa kau sudah membawa lampu malam?
Kumohon matikan./ Sial.
Ibuku tak punya. Reeves, Kurasa kami punya kasetmu disini.
Dia mendengar lagumu tiap saat./ Astaga, Kumohon jangan.
Bro, kami mendengar musikmu.
Akan kuputar!
Tidak, kumohon jangan./ Ayolah.
Jangan. Tak usah. Aku mau mendengarnya bersamamu.
Aku tak mau mendengar sampah itu, Ayolah.
Kau akan membuat kegemparan malam ini.
Kau tahu itu?/ Ya.
Sebenarnya, Aku tak punya niat datang.
Hanya...
Kau tahu, mau datang saja.
Ya, aku tahu maksudmu.
Malah, banyak pekerjaan yang harus kulakukan malam ini.
Apa?
Ya, aku tak tahu bagaimana kau mengingat ini...
Tapi ternyata aku semacam orang brengsek di SMA.
"Semacam orang brengsek" sayang?
Aku menyayangi kalian, tapi aku sedikit membencimu, 'kan?
Sudah dapat lampu tidurnya?/ Ya.
Bagus./ Aku lupa poo-poo-nya.
Sial. Sayang, kita harus segera pergi.
"poo-poo"nya?
Itu selimutnya. Ya.
Kau mau poo-poo, sobat?
Itu lucu./ Ya.
Ini akan menyenangkan.
Aku akan minta maaf pada beberapa orang malam ini dan aku bersungguh-sungguh
Jadi, kau pergi dengan siapa malam ini?
Apa maksudmu?
Apa maksudmu, apa maksudku?
Kau pria lajang, tampan, menarik dan lucu.
Kau akan jadi primadona di pesta itu malam ini.
Kau bisa memilih siapapun yang kau mau, jadi siapa?
Kau terdengar iri, saudaraku.
Benarkan?/ Aku memang iri.
No comments yet. Be the first to leave one.