Warung Pocong

Warung Pocong

دانلود زیرنویس Indonesian

هماهنگ با نسخه‌های زیر

Warung Pocong 2026 720p WEB-DL x264 track3 eng
ناشر subteks
AI natural translated by subteks.me

برچسب‌ها

webdl
ai-translated
تاریخ انتشار: 2026-06-12
تعداد دانلود: 158
مخصوص ناشنوایان: No

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 200 خط.

Tidak!

Tolong!

Tolong!

Tidak!

Tolong!

DESA LALIJIWO, 2000

SELASA, 29 FEBRUARI 2000

Kumohon, jangan dia.

Kumohon, aku memohon padamu!

Aku memohon padamu!

Ibu!

Kumohon, jangan bawa...

Ibu!

Kumohon jangan bawa dia...

WARUNG SARI LAPORAN KEUANGAN

Ton, bangun!

Bawa adik-adikmu!

Ayo pergi.

Kenapa tidak mau jalan?

Kartono.

Turun dari motor.

Jadi, bagaimana utang ayahmu?

Masih butuh waktu, kawan.

Kau butuh waktu...

...dan aku butuh...

Uang.

Aku janji, takkan lama.

Setahun.

Setahun terlalu lama, Ton.

Enam bulan.

Kau beruntung ayahmu sudah tiada.

Kalau tidak...

Kalau tidak kenapa?

"Kalau tidak" apa?

Kalau tidak, kubantai kau!

Maksudku kau!

Kalau begitu kau!

Berhenti!

Ton! Ton!

Hentikan!

Berhenti!

Narti.

Bagaimana dengan utang 50 juta mendiang suamimu?

Aku tak peduli caranya.

Dan aku takkan pulang dengan tangan hampa.

Uang...

Aku tidak punya.

Aku hanya punya ini.

Kali ini...

Kuanggap ini tahu goreng.

Lain kali...

Aku akan mengambil nyawa ibumu.

Gus!

Buka!

Maksudku buka pintunya!

Aku tak mau dengar alasan apa pun darimu.

Bayar sewa yang menunggak!

Kalau tidak...

Kau pergi hari ini!

Pergi sana!

Maaf, Pak Haji.

Aku masih mencari cara bayar.

Aku beri kau cara.

Jual mobilku di luar sana.

Sudah lama terparkir tak laku-laku.

Jika kau bisa menjualnya...

Aku beri kau bagian.

Tapi...

...dengan satu syarat. Gunakan untuk bayar sewa!

Boleh aku periksa dulu?

Tentu.

Pak.

Mesinnya masih bagus.

Boleh kucoba kendarai?

Tentu.

Kendarai saja.

Ini kuncinya.

Mobil ini bagus.

Hei.

Bisa kau panggil temanmu?

Dia terlalu lama mengetes mobilnya.

Teman yang mana?

Yang bersamamu tadi?

Hah? Aku baru saja mengenalnya.

Bodoh!

Mobilnya hilang, bukan terjual!

Aku sungguh minta maaf...

Maaf kepalamu!

Ini bukan hari raya!

Urus ini!

Bagaimanapun caranya, mengerti?

Kau harus temukan mobil itu!

Atau kau yang bayar!

Apa yang kau lihat?

Pergi sana!

Enyahlah!

KEMBALIKAN UANG KAMI!

- Hei. - Hm?

Sudah larut, kenapa para pendemo itu belum pulang?

Sebentar lagi mereka pergi.

Uang nasabah masih aman, kan?

Ya.

Cari dan temukan dia, si bajingan itu.

Tapi kenapa mereka masih di sini?

Mereka cuma orang bayaran dari kompetitor kita.

Hei, itu dia!

Hei!

- Halo ? - Ya, Bu?

- Apakah aman menabung di sana? - Tentu, Bu.

Kudengar perusahaanmu ceroboh dengan uang nasabah.

Perusahaan kami berkomitmen menjaga uang nasabah.

Baiklah, aku pegang ucapanmu.

Tentu, ini aman.

Anda tahu, kami juga punya kantor di Jalan Damai No. 2.

Yang mana?

Yang ada papan biru.

Pagar hitam.

Yang pintu kacanya.

Hei, kembalikan uang kami!

Kembalikan!

Dia lari ke sana!

Kumohon, kasihanilah aku! Bukan aku pelakunya!

Aku bukan nasabahmu.

Aku Kusno.

Aku ingin membantumu.

Mungkin ini bisa jadi solusi...

...untuk utang ayahmu.

- Apakah ini uang? - Ini amplop.

- Isinya uang? - Bukan uang.

Tapi, mungkin ini bisa menuntunmu ke uang yang kau harapkan.

GAJI BULANAN HINGGA 50 JUTA

Tak perlu panik menghadapi situasi ini.

Ambil saja kesempatan ini.

Cepatlah.

Kita ikut itu saja.

Ini kotoran.

Kenapa warnanya merah?

Gelap sekali, ya?

Tidak ada listrik.

Ya, kita di tengah hutan belantara.

Tak ada yang butuh listrik di sini.

Itu cuma buang-buang.

Ini terlalu lambat.

Memangnya kenapa harus buru-buru?

Kau takkan bisa menikmati perjalanan jika begitu.

Kita sampai.

Turunlah.

Ini rumah Nyai.

Siapa Nyai itu?

Nyai Ronggeng?

- Nyai Uwid? - Nyai Da'an? Entahlah.

Jaga sikapmu saat berkunjung.

Selamat malam, Nyai.

Aku bukan Nyai.

Ini Arundari.

Putri Nyai.

- Paman, boleh saya permisi? - Tentu.

Tuan-tuan.

Sekarang, silakan masuk.

Permisi.

Silakan masuk.

Mari.

Silakan duduk.

Ini Pak Semedi.

Dan ini Nyai.

Oh, ini Nyai!

Selamat datang di tempat kami.

Oh...

Kus.

- Tolong, kartu identitas mereka. - Tentu.

Kartu identitas kalian.

Permisi.

Jadi bagaimana perjalanan kalian?

- Gelap, Pak. - Hm?

Tidak ada listrik.

Kami berada di tengah hutan belantara.

- Tidak perlu listrik di sini. - Benar.

Itu cuma buang-buang.

- Dan jalannya terlalu lambat. - Oh, tentu.

Tak perlu terburu-buru.

Dengan begitu, kalian bisa menikmati perjalanan.

Jadi...

Kau...

Makmur?

Ya.

Seperti yang kuduga.

Dan kau...

Kartono?

Ya, Pak.

Aku Agus.

Aku belum bertanya padamu!

Terkejut, ya, Gus?

Aku cuma bercanda, Gus.

Jadi sepertinya tidak semua "Agus" lahir di bulan Agustus. Bagus.

- Ya, Pak. - Bagus.

Sekarang...

Kalian bersih diri dan istirahat.

Pak Kusno akan mengantar kalian ke kamar.

Paham?

Lewat sini.

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left