نخستین 200 خط.
BACK IDs IDFL™ SubsCrew @ mikaeel_bachid 13/07/2017
FRANK JAHAT
Hai.
Ada apa, Sayang?/ Apa yang kau kerjakan?
Bukan apa-apa. Kau masak apa?
Telur./ Benarkah?
Aku tak mengerti. Kau kerja lembur semalaman...
...dan kau pulang hanya ingin membuat ribut di pekarangan.
Kau pasti menghabiskan sedus lagi.
Frank, astaga, kok bisa?
Sialan./ Ya Tuhan, darahmu berceceran.
Aku tadi menakik.. / Menakik?
Lihat, kau kotor. / Maaf.
Astaga, taruh ini di situ.
Berceceran di lantai.
Maaf, Sayang.
Siapa yang berdesis? / Itu..
Itu temanku dari tempat kerja. Salah satu dari perawat lainnya.
Benarkah?/ Dia amat histeris.
Ini.
Makanlah./ Terima kasih. / Coba kulihat dulu.
Aku baik saja./ Lepas itu dan coba kulihat.
Gina, aku baik saja, paham?
Baik./ Kenapa kau keras kepala?
Aku baik saja.
Scootch-mu. / Ya.
Aku mau keluar, bereskan urusanmu agar aku bisa bersiap./ Baik.
Kau lembur malam ini? / Iya.
Aku mau menyapa Charlie dulu.
Sial, aku lupa itu hari ini.
Kau baik saja?
Ya, kurasa begitu. Mana aku tahu. Begitulah.
Ya, aku baik saja.
Kau belum dapat kabar dari ibumu?
Belum./ Serius?
Ya./ Baiklah.
Dalam hal ini, dia keterlaluan. Dia kurang ajar.
Padahal anaknya sendiri menelepon berkali-kali tapi tak dibalas.
Mungkin sudah saatnya merelakannya untuk sementara.
Ya.
Itu keputusanmu.
Aku mencintaimu.
Baik.
Aku tadi bilang mencintaimu. / Aku mencintaimu juga.
Kerjakan urusanmu. Aku baik saja.
Cium.
Baik.
Frank.
Sudah lama./ Ya, apa kabar, Joe?
Apa kabar? / Baik.
Tak usah, cukup air es saja.
Air es?/ Ya.
Terserah kau saja. Air es segera diantar.
Apa kabar?
Aku baik saja.
Pertandingan seru. Sudah lama tidak kunonton. Aku kerja malam.
Kau mau apa, Frank?
Bicara.
Sekadar menyapa.
Sudah lima tahun.
Lima tahun sangat lama.
Banyak yang berubah, Charlie.
Karena kau hanya minum air putih?/ Bukan.
Aku tak tahan melihat ini lagi.
Aku bahkan berpikir tentang..
Menjadi konselor.
Begitulah aku, 'kan?
Ya.
Gina baik saja. Dia titip salam.
Dia jadi perawat.
Malah dia lebih baik.
Dia hobi memasak sekarang.
Seperti hobi ibu. Tak sepandai ibu tapi..
Ya./ Aku tak mengenalmu, Frankie. Ibumu juga demikian.
Kupikir kita tak pernah saling kenal.
Jadi perlu bicara apa?
Baiklah.
Baiklah.
Silakan nikmati lagi pertandingannya.
Frank, pelan-pelan.
Sudah kuduga ketemu kau di sini. / Menjauh dari trukku, Travis.
Kau bodoh?/ Seolah aku mau menambah kerusakannya.
Ada apa?
Sekadar nongkrong. Ada rokok?
Ya, terserah.
Rokoknya?
Ini pemantikku.
Orang tua di sana?
Ya.
Bagaimana keadaannya?
Dia baik saja.
Kurang ajarnya belum berubah? Maaf.
Langsung saja, apa?
Aku tak berniat mengganggumu...
...tapi aku mau tahu tempat arahanmu untuk membantuku.
Yang benar saja. / Ayolah.
VIG akan siap. Mereka bisa mematahkan kakiku.
Ayolah, aku butuh bantuanmu.
Kapan?/ Besok malam.
Bantu atau dorong aku di kursi roda seumur hidupmu./ Bodoh amat.
Sekadar itu saja, Travis.
Jangan lagi, paham?
Tentu, aku juga. Sekadar ini saja.
Aku serius, tidak main-main. / Aku tahu.
Kita bisa minum. Kau mau ikut? Nongkrong?/ Aku ada kerjaan.
Ayolah, Kawan./ Tidak, aku harus pergi.
Gina.
G!
Yang benar saja?
Gina, matikan. Kau sedang apa? / Mengeringkan rambut.
Aku mau kerja hari ini. Harus istirahat pagi.
Maaf, aku sudah selesai. / Sialan.
Kau sudah ambil resepku kemarin? / Sial, aku lupa.
Aku ke sana kemarin tapi di apotek sudah kedaluwarsa.
Hubungilah ke kantor dokter. / Sial, benarkah?
Ya, kau harus buat janji temu untuk ke sana.
Maaf, kau mau aku yang urus?
Tidak, biar aku saja. / Baiklah.
Mereka bilang dua-duanya kedaluwarsa.
Kau harus pesan yang baru.
Yang satunya untuk apa?
Untuk sakit kepala. Aku diberi yang lain../ Kau sudah punya dua?
Ya, kau mau ke mana? Mau berangkat kerja?
Ya, mau kerja. Kau hubungi ke kantor dokter sekarang...
...sebab nanti susah buat janji temu jika telat./ Baiklah.
Bukankah sudah tiga sif pekan ini? / Ya, aku masuk sif lagi.
Tagihan terus menumpuk. Harus kerja. Kau tanya apa lagi?
Kita mau jalan-jalan nanti?
Tidak, aku mau keluar dengan Travis malam ini.
Aku akan nongkrong dengannya./ Travis nongkrong bersama kita.
Sebab ada ultahnya Veronica dan kita harus bersama.
Jadi kuanggap kau setuju.
Baiklah, terserah.
Kembalilah tidur. / Baiklah.
Aku mencintaimu.
Istirahatlah sebelum kerja. / Baik./ Aku mau pergi.
Baiklah.
Aku mencintaimu. Sampai jumpa nanti malam.
Beri aku waktu hari ini, itu akan mantap.
Maaf, Bu. Aku tidak demikian..
Ibu, biarkan saja aku.. Jika bisa..
Boleh aku masuk besok jika sempat?
Apa ada pembukaan?
Itu tentu bukan urusanmu. Maaf, itu untuk dokter..
Dokter mengenalku. Katakan saja.. Katakan kepadanya..
Bu, sangat..
Bisakah kau.. Maaf. Apa itu tadi?
Bisakah kau memasukanku..
Kalau begitu buatkan janji temu untuk pekan depan?
Kabari jika dibuka lagi. Nanti aku hadir jika sempat.
Mengapa tidak? Mengapa tidak bisa..
Aku tidak bisa menunggu sepekan lagi.
Baiklah, ya sudah.
Itu bagus. Ya, bagus.
Lihat siapa yang akhirnya datang. / Maaf, selamat ultah.
Frank. Senang berjumpa. Senang kau datang.
Baik, hai, Sayang./ Berhasil mengejar waktu lembur?
Sedikit, maaf.
Travis berusaha datang tepat waktu.
Sebab Travis mata duitan. Makanya dia cepat datang.
Jangan ganggu dia./ Aku ambil Liberty buat pesanan airmu.
Terima kasih.
Aku tidak..
Aku tak paham kenapa pikirmu berada di sini asyik saat ini.
Sayang, tak apa-apa.
Apa masalahnya? Ini simbolis. / Begitu juga cipnya.
Ini lebih baik. / Benarkah?
Ya, kita melampiaskan kekesalan. Aku juga suka suasananya.
Dan mereka punya biliar. / Baguslah.
Ayo main./ Baiklah.
Apa?/ Kau baik saja?
Ya, kenapa?/ Ada apa? Kau berkeringat.
Aku baik saja. / Kau yakin?
Aku baik-baik saja./ Tunggu sebentar, aku akan kembali.
Baiklah. Baik, baik.
Ayo, kau setim denganku./ Kenapa aku di sini?/ Giliranmu.
Bikin sesukamu karena kesalahanku.
Pikirkan sesuatu.
Maaf, semuanya. Kami harus pergi.
Ada apa?/ Dengar.
Frank dan aku ada urusan.
Kau juga?/ Ya, aku harus pergi.
Kalian baru sampai. / Kami hanya..
Dia mau mendekorasi rumahnya untuk ultahnya..
Paham?/ Kau siap, Frank?
Sampai ketemu lagi.
Baiklah, sampai jumpa.
Bukan begitu.. / Apa?
Bukan begitu lagunya.
Aku tahu tapi aku tak suka bagian bas.
Aku suka ketinggi-tinggian. Lebih ceria.
Apa?/ "Never gonna give you up."
"Never gonna let you down." / Maksudmu, lirikku salah?
Ya./ Tidak./ Ya, salah. / Tidak mungkin.
Aku sudah lama tahu lagu itu. Aku tahu lagunya.
"Desert you." / Bukan, "Desert you."
Memang begitu. Kenapa kau "Run around" dan "Hurt you" ?
" You come around to hurt." Bukan "Run around to hurt."
Bukan "Run around" dan juga "Desert."
Liriknya "Run around.." / Itu cuma lagu. Tidak masuk akal.
No comments yet. Be the first to leave one.