نخستین 183 خط.
Dust by Chen Jieyi
Subtitle ini dipersembahkan oleh INDRA CELI
Yang Mulia, aku sudah menyiapkan makan, silahkan anda makanlah.
Yang Mulia, makanlah. Tadi anda belum makan.
Mungkin ini yang disebut sibuk sampai lupa makan
Banyak urusan negara yang harus diselesaikan,
Aku belum lama naik tahta, masih banyak yang harus dikerjakan
kerja sih boleh boleh saja tapi jangan sampai lupa makan
kalau Telat makan juga tidak baik untuk kesehatan
Dia mau sehat atau tidak, apa urusannya denganku?
Wajahnya terlihat sangat lelah. seperti jadi kaisar cukup melelahkan
Nyonya terus memohon. Selama beberapa hari ini, Yang Mulia
kerja terlalu lelah. berharap anda bisa sedikit bersantai.
Aku akan.. ! Sudahlah. Aku mengerti akan niat baik kamu
Selir Sien untuk tarian ini, pasti sudah mempersiapkannya dengan baik
Juga sudah menghabiskan banyak waktu untuk berlatih'kan'?
Asalkan Yang Mulia suka, sesulit dan secapek apapun, aku rela
Yang Mulia ! Beberapa hari yang lalu, kamu pernah bilang jika kurang Enak Badan, apa kamu berbohong padaku?
Yang Mulia ! Aku sudah memaafkanmu,satu kali
ini yang kedua kali nya, tidak akan ada yang ketiga kalinya
Ya, Yang Mulia, aku tahu aku bersalah
Kukira dia memanjakan selir sien, dan tergoda olehnya, ternyata jika tahu yang sebenarnya
sungguh keren
Sudahlah, berdirilah. Memandang niat baik mu, hari ini,
aku memang sudah lelah. Malam ini kamu nginap disini saja
Terima kasih, Yang MuliaI ! dasar tidak tahu malu segala cara di lakukan untuk mendapatkan perhatian darinya
selir Sien, aku tidak akan membiarkan kamu berhasil
Yang Mulia ! Fu Cien!
Cepat
Cepat semprotkan pewangi ke dalam. Dan suruh tabib obati selir Sien ! Baik..
Yang Mulia, maksud-mu aku yang kentut
Aku tidak menyalahkanmu. Lebih baik kamu pulang saja.
Aku permisi dulu
Aku mau tahu, apa kamu masih mau berbuat yang macam macam
Yang Mulia, di dalam masih bau, kita disini dulu
atau kita istirahat di tempat lain saja
Baiklah. Selir De lagi hamil., Aku tidak mau mengganggu dia
kita pergi ke istana Che Lan saja
wah ini cocok sekali , Harus cepat kembali dan bersiap
Yang Mulia tiba
kenapa sudah Malam masih berdandan. Apa kau tahu aku mau datang, atau kita punya kontak batin ?
Siapa yang punya kontak batin denganmu, dasar tidak tahu malu
aku anggap saja aku tidak mendengarnya. kalau tidak, kamu akan ku hukum lagi
jangan di lihat. kenapa cermin ini begitu kuning, wajahku kan jadi kuning.
Yang Mulia, malam malam begini, ada apa datang ke istana Ce Lan? mencari aku atau adik?
benar juga. dimana Hu Cie Yi? kenapa aku tidak melihat dia?
adik...adik lagi di luar menikmati bulan
hari ini tid ak ada bulan ! jika tidak ada bulan, mungkin melihat bintang
aku ingat, sebelum aku naik tahta, kita bertemu di taman dibawah sinar bulan
dan kini tampaknya keadaan tidak begitu baik
kamu berulang kali mempermainkanku, kau bilang aku seperti musang kuning.
juga bilang aku seperti kedelai. memberi aku pangkat tingkat lima, lebih rendah dari adik
itu karena kamu yang suka melanggar peraturan
istana punya peraturan. jika aku tidak mengajarimu
aku kuatir nanti kamu akan kesulitan
Yang Mulia benarkan semua itu demi kebaikanku ? kamu tidak percaya padaku ?
percaya...aku percaya apapun yang kamu katakan
kamu benar benar percaya atau pura pura percaya ? kalau percaya, kok mukanya cemberut
tidak. aku tidak akan cemberut lagi dihadapan Yang Mulia lagi
baguslah
matamu
aku tahu mataku ini jelek sekali. Yang Mulia pernah bilang mataku seperti musang kuning.
karena itulah , aku bisa tetap mengingatnya, aku suka ! apa ?
aku bilang, aku suka
kakak
Hu CieYi
mau kemana ? lepaskan
berhenti!
kakak.. ! kenapa kamu sudah kembali ? aku mau pergi, tapi dia tidak mengijinkannya
aku perintahkan kamu, malan ini, kamu dilarang keluar istana Che Lan
maksudmu, aku dan Fei Luan melayani kamu, kita main bertiga ?
aku tidak mau, kakak. ! adik.. ! Hu Cie Yi tetap disini. kamu boleh pergi
apa kamu bilang ? aku menyuruhmu pergi, jangan mengacau disini
baik, aku akan pergi
tapi aku akan mengingat sikap mu ini ! kakak !
Li Han, kamu sungguh kurang ajar! kamu membalikan wajah lebih cepat daripada membalikan buku
setiap kali adik muncul, dia seperti kerasukan, matanya hanya ada dia.
kamu menipu ku. jika aku mempercayai mu lagi, aku bukanlah manusia !
kamu takut padaku ? kenapa ? itu karna kamu bisa membunuh orang
bunuh Liu Ke Ming
juga orang lain. pedang kamu memenggal kepala mereka..
aku juga tidak ingin membunuh orang, juga takut membunuh orang. tapi
jika kamu tidak membunuh orang saat itu, orang lain yang akan membunuhmu
aku tahu, tapi apakah menjadi kaisar itu baik?
kamu benar. aku juga tidak bersedia menjadi kaisar
lalu kenapa kamu masih berebutan jadi raja dan membunuh orang?
karna aku punya satu impian. jika sudah tercapai, aku akan mengundurkan diri, lalu hidup bebas
akhirnya kamu tertawa juga, ayo.! aku takut dan belum siap
tenang saja, jika kamu belum bersedia, aku tidak akan memaksamu.
aku hanya ingin kamu duduk disini
kalian berdua bersaudara , tapi kenapa sifat kalian sama sekali beda
kami bukan saudara kandung, tapi kami lebih dekat daripada saudara kandung
kamu sudah mengantuk?
kalau ngantuk, istirahatlah
aku akan pergi mencari kakak. ! tidak perlu aku akan menyuruh orang mencarinya
terima kasih
sampai ketemu
apa yang di tangisi ? menangis lagi..kamu memang tidak berguna
tapi aku ingin sekali menangis
terima kasih,
seharusnya berterima kasihlah pada Yang Mulia
aku sudah berterima kasih, dan sudan memakainya, terserah mau ambil atau tidak.
tadi aku baru terpikir, aku sudah bersikap tidak sopan padamu
tidak sopan? keterlaluan..!
aku minta maaf.! tidak ada maaf bagimu. aku juga tidak akan percaya perkataanmu lagi
berhenti ! aku sudah tidak tahan melihatnya
kamu kira kamu siapa ? beraninya kamu begitu terhadap Yang mulia
seluruh anggota keluarga mu bisa dihukum mati
aku berbuat begini , tanyakan saja apa yang telah dia perbuat padaku !
apapun yang dia lakukan, dia adalah kaisar, sedangkan kamu bukan siapa siapa
peraturan istana harus ditaati
kamu ! sudahlah
kita kembali ke istana saja
kakak
kakak, kamu marah denganku ya?
kakak
kakak, kamu bicaralah dengan ku
apa baiknya dirimu? sejak kecil, semua orang menganggapmu seperti jimat. ada kamu tidak ada aku
ibuku begitu, semua orang begitu, sekarang Li Han juga begitu
seharusnya aku yang dibela
ternyata kamu marah padaku. maaf
aku tidak marah padamu. aku marah pada nasibku yang malang
kakak, maaf. aku benar tidak menyukai Yang Mulia.
aku juga tidak akan membiarkan Yang Mulia menyentuh aku
jadi apa yang kamu pusingkan ?
Yi Shi tidak datang
dia tidak melihat suratmu? aku yakin dia melihatnya, juga yakin dia pasti akan datang
tapi dia tidak datang, aku tidak tahu kenapa, hatimu merasa cemas
apa kamu merasa telah terjadi sesuatu padanya?
aku tahu aku tidak boleh berpikiran buruk. tapi
entah kenapa, aku terus terpikiran soal itu
jangan terlalu dipikirkan , mungkin saja dia punya urusan yang tidak bisa di tinggalinnya
setelah selesai urusannya baru pergi menemuimu
tidak, aku sudah menunggunya dari siang sampai malam
walaupun ada urusan, seharusnya dia hanya terlambat
benar juga. jangan jangan dia mengalami kecelakaan?
tidak! aku harus keluar istana mencari dia ! lebih baik tunggu saja dia masuk istana
bagaimana jika dia tahu aku tidak ada di istana?
kamu jangan banyak pikir, aku punya ide
pokoknya, kamu tidak perlu terburu buru mencari Yi Shi, jika dia baik baik saja, kamu
jalan lagi dengannya. jika dia dalam kesulitan bantulah dia dan tidak perlu buru buru kembali
Yi Shi...Yi Shi !
ternyata kamu ! kenapa kamu disini?
kemarin, aku pergi mencari-mu tapi kamu sudah pergi.
makanya aku kesini siapa tahu bisa bertemu denganmu
bagaimana jika aku tidak keluar istana? sebenarnya kemarin, aku menunggumu
maka, semalaman tidak bisa tidur
Fei Luan
aku akan membawamu ke suatu tempat ! tempat apa ?
nanti kamu juga akan tahu, ayo
dulu, aku juga seorang tuan muda. sekitar 7-8 tahun lalu
rumah dan tanah milik keluargaku disita oleh pejabat setempat.
sejak itu, aku mulai hidup seorang diri
tanah dirampas orang,, bagaimana dengan orangtua-mu?
mereka tidak rela ditekan. sejak itu, mereka jatuh sakit dan meninggal.
maaf. aku mengungkit masa lalumu yang menyedihkan
maka dari itu seberapa sulit hidup ini, aku akan berusaha keras setiap hari belajar.
berlatih kungfu. berharap suatu hari nanti, bisa jadi orang sukses
aku percaya kamu pasti bisa menjadi orang sukses
ini untukmu. semoga kamu bisa lulus ujian
ini sangat berharga, aku tidak boleh menerimanya
hadiah tidak bisa di ukur dari mahal atau tidaknya , saat aku sedang
memikirkan-mu, giok pemberianmu selalu menemaniku
aku berikan ini padamu , berharap di saat kamu
sedang memikirkan aku, anggap saja ini penganti diriku
anggap saja ini sebagai tanda cinta kita
aku tidak tahu. aku hanya tahu saat aku bersamamu, sungguh membahagiakan
saat aku tidak melihat-mu, aku jadi merindukanmu
Fei Luan ini sebagai tanda cinta kita. giok ini membuat kita tidak akan berpisah
kamu bersedia memberikan hatimu padaku?
aku
bagaimana denganmu?
akhir akhir ini banyak wilayah mengalami bencana, rakyat sangat menderita.
aku sebagai kepala negara, mulai sekarang akan mengurangi semua pengeluaran yang tidak penting
berusaha membantu rakyat, mengatasi semua kesulitan
apa Yang Mulia kuatir kan ? bencana ada dimana mana, tidak mungkin aku tidak kuatir.
aku akan segera mengirimkan 20 ribu tael ! maaf, ada yang ingin aku sampaikan
Huai Nan memang mengalami bencana, tapi tidak seburuk yang dilaporkan
Yang Mulia, pejabat Huai Nan, terus meminta bantuan dana
tapi sesungguhnya memberikan 20 ribu taels untuk
orang sendiri, agar bantu bicara hal hal yang baik baik saja
semua dana itu sudah disita dan dikembalikan ke kas negara.
semua dana itu untuk bencana
No comments yet. Be the first to leave one.