نخستین 200 خط.
"Film ini berdasarkan kisah nyata."
"Sebagian peristiwa dan karakter tidak nyata untuk tujuan dramatis..."
"Dan nama-namanya telah diubah."
"Cerita ini bermula pada 1982 di Lafayette Diocese, Louisiana."
"Cerita ini belum berakhir."
Sebutkan dosa-dosamu.
Ayo katakan.
Aku tak patuh pada ayahku, aku membantahnya dan bertengkar.
Pelan-pelan. Tuhan tak bisa mendengarmu.
Dan aku bertengkar dengan saudariku. Aku jahat padanya, dan menggodanya.
- Itu saja? - Ya, Bapa. Itu saja.
Sekarang, ucapkan Doa Tobat.
Allah-ku, aku sangat menyesal karena telah menghina-Mu.
Dan aku membenci semua dosaku karena hukuman-Mu yang adil.
Tapi yang terutama adalah karena dosa-dosaku menghina-Mu, Allah-ku.
Yang maha baik dan pantas mendapatkan seluruh cintaku.
Aku dengan teguh berjanji, dengan bantuan rahmat-Mu...
Untuk tak berdosa lagi dan menghindari mendekati dosa. Amin.
Aku membebaskanmu atas nama Bapa dan Putra...
Dan Roh Kudus.
Amin.
Aku menemukannya, Ayah!
Terima kasih, Kawan.
Hei, ayo masuk! Nanti terlambat ke gereja!
Baik, ayo.
Ayah!
Ayo.
Ayo, nanti terlambat...
Untuk Komuni Pertama-mu.
Aku pasti ke gereja.
Ayah, jangan bawa sepedaku.
Amin.
Amin.
- Ayo sekali lagi. - Amin.
Amin.
Amin.
Lihatlah Anak Domba Allah.
Lihatlah Dia yang menghapus dosa-dosa dunia.
Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku.
Katakan saja sepatah kata, dan jiwaku akan sembuh.
Tuan, aku tidak layak menerima Tuan dalam rumahku.
Katakan saja sepatah kata...
Dan jiwaku akan sembuh.
Tuan, aku tidak layak...
Menerima Tuan dalam rumahku.
Katakan saja sepatah kata, dan jiwaku akan sembuh.
Semoga tubuh Tuhan Kita, Yesus Kristus memelihara jiwamu...
Hingga kehidupan abadi.
Amin.
Semoga tubuh Tuhan Kita, Yesus Kristus memelihara jiwamu...
Hingga kehidupan abadi.
Amin.
Semoga tubuh Tuhan Kita, Yesus Kristus memelihara jiwamu...
Hingga kehidupan abadi.
Amin.
Menurutku, Danny, Keuskupan tak akan melupakan kita.
Melihat kita selalu melakukan hal yang benar di gereja.
- Kau mengerti maksudku? - Kuingatkan saja, Pete.
Jika penawaranmu terlalu tinggi...
Mereka tak peduli walaupun kau berbuat baik untuk gereja.
Robbie?
Robbie! Kemarilah.
Kau kotor sekali. Meludah. Lagi.
Bapa ingin bicara padamu.
- Aku membunuh dua aligator. - Ya, sudah cukup.
Dengarkan Bapa.
- Mereka seperti aligator. - Aku yakin begitu.
Robbie, aku ingin melatihmu menjadi putra altar. Maukah kau?
Tak adil.
Apakah sulit, Bapa? Seperti matematika?
- Itu lebih sulit. - Justine, diam.
Tidak, Robbie. Tak seperti matematika tapi kau harus belajar berjalan...
Membungkuk dan berlutut.
Lalu ada banyak doa.
Apa Tuhan akan lebih menyayangiku?
Menurut aturan, dia tak bisa.
Tapi di antara kita saja, Dia akan lebih menyayangimu.
Menurutku, aku harus melakukan renovasi di keuskupan.
Lalu, aku bisa mengajukan penawaran, dan menurutku...
Sayang, menurutku...
Jika kau mengajukan penawaran dengan caramu...
Kita akan kehilangan 600 dolar, mungkin tujuh.
Dari mana perhitungan itu?
Dari mana perhitungannya? Lihat.
Kau lupa menambahkan penggalian.
Lalu, dengan kapasnya.
Lalu itu, lihat?
- Lihat. - Akan kutebus dari proyek keuskupan.
Kita belum mendapatkan proyek keuskupan.
Kita belum mendapatkan proyek ini.
- Sayang, aku akan mendapatkannya. - Dengan merugi 600 dolar?
- Aku akan dapatkan proyek keuskupan. - Kita punya batas waktu pembayaran.
Kita punya batas pembayaran atas rumah ini.
Aku ingin ikut serta.
Aku ingin ikut denganmu saat kau bicara pada mereka soal penawaran.
Bagaimana?
Hai, Ayah, Ibu. Maaf aku terlambat.
Sayang.
Hai.
Aku harus membantu Daniel memperbaiki generatornya.
Tahan dahulu angka-angka itu, Sabine. Itu semua belum benar.
Jangan sampai tumpah, Joseph.
Buku doa-doa di sebelah kiri.
Robbie, angkat tangan kirimu.
Selanjutnya apa?
Lepaskan selubung dari piala, lalu wadah-wadah kecil itu.
Yang disebut?
Crusits.
Cruets.
Joseph, biarkan dia belajar dengan kecepatannya sendiri.
Dia sangat lamban, Bapa.
Kuharap kau menceritakan itu dalam pengakuan dosa berikutnya.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
Sekarang dan selalu serta sepanjang segala abad. Amin.
Letakkan tanganmu di atas halaman.
Kali ini, tanpa membaca.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
Sekarang dan selalu serta sepanjang segala abad.
Amin.
Bapa?
Apa kau akan memberi tahu Ayah dan Ibu, aku tak bisa?
Apa kau pikir aku harus memberi tahu mereka?
Aku akan berjanji, Robbie.
Aku akan memberi tahu mereka hanya yang perlu mereka tahu.
Masalahnya bukan kau.
Penawaran Guitry cukup masuk akal.
Masalahnya, banyak pengeluaran.
Aku yakin tak perlu memberi tahu bahwa gereja organisasi nirlaba.
- Tapi kami bukan. - Sayang?
Sayangnya, ini bukan proyek yang sangat besar.
Jadi, tak banyak ruang untuk apa pun.
Ada proyek yang jauh lebih besar sebentar lagi.
- Kau dengar itu, Sayang? - Ya.
Tapi, Bapa, kau bilang penawaran kami masuk akal.
Dan aku sungguh-sungguh.
Jadi, kenapa kau tak bersikap adil pada kami?
Sayang, gereja banyak pengeluaran.
Aku tahu, itu bukan salah kita. Itu bukan pengeluaran kita.
- Dengar... - Apa?
Maaf, Bapa.
Ayo minum teh lagi.
Suster?
Jangan khawatir, semua akan baik-baik saja.
Hei!
Ayah berhasil! Ayah kalian berhasil!
Peluk dan cium Ayah.
Cium Ayah yang lama.
Cium ibu kalian juga.
Ayahmu berhasil, Kawan.
Ayahmu berhasil. Peluk dan cium Ayah.
Bapa, Monsinyur-mu itu pebisnis yang hebat.
Tapi aku tetap bertahan.
Sabine, Justine, tolong ambilkan bir dan soda untuk kita.
Ayah akan bersulang.
Kau kenapa? Murung saja.
Kau merepotkan Bapa?
Tidak sama sekali, Pete. Dia hanya takut karena...
Karena apa?
Karena aku ingin mengajaknya berkemah.
Di sana, kami benar-benar belajar.
Aku ingin dia menginap di Pastoran setiap hari Sabtu.
Dia takut kau tak memberi izin.
Aku punya satu pertanyaan.
Apa itu akan membantunya menjadi putra altar lebih cepat?
Tentu saja.
Kalau begitu boleh.
Boleh aku membawa senapan angin-ku?
- Bolehkah? - Itu terserah Bapa.
Ini dia.
- Ini dingin. - Terima kasih, Pete.
Tunggu sebentar.
Ini untuk Ayah dan ibu kalian. Dia menemani Ayah setiap menitnya.
Dan untuk kakak kalian, atas ketikan bagusnya.
Yang terpenting untuk gereja kita, begitu baik padaku dan keluargaku.
Aku ingin memotret.
Untuk gereja.
Tersenyum, Semua.
Robbie, pegang daguku.
Pegang yang kuat.
Bawa aku ke tempat aman.
Begitu. Bagus sekali, Robbie.
Rebut dariku!
Hei!
Baik, Anak-anak. Bersiap untuk tidur.
Mari berdoa.
Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu.
Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
Sekarang...
Aku ingin kalian menulis nama orang yang pernah kalian sakiti.
Dan apa yang kalian lakukan pada mereka.
Hanya kalian dan Tuhan yang akan tahu apa yang kalian tulis.
Jangan pernah memberi tahu dosa-dosa kalian pada siapa pun.
Kecuali pada Tuhan dan Bapa.
Karena Bapa di sini mewakili Tuhan.
Tapi jangan pernah beri tahu orang lain.
Ini adalah dosa-dosa kalian.
Dan itu semua hangus.
Robbie, di mana Alex?
Dia masuk bersama Joseph.
Kau baik-baik saja?
No comments yet. Be the first to leave one.