نخستین 200 خط.
"Episode 14"
Aku akan mengambil sarung tangan. - Cepatlah.
Mo Ah.
Halo, Ibu. - Tidak perlu menurunkan barang.
Apa?
Ini semua akan dibuang, jadi, jangan diturunkan.
Jae Min, ada kue untukmu di dalam.
Baik.
Ibu, kami hanya membawa apa yang menurut kami perlu.
Coba lihat. Lihatlah betapa banyak debunya.
Aku akan membersihkannya sampai benar-benar bersih.
Hanya saja sebagian besar adalah milik orang tuaku.
Aku mencoba untuk bersikap logis.
Do Hoon dahulu mengidap asma dan dermatitis atopik.
Sekarang sudah tidak lagi.
Apa maksudmu kamu mengenalnya lebih baik daripada ibu?
Tidak, tentu saja tidak.
Kenapa kamu belum membongkar apa pun?
Do Hoon, bisakah kita membuang semuanya?
Ibu telah membelikan perabot baru untukmu.
Kurasa tidak bisa. Ini semua berharga bagi Mo Ah.
Begitukah?
Kita harus membuangnya. Ibumu sudah membelikan barang-barang baru.
Itu berbeda. Ini milik orang tuamu.
Kalau begitu, semuanya bisa disimpan di gudang.
Bagaimana menurutmu?
Apa itu tidak masalah? - Ya, tidak masalah.
Terima kasih, Ibu.
Ya, mari kita masuk.
Biar sopir yang menurunkan barang.
Ayo. - Terima kasih.
Ayo. - Ayo masuk.
Pasti keluarga Mo Ah sedih melihat kalian pergi,
jadi, teleponlah mereka sesekali.
Baik.
Tapi di mana barang-barang kalian?
Semua dipindahkan ke gudang.
Kenapa? Bukankah itu barang yang kalian butuhkan?
Kami tidak memiliki banyak barang, semuanya hanya perlu disimpan.
Apa pun yang mereka butuhkan bisa kita belikan.
Jadi, bagaimana kalau kita lihat kamar kalian?
Benar, sebaiknya kalian naik.
Ibumu mengaturnya dengan sepenuh hati.
Ini dia.
Apa kalian menyukainya? Ibu memesan perabotan khusus.
Aku menyukainya, Ibu.
Terima kasih banyak untuk semuanya.
Ibu senang kamu menyukainya. Katakan jika kamu membutuhkan barang lain.
Ini sudah bagus.
Baguslah.
Jae Min, apa kamu ingin melihat kamarmu?
Ya!
Ayo pergi.
Lewat sini.
Apa kamu yakin tidak apa-apa menyimpan barangmu di gudang?
Tidak apa-apa.
Gudangnya lebih bagus daripada rumah lama kita.
Bagus!
Ibu, lihatlah.
Ada seluncuran di dalam kamarku.
Di sini seperti taman bermain.
Ruangan ini awalnya untuk Min Joon.
Aku pikir kami akan segera menemukannya, aku pun menatanya.
Tapi itu tidak terjadi.
Tapi kini cucuku bisa memilikinya, jadi, siapa yang peduli?
Terima kasih,
Ibu.
Ibu?
Ibu juga berterima kasih.
Terima kasih
sudah kembali kepada kami.
Apa kamu tidak bisa libur saat anak-anak sedang di sini?
Ada urusan mendadak, tapi aku tidak akan lama.
Jangan membuat Mo Ah terlalu lelah.
Aku tidak pernah melakukan hal seperti itu.
Aku masih belum tahu harus mengajarinya apa dahulu.
Omong-omong, jangan memberitakan tentang Mo Ah dahulu.
Soal ini lagi?
Apa yang perlu ditunggu jika dia adalah menantu kita?
Dia harus menjadi wanita yang layak.
Sampai kemarin, Do Hoon juga seorang yatim piatu.
Kamu seharusnya tidak mendiskriminasi.
Keadaan Do Hoon berbeda dengan keadaannya.
Pokoknya, serahkan saja urusan keluarga kepadaku.
Sekarang, apa kamu sudah melihat bagaimana keadaan Tae Jin?
Jika dia peduli pada anak kita, dia tidak akan pergi kerja lebih awal.
Siapkan tempat untuk Do Hoon.
Boleh aku bertanya di mana?
Dia akan menjadi karyawan baru di divisi personalia.
Kakak ipar Bapak tidak akan senang dengan hal itu.
Aku akan membuat kakakku setuju.
Ada apa? Apa kamu sakit?
Tidak, aku hanya sakit perut.
Apa kamu perlu obat?
Aku sudah minum obat.
Apa kepindahan Mo Ah berjalan lancar?
Aku masih tidak percaya kamu tidak datang.
Bagaimana bisa kamu tidak melepas kepergiannya?
Dia bukan pindah ke luar negeri.
Jadi, kenapa kamu kemari?
Untuk menyuruhmu belajar lagi di rumah.
Kamu sekarang bisa memiliki kamar sendiri.
Kamar lama mo Ah.
Aku lebih nyaman di sini.
Apa kamu begitu membenciku?
Maaf aku meninggalkanmu di panti asuhan,
tapi kali ini tolong lakukan sesuai perintahku.
Dengan kepergian Mo Ah, rumah terasa terlalu kosong bagiku.
Aku tetap lebih suka tinggal di sini. Maafkan aku.
Tanganku beku.
Apa pengeringnya tidak bekerja?
Nam Koo sedang memperbaikinya.
Astaga.
Selamat datang, Pak.
Biaya mencuci bagian dalam 15 dolar, bagian luar 30 dolar.
Tidak perlu dipertimbangkan. Semua ini perlu dirobohkan.
Kamu pikir siapa kamu berani bicara akan merobohkannya?
Ayahku yang membangun gedung ini.
Tapi properti ini akan dijual. Bolehkah aku melihat-lihat?
Ya, tentu saja. Tidak perlu terburu-buru.
Pak,
ayahku berusaha keras membangunnya dari dasar,
jadi, kenapa kamu mau merobohkannya?
Nam Hui, masuklah ke ruang kerja.
Aku tidak mau. - Dengarkan saja ibu.
Pantas saja sangat murah.
Aku harus bernegosiasi dan membayar untuk tanahnya saja.
Kami baru saja mencucinya!
Pakaian itu begitu kotor hingga aku pikir itu sampah.
Aku minta maaf soal itu.
Kalau begitu, ambillah semuanya.
Coba kita lihat.
Kenapa kamu tidak bisa melihat-lihat tanpa berisik?
Apa?
Menjelek-jelekkan bisnis orang lain itu tidak sopan,
bukankah begitu?
Siapa yang memberimu hak melarangku bicara tidak sopan?
Apa yang ingin kamu lakukan sekarang?
Jika kamu ingin, maka belilah.
Jangan menjelek-jelekkannya.
Nam Koo, itu sudah cukup.
Kita selalu bisa mencuci ini lagi.
Astaga, kamu begitu angkuh.
Sebaiknya kamu beli properti ini.
Dasar berengsek.
Gawat.
Nam Koo, di mana kamu?
Apa yang kamu inginkan?
Apa kamu sudah lupa?
Kamu setuju untuk menjadi model situsku.
Maafkan aku,
tapi aku ada rapat penting hari ini.
Kenapa nada suaramu serius?
Apa kamu ingin nomor rekeningku?
Kirimkan aku nomornya dan aku akan segera membayar untuk tas itu.
Kuharap itu akan mengakhiri hubungan kita.
Seperti inilah cara melakukan permainan tarik ulur.
Kamu sudah selidiki Cha Young Hwa? - Tentu saja.
Ini.
Kenapa dia bercerai?
Suaminya berselingkuh.
Hanya ini yang kamu temukan? - Ya.
Dia benar-benar tidak melakukan banyak hal.
Seorang dokter kandungan?
Kenapa dia menemuinya?
Aku juga bingung. Padahal dia tidak hamil.
Apa kamu yakin dia bukan tipe murahan?
Dia tidak seperti itu.
Apa kamu tidak berpikir
bahwa ini akan berbahaya?
Dia putri Anggota Dewan Choi.
Paling parah aku hanya akan dibunuh.
Sampai jumpa.
Jadi, bagaimana kabarmu?
Aku tidak percaya bisa minum kopi di sebuah rumah besar.
Kita akan pergi berkendara setelah aku mendapatkan SIM.
Baiklah.
Siapa yang mengajarimu?
Seseorang yang kamu kenal.
Teman yang meminta bantuan kita untuk menyelidiki penipuan itu.
Dia rupanya.
Kalian berdua pasti menjadi sahabat sekarang.
Dia hebat. Aku akan perkenalkan dia padamu kapan-kapan.
Baik. - Ini dia.
Apa Ibu akan pergi ke suatu tempat?
Ya, membelikan pakaian untuk Jae Min.
Mo Ah, ibu yakin kamu memiliki banyak barang untuk dibongkar.
Benar.
Kamu bisa pergi dengan ibumu sementara aku membongkar barang.
Aku akan tetap di sini dan membantu. Ini tugas berat untuk satu orang.
Kalau begitu,
kamu bisa membongkar nanti saja, ikutlah berbelanja dengan kami.
Baik, Ibu.
Kamu harus ikut juga.
Baiklah.
Gawat.
Ibu sedang menunggu telepon penting, tapi ponsel ibu tertinggal di rumah.
Tidak mungkin kita semua kembali lagi.
Aku bisa mengambilkannya. - Apa kamu mau?
Biar aku saja yang pergi.
No comments yet. Be the first to leave one.