نخستین 200 خط.
TOHO CO., LTD.
PRODUKSI TOHO-TAKARAZUKA
PEDANG PEMBAWA MALAPETAKA
Produser Eksekutif: SANEZUMI FUJIMOTO
MASAYUKI SATO, KANEHARU MINAMIZATO
Cerita Asli oleh KAIZAN NAKZATO Skenario oleh SHINOBU HASHIMOTO
Fotografi oleh HIROSHI MURAI
Musik oleh MASARU SATO
Editor YOSHITAMI KUROIWA
Pemain
TATSUYA NAKADAI
MICHIYO ARATAMA YUZO KAYAMA
YOKO NAITO, TADAO NAKAMARU KEI SATO, KO NISHIMURA
Wio wood Kendari, 20 Januari 2015.
TOSHIRO MIFUNE
Disutradarai oleh KIHACHI OKAMOTO
MUSIM SEMI, 1860 INSIDEN GERBANG SAKURADA
Kakek! Cepat, cepat!
Puncak pada akhirnya.
Sebuah kuil kecil.
Kakek, tempatnya menurun dari sini.
Ya.
Seorang suci pernah berdiri di tempat ini dahulu.
Dia berdoa...
Agar air yang jatuh ke timur dan barat menjadi murni.
Lalu ia mengubur patung Buddha di sini.
Air yang jatuh ke timur menjadi Sungai Tamagawa.
Yang lainnya jatuh ke barat menjadi Sungai Fuefuki.
Mengalir tanpa henti,...
Membantu orang-orang menyuburkan tanaman mereka.
Semuanya jatuh dari sini, Omatsu.
Kita bisa mencapai Kochi disenja hari dan menemukan sebuah penginapan.
Kita akan berada di Edo dalam tiga hari.
Pemandangannya indah. Kita makan siang di sini.
Berikan aku tempat airmu.
Yah. Aku sudah menghabiskannya.
Saat berjalan naik, aku mendengar suara air.
Aku akan pergi mengambil beberapa.
Hati-hatilah.
Selamatkan kami, Buddha penyayang.
Jika yang tua ini hanyalah beban bawa aku pergi ke dunia lain,...
Dia akan senang dan tak ada lagi seorang peziarah.
Buddha Pengasih,...
Ku mohon kemurahan hatimu...
Bawalah aku ke dunia lain sekarang..
Orang tua.
Apa kau seorang peziarah?
Ya, aku bersama cucuku.
Maju ke depan.
Maju ke depan dan lihat ke barat.
- Hari yang indah. - Tunggu.
Wajahmu asing. Dimana rumahmu?
Aku Shichibei dari Hikawa. Jika Anda tidak keberatan.
Kakek!
Ada apa?
Kakek!
Apa yang terjadi?
Hal kejam yang sudah dilakukan!
Pada Orang tua ini.
Karya seorang ahli pedang.
Kakek!
- Tuan Muda! - Ada apa?
- Seorang pencuri! - Apa?
Menyamar sebagai penjual!
Percuma saja mengejarnya.
Dia melewati Puncak Daibosatsu. Dia sudah di jalan Koshu sekarang.
Dia hanya mencuri 20 ryo. Tidak ada yang perlu dimarahkan.
Ryunosuke, sudah kau pikirkan pertandingan besok.
Kau pergi ke mana sepagi ini?
Aku berjalan-jalan hingga ke puncak.
Jadi kau sudah mengambil keputusan?
Biarkan Utsugi menang di pertandingan besok.
Kau akan diusir oleh Instruktur Henmi,...
Sehingga tidak memalukan untuk kalah.
Jika Bunnojo Utsugi kalah,...
Dia takkan bisa menjadi pengganti di Sekolah Pedang Kogen Ittoryu.
Selain itu, jika Bunnojo menang...
Tuan Itakura akan menjadikannya instruktur klan pedang.
Jadi tidak hanya Bunnojo,...
Tapi semua kawan-kawan dan kerabatnya...
Telah mempertaruhkan segalanya untuk pertandingan besok.
Kau mengerti?
Kalah untuknya dengan kehormatan.
Jangan berpegang pada gaya Kogen.
Dengan keahlianmu, kau bisa menguasai setiap gaya yang kau inginkan.
Aku tidak memahami sepenuhnya formasi pedangmu.
Kau menarik keluar lawanmu.
Kemudian, di saat yang tak terjaga, kau kejam...
Dan kekejaman tidak berhenti dengan pedangmu.
Tampaknya sudah meresap ke dalam pikiran dan tubuhmu.
Itu menakutkanku.
Seorang pengunjung ingin berjumpa dengan Tuan Muda.
Tidak ada kontes hari ini.
Ini bukan ahli pedang, tapi wanita.
Seorang wanita?
Apa kabar?
Apakah Anda Ryunosuke, tuan muda sekolah pedang ini?
Ya.
Aku Hama, adik Utsugi.
Aku dengar dia punya saudara bernama Hyoma, tapi untuk saudara perempuan...
Aku adiknya, Hama.
Kau ingin mengatakan sesuatu?
Ini tentang pertandingan besok di Gunung Mitake.
Aku mengatakan bahwa sua..
Maksudku,...
Saudaraku sangat khawatir dengan pertandingan itu.
Dalam beberapa hari terakhir, ia sulit untuk makan atau tidur.
Saudaraku tidak cocok dengan Anda.
Kalian berdua belajar di sekolah Henmi.
Namun dia mengatakan keahlian pedang Anda berada jauh di atasnya.
Aku kasihan padanya karena harus menjadi lawan Anda.
Aku tidak tega melihatnya.
Dan jika ia harus kalah...
Dan akan dipermalukan dalam pertandingan nanti,...
Ia harus menolak Sekolah Kogen dan posisinya.
Ini berarti kehancuran untuk seluruh keluarga Utsugi.
Aku datang memohon pada Anda untuk bermurah hati...
Dan menyelamatkan kehormatannya.
Ku mohon!
Itu semua tergantung kesempatan.
Kita harus berjuang lebih dulu.
Jadi Anda tidak akan membiarkannya menang?
Perhatian Anda untuk keluarga dan suami..
Maksudku, kakakmu. Aku tahu bagaimana perasaan Anda.
Tapi pertandingan adalah hal lain.
Bahkan jika aku harus mengemis?
Aku, Ryunosuke Tsukue, hanya percaya pada pedangku di dunia ini.
Saat aku berjuang, aku tidak punya keluarga.
Itu perkataan kejam!
Anda tidak punya hati!
Hama...
Seorang ahli pedang menghargai keahliannya seperti wanita menghargai kesucian dirinya.
Bahkan jika itu berarti satu keluarga...
Bahkan jika itu berarti kehancuran dan kematian satu keluarga?
Bersediakah menyerahkan kesucian Anda?
Siapa itu?
Permisi.
Ryunosuke Tsukue mengatakan padaku untuk datang.
Dia ingin berbicara denganku. Dia bilang untuk menunggu.
Apa begitu?
Tapi aku tidak paham...
Mengapa dia harus berbicara di tempat kotor seperti ini.
Masuklah dan duduk di sini.
Aku tinggal sendirian, jadi aku bahkan tidak punya teh untuk ditawarkan.
Tidak apa-apa.
Aku masih punya beberapa pekerjaan untuk dilakukan.
Yohachi.
Itu Tuan Muda.
Yohachi, pergilah.
Aku harus berbicara dengannya sendirian.
Kau pergilah.
Tapi aku harus bekerja..
Kerjakanlah nanti!
Pergi.
Jangan buru-buru kembali.
Hama.
Berdiri.
Aku janji membiarkan Bunnojo menang.
Berdiri.
Lepaskan sabukmu.
Ryunosuke...
Lepaskan itu!
GUNUNG MITAKE - PIMPINAN PERTANDINGAN
UTSUGI, GAYA KOGEN, VS. TSUKUE, GAYA KOGEN LAMA
Hama.
Masih terlalu dini untuk memulai persiapan.
Jika kau mulai gelisah...
Ambil ini.
SURAT PERCERAIAN
Perceraian?
Kita sudah bercerai.
Kembalilah ke orang tuamu!
Jika ini lelucon, itu tidak lucu! Mengapa aku harus..
Cukup!
Tanyakan itu pada dirimu.
Kemarin, kau bilang akan pergi berdoa di sebuah kuil untuk kemenanganku.
Kau menunggu Kyusaku di tepi desa.
Lalu kemana kau pergi?
Hama!
Apa yang kau lakukan disepanjang waktu itu...
Sendirian dengan Ryunosuke di pabrik itu?
Aku.. Aku..
Jangan berkata lagi!
Apa menurutmu tepat untuk pergi ke rumahnya!
Hanya saat...
Aku akan menemukan ketenangan pikiran dengan berpikir,...
Menang atau kalah, aku akan mematuhi aturan.
Tapi tidak sekarang!
Aku akan membunuhnya tanpa gagal,...
Bahkan jika kita berdua mati dalam berusaha!
Selesai!
Hijikata menang?
Ku pikir itu imbang.
Tidak, dia menang.
Tidak ada kesalahan.
Pedang Ohno mungkin terlihat seperti kemenangan meyakinkan,...
Tapi terhenti dua inchi dari lawannya.
Tapi pedang Hijikata mengarah satu inci di bahu Ohno.
Tidak... setengah inci.
Pengamatanmu sangat menarik.
No comments yet. Be the first to leave one.