نخستین 200 خط.
Halo, aku Li Hongqi.
seorang polisi negara.
Hai.
Bukan juga dibilang pahlawan.
Semuanya melayani masyarakat.
Cuma saja penjahat kali ini sangat berbahaya.
Bisa dibilang amat kejam.
Baik, akan kuceritakan dari awal.
Saat itu aku sedang menangani kasus perkelahian.
Gelisah.
Air mata tak hentinya menetes.
Tak henti-hentinya menetes.
Kalian bisa nyanyi, gak?
Kalau bisa nyanyi, yuk bareng denganku.
Tetes minyak.
Siap.
Tak henti-hentinya menetes.
Ayo.
Perbuatan jahatnya amat memalukan.
Bagaimana kau bisa mengangkat kepala?
Nyanyilah.
Berhenti, berhenti, berhenti.
Cari mati ya?
Cari mati.
Letakkan, letakkan.
Cepat letakkan.
Yang di belakang.
Tutup pintunya.
Siapa kau?
Kami sedang bicara, kenapa kau yang ngomong?
Kau!
Beraninya kau mukul polisi?
Tebas dia!
Tebas dia!
Siapa yang menyuruhmu menyerang?
Kakak Kesembilan ada di sini.
Jatuhkan semuanya.
Nyalakan lampu.
Hei Pi, apa maksudnya?
Hei, Kakak Kesembilan, rokok.
Kami cuma minum-minum.
Kenapa Kakak Kesembilan datang?
Masa bodoh minumnya.
Tapi aku harus mengurusnya.
Meskipun aku seorang polisi kecil,
tapi dalam yurisdiksiku,
siapa saja melanggar hukum, akan kutindaki.
Kalian berdua sangat hebat.
Ini termasuk kejahatan terorganisir.
Kejahatan organisasi apa?
Aku menyewa semua ini dengan 100 yuan.
Kakak jangan begitu tegas.
Aduh, ada masalah, bicarakan di kantor saja.
Aku putuskan untuk kalian berdua.
Ada tangan dan kaki.
Tidak bisa melakukan sesuatu?
Berpura-pura jadi orang sosial.
100 yuan sehari.
Angkat kepalamu.
Bukan kamu.
Yang bertopi hitam di belakang.
Kamu, hei.
Kusuruh kau angkat kepala.
Berhenti!
Berhenti!
Berhenti!
Berhenti.
Kamu ambilkan...
di kartu poker itu.
Bunga?
Hei, mau lari, ya.
Kau latihan atletik ya?
Aduh.
Ide ini, aku harus bertaruh bola dua warna.
Ayo.
Kak Li, kau baik-baik saja?
Aku baik-baik saja.
Borgol dia.
Hei, Kawan.
Hapus video yang kau rekam tadi.
Atas dasar apa?
Kamu merekan kami berpakaian biasa?
Ponselku sendiri.
Pukul orang.
Polisi memukul orang.
Maaf.
Tunggu, kutuntut kau besok.
Aku akan mengeluarkanmu.
pasti akan menuntutmu.
Kakak ipar kedua, sudah datang (tamu).
Angin timur.
8 kue.
Kue.
Pong.
Red Dragon.
Angin selatan.
Sembilan kue.
Menang.
Sembilan kue tunggal.
Lahir juga kamu pukul.
Apa pantas?
Bisakah diam?
Tidak cukup, kan? 3 poin?
Ini, ini, ini.
Semuanya untukmu.
Sudah kalah, masih main?
Kenapa tidak main?
Kakak ipar kedua.
Kakak ipar kedua.
Kakak Ipar, merokok lagi.
Ayo.
Mau apa keluar?
Maumu apa?
Masuk.
Ada apa, Kakak Ipar?
Apa maksudnya?
Guo Xiaojun.
Hitung uang tadi,
Kau taruh di tempatku, kulit hijau (tidak ada uang).
Kulit hijau.
Modal rumahku sama kau, harganya 300 ribu lebih.
Dihitung berdasarkan harga pasar.
Tetap juga gak bisa bayar bunga dan bunga-nya.
Dengarkan aku.
Sekarang telepon istrimu.
Besok bawakan sertifikat rumah ke sini bersama kakak ipar.
Bungamu terlalu tinggi.
Tak bisa kuterima.
Suratnya, kau yang tanda tangani sendiri?
Ayo, lanjutkan.
Menang lebih banyak.
Jangan mendekat.
Siapa pun jangan mendekat!
Jangan ada yang mendekat.
Cari mati ya?
Jika mendekat, kubunuh diriku sendiri.
Kalian gak bakal dapat apa-apa.
Berisik sekali.
Adik kedua, apa yang kau perbuat?
Kakak.
Aku tak sengaja membunuhnya.
Seharian cuma tahu buat masalah.
Kalau gak telepon 120 saja.
Mau bilang apa?
Otaknya sudah keluar, apa masih bisa hidup?
Cepat cari kantongan....
dan kubur di utara.
Pembunuhan!
Aku mau lapor polisi.
Tunggu.
Aku mau lapor polisi.
Kakak, jangan lakukan ini.
Terlalu banyak jebakan.
Lantas gimana?
Bunuh orang.
Tolong aku!
Tolong aku.
Tolong aku.
Cepat.
Lihat, lihat, cepat.
Adik kedua, cepat.
Bantu.
Polisi Li.
Eh.
Li Hongqi.
Sini, sini, ada kabar baik.
Ketua.
Kemarin malam menangkap pelacur,
ada yang rekam tengah malam.
Biarkan aku tidur sebentar.
Sudahlah, sudahlah, sudahlah.
Kenapa melotot? Tahu gak ada yang menuntutmu?
Siapa?
Beberapa hari yang lalu kau hadapi polisi,
terjadi konflik dengan satu orang.
Kau rampas ponselnya?
Bukan.
Dia merekan baju biasa kita.
Aduh, aku pergi ke kantor polisi, memohon padamu.
Banyak bicara baik.
Pemimpin juga sudah menyatakan sikapnya.
Semua orang tahu hasilnya...
juga punya kesepakatan terhadap temperamen.
Setelah kami berdiskusi,
memutuskan...
Kau istirahatlah dua hari.
Yo, kenapa tidak puas?
Liburan nasional akan segera tiba.
Tepat pada tanggal 15 Agustus.
untuk membeli hadiah.
Pergi ke rumah mertua.
Katakan sesuatu.
Taozi bukan orang seperti itu.
Orangnya gak peduli.
Kau harus banyak memikirkannya.
Ketua.
Ini adalah hal yang baik.
Aku tidak pulang.
Kamu tidak lembur?
Pemimpin memberiku cuti.
No comments yet. Be the first to leave one.