نخستین 200 خط.
Aku akan mendengarkan paru-parumu. Balikkan tubuhmu.
Tarik dan hembuskan nafas sesuai dengan perintahku.
Tarik nafas.
Hembuskan nafas.
Tarik napas lebih dalam. Tarik nafas.
Hembuskan nafas.
Tarik nafas.
Henbuskan nafas.
Jadi, ada apa dengannya?
Menurutku tidak ada masalah dengan jantung dan paru-parunya.
Mengapa kalian membawanya kali ini?
Tangannya...
Tangannya merah, Dokter.
Badannya, dada dan lehernya juga.
Kalian sudah mengoleskan krim yang aku resepkan?
Ya, saat pagi dan sore hari.
Apakah kalian membersihkan lukanya terlebih dulu?
Yah, kami memandikannya.
Dan kalian mengoleskan krimnya setelah dia mandi?
Dia tidak terkena sinar matahari, kan?
Tidak, dia selalu di dalam rumah.
- Apakah ada tempat lain yang terasa sakit? - Seperti yang kau lihat, di sekitar jantungnya.
- Ada tempat yang lain? - Di punggung serta lehernya.
Sekujur tubuhnya berwarna merah.
Mengapa kau tidak menjawabnya sendiri?
- Dia tidak bisa bicara. - Mengapa?
Tenggorokannya sakit.
Kalau begitu aku akan memeriksa tenggorokannya.
Kita lihat apa masalahnya.
Buka mulutmu.
Julurkan lidahmu.
Bilang "Ah". Lebih keras.
- Apakah itu perlu dilakukan? - Aku hanya melihat.
- Tenggorokannya sakit. - Sepertinya dia baik-baik saja.
Tapi dia merasa sakit.
Dia tidak apa-apa. Apakah kau benar-benar merasa sakit?
- Kau tidak bisa bicara? - Tidak, dia tidak bisa, Dokter.
Sudah berapa lama dia seperti ini?
- Sejak dia masih kecil. - Cukup lama...
Apakah kau menggunakan krim lain selain krim yang aku resepkan?
- Tunjukkan krim itu padanya. - Aku membeli ini.
Aku membelinya setelah krim darimu habis.
Mengapa kau tidak datang lagi untuk mendapatkan krimnya?
- Dan apa ini? - Aku pikir krimnya sama saja.
Ini hanya losion pelembab biasa.
Ini baik untukmu, tapi tidak untuk pasienku.
Kau harus menggunakan krim dariku.
Lihat, lotionmu menyebabkan ruamnya menyebar.
Aku akan melakukan tes darah.
Ruamnya sudah menyebar ke mana-mana.
Mengapa kau tidak melakukannya saat terakhir kali kami datang?
Waktu itu tidak separah ini.
Kau seharusnya melakukan pemeriksaan secara menyeluruh saat terakhir kali kami datang.
Aku sudah bilang waktu itu tidak separah ini.
Kalian lihat apa yang diakibatkan oleh krim ini?
Kepalkan tanganmu.
Kepalkan.
Lebih kuat.
Ini uangnya. Aku harus pergi. Tolong jaga dia.
Ke pabrik.
Bagaimana dengan Sirote belakangan ini?
Dia baik-baik saja. Tapi dia sibuk dengan pekerjaannya.
- Jadi dia baik-baik saja? - Ya, dia baik-baik saja.
Bagaimana dengan usaha asramamu belakangan ini?
Tidak begitu baik. Ada beberapa yang keluar dan tidak ada seorangpun yang masuk.
Apakah itu asrama untuk pria atau wanita?
Hanya untuk wanita.
Mengapa kau tidak menerima laki-laki untuk meningkatkan penghasilanmu?
Aku pikir itu hanya akan menyusahkanku.
Pria minum alkohol dan terlibat perkelahian. Aku tidak akan bisa mengontrol mereka.
Kau berpikir begitu?
Tapi aku yakin penghasilanmu akan lebih banyak di waktu yang sulit ini.
Yah, aku lebih suka seperti itu.
Bagaimana kesehatanmu belakangan ini? Baik-baik saja?
Aku memimun pil darimu dan langsung tertidur.
Aku tidak punya gairah seks lagi. Aku hanya tidur.
Tinggal ini yang tersisa.
Ini adalah pil anti stres.
Pil ini membantumu merasa tenang. Tapi ini bukan pil tidur.
Tapi tetanggaku bilang kalau pil ini adalah pil anti depresi yang kuat.
Yah, kau percaya dengan siapa? Aku atau tetanggamu?
Tentu saja aku percaya denganmu.
- Apakah tetanggamu seorang dokter? - Bukan.
Kau harus percaya padaku kalau aku yang merawatmu.
Pil ini hanya untuk stres. Bukan untuk yang lain.
Pil ini mungkin bisa membuatmu sedikit mengantuk.
Sudahkah kau bermeditasi seperti yang aku sarankan?
Ya, dan kemudian aku tertidur.
Dokter...
Bisakah kau mengeluarkan surat keterangan dokter untuknya?
Untuk apa surat keterangan itu?
Untuk menyatakan kalau keadaannya baik-baik saja.
Jadi dia bisa melamar pekerjaan.
Aku tidak bisa. Aku harus melihat kartu identitasnya dulu.
Kau membawa kartu identitasnya?
Aku akan meminta Sirote untuk membawanya nanti
Aku membutuhkan semua dokumen yang benar dulu.
Kau tak bisa mengeluarkannya sekarang? Sirote akan membawa kartu identitasnya.
Aku sungguh tidak bisa. Itu ilegal.
Dokter, apakah aku bisa kecanduan dengan obatku?
Jika kau mengikuti aturan resepnya, kau akan baik-baik saja.
Aku tidak perlu meminumnya untuk selamanya?
Tidak, kau tidak memerlukannya setelah kau sembuh.
Pil ini hanya untuk menenangkanmu.
Tapi ketika aku meminum pil ini, aku tidak merasa ingin bermesraan dengan Sirote.
Aku masih ingin memiliki anak. Kau tidak ingat?
Kau menginginkan seorang anak? Kau masih menginginkan seorang anak?
Ya, aku pernah meminta nasihatmu sebelum ini.
Kalau begitu, bila kau ingin... yahh...
Maksudmu berhubungan seks dengan Sirote?
Bila kau tidak ingin tidur sepanjang malam...
... jangan minum pil ini.
Bila kau membutuhkannya, minum saja. Kau akan baik-baik saja.
Kau benar-benar tidak akan memberikan surat keterangan dokter untuk kami?
Aku tidak bisa.
Tolong, kita sudah lama saling kenal.
Tolong...
Aku akan meminta Sirote untuk membawa kartu identitasnya nanti.
Aku sungguh tidak bisa melanggar hukum. Kau harus tahu kalau aku tidak bisa.
Biaya total untuk kalian berdua adalah 220 Baht.
Maafkan aku.
Aku harus menemui pasien berikutnya. Nomor 12, silahkan.
Aku sudah menjadi pasienmu yang baik.
Aku sungguh tidak bisa.
Kartu apa saja boleh.
Bahkan SIM juga bisa digunakan. Lalu aku akan mengeluarkan surat itu untuknya.
Permisi, aku harus melihat pasien berikutnya.
Sampai nanti.
- Tolong, Dokter... - Nomor 12, silahkan.
Oh, kau rupanya. Halo.
Biarkan aku bicara denganmu sebentar saja, kumohon, Dokter.
Pasienku yang berikutnya sudah menunggu. Biarkan aku memeriksanya, oke?
Halo.
Bagaimana keadaanmu hari ini? Ah?
Bagaimana keadaanmu?
Ah? Aku baik-baik saja.
Tapi aku tidak tahu mengapa telingaku gatal.
Dan suara yang berdering ini.
Aku tidak tahu kenapa.
Apakah ada yang masalah dengan alat bantu dengarnya?
Biar aku memeriksanya.
Hanya sebentar.
Terima kasih.
Tolong, dokter harus memeriksa pasien yang berikutnya.
Sebentar saja.
- Untuk apa? - Aku perlu bicara dengannya.
Kalau begitu silahkan menunggu di luar. Dia sedang memeriksanya sekarang.
Aku tidak akan merepotkan, aku berjanji.
Ayah, apakah kau melepaskannya saat kau membersihkan mukamu?
Apa?
Tidak, aku hanya membersihkan muka, tapi air tidak masuk ke telingaku.
Tolong, tunggulah di luar.
Mungkin kau bisa membantuku. Aku sungguh membutuhkan surat keterangan itu.
Sudah cukup baik dia merawatnya...
- Apa yang kau lakukan? - Tolonglah aku, kumohon.
Aku sudah ada di sini sebelum kau lahir. Kau tidak akan mendapat masalah.
Ini saja sudah merupakan masalah untukku.
Kemarin, kami sedang menonton TV dan Ayah mengecilkan volume TV-nya.
Aku memintanya untuk mengecilkan alat bantu dengarnya...
... jadi aku bisa menonton TV dengannya, tapi dia menolak.
Jadi aku menaikkan volume TV-nya.
Lalu dia berteriak dan mengeluh kalau suara TV meledakkan telinganya.
Dokter, putriku mempermainkanku.
Sekarang alat bantu dengarku rusak.
Tidak, aku tidak melakukan itu. Aku hanya mengecilkan volume-nya dan menjadi rusak
Apa?
Aku hanya mengecilkan volume-nya. Itu saja.
Tapi suara yang berdering ini.
Aku tidak tahu mengapa alatnya berdering. Yang aku lakukan hanya mengecilkan volume-nya.
Biar aku mencobanya lagi.
Ayah, apakah kau melakukan sesuatu untuk merusaknya?
Dokter, coba katakan sesuatu.
Lihat? Aku tidak bisa mendengar apa-apa. Hanya suara yang berdering.
- Mungkin kau memecahkan speakernya. - Apa?
Kau mungkin menaikkan volume-nya terlalu tinggi dan memecahkan speakernya.
Tapi model yang ini tidak ada speaker-nya.
Tapi kemarin, dia pergi ke tukang cukur rambut.
Temannya memeprlihatkan alat bantu dengar baru kepadanya.
- Jadi sekarang ayah juga mau yang baru. - Mungkin saja.
Dokter, jika kau ingin memiliki anak...
... aku sarankan untuk mendapatkan anak laki-laki
Anak laki-laki jauh lebih baik dengan peralatan elektronik dibandingkan anak perempuan.
- Anak gadis konyol dan egois. - Konyol?
Kau hanya mau alat bantu dengar baru, bukan?
Tapi...
Kau seharusnya memberiku diskon.
Sebentar.
Apakah terasa gatal?
Orn...
- Di mana pacarnya? - Giliranku hari ini.
Ada resep yang lain...
Benar-benar seperti ini.
Cemilan akhir pekan... Ayam Panggang dan Beer.
Ple, kau kemana tadi malam?
Aku di rumah saja.
Bukankah suasana hatimu sedang seksi...
... seperti malam yang waktu itu?
Min, tunggu di sini.
Mengapa kau tidak mengatakan apa yang kusuruh?
Sudah kulakukan. Tapi dia tidak mau mengeluarkannya tanpa kartu identitas.
No comments yet. Be the first to leave one.