نخستین 180 خط.
Diterjemahkan oleh AngelTouch
Film ini meraih 1 Nominasi Golden Globe pada tahun 2012 untuk kategori: Aktris Terbaik Musikal/Komedi (Maggie Smith).
Beecham House Rumah Pensiunan Musisi
Terima kasih, nona-nona. Tempat biasa Octavia.
- Pas bagimu? - Ya.
Brindisi
Tak satupun yang tepat, Bobby. Beri partiturnya padaku.
Wilf, Gala (pertunjukan) tinggal sebulan lagi.
Aku tak mengerti apa yang kau lakukan.
Bisa kita mulai dari awal?
Bobby, kau terlalu cepat.
- Maaf, Cedric. - "Cee-dric."
Oh, Cee-dric. Bisa ulang intronya?
Kau ulang lagi! Aku sudah siap namun kau mengacaukannya!
Diam! Kalian merasa ini lucu. Tapi aku tidak!
Takkan lucu lagi andai tempat ini ditutup.
Trims, Nigel. Kau cukup baik. Trims. Sekarang, hentikan.
- Apa bakatmu tak bisa berhenti? - Cissy! Tolong, perhatikan.
- Siap. - Kau harus dengarkan.
Tak usah cemas, Cissy. Dia hanyalah penggertak.
Lottie, di bait 17, 18 and 19, suaramu terlalu sumbang.
Kurasa tidak. Kurasa pianonya yang sumbang.
Anne, sayang, bisa kau menyanyikannya?
Aku tak pernah bernyanyi paduan suara, Cedric.
Karir internasionalku di Royal Opera langsung melesat...
saat umurku masih 21 tahun.
Cedric, seharusnya kami sudah memakai ruang ini 5 menit lalu.
Oh, yeah. Silakan, tuan-tuan.
Latihan selesai. Ayo, Bobby. Ayo. Cepat.
Mengagumkan.
Kau membuatku terlihat bodoh.
Reggie, disitu kosong. Jangan menahannya, Reg.
Dia tak datang.
- Wilf, dia tak datang. - Kenapa sekarang?
Itu bukanlah bangkumu.
Kami duduk disini sejak pertama kali aku datang.
- Itulah intinya. - Itu tak adil, Reggie.
Kami mau juga ingin duduk dekat jendela.
Ya. Jika tempat ini ditutup 6 bulan lagi, aku yakin itu,
setidaknya aku ingin duduk di dekat jendela sekali saja.
Permisi.
Kau tak bisa pungkiri, Wilf, kau takkan berarti tanpa kami.
Katakan itu lagi, akan kutusuk bokongmu dengan garpu, Harry.
- Dia benar, Wilf. - Ada yang punya garpu?
- Dan kau tahu siapa dia. - Aku butuh dua garpu.
Ah, trims, Angelique. Kau potong rambut?
Tidak, hanya menaruh rambut sampingku ke depan.
Oh, aku suka itu.
Seiris roti bakar ekstra pagi ini untukmu.
- Aku melihatnya. - Dan kesukaanmu, selai aprikot.
Oh. Magnifique (terima kasih), Angelique.
Apa kau mau rumpy pumpy (bercinta) denganku malam ini?
Apa itu, "rumpy-pumpy" ?
Oh, itu rahasia dari malam pernikahan,
kau harus segera menjawab lamaranku.
Selamat menikmati.
- Cissy, Cissy! - Siap.
- Jangan lupa rapat darurat, 12:15. - Cedric. Cedric.
- Ini jam sarapan. - Ini genting.
Semua anggota panitia Gala, harap perhatikan.
Ada masalah serius terkait bintang Tenor kita, Frank White.
Karena itu, akan ada rapat darurat jam 12 siang tepat.
Reggie, jangan lupa ingatkan aku.
Akan kusetel jamku.
Hey, apa ini? Lihat.
- Kau bilang hari ini, kan, Reg? - Ada apa?
Tadek akan menjemput pendatang baru.
- Ada pendatang baru? - Cissy, kami sudah lama membahasnya.
- Kau juga. - Sungguh?
- Yeah. - Siapa dia?
Mobil van hanya untuk seorang bintang.
Saat aku datang, aku harus bayar taksiku sendiri.
Mereka menjemputku dengan mobil pribadi beserta sopir pribadi.
Ini pengganti Leonard Timms.
Dia teman baikku. Aku akan sangat merindukannya.
Dia sangat jenius. Dia bisa kentut sesuka hati.
Yeah, Wilf, kita sedang sarapan.
- Aku serius. - Tapi jangan bilang begitu.
Tapi itu memang benar. Aku melihatnya sendiri.
Lalu dia menungging dan membentuk posisi meditasi.
Saat siap, dia bisa bernafas melalui saluran duburnya.
- Itu tanda-tanda stroke. - Pasti itu.
Cissy, bisakah aku mengggantikan Nobby untuk sebentar saja?
Payudaramu adalah yang terbaik yang pernah kulihat dalam hidupku.
Terima kasih.
Reg, cobalah selai ini. Rasanya luar biasa.
Seperti makan di saat natal.
Hati-hatilah dengan tas itu.
Itu mudah pecah.
Aku kembali untuk mengambil barang dan menjemput anda.
Ak...ak...aku minta maaf.
Kumohon berbaik hatilah.
Diri kita berbeda dengan lalu.
Berbaik hatilah. Berbaik hatilah.
Aku tak bisa seperti ini. Hentikan. Hentikan.
- Kau berkata sesuatu padaku? - Apa?
- Mengapa kita berhenti? - Tidak, kok.
- Kita sedang jalan. - Benar.
- Perlu kutelpon Dr. Cogan? - Tidak, trims.
Bunga ini sangat indah. Kau suka, Marta?
Ya, tapi takkan pernah kuletakkan di atas meja.
Wah, wah, wah, ini hal baru.
Belum pernah kulihat dirimu menata bunga, Dr. Cogan.
Masa? Apa kau lupa kami menebang pohon bulan lalu?
Ini untuk pendatang baru? Ya, 'kan? Atau ini rahasia?
Ya, 'kan, Marta?
Kau pakai rok baru, Dr. Cogan?
Sangat cocok denganmu.
Menonjolkan keindahan kakimu.
Indahnya. Bagaimana menurutmu, Marta?
Aku tak bicara soal itu.
Kau melangkahi batas, Wilf. Pergilah ke tujuanmu.
Aku hanya mau kesana andai kau mau ikut denganku.
Pergilah.
Boleh minta?
Bisa bantu aku? Aku tak bisa memasangnya tanpa kacamataku.
Pandanganku buram.
Tak ada lubang kancing di bajumu, Wilf.
Ini dia.
Aku bisa melamarmu, tapi aku hanya mampu berlutut seperti ini.
Pergilah.
Baik. Mau ikut, Marta?
Aku tak berbuat hal itu.
Dia bocah yang sangat nakal, Marta.
Dia lebih pantas jadi ayahmu atau kakekmu.
Seperti itu. Bisa? Ayunkan dekat rumput.
Ya, begitu. Seperti ayunan. Seperti ini.
Saat kau selesai menjadi pakar Kroket, Nigel,
aku ingin berkata, "akan kutendang bokongmu."
Ah, dengan caramu bermain, kau pasti bisa.
Kau mungkin lupa, aku lihat kau menyanyi Barber Of Seville,
dan suaramu membuatku ingin menangis.
Kulihat penampilanmu di Carmen, tak pernah lupa, tapi akan kucoba.
- Pagi, Nobby. - Ah, pagi, Tn. Bond.
- Simon, apa kabar? - Baik, kawan.
Oh, ngomong-ngomong, Nobby,
Jika boleh, aku bisa memetik salah satu bunga ini.
- Kau butuh uang? - Tidak, tak apa.
Lihat, banyak tanaman baru. Kutanam di tempat biasa.
Oh, hati-hatilah, Cissy Robson terus menatapmu dari pagi.
Entah mengapa. Padahal aku pria paling tampan disini.
La Donna è Mobile
Pernah kubaca kalau rata-rata pria memikirkan seks tiap 7 detik.
Kalau kau?
Kuharap semoga hanya tiap 7 detik.
Tahukah kau, pertama kali kulihat dirinya,
aku merasa dia adalah makhluk tercantik, terseksi...
yang pernah kulihat.
Oh.
Oh, Cissy, Cissy, sayangku,
bisa kau bayangkan besarnya gelora cinta diantara kita?
Tapi ini belum terlambat.
Kita masih bisa berbaring di kasur, saling memeluk sampai dunia berakhir.
- Bagaimana menurutmu, sayang? - Siap.
Mengapa kalian tertawa?
Kalian takkan menduga apa yang sedang kudengar. Rigoletto kita.
Kita sangat memukau.
- Uh, Cissy, rapat panitia. - Oh...
Ini terakhir kalinya kita nyanyikan. Ingat, Reggie?
- Mengapa itu diterbitkan lagi? - Entahlah.
Aku ingat sesi rekaman, produksi, semuanya,
seakan baru kemarin terjadi,
tapi aku tak bisa ingat apa sarapanku tadi pagi.
- Selai aprikot. - "Rigoletto: Horton dan Paget."
Tentu saja namaku tak ada disini.
Seharusnya namaku ada di atas, karena aku ambil bagian.
Tapi Aku masih bisa hidup karena itu, dan hanya itu yang kuinginkan.
Aku tak seperti dirimu, Reggie, kau seniman, aku pekerja tangan.
Dimana tasku? Dimana itu?
Oh. Terima kasih, Reggie.
Kau kembali dengan selamat dari Karachi. Aku sangat senang.
Oh...
Kenapa Karachi?
Ayahnya pasukan Indian.
- Apa kondisinya tambah parah? - Ya.
Reg, kau harus terbiasa. Musik Rap akan abadi.
Oh, kurasa tidak.
Kau juga bilang begitu tentang The Beatles.
- Itu bukan musik. - Menurut mereka itu musik.
- Siapa? - Murid-muridmu.
No comments yet. Be the first to leave one.