نخستین 200 خط.
SEE YOU IN MY 19TH LIFE
KEHIDUPAN KE-12
Kenapa aku menjadi bisa mengingat kehidupan lampauku?
Apakah ini kutukan
atau berkat bagiku?
Apa pun itu, aku memutuskan untuk menerima takdirku.
Aku juga memikirkan hidup macam apa
- yang ingin kujalani. - Ayo.
Kita hampir tiba.
Seseorang yang selalu ada di sisimu baik saat senang maupun susah.
Ayo jalan lagi.
Aku ingin menjadi orang seperti itu sepanjang hidupku.
TEMPAT BERBAGI SUKA DAN DUKA
Sepertinya dia tahu sesuatu soal kecelakaan waktu itu.
Tidak. Begini…
Dia bertanya soal siapa dalangnya,
jadi, sepertinya dia tidak tahu soal itu.
Ya. Tentu saja.
Aku tentu langsung berkata bahwa aku tak tahu apa-apa.
Berarti, Seo-ha kini tahu soal ini?
Pak Mun.
Kita tidak akan menjadi sengsara.
Urus…
Pak Bang.
SERIAL ORISINAL WEBTUN SEE YOU IN MY 19TH LIFE OLEH LEE HEY
Buang identitasmu, dan pergilah ke luar negeri.
DEPARTEMEN ARKEOLOGI PROFESOR KANG MIN-GI
LOMBA JUDO NASIONAL 2014 JUARA SATU, HA DO-JIN
ALMARHUM HA JEONG-SEOP
Jangan Yoon Cho-won.
Apa itu?
Apa itu mimpi?
Kau seperti zombi.
Sudah kuduga kau akan begini
karena kau tak kuat minum.
Perutmu baik-baik saja?
Kau minum berapa banyak?
YOON CHO-WON
Halo, Nona Yoon.
Pak Ha, apa kau baik-baik saja?
Kenapa kau menanyakan itu?
Apa kau ingat soal kemarin?
Apa kemarin aku bersamamu, Nona Yoon?
Seorang wanita?
Dia wanita?
Kau punya pacar?
- Jadi, kau tak ingat… - Kau punya pacar?
- Tidak, Berandal! - Apa?
Rupanya kau tak ingat.
Aku tak bicara denganmu tadi, Nona Yoon.
Maafkan aku. Maksudku…
Untuk hal ini, juga itu.
Apa…
yang terjadi kemarin?
Aku menjemputmu karena kau terdengar amat mabuk.
Apa aku menghubungimu?
Tidak. Aku yang meneleponmu, dan pergi menemuimu ke sana.
Kau juga pulang sendiri.
Syukurlah kalau aku masih agak sadar.
- Apa? - Tidak apa-apa.
Kepalaku sangat sakit sekarang.
Aku matikan dahulu teleponnya, ya.
Ya, baiklah.
Apa dia sungguh tak ingat?
Kenapa kau ke sini?
Biar aku antar kau pulang.
Tidak mau.
Aku tak punya rumah.
Aku orang yang tak punya rumah.
Rupanya ini efek mabukmu.
Aku tak apa-apa.
Aku baik-baik saja.
Kau tidak terlihat begitu.
Hancurlah aku.
Hancurlah sudah. Bagaimana ini?
Hancur apanya?
Jangan…
Yoon Cho-won.
Jangan Yoon Cho-won.
Karena Yoon Cho-won…
adalah Yoon Cho-won.
JASA PINDAH EKSPRES
Ya ampun, berat sekali.
Cepatlah. Ayo cepat.
Kita membawa semua ini?
Bergeraklah lebih cepat!
Pak, apa kita sungguh harus pergi?
Yang-sik, dengarkan aku.
Kita hanya berpura-pura saja.
- Apa? - Aku tidak akan menyerah begitu saja.
Sudah kuduga akan begini.
Jadi, aku sudah siapkan jalan untuk bertahan hidup.
Ini dia.
Akulah yang mencarikan…
pelaku penabrakan itu untuknya.
Ini akan memojokkan mereka.
Aku bilang itu menakutkan.
Kau sudah pulang, Seo-ha?
Astaga, Seo-ha.
Kenapa sulit sekali bertemu denganmu?
Halo.
Lama tak bertemu.
- Kau kerja di hotel sekarang? - Ya.
Senang kerja di sana?
Apa bagusnya hotel yang sudah usang begitu?
- Ayo kita makan. - Baik.
Cho-won.
Kak!
Ada apa ke sini?
Tidak apa-apa. Aku hanya merindukanmu.
Ayo.
Kita masuk.
Ayo masuk.
- Halo. - Ya, halo.
Selamat datang.
Namaku Yoon Cho-won.
Aku adik…
Aku rekan kerja Nona Ban Ji-eum.
Ya.
Aku tidak bisa berpura-pura.
Ae-gyeong sudah tahu bahwa kau adikku.
Ae-gyeong keponakanku di salah satu kehidupan lampauku.
Apa?
Aku sering dengar cerita soal kau dari Paman.
Ya ampun, sampai lupa.
Silakan duduk.
Aku akan bawakan lauk pauk.
- Hei, Min-gi. - Ya.
Sudah matikan tahu di kompor?
Sudah.
Menyulang!
Kenapa Paman tak minum?
Aku yakin kalian berdua akan mabuk berat,
jadi, setidaknya aku harus sadar.
Aku paling tua di sini.
Jangan begitu. Minumlah juga, Kak.
Bu Kim.
Kau harus makan juga.
Ya ampun, tidak usah.
Enak sekali.
Lebih enak lagi karena disuapi gadis cantik.
Sebagai gantinya,
- biar kutuangkan minum. - Lagi?
Terima kasih.
- Kalau begitu, kita saja yang minum. - Baik.
- Menyulang. - Menyulang.
Dari banyak kehidupan yang sudah kujalani,
akhirnya aku melihat hal berharga seperti ini.
Apa?
Keponakanku di dua kehidupan lalu dan adikku di kehidupan laluku
bisa makan dan minum alkohol bersama, sambil mengobrol.
Aku sudah hidup berkali-kali,
tetapi ini yang pertama.
Aku bahkan tak pernah membayangkannya.
Kita harus abadikan momen ini.
Ayo kita berfoto.
Haruskah begitu?
Hei!
Bisa tolong fotokan kami?
Ya, baik.
- Terima kasih. - Ayo Min-gi.
- Tolong fotokan dengan ponselku. - Ya, baik.
- Mendekatlah lagi. - Begini?
- Ya. - Begini?
Kufoto, ya. Satu, dua, tiga.
Sekali lagi, ya.
Satu, dua, tiga.
YOON CHO-WON
Halo, Nona Yoon.
Apa?
Dahulu kau tak tertarik, kenapa tiba-tiba suka seni?
Aku minum minuman kocok untuk makan siang, jadi, cukup lapar.
Dasar kau ini.
Seo-ha.
Apa kau sering ke pameran saat di Jerman?
Seo-ha.
Seo-ha?
Bibi terus memanggilmu.
Kau tidak dengar?
Harusnya aku panggil lebih keras, ya.
Kau harus berusaha lebih dari yang lain jika punya kekurangan.
Bukankah begitu?
Kudengar kau tidak akur dengan Direktur Jang Yeon-ok.
Kuharap kau tidak jadi bahan lelucon.
Lama-lama aku bisa tersedak.
Mun Seo-ha.
- Duduk. - Karena tak seperti makan bersama,
aku pamit lebih dahulu.
Ya ampun.
Kau sudah lihat fotonya?
Halo.
Siapkanlah uangmu
karena kupertaruhkan nyawaku di sini.
Itu diperintahkan oleh seseorang yang sangat dekat denganmu
di dalam Grup MI.
Siapa, ya?
Itu diperintahkan oleh seseorang yang sangat dekat denganmu
di dalam Grup MI.
Kak Ju-won meninggal saat bersamamu!
Kakak…
No comments yet. Be the first to leave one.