نخستین 200 خط.
Menjadi cucunya itu sulit.
Jika kau mau aku menjadi keluargamu selama sisa hidupku,...
...itu bahkan lebih sulit.
Pastinya, ada kejutan.
Aku sangat malu. Itu kecelakaan.
Aku tersandung gaunku.
Untungnya Phu ada di sana untuk menangkapku.
Sungguh mengejutkan!
Bisakah kau katakan secara resmi kalau kalian kembali bersama?
Aku...
Ya, tolong. Sebelumnya, kau tak jelas tentang ini.
Untuk saat ini, apa benar kalian sudah berbaikan?
Tak ada masalah di antara kami.
Namun, kau merajuk sebagai pasangan, benar?
Kapan kami bisa mengharapkan kabar baik?
Anggap saja, kami berdua bahagia dengan satu sama lain.
Kurasa Phu lelah, jadi, sudah cukup untuk saat ini.
Baiklah.
- Terima kasih. - Terima kasih.
Hei, kau.
Apa ini Linen yang asli, duduk di sini dengan depresi?
Aku ingin pergi.
Kembali ke pesta?
Itu tak lucu.
Aku tak ingin berada di sini.
Baiklah.
Jadi, kau ingin pergi ke mana?
Aku tak tahu.
Aku hanya ingin pergi ke tempat jauh.
Bawa aku ke sana.
Ayo.
Kau takkan menungguku.
Kita bisa pulang sekarang.
Kau tak nyaman. Aku mengerti.
Aku tak suka diwawancarai.
Vivi akan mengurusnya mulai sekarang.
Itu Mark dan Linen.
Meninggalkan sepatumu seperti itu, sepatumu bisa rusak.
Mau aku menaruhnya di mobil?
Tak perlu.
Aku takkan menggunakannya lagi.
Kenapa?
Apakah terlalu kecil?
Sepatu ini tak cocok untukku.
Karena saat waktu habis,...
...Cinderella harus kembali ke baju usangnya.
Aku tak butuh sepatu kaca lagi.
Kau tahu apa yang salah dengan dirimu?
Rasanya seperti kau terkejut.
Terkejut?
Saat kau ketakutan...
...atau terluka...
...dan tak bisa mengatasinya.
Terluka?
Hatimu,...
...apakah terasa sakit?
Rasanya sakit sekali.
Linen.
Kau mencintai Phu, 'kan?
Aku sudah berusaha.
Aku berusaha sebaik mungkin.
Kenapa sulit sekali menipu diri sendiri?
Aku tak ingin melihatnya lagi.
Hei, kau ingat petualangan kita di sana?
Aku sulit percaya...
...kalau pendamping pria ini akan berakhir sebagai jutawan.
Memikirkannya saja membuatku tertawa.
Jangan berusaha.
Aku mendengar suaramu...
Aku tahu itu terdengar berbeda.
Apa? Kau tahu aku gadis lucu.
Sudah cukup! Kenapa kau membuatnya makin buruk?
Apa yang kau ingin kulakukan?
Menangis sampai tak punya lagi air mata.
Kau pikir aku menginginkannya seperti itu?
Kenapa kau tak berkata jujur kepadanya?
Apa kau gila?
Lebih baik daripada menyiksa diri sendiri.
Setidaknya kau bisa memberitahunya.
Tak mungkin.
Tak ada gunanya memberitahunya.
Aku takkan memberitahunya apa pun.
Kalau begitu,...
...tutup saja hatimu.
Linen.
Kau tahu, 'kan?
Kalau aku menyukaimu.
Hentikan!
Sudah cukup untuk hari ini. Kau harus memaklumiku.
Linen.
Aku akan menunggumu.
Dari mana dia?
Apa yang aku perlu bicarakan?
Baiklah.
Setidaknya dia ada di rumah.
Bagaimana aku bisa menemuinya lagi?
Kau gila.
Tidak. Ini bukan cinta.
Ini hanya kebiasaan. Kau hanya terbiasa dengannya.
Benar, kau hanya terbiasa dengannya.
Kau tak perlu berbicara dengannya. Jangan terlibat...
...dan kau akan segera melupakan semuanya.
Kau bisa melakukannya, Linen. Ini bukan cinta.
Ini bukan cinta.
Aku tak mencintainya. Ya! Aku tak mencintainya.
Kau bisa membodohi orang lain, tapi tidak dirimu sendiri.
Bagaimana dia tahu?
Aku lebih mengetahui perasaanmu daripada dirimu sendiri, percayalah.
Apa kau sudah mencuci muka?
Apakah ibu periku ada di sini?
Dia mengetahui semua yang aku pikirkan...
...atau apakah dia ada di dekat sini?
Kau tampak lelah. Beristirahatlah.
Phu, kau sarapan seperti ini setiap hari?
Ya, Kakek menyukai makanan hangat di pagi hari.
Ini bubur nasi, benar?
Sosis goreng...
...dan tumis babi berminyak, apa semua ini baik untukmu?
Semuanya baik.
Apa salahnya dengan itu?
Kursi itu untuk cucuku.
Hidangkan nasinya.
Untuk dua orang sudah cukup.
Linen bilang dia takkan sarapan. Dia sakit kepala.
- Berikan kepada Penny. - Ya, Pak.
Bisakah kau memakannya?
Kau bilang itu berminyak. Sebaiknya kau tak memakannya.
Aku bisa memakannya.
Aku hanya berpikir makanan goreng atau berminyak...
...mungkin bukan yang terbaik untukmu.
Aku punya perawat pribadi dan cucuku untuk menjagaku.
Kau tak perlu berusaha membantu.
Aku harus memberimu selamat atas acara kemarin.
Terima kasih, Kakek.
Kau mengejutkan semua orang dengan berita tentang kalian berdua.
Jadi, Kakek sudah mendengar beritanya?
Aku baru hendak memberitahumu, Kakek,...
...kalau Penny dan aku...
Itu hidupmu.
Kau bisa melakukan sesuka hatimu.
Kau tak terlalu menghormatiku.
Apa yang kau lakukan, Sayang?
Diam-diam menyelinap seperti ini.
Kupikir katamu kau sakit kepala.
Aku sudah lebih baik. Aku hanya merasa lapar.
Kau lapar.
Mereka sudah pergi, 'kan?
Mereka? Siapa?
- Itu... - Kakek.
Kepalaku sakit sekali. Aku akan mencari obat.
Dia selalu bermain seperti anak kecil.
- Pukul berapa Kakek bertemu dokter? - Pukul 11.00.
Aku akan menemani Kakek.
Bagus, kedua cucuku harus ikut.
Aku baik-baik saja! Semuanya normal.
Kau sakit kepala atau apa?
Ada apa?
Air.
Lihat? Itulah yang kau dapatkan saat kau sangat lapar.
Kenapa kau tak makan bersama semua orang?
Kenapa kau diam-diam mencuri makanan?
Tidak. Aku hanya melihat makanan sisa.
Ini akan terbuang percuma.
Kupikir kau sudah pergi dengan pacarmu.
Jangan mengganti topik pembicaraan. Apa hubungannya?
Kenapa kau menghindariku?
- Apa? Siapa? Aku tak menghindarimu. - Bisakah kau pelankan suaramu?
Apa? Siapa? Aku tak menghindarimu.
Itu tak benar.
Semalam kau pergi dan pagi ini kau mengendap-endap.
Jika kau ingin mengatakan sesuatu, katakan saja!
Sudah kubilang. Tak ada yang terjadi. Kenapa kau bahkan ada dalam pikiranku?
Tak ada yang aku perlu bicarakan denganmu.
Aku hanya melakukan pekerjaan yang kau suruh. Itu saja.
Dia menghindariku.
Kita akan segera bertemu.
Apa? Babi suwir?
Kau membeli daging babi suwir untuk kakek pacarmu?
Bagaimana jika dia tak suka dan memberikannya ke anjing?
Bukankah keadaan akan lebih buruk?
Baik. Akan kubelikan untukmu. Itu ada di pasar.
Tidak. Aku akan kembali dalam dua hari.
Jaga dirimu.
Dah.
- Halo. - Halo.
- Boleh aku mencobanya? - Ya.
Ini baru datang.
Rasanya enak, tak terlalu asin.
Silakan masuk dan melihat-lihat.
Hei, kemari dan lihat ini! Dia tampak tak asing.
Kemari dan lihatlah. Apa kau mengenalnya?
Ini...
Apakah itu dia? Apa dia secantik itu?
Dia terlihat seperti putri. Hei, kau.
- Ada apa dengannya? - Lihat!
- Kemari dan lihatlah. - Lihat ini.
- Ini! - Apa? Di mana?
- Lihat! Ini. - Siapa itu?
Itu putri Tuan.
Kenapa dia tampak sangat cantik?
No comments yet. Be the first to leave one.