Finding Ola

Finding Ola (البحث عن علا)

دانلود زیرنویس Indonesian

فصل 1

هماهنگ با نسخه‌های زیر

Finding Ola S01E05-NF-WEBDL-WEBRip
ناشر Sh1Ft3R
𝙉𝙚𝙩𝙛𝙡𝙞𝙭 𝙍𝙚𝙩𝙖𝙞𝙡

برچسب‌ها

webdl
webrip
web
BRip
WEBDL
تاریخ انتشار: 2022-07-20
تعداد دانلود: 23
مخصوص ناشنوایان: No

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 200 خط.

SERIAL NETFLIX

ALAM ADALAH KECANTIKANMU

Hai! Ada diskon 50% untuk produk kami.

- Kau kenal, Ola? Kau beruntung. - Sekarang cium baunya.

Kami datang untuk menjauh dari tekanan pernikahan kami

sementara kau menghasilkan banyak uang

dan menikmati hidup bebas stres.

Rasha akan membawa sial!

Rasha sayang, aku berdoa kau tak pernah kehilangannya…

Bukan stres.

Maksudku pernikahanmu. Suami tercintamu.

Memiliki kehidupan stabil adalah segalanya. Itu bukan…

Sebenarnya aku merugi hari ini dengan tawaran itu.

Tentu saja tawaran itu bukan untukmu. Kau tak lajang.

Ini bukan untukmu. Hai, Soha!

Aku senang kau datang.

Kau bekerja keras dan butuh dimanjakan.

- Apa kabar? - Ola.

Ini juga boleh. Terutama kalau diskon setengah harga!

Aku lupa memperkenalkanmu. Nesrine, rekan dan temanku.

- Hai! - Soha, sepupu Hisham.

Aku mengenalmu! Kau jalang independen…

- Apa? - Bankir?

Bankir.

- Ya, benar. Hai. - Hai.

Bukankah kau berencana mengambil pinjaman untuk ekspansi?

Mungkin membuka cabang baru.

Terlalu cepat untuk itu.

Tentu saja tidak.

Kau bisa dapat suntikan modal dari dana investasi

dan punya cabang di seluruh MENA.

Jangan pedulikan dia. Aku setuju.

Carikan saja investor kaya dan serahkan sisanya kepada kami.

Bagaimana kami bisa memanjakanmu?

Manjakan aku.

Kulitmu kering, dan ada lingkaran kebiruan di bawah matamu.

- Benarkah? - Coba kulihat.

"Aku hanya tahu warna favoritnya,

makanan kesukaannya, dan di mana dia memotong rambutnya."

Kau seperti Yassin-pedia.

Apa ayahmu akan menjemputmu di pagi hari atau kau akan menginap di sana?

Dia akan menjemputku besok pagi dan pergi ke perkemahan. Kau?

Hai, Hisham, apa kaba r?

Apa?

Apa maksudmu kau tak membawa mereka ke kamp?

Aku turut prihatin, tapi… Kau sesakit itu?

Aku turut prihatin mendengarnya. Ya.

- Akan kuberi tahu sekarang. - Kau saja. Aku tak mau.

Aku tak mau menjadi orang yang menghancurkan hati mereka.

Kau telepon Nadia dan beri tahu dia.

Dah.

Cepat sembuh. Dah.

Ada apa dengannya?

Dia bersikap dramatis.

Aku terkena flu, jadi dia tak bisa membawa mereka ke kamp impian mereka.

Tenanglah.

- Kau beruntung, Ola. - Apa?

Aku bicara dengan investor yang kukenal.

Dia tertarik dengan merekmu.

Ya. Dia ada tepat di depanku.

Kapan kau ada waktu? Tidak, minggu ini.

Tidak harus minggu ini.

Sabtu?

- Sabtu ini? - Sempurna!

Sempurna. Fantastis.

Baik. Dah.

Aku selalu memercayaimu.

- Benar. - Tapi, hei!

Jika kesepakatan ini berhasil, transaksimu akan melaluiku.

- Tentu! - Lepaskan ini!

- Aku ada pekerjaan. - Kau perlu lebih dimanjakan.

Ayolah. Kau terlihat lebih baik setelah memakai masker itu.

Ibu dengar?

Pria payah!

Jadi, bisakah kita melupakannya dan tersenyum?

Akhirnya kita tiba di perkemahan!

Wah!

Waleed El Torky dan Mariam Waleed El Torky!

- Ya. - Hadir!

Amr Ramez, Adam dan Ahmed Amr Ramez!

- Hadir! - Hadir!

Sebelah sini!

Ehab Ibrahim Youssef, lalu Adam dan Haneen!

- Hadir! - Hadir!

Hisham Amer, Nadia dan Selim Hisham Amer!

Salim Hisham Amer. Hadir!

Namanya benar, tapi di mana Pak Hisham?

Dia tak bisa datang, tapi aku di sini. Aku ibu mereka.

- Aku khawatir itu tak bisa, Bu. - Kenapa tidak? Aku yakin bisa.

- Tidak akan. - Bisa.

Apa maksudmu?

Ini perkemahan para ayah.

Jadi, hanya pria.

Bisakah kau tunjukkan hukum yang mengatakan begitu?

Ada peraturan.

Peraturan yang kalian tanda tangani.

Aku, Ola, tak menandatangani apa pun.

Pak Hisham,

ayah anak-anak dan suamimu, dia menandatangani dan setuju.

Jadi, kau bisa meneleponnya atau kau bisa pergi ke kamp ibu.

Ini diskriminasi.

Sebagai orang tua, aku berhak bersama anak-anakku

di mana pun aku mau.

Aku tak butuh tambahan. Aku akan tidur dengan anak-anakku.

Ada yang keberatan?

- Tidak. - Lihat?

Terima kasih, Dokter.

Bu, aku Hassan Abdel Hai.

Aku pendiri kamp ini. Dan aku keberatan.

Kenapa? Kita bisa menyelesaikannya secara baik-baik.

Tak apa-apa, Ayah. Bukan masalah besar!

Kita bisa memungut suara.

Anak-anak kita juga bisa belajar tentang demokrasi.

- Ya. - Dengan mengacungkan tangan.

Siapa yang tak mau dr. Ola di sini?

Kurasa sudah selesai.

Tapi ini bukan demokrasi.

Ini demi kau, Yassin.

Masuk? Di luar terlalu panas.

Ya, ayo.

Ayah, bolehkah aku tidur dengan Nadia dan ibunya di tenda mereka?

Kau meninggalkanku sendiri?

- Ayo. - Baik.

Selim akan tidur di tendaku.

- Salim! - Baiklah. Salim?

Salim.

Mari tetap bersama, agar Kapten Hassan tak marah.

- Kau mendengkur? - Tidak.

Apa tak ada yang membawa tas?

Tidak?

Kurasa Kapten Hassan akan menyulitkan kita.

Bukankah kau yang sangat ingin datang ke sini.

Tak ada yang menang denganmu, 'kan? Bergembiralah!

Aku senang. Sudah lama sekali sejak kita punya malam perempuan,

mengobrol dan bergosip. Kau setuju, Zeina?

Akan kuselesaikan nanti, karena Hassoun yang Menyebalkan meminta kita ke sana.

Pria itu akan membuatku lejar. Dan aku mudah marah.

Ayah Yassin adalah Hassoun yang Menyebalkan. Itu bukan mudah.

IBU - MENELEPON…

Seperti keserakahan, besok pukul 16.00, di kantor Mina Angels di Zamalek.

Jadi, dia serius!

Sangat menyebalkan, Soha, bahkan saat kau membantu.

Aku mendirikan kamp ini

setelah insiden tertentu yang menunjukkan betapa jauhnya aku dari Yassin.

Sudah mulai?

Maaf.

Hai.

Hei! Jangan duduk!

Sekali lagi.

Aku mendirikan kamp ini

karena sesuatu membuatku sadar betapa jauhnya aku dari Yassin.

Jadi, sebagai pria, kita harus lebih dekat dengan anak-anak kita,

mengenal mereka lebih baik, dan bersenang-senang dengan mereka.

Tidak meninggalkan mereka bersama ibu mereka sepanjang waktu.

Hassoun mencari masalah.

Sebelum datang ke sini,

anak-anak punya kesempatan untuk menulis harapan mereka dari ayah mereka.

Aku akan membaca tulisan mereka, tapi aku takkan menyebutkan penulisnya.

Tentu saja anak-anakmu menulis tentang ayah mereka,

bukan tentangmu.

Sudah jelas, Bu…

Dokter.

Dokter Ola.

Kau bisa memanggilku dr. Hisham, jika itu membuatmu merasa lebih baik.

- Senang bertemu denganmu, dr. Ola. - Terima kasih.

- Hai, Nadia. - Hai!

Ibumu keren. Sepertinya dia tangguh.

Ayahmu tak bisa datang, ya?

Dia kena flu, jadi dia tak bisa datang.

Aku prihatin mendengarnya. Yang penting, kau di sini.

Silakan.

Jadi, ayahmu membuat semua peraturan bodoh ini?

Ya. Itu caranya mengekspresikan cintanya kepadaku

sambil berlatih olahraga favoritnya, mengendalikan orang lain.

Aku khawatir dia akan bertengkar dengan ibuku.

- Dia tak harus begitu. - Semoga.

Itu akan menyenangkan.

Nadia, kita harus bersiap.

Baik. Sampai jumpa nanti.

- Dah. - Dah.

Bukankah kau bilang akan berhenti?

Ayolah, Zanzoun, jangan iri. Tak ada yang bisa menggantikanmu.

Aku lapar. Kapan mereka akan menyajikan makanan?

Kita tunggu saja.

Seseorang menulis, "Kuharap Ayah berhenti menyuruhku."

Sepertinya dia muak.

Yang lain berkata, "Kuharap bisa kembali seperti saat Ibu masih hidup.

Saat Ayah biasa bicara. Sekarang dia selalu diam.

Kuharap dia bisa memasak moussaka yang dia suka masak lagi."

Ayah yang memasak moussaka?

"Dia membuat moussaka terbaik."

Tak ada yang masak lebih baik dari para ayah.

Anak lain menulis,

"Kuharap ayahku bisa pulang sebelum aku tidur."

Yang lain berkata, "Kuharap Ayah dan aku bisa dekat lagi.

Saat dia bilang kami bisa ke sini,

aku senang dia ingin menghabiskan waktu bersamaku.

Terutama karena kami sudah berpisah cukup lama."

Aku bisa melihat satu kesamaan di antara semua anak.

Mereka semua bilang, "Kuharap Ayah meninggalkan ponselnya dan perhatikanku."

Finding Ola subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Finding Ola

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left