نخستین 200 خط.
Diterjemahkan oleh: Lebah Jelek
"Dengan setiap kelahiran, terdapat darah...
Peribahasa Kuno
Aku tak sanggup melakukannya.
Kumohon jangan paksa aku melakukannya.
Kumohon, biarkan kami hidup!
Tidak! Akan kulakukan. Akan kulakukan!
AKHIR PEKAN SEMUA GADIS
Jangan khawatir. Kau tahu bagaimana Nancy.
Kita pasti akan kena hipotermia akhir pekan ini.
Terlebih lagi kita lupa membeli bir. / Akan kubeli sebelum kita pergi.
Teman, kita sudah melewatkan pesanan makan malam kita.
Kurasa sudah terlambat untuk pergi hari ini.
Sebaiknya kutelepon saja hotelnya dan beritahu kita akan datang besok.
Baiklah, tapi jika hotel mengenakan biaya tambahan, akan kutendang pantat Nancy.
Ya, aku bahkan tak tahu kenapa kau mengundang Nancy.
Kau bahkan sudah tak bicara dengannya, berapa? Enam tahun?
Mungkin sudah saatnya menerima keadaan telah berubah.
Aku tak tahu apa yang kalian bicarakan.
Nancy masih tetap sama seperti saat di SMA.
Kitalah yang berubah.
Pastinya kau. / Diam.
Benar. Kita semua sudah dewasa, tapi dia...
Apa dia mengajak seseorang?
Kita sudah siap?
Astaga, Nancy, kau telat 4 jam.
Stephanie, tenang. Harusnya ini adalah liburan.
Halo, Nona-nona. / Hai.
Ini Annie. Kami teman sekerja.
Ini Stephanie, Daniela dan Gem.
Senang bertemu dengan kalian. / Aku juga.
Kemarilah, ikuti aku. Kita bisa letakkan birnya di pendingin.
Tunggu. Aku ada barang di kulkas yang juga harus dimasukkan ke sana.
Siapa dia? / Sudah kubilang, kan?
Siapa bilang kau bisa mengajak orang lain? / Apa masalahnya?
Masalahnya kamar hotelnya hanya cukup untuk 4 orang.
Kalau begitu aku akan tidur di lantai atau kami cari kamar sendri.
Tidak, tujuan dari akhir pekan ini adalah untuk kebersamaan dan berbagi kabar.
Kami bahkan tak mengenalnya. / Dengar...
Dia dan suaminya baru saja berpisah. Oke? Dia membutuhkan akhir pekan ini.
Baiklah. Terserah.
Tak semuanya bisa muat, jadi kubawakan untuk kita.
Aku suka cara berpikirmu.
Apa?
Kupersilakan dari kalian yang mengemudi. Jangan khawatir.
Asalkan kau tak mabuk di pagi hari.
Pagi?
Ya, sekarang sudah terlambat. Kita terpaksa berangkat pagi.
Apa maksudmu sudah terlambat? / Nancy, kau telat 4 jam.
Tadi malam aku harus bekerja.
Yah, ada penemuan hebat yang bernama telepon.
Mungkin berangkat pagi hari bukan ide yang buruk.
Ayo, Annie. Kuantar kalian ke kamar kalian.
Kurasa sebaiknya kita ambil barang- barang kita dari mobil kalau begitu.
Ya, aku akan mulai minum. Ini akan jadi malam yang panjang.
Ya, maksudmu akhir pekan yang panjang.
Terima kasih.
Baiklah. Seluncuran kabel kedengarannya asyik. Lalu apa lagi?
Kita akan naik kayak hari Sabtu. Aku sudah buat pesanan.
Aku hanya pesan untuk 4 orang.
Maafkan aku. Seharusnya aku tak ikut.
Tentu saja kau harus ikut. Ini akhir pekan wanita, dan kau wanita.
Tak apa, Annie, sungguh. Lebih banyak, lebih seru.
Hei, jangan di rumah.
Nance, sulit kupercaya kau belum berhenti merokok.
Nancy, itu kebiasaan yang buruk.
Sudah berapa lama kau berpisah dengan suamimu?
Sudah sekitar 3 bulan. / Dan sudah berapa lama kalian bersama?
Sebenarnya kami sudah pacaran sejak SMA, jadi sudah sekitar 12 tahun.
Aku bahkan tak bisa bayangkan.
Tentu saja kau tak bisa bayangkan. Kau bahkan tak pernah punya pacar.
Aku punya. Hanya saja aku tak pernah mempostingnya di seantero internet.
Pasti seperti pacar Nancy yang bahkan tak mengakui bahwa dia ada.
Apa dia bangun saat ini?
Aku bangun. Aku cuma mengabaikan kalian.
Aku mau tidur. Aku kurang tidur semalam.
Ya, itu mengejutkan.
Selamat malam. / Selamat malam.
Mungkin sepertinya mustahil, tapi dulu kami bersahabat.
Kami bahkan tinggal di blok yang sama.
Kalian mengingatkanku akan saudari-saudariku dan aku yang selalu ribut setiap saat.
Ya, tepat sekali, saat itu kami seperti saudari.
Pasti menyenangkan. / Kadang-kadang.
Baiklah, aku sangat lelah, jadi aku mau tidur dulu.
Terima kasih sudah menerimaku. Aku sangat menghargainya.
Tentu saja. / Ya, tentu.
Kurasa aku juga mau tidur, karena aku sangat susah...
...bangun pagi-pagi, jadi... / Kami tahu itu.
Maaf, kau harus tidur sekamar dengan Nancy.
Dia sudah tidur. Dia tak akan menggigit.
Itu yang kalian pikir.
Selamat malam. / Selamat malam.
Kau membuatku takut setengah mati. Astaga.
Sedang apa kau di luar sini? / Maaf, aku tak bermaksud menakutimu.
Maaf Daniela sangat menjengkelkan. / Tak apa.
Sebenarnya aku kan tidak diundang.
Yah, sepertinya tak ada yang peduli.
Dia memang selalu menyebalkan.
Aku merasa bahwa kalian saling tidak menyukai.
Kami sudah tak punya kesamaan lagi.
Jadi, kenapa kau ikut di liburan ini?
Dia selalu membuatku merasa bersalah soal apa yang terjadi sebelumnya.
Aku takut menanyakannya. Tapi apa yang kau lakukan pada gadis malang itu?
Kami cuma mencandainya soal berat badannya saat SMA.
Siapa, Daniela?
Tapi dia tidak gemuk.
Dulu dia gemuk. Lebih dari 90 kg.
Apa? Astaga.
Aku tak menyangka sebesar itu. Mungkin sedikit lebih berisi saja.
Apa yang kau lakukan? / Cuma merokok.
Sebaiknya kalian tidur, sehingga kita bisa bangun pagi-pagi.
Baik. / Kau tak akan mau cari masalah dengan si mama.
Ya, benar.
Aku tak mau kena pukul di pantat.
Ya, tentu saja.
Aku tak menyangka akan setinggi ini.
Semudah makan kue. / Kau tahu? Aku tak suka kue.
Nancy, jujur saja, apa ada yang pernah jatuh melakukan ini sebelumnya?
Tidak! Lihat, itu mustahil. Kau terikat dengan aman.
Oke? Jangan lihat ke bawah atau kau tak akan pernah melakukannya.
Baik. Miring ke belakang, pegang yang kuat.
Pegangan. / Bagus.
Seperti ini, kan? / Ya.
Baiklah. / Kau pasti bisa.
Aku datang.
Tahan lututmu sehingga kau bisa lebih cepat! / Kenapa harus kulakukan itu?
Kau siap? / Ya.
Baik, kau sudah terikat.
Geronimo!
Jueputa!
Bagus.
Apa dia yang memberimu ini? / Kau tahu itu.
Perangkap turis. / Aku ingin melihatnya.
Baiklah.
Aku sangat suka aroma alam ini.
Ya, aku hampir tak bisa mencium baunya karena parfum yang kau pakai itu, Steph.
Kalian siap? / Tentu. Selanjutnya ke mana?
Aku kelaparan. / Ya, aku juga.
Yah, kita sudah melewati kota kecil itu. / Bagaimana kalau kita tetap berkendara saja...
Aku yakin pada akhirnya kita akan temukan sesuatu, ya kan?
Apa ada masalah dengan mobilnya?
Tidak, hanya saja kurasa sebaiknya kita pergi mendaki.
Apa?
Apa ini jalur yang kau ceritakan padaku kemarin?
Ya, kita cuma berkeliling 5 km saja.
Daniela, tak ada yang ingin mendaki sekarang. Kita bisa mendaki besok.
Tidak, besok hari naik kayak, ingat? / Kau tahu, Nancy? Mungkin saja ini asyik.
Kurasa kita di sini untuk melakukan kegiatan luar ruangan, kan?
Aku setuju saja dengan apa pun yang kalian putuskan.
Baiklah. Terserah.
Baiklah. Apa ada yang punya botol air?
Tunggu, jika kita akan pergi, sebaiknya aku ambil batangan protein dulu, karena aku lapar.
Maaf. Mungkin seharusnya aku tak mengajakmu.
Tak apa. Sebenarnya kurasa aku suka teman-temanmu.
Aku senang ada yang suka teman-temanku.
Baik. Kubawakan masing-masing satu.
Baik, lewat sini.
Kau yakin? Ini tampak tak seperti jalur pendakian bagiku, Dani.
Ini jalur alami.
Ayo. Ikuti aku.
Ini ide buruk.
Sial. Hari mulai hujan.
Aku bahkan tak punya tudung.
Bagaimana bisa Daniela membuatku ikut? / Maaf, Gem.
Jika aku tahu liburan ini akan seperti ini...
Sebenarnya kau juga tak lebih membutuhkannya daripada aku, Gem.
Ini gila.
Aku benci ini. / Semakin dingin.
Aku sangat ingin minum coklat panas saat ini.
Berapa lama lagi? / Kurasa kita sampai. Di atas sini.
Tunggu. Tunggu, teman-teman.
Ini mustahil. Ini sudah lebih dari 5 km.
Aku sudah lelah berjalan di tengah hujan.
Tak seberapa jauh lagi. Tepat di bawah sana.
Tidak, aku harus berhenti dan minum air.
Ya.
Kau serius? Tak heran jika kau kehabisan napas, Nancy.
Ini, lebih baik kuperiksa make-up-ku saja.
Kau butuh bedak.
Hei, rasanya kita sudah mendaki sangat lama. Kau yakin ini jalur yang benar?
Aku sudah pernah mendaki di sini. Kita sudah sangat dekat.
Jadi kau yakin kita berjalan ke arah yang benar?
Ya, aku cukup yakin.
Cukup yakin? / Dengar, teman...
...ada pemandangan menakjubkan dari seluruh hutan tepat di atas sana.
Bau apa itu? / Aku juga menciumnya.
Ya, bau apa itu?
Baunya seperti bau bangkai.
Menjijikkan.
Aku penasaran apa yang terjadi padanya. / Halo!
Jelas hewan yang lebih besar membunuhnya. Ada beruang di hutan ini.
Ada beruang di sini? / Ya, kita kan di hutan.
Lalu, kenapa kita mendaki di sini?
Karena mendaki di mall tidak dihitung sebagai mendaki.
Maaf, Tuan Putri. Baik, ayo terus berjalan.
Kalian sungguh cengeng. / Astaga, hujan.
Aku terjebak di sini karena kalian semua.
Lihat? Sudah kubilang semua ini sepadan.
Lihat, lebih banyak pohon.
Menyenangkan. Seharusnya aku tak minum banyak air.
No comments yet. Be the first to leave one.