هماهنگ با نسخه‌های زیر

Black Clover - 34
ناشر Inisial ZA
34. Sihir Cahaya vs Sihir Kegelapan

برچسب‌ها

other
تاریخ انتشار: 2018-05-31
تعداد دانلود: 43
مخصوص ناشنوایان: No

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 158 خط.

Manusia hampir dilenyapkan oleh iblis.

Dan yang selamatkan manusia hanyalah seorang penyihir.

Dia dipanggil Kaisar Sihir, dan dia pun jadi legenda.

Nenek, bertahanlah!

Tua Bangka, jangan mati, jangan sampai mati!

Kalau kau sampai mati, Marie pasti akan sedih!

Akulah yang paling tak senang kalau kau mati!

Kuserahkan anak-anak padamu, ya.

Karena di medan pertempuran mana pun, korban pasti seseorang yang lemah.

Dan korbannya selalu anak-anak tak tahu apa-apa.

Karena itulah aku sangat ingin lindungi anak-anak.

Karena itu juga aku tinggalkan medan tempur, dan jadi seorang suster.

Nenek!

Bicara apa kau itu?

Sejak lahir, kalian semua sudah jadi pendosa.

Apa kaubilang?

Kasihan sekali.

Sally, kau sampai tersakiti seperti ini?

Tn. Licht.

Istirahatlah.

Valtos.

Baik.

Asta, sampai jumpa lagi, ya.

Kau itu milikku, lo.

Aku tak mau lagi bertemu dengannya!

Maafkan aku.

Karena aku membiarkannya bergerak sendirian.

Tak kusangka akan terjadi hal seperti ini.

Kau tak perlu merasa bersalah.

Aku yakin mereka pasti gunakan cara licik.

Yang licik itu siapa?

Padahal yang berbuat kejam pada anak-anak itu kalian!

Dia tadi bilang, kalau korban dalam pertempuran itu selalu orang-orang lemah.

Itu tak benar.

Yang jadi korban adalah orang yang kuat.

Rasa iri, rasa takut, perbedaan, penganiayaan,

dan perebutan.

Bicara apa orang itu?

Karena itulah kami takkan maafkan Kerajaan Semanggi.

Kali ini, kami akan hancurkan kalian dan ciptakan kerajaan kami sendiri.

Aku tak mengerti apa maksudmu, berhentilah mengoceh!

Yang menyerang duluan itu kalian, dasar berengsek!

Benar-benar mulut busuk.

Kau merusak pemandangan.

Kenapa orang sepertimu punya grimoire?

Grimoire?

Sialan.

Aku sama sekali tak lihat serangannya!

Serangan yang luar biasa cepat langsung mengenaiku!

Apa yang harus kulakukan?

Tak ada pilihan.

Kalau aku gunakan pedangku sebagai perisai dan menerjangnya, luka fatal bisa kuhindari!

Masih belum!

Percuma saja.

Akan kuambil grimoire itu.

Kalau begini...

Aku bisa ma...

Yang benar saja?

Komandan Yami!

Kenapa Anda ada di sini?

Kenapa bisa ada di sini?

Ya jelas,

aku tadi sedikit kesasar, jadi beri tahu jalan yang benar, dong.

Halaman 34 Sihir Cahaya vs Sihir Kegelapan

Komandan, Anda bisa sampai tersesat?

Tentu saja tidak, dasar bodoh.

Aku tadi hanya bercanda, Bodoh.

Kita ini Kesatria Sihir, jadi jelas kami akan datang ke sini.

Semua yang di markas tak ada yang bisa disuruh, jadi aku putuskan untuk datang sendiri.

Nanti akan kubunuh mereka semua.

Padahal kita sedang dalam keadaan begini, apa-apaan mereka itu?

Dia tiba-tiba menyeretku untuk ikut, dan keadaannya malah jadi runyam begini!

Omong-omong, bukankah aku menyuruhmu untuk libur?

Mau kubuat kau libur selamanya?

Aduh, duh, duh, duh!

Lalu, siapa mereka?

Sepertinya dia itu pemimpin Mata Matahari Tengah Malam.

Mata Matahari Tengah Malam?

Oh.

Kukira dia itu pria bertubuh besar dan berotot yang bisa makan sapi sekali telan,

ternyata hanya bocah kerempeng begitu.

Tidak, tidak.

Besar kecilnya otot tak bisa jadi patokan, lo!

Apa-apaan dengan pasokan sihir aneh yang seakan tak terbatas milik orang itu?

Ditambah, dia pakai sihir cahaya?

Bukankah itu sihir super langka, yang bahkan hanya beberapa orang

di sepanjang sejarah Kerajaan Semanggi tercatat pernah menggunakannya!

Tak salah lagi, dia itu sangat berbahaya!

Aku ingin pulang!

Itu Komandan Pasukan Banteng Hitam.

Haruskah kupanggil Third Eye?

Tak perlu.

Aku sudah lama ingin melawannya, karena dia pengguna sihir kegelapan.

Kak Finral, tolong bawa anak-anak dan yang lainnya kembali ke kota.

Ya, serahkan saja padaku!

Bagaimana denganmu?

Aku masih bisa bertarung!

Akhirnya aku dapat kesempatan untuk lihat Komandan Yami bertarung!

Mana mungkin aku pergi dari sini!

Gauche dan kau yang di sana!

Apa kalian masih bisa jalan?

Yang lebih gawat itu kondisi Tua Bangka ini!

Cepat!

Baiklah!

Aku ini hitungannya lebih senior darimu, lo.

Baiklah, Komandan Yami.

Kuserahkan sisanya padamu.

Hoi, pastikan kau kembali ke sini lagi.

Aduh.

Padahal rencananya aku mau sekalian kabur dari tempat berbahaya ini.

Begini, sepertinya sihirku sudah menipis, jadi...

Ah, ini serius, lo!

Apanya yang serius?

Aku juga sedang serius, tahu.

Ya, tentu saja, sih.

Eh?

Apa yang mau kaulakukan pada kendaraanku?

Kendaraan?

Duh, kalau terus-terusan berada di sini nyawa bisa melayang!

Ya sudah, sampai jumpa, Komandan Yami!

Awas saja kalau tak kembali!

Kerennya!

Bagaimana cara Anda menghentikannya tadi?

Itu pedang macam apa?

Berisik kau, Bocah.

Ini adalah senjata dari kampung halamanku, Tanah Matahari, yang biasa disebut "Katana".

Dan yang barusan tadi...

Aku tak punya waktu untuk menjelaskannya.

Lagi pula, itu merepotkan.

Lihat saja!

Sihir Cahaya: Pedang Cahaya Keyakinan!

Hebat!

Dia tingkatkan kemampuan fisiknya dengan sihir penguat,

lalu menebas sihir cahayaku dengan pedang yang dilapisi sihir kegelapan.

Tapi, ini masih belum apa-apa.

Bagaimana kalau ini?

Jadi, inikah kekuatan dari Kesatria Sihir yang luar biasa itu.

Eh?

Apa aku pernah bertemu denganmu sebelumnya?

Seingatku sih, aku tak punya kenalan pengguna sihir cahaya.

Siapa kau sebenarnya?

Dan apanya yang menyenangkan dari hal semacam ini?

Biar aku ceritakan sebuah dongeng.

Zaman dulu, di sebuah desa, hidup orang-orang dengan sihir yang begitu kuat.

Mereka dicintai oleh mana.

Mereka mengubah cuaca dan memanipulasi Garis Ley.

Mereka punya kekuatan untuk melawan dewa.

Manusia dari luar desa itu bahkan anggap mereka sebagai dewa.

Tapi, seiring berjalannya waktu, para manusia jadi takut akan kekuatan mereka.

Mereka jadi iri dan menginginkannya.

Mereka lalu menipu mereka, membunuh mereka lalu curi kekuatan mereka.

Cerita suram apaan itu?

Memangnya apa hubungannya denganmu?

Kau mau jadi penyair, ya?

Kalau begitu, akan kuceritakan juga kisahku.

Di suatu tempat, ada seorang anak yang polos.

Orang tuanya adalah nelayan, dan sejak kecil dia sudah disuruh untuk cari ikan.

Lalu, kapalnya hancur...

More Indonesian subtitles for Black Clover (ブラッククローバー)

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left