نخستین 181 خط.
Daichi!
Waktunya kau bangun.
Ya.
Kenapa aku merasa tadi mengalami mimpi yang penting, ya?
Sudahlah, aku tak bisa mengingatnya.
Tapi agak menggangguku, sih.
Mimpi Malam Pertengahan Musim Panas
Liburan musim panas dimulai besok.
kunci 'tuk hidup di kota ini
kono machi o ikiteiku sube nanda
ZainuddinAri MEMPERSEMBAHKAN
kualami mimpi tak berujung
hatenai yume o miteru
kuyakin kau pun sama
kimi datte miteru hazu
tampak jauh tapi selalu dekat
tooi you de zutto chikaku ni
kuyakin kau juga dapat melihatnya
kimi datte mieru hazu
bak menempatkan dalam kata-kata
fudan ienai koto mo
sesuatu yang tak biasanya dikatakan
kuchi ni shitemiru koto
layaknya jawab tantangan dan berdiri di atas kaki sendiri
idondeiku koto nihon no ashi de tatsu koto
langit malam diterangi oleh kilat
yozora o terashita
menandakan sebuah awal
hajimari no inadzuma
berjuang sendiri adalah
kokou no tatakai ga
kunci 'tuk hidup di kota ini
kono machi o ikiteiku sube nanda
'kan kubuat impian ini jadi nyata bagaimanapun caranya
kanarazu kono yume o kanaerunda
Kukira dia keluar dari klub lari agar bisa fokus belajar.
Apa dia punya kebiasaan buruk seperti pulang larut malam?
Tidak, tak ada.
Kalau nilainya jatuh separah ini, aku yakin ada alasannya di baliknya.
Aku ingin bilang, "Aku habiskan seluruh waktuku dengan bermain,"
tapi tidak.
Menurutku itu takkan membantu.
Aku merasa pernah katakan itu sebelumnya.
Lo, kapan aku mengatakannya, ya?
Kau harus memikirkan apa yang ingin kaulakukan setelah SMA.
Memangnya kau tak punya mimpi atau tujuan hidup?
Misalnya mengikuti jejak ayahmu ini.
Pak guru.
Ya?
Ayahnya tak ada kaitannya dengan masa depan anak ini.
Terkadang,
aku merasa kalau ada yang salah dengan diriku saat ini.
Tapi, ya, karena itu hanya perasaanku saja,
mungkin sebenarnya aku hanya ingin lari karena tak mau mempelajari pelajaran di sekolah.
Hebat sekali, Daichi.
Lo? Amara!
Kau kerja di sini?
Tempat ini milik keluargaku.
Aku boleh kemari tanpa izin dulu?
Jangan sungkan. Orang tuaku sedang tak di rumah.
Masuklah.
Oh, ada Daichi.
Aku menemuinya di pusat permainan.
Lo? Moco dan Ai?
Kau hebat kalau jadi pilot robot, Daichi!
Ma-Masa?
Lo?
Pilot robot, ya.
Apa itu?
He, ajak Daichi juga, yuk.
Dengan begitu, Ai pasti ikut.
Makin ramai, makin meriah, 'kan?
Benar juga.
He, kami akan pergi ke vila di Izu.
Kalian berdua mau ikut dengan kami?
Vila?
Apa ayahmu yang berkacamata akan marah?
Orang itu bukan ayahmu, 'kan?
Kok tahu?
Soalnya, dulu ayah Daichi itu seorang astronaut.
Kau tahu banyak, ya.
Aku yang membunuhnya!
Ada apa sih, Daichi?
Tak ada, kok!
Seorang astronaut, ya?
Sekarang sudah meninggal.
Barusan, video ini diambil oleh penduduk setempat.
He, Daichi.
Ikutlah ke Izu denganku.
Kau juga tertarik pada tubuh avatar ini, 'kan?
Kau akan ikut, 'kan, Daichi?
Aku akan menghubungimu setelah buat jadwal.
Kita nikmati liburan musim panas bersama, ya.
Ya, Daichi?
Kenapa?
Angin di kota ini terasa aneh.
Dan mimpi sebelum aku bangun pagi ini benar-benar menggangguku.
Aku tak bisa mengingatnya.
Dan sekarang, berita terbaru tentang cahaya aneh yang muncul di atas kota Tanegashima.
Tadi malam pukul 23:20, cahaya aneh terlihat bersinar di atas Tanegashima.
BMKG menyatakan itu adalah pelangi lunar,
He, Daichi.
sebuah pelangi yang terbentuk dari cahaya bulan,
Kau mau pulang?
Ya.
atau fenomena meteorologi yang dikenal sebagai halo bulan.
Anu...
Oh, Baku.
Apa kau benar-benar keluar dari klub lari?
Ya.
Aku sudah serahkan surat pengunduran dirinya.
Percuma saja.
Kenapa kau berhenti?
Kenapa?
Aku tak tahu.
Bukankah kau calon kapten berikutnya?
Kenapa aku?
Begitu, ya.
Jadi kau tak menyukainya.
He, apa kau pernah bermimpi dan tak bisa mengingatnya,
dan itu benar-benar mengganggumu?
Mimpi?
Tidak, lupakan saja.
Bukan apa-apa, kok.
Mimpi akan hilang saat kau bangun.
Tak perlu khawatirkan itu.
Ya, kau benar.
Hidup itu tak ada bedanya.
Setelah mati, semuanya berakhir.
Sudah lama kita tak ke festival bersama, ya.
Festival?
Festival? Apa menyenangkan?
Festival.
Festival, ya?
Apa sih yang aku lakukan?
Kau mau pergi, ya?
Aku mau pergi ke kuil.
Hari ini ada festival.
Bukankah kau harus belajar untuk ujian perbaikan?
Aku sudah buat janji dengan seseorang.
Janji?
Sebenarnya, aku tak berjanji pada siapa pun.
Hanya saja, aku merasa harus pergi.
Jangan pulang terlalu larut.
Gurumu memintaku agar pastikan kau tak pulang larut malam.
Omong-omong, Paman...
Apa aku sudah makan semangka tahun ini?
Kau mau semangka?
Tidak, bukan itu.
Kupikir belum.
Begitu, ya.
Aku berangkat.
Apa ini?
Kenangan ini terlintas dalam pikiranku saat aku berkedip.
Festival? Apa menyenangkan?
Memangnya, apa yang kumimpikan saat itu?
Permisi.
Apa kau punya waktu sebentar?
Ada apa?
Aku fotografer untuk majalah mode pria.
Apa kau tertarik untuk jadi model?
Ha?
Aku sangat beruntung bisa bertemu denganmu!
Kau bisa jadi model terkenal, lo!
Bagaimana?
Mau mencobanya?
Anu... Aku tak bisa melakukannya!
Kenapa tidak?
Kau takkan tahu sebelum mencobanya, 'kan?
Kau harus memilih dan raih masa depanmu.
Jadilah model terkenal.
Dan seluruh dunia akan menyenangkan.
Aku minta maaf.
Aku sedang terburu-buru sekarang.
Begitu, ya?
Sayang sekali.
Anu, kau bisa gunakan ini.
Kau baik sekali melakukan ini pada gadis yang baru kautemui.
Kalau boleh tahu, apa yang terjadi?
Aku sedang menuju ke pemakaman.
Untuk melayat ke orang yang seperti keluargaku.
No comments yet. Be the first to leave one.