Remember You (คือเธอ)

Remember You (คือเธอ)

دانلود زیرنویس Indonesian

فصل 1

هماهنگ با نسخه‌های زیر

Remember You S01E15-NF-WEBDL
ناشر Sh1Ft3R
ℕ𝔽 ℝ𝕖𝕥𝕒𝕚𝕝

برچسب‌ها

other
تاریخ انتشار: 2022-08-15
تعداد دانلود: 26
مخصوص ناشنوایان: No

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 200 خط.

Berhubung bukumu sangat populer di seluruh dunia,

ada yang ingin kau sampaikan kepada para penggemarmu?

PENULIS INGATAN SEORANG PEMBUNUH

Saat aku masih kecil, seseorang mengajarkanku tentang krisis kehidupan.

Begitu juga semua hewan,

termasuk manusia.

Selama masa perkembangan otak kita,

semua yang dilihat,

didengar, dan dirasakan

perlahan akan tertanam di otak.

Semua hal itu akan menentukan tindakan kita.

Aku menyebut konsep ini masa kritis.

Pada dasarnya, tidak ada perbedaan

antara manusia dan hewan dalam mengembangkan kehidupan.

Aku juga sependapat.

Jika memungkinkan, kuharap aku bisa bertemu dengannya sekali lagi.

Masih ada beberapa hal yang ingin kutanyakan.

Ini salah satu rahasiaku.

Kenapa ada banyak foto anak-anak?

Apa ini…

anak-anak yang dia bunuh?

Hei, ternyata kau.

Denyut nadimu masih belum terdeteksi.

Pak Pathomkarn.

Dia akan tahu kau menyusup.

Kembalikan barangnya…

jika kau ingin hidup.

Lalu, kenapa kau ingin menemuiku?

Ada banyak hal yang ingin kutanyakan.

Misalnya?

Seperti apa aku…

saat masih kecil?

Kenapa ayahku menganggapku monster?

Kurasa kau tahu alasannya.

Aku yakin kau tahu jawabannya.

Kenapa ayahku dibunuh?

Kenapa kau membawa Meena?

Kenapa kau buat dia menjadi sepertimu?

Kenapa kau menyakiti keluargaku?

Aku melakukannya karena ingin membantumu.

Berterimakasihlah padaku.

Berterima kasih

karena kau membunuh ayahku?

Ini yang didapat orang jahat

saat berusaha berbuat baik.

Setiap kali kau berniat baik,

selalu berakhir seperti ini.

Kau tak sadar?

Semua yang kau lakukan untukku

menghancurkan hidupku dan keluargaku.

Kau masih kecil saat itu.

Kau tak tahu seperti apa Meena.

Bukan urusanmu.

Jika kau tak menculik Meena

dan membiarkanku merawat adikku,

dia akan menjadi orang baik.

Menurutmu begitu?

- Apa maksudmu? - Kau tahu maksudku.

Aku memberimu satu kesempatan demi kakakku.

Kembalikan.

Demi kakakmu,

bisakah kau membantuku?

Bantu Tanwa dan aku.

Bantu kami memenjarakan Pathomkarn.

Jangan lakukan itu untuk kami.

Lakukan untuk dirimu.

Sudah cukup membuang waktuku.

Aku belum selesai.

Ini bukan saatnya bicara.

Makin lama kau mengulur waktu, hal yang lebih buruk akan terjadi.

Kita akan bicara nanti.

Kenapa Tanwa meneleponmu?

Mungkin dia menelepon untuk menyuruhku keluar.

Kalau begitu, aku permisi.

Sebaiknya lewat sana.

Kenapa masuk ke sana?

Begini…

Itu sangat berisiko.

Tidak ada pilihan lain.

Kukira akan ada bukti yang bisa kita pakai untuk menangkap Pathomkarn.

Bagaimana jika sesuatu terjadi padamu?

Aku menemukan foto anak-anak.

Mungkin dia mengira bisa menangkapmu dengan foto-foto ini.

Namun, kau tak perlu khawatir.

Anak-anak ini menyayangimu.

Benar, 'kan?

Selain anak-anak ini, ada banyak lagi foto anak lain.

Aku akan mencari tahu siapa anak-anak ini.

Mereka mungkin anak-anak yang dia bunuh.

Bukan.

Ini anak-anak yang dia selamatkan.

Pikirkan masa kecilnya.

Masa kecilnya kelam.

Karena itu, dia tak akan pernah membunuh anak kecil.

Dia tak akan membunuh anak kecil, tapi orang tua dan keluarganya?

Mungkin.

Anak-anak ini pasti mengalami penganiayaan seperti dia.

Dia menyelamatkan anak-anak ini dengan membunuh orang tua mereka?

Bukankah ini pelik?

Dia menganggap dirinya pahlawan?

Bagiku, dia pembunuh.

Omong-omong,

aku bertemu adikmu di rumah Pathomkarn.

Kini Tanwa tahu siapa aku.

Begitukah?

Ya.

Aku juga tahu…

Tanwa tak mengabaikanku.

Kenapa kau berbohong?

Kenapa berbohong selama 20 tahun ini?

Kau akan menghancurkan hidup Tanwa

jika tetap bersamanya.

Awalnya,

aku tak berencana membawamu.

Ada penjahat di dalam.

Kau Meena?

Kurasa kita dipertemukan

oleh…

Takdir?

Ya.

Menurutmu begitu?

Ya.

Itulah yang kupikirkan saat itu.

Dia ingin kau tinggal denganku.

Aku tahu saat melihatmu

kau anak seperti apa.

Kau sungguh berpikir bersatu dengan kakakmu

adalah yang terbaik?

Perhatikan kakakmu.

Apa dia bahagia setelah bertemu denganmu?

Kalian mungkin mirip,

tapi sebenarnya sangat berbeda.

Kau pikir kakakmu bisa menerima

perbuatanmu?

Pada akhirnya,

bisakah kalian

berakhir bahagia?

Entahlah.

Yang pasti…

mustahil kami…

menjadi keluarga.

Kau ingat

saat kukatakan…

kau akan menjadi korban terakhirku?

Ayah memfitnah ayah Letnan Aiyada?

Ayah melakukan segalanya demi menjaga reputasi dan kehormatan kepolisian.

Kenapa kau ingin bertemu aku selarut ini? Pasti ada yang penting.

Hei.

Ada apa?

Tidak ada.

Aku baik-baik saja.

Aku tak tahu apa yang terjadi.

Namun, jika kau ingin menangis, lakukan saja.

Hubungan antara adikmu dan Pathomkarn

tampak lebih erat daripada dugaanku.

Ada orang baik di dunia ini,

tapi ada juga orang yang lahir

dengan pikiran jahat.

Salah satu contohnya…

Pengacara Paytai.

Aku harus mengubahmu.

Aku menaruh obat di tasmu, minumlah setelah makan siang. Jangan lupa.

Kau tahu sudah berapa kali kau mengatakan itu?

Apa aku terlalu cerewet?

Ya, kau juga seperti ini dahulu.

Kau selalu mengingatkanku dan Ayah

untuk membawa barang kami.

Bagaimana denganmu?

Dahulu kau mengikutiku dan memintaku mengambilkan barang.

Biar kubantu.

Tidak, aku bisa sendiri.

Kenapa buru-buru kembali bekerja?

Istirahatlah lebih lama.

Sidang vonis digelar hari ini.

Aku harus hadir.

Biar kuperbaiki.

Kau bekerja dengan dasi miring selama ini?

Apa yang kau lihat?

Untung ritsletingmu tertutup.

Aku akan mengantarmu.

Nanti kujemput.

Tidak perlu. Aku bisa pulang sendiri.

Aku berniat mengajakmu beli es krim di tepi sungai.

Kau ingat?

Tentu saja.

Kita sering ke sana dengan Ayah.

BIRO INVESTIGASI KHUSUS

Halo, Semuanya.

Apa aku tampak cantik hari ini?

Kalian terus menatapku.

Ya, kau sangat cantik hari ini.

Kecantikanmu menyakiti mataku.

Inspektur.

Apa ada masalah?

Aye.

Tim forensik mengirimkan hasil autopsi.

DNA jasad itu…

cocok dengan milik ayahmu.

Ayahmu meninggal

di tahun yang sama dengan kaburnya Pathomkarn.

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left