نخستین 200 خط.
AUBAGNE, RUTE 44. JAM 10 PAGI.
Marie. Marie. Kau tak apa?
Bilang sekali lagi.
Supirku akan dengar.
Katakan dalam bahasa Prancis.
Jika kita hidup terpisah,
tak ada lagi perang,
tak ada terluka,
tak ada lagi banyak masalah,
kau tahu,
kutahu kau sedang menungguku.
Aku akan menemukanmu,
dan aku akan mencintaimu.
Cinta lebih kuat dari kematian.
Kau yakin begitu.
Oh, aku yakin.
Kami akan merindukanmu.
Kami?
Berjanjilah segera mengunjungi kami.
Pelan-pelan saja,
jalannya jelek dan kita tak perlu buru-buru.
Maaf.
Tak apa-apa.
Kolonel Von bruckner, ada sesuatu di jalan.
Tunggu disini.
Tidak, tidak, tidak, jangan tinggalkan aku.
Jangan tembak, aku orang Prancis!
Kau pelacur Jerman.
Aku tak bersalah, aku salah satu dari kalian.
Ini tak main-main.
Lihat ini!
Tidak, tolong jangan tembak.
Kita apakan?
Selamat tinggal.
Syukurlah kau aman sayangku.
Maafkan aku, kau ikut melihatnya.
Ayo turunlah. Kita harus bergegas. Ayo, kemarilah.
Ayo Marie. Ayo pergi. Kita bahaya disini.
Subtitle translation by: YOYONG MASAMBA
Kurasa itu kuburan seseorang, pak.
Tentara Amerika. Jangan takut.
Katakan padanya kita dalam misi yang sangat penting.
Kita sedang mencari kuburan pria bernama Von Bruckner.
Katanya tak ada orang jerman yang dikubur disini pak.
Dia bilang ini perang.
Ya. Aku mendengarnya.
Ada yang berbohong.
Ayo, Mademoiselle. Jalan lurus ke depan. Baiklah.
Sayang. Kau tampak seperti kuda yang habis dipakai tempur.
Jalanlah kraut-keparat.
Dia bilang apa? Apa dia punya masalah?
Dia mengerti maksudnya pak. Apa ini perlu?
Tentu saja itu perlu. Kopral?
Semuanya aman, Top.
Bawa dia pergi dari sini. Pergilah dari sini.
Ada gubuk. Vic.
Ayo. Bawa orang perancis itu.
Aku tidak mempercayainya.
Santai dan duduklah.
Santailah dulu. Kami mungkin agak lama di sini.
Kami sudah terlalu jauh untuk pulang tanpa hasil. Pastinya...
dan sumpah, aku tak menyesal sedikit pun...
meninggalkanmu di salah satu kuburan terbuka ini.
Kau paham maksudku Marie? Bagus.
Ayo. Kubantu kau berdiri.
Kau tak apa-apa? Beritahu kami di mana kuburan Von Bruckner.
Aku tidak ingat.
Kau tidak tahu? Dia tidak...
Kaulah yang beritahukan kami...
ada emas di sini Marie.
Aku tidak ingat.
Bagaimana jika kubawa dia kembali di pepohonan itu? Untuk dapatkan jawaban.
Seperti yang kau lakukan pada gadis Italia itu?
Aku sudah selesaikan tugasku, kan?
Dia akan beritahukan.
Kawan apa masalahmu! Kau kenapa?
Sialan! Kita bukan Nazi! Benarkan?
Kau harusnya tahu itu.
Kau tahu, kau harus beritahukan. Dia akan beritahukan kita.
Kau tahu kenapa kau harus beritahukan kami.
Karena kita bukan lagi musuh Marie.
Kita sekutu sekarang, suka atau tidak.
Makin cepat kita temukan kuburannya, kita bisa cepat pulang.
Perkuburan ini sudah banyak berubah. Sekarang ada banyak kuburan.
Mungkin kau masih ingat sedikit?
Mungkin disana?
Diatas sana? Disana?
Oke. Sepertinya kita harus gali. Ayo cari sekop.
Kau bersamaku.
Sekop?
Ini kuburan kopral.
Meraka pasti punya sekop disini.
Ini direkomendasikan dokter. Banyak yang kutemui hal2 yang dipertanyakan...
selama perang disini tapi...
yang ini sangat mengejutkan. Orang-orangmu mau membunuh....
wanita itu. Dia memohon ke kami untuk membantunya.
Menjanjikan harta karun Mayor yang terkubur.
Dia siap diadili oleh pengadilan militer jika kami ketahuan.
Ini. Seperti yang kubilang kita sekutu sekarang Marie. Ayo. Kau membutuhkannya.
Ingatlah satu hal. Jika kutahu kau mempermainkanku...
aku akan membunuhmu, sampai benar-benar mati.
Terima kasih rokoknya.
Kau mulailah. Kau bisa bahasa Inggris.
Jadi kau orang Afrika?
Afrika? Bukan pak. Aku dari Harlem. Kota New York.
New York.
Kota terbesar di dunia, sayang.
Rumah Nat King Cole. Ella Fitzgerald. Louie Armstrong.
Louie Armstrong. "West town blues."
Benar sekali "West town blues". Terkadang selama perang disini...
kupejamkan mata dan bersumpah aku bisa mendengar musik itu...
diputar di kepalaku. Kutahu, kau suka rokok Amerika mereka.
Aku tak dibayar untuk omong kosong ini.
Ayo kita lihat Marie.
Kau baik-baik saja kopral?
Tidak!
Cuma ada mayat tapi tidak ada emas.
Jika kau permainkan kami ini takkan....
berakhir baik untukmu. Ayo.
Disana? Selanjutnya, kita gali satu lagi teman2. Ayo.
Sial.
Jangan khawatir. Mereka takkan menyakitimu.
Diam saja kau dan kupastikan kau aman.
Percayalah saat kubilang kalau aku belum pernah lihat...
bajingan seperti ini sebelumnya. Mayor Maitland.
Dia orang baik. Dia baru saja tersesat di sepanjang jalan.
Tapi dua bajingan lainnya, kini aku mengikuti mereka sepanjang jalan...
mereka dan aku pernah lihat mereka lakukan sesuatu.
Sesuatu yang tak dapat dimaafkan atas nama Perang.
Apa yang kami lakukan di sini, kami tak punya alasan untuk itu.
Apa yang ada dibawah sana?
Bajingan, jangan sampai aku menyakitimu. Apa yang ada dibawah sana?!
Kita akan mati jika mereka menemukannya seperti ini.
Kita akan mati jika mereka menemukannya seperti ini.
Apa? Dia sahabat barumu?
Kau membunuhnya?!
Tak ada waktu memikirkannya.
Dia bisa saja membunuhku!
Dia disini.
Siapa?
Pacarmu.
Marie primadonamu. Dia akhirnya kembali.
Jadi dia selamat?
Dia di sini karena emasnya ada di sini!
Dia pasti bawa emas ke sini tiga tahun lalu.
Apa yang kau lakukan?
Mengakali.
Jika dia ada di sini, pasti dia butuh bantuan kita.
Daripada mengeluh, bantu aku!
Kurasa aku punya rencana!
Tidak ada emas mayor. Tidak ada emas.
Kurasa disitulah tempatnya.
Sudah lama sekali dan saat itu gelap.
Mayor, aku bisa kembali dan ambil detektor logam...
dari insinyur itu.
Dan orang perancis sialan itu bilang ada 4 orang menggali...
di kuburan mereka. Tidak. Mereka akan hubungi...
teman-teman mereka dan kemari menggali...
kuburan sebelum detektormu sampai di sini.
Aku sudah capek. Kau dengar?
Aku akan coba ingat saat malam itu.
Dia pembohong dan penipu, Mayor. Tak kupercaya lagi ada...
emas di kuburan ini...
sebagaimana ranselku yang kotor dan busuk.
Aku yakin.
Kita lihat saja nanti.
Sial.
Ya pak. Tidak, pak.
Itu tak lucu.
Lihat ini.
Orang Amerika ini besar-besar, mereka makan apa ya?
Makanan mereka lumayan enak. Itu awal yang baik, kurasa.
Ini, bersihkan dirimu.
Kau tinggal di sini dan lindungi aku dari pintu.
Ambil ini.
Tiaraplah saat tembak-menembak dimulai.
Kuharap kau tahu yang kau lakukan.
Tidak ada cara lain!
Tak ada emas di sini.
Sialan! Mayor! Kau mengerti?!
Membawa kami berburu angsa liarmu?
Maksudmu begitu? Jalang.
Ada apa dengan anak buahmu? Kenapa dia tinggalkan posisinya?
Entahlah. Mungkin dia mau bertukar posisi.
Aku tidak menyukainya.
Kopral, cepat lihat apa yang terjadi?
Baik, pak.
Vic, apa yang kau lakukan?
Berlindung. Tetap bersama.
Lindungi aku mayor.
Apa kabar sobat?
Tembakannya tembus ke belakang?
Berikan granat.
Berlindunglah.
Tidak! Tidak! Tidak!
Aman. Keparat itu menghilang begitu saja.
Ayo. Kau duluan.
Tetap di sini.
Semua aman.
Apa-apaan ini? Lihat aku.
No comments yet. Be the first to leave one.