نخستین 200 خط.
Saatnya pertunjukan!
DAEMUGA
Bagian 1: Akademi Perdukunan
Pelatihan perdukukan minggu ke-10
Selesai dan pindah ke ruang kelas!
Ya, Pak.
Sebentar.
Halo!
Halo?
Suara apa?
Aku tidak tahu. Apa ada yang bertengkar?
Aku tahu, setoran...
Memangnya aku akan habiskan sewa apartemennya?
Tidak usah ke Seoul, Bu.
Aku akan mengunjungimu.
Sebenarnya, aku diterima di perusahaan kecil.
Ya, terima kasih.
Tapi mereka minta bayaran $10.000 untuk uang magangku.
Karena itu perusahaan kecil.
Hei, kau. Kemari.
Kalian semua tahu, bukan?
Dia yang terbaik. Murid terbaik.
Sudah kubilang dengan kerja keras tidak ada yang mustahil.
Dia orangnya memang lamban, tapi berhasil.
Dia perantara yang hebat.
Anak Tuhan merasukinya.
Kau mau praktek dimana?
Gangnam.
Baik, itu bagus!
Kawasan butik sangat cocok buatmu.
Kami akan memanggilmu Dukun Gangnam!
Beri dia tepuk tangan!
Tapi aku lebih duluan melakukan ritual perantara dibanding dia.
Kau belum di level itu.
Kau tidak akan dirasuki roh.
Lihat.
Wajahnya ceria.
Ceria!
Mari kita lihat kemampuan calon peramal ahli kita nantinya!
Praktekkan tarian di studio tadi.
Kau siap?
Balasan postingan.
Tolong rekomendasikan dukun yang hebat!
Untuk meramal dan ritual.
Aku kenal dukun muda hebat.
Mencari dukun yang bisa ritual.
Yang tinggal di Seoul lebih diutamakan.
Aku tahu dukun berbakat. Aku akan kirim nomornya.
Semua yang kau bilang itu salah.
- Menurutmu aku akan bayar? - Pak, tarifku...
Yang ada cuma garam meja.
- Arwah, tolong berkati... - Halo?
Apa waktunya kurang pas?
Ritual!
- Harusnya kau buat janji dulu. - Ritual!
Aku sudah tanyakan secara daring siapa dukun hebat.
Dan banyak sekali yang merekomendasikanmu.
Kau pasti hebat.
Jangan bicara saat aku meramal.
Kata arwah kau mengalami masalah kesehatan, keuangan, dan masalah pribadi.
Dulu kau sangat menghormati leluhurmu,
tapi setelah kau pindah agama, semuanya terlantar.
Aku ateis.
Maksudku, bukan karena agama...
Tapi leluhurmu merasa diabaikan tanpa persembahan ritual.
Tak pernah kulewatkan persembahan ritualnya.
Jika memang begitu, tapi jam berapa?
Jam 9 malam.
Pantas saja. Harusnya sore!
Selain itu...
Aku mau ke kamar kecil dulu.
- Di mana? - Di sana, sebelah kiri.
Sial...
MENANGKAN HADIAH DAN BONUS MENARIK LAINNYA.
MAINKAN SEKARANG JUGA
Kemarilah 2 hari lagi.
Saat kau kemari lagi, akan kuberitahukan sesuatu yang mencengangkan.
Apa-apaan?
Mereka sudah pindah.
Putrinya baik sekali.
Di bawah sana ada tempat bernama, 'Mart Hanyang'.
Itu pernah dijalankan oleh almarhum ayah tirinya.
Dia sering mabuk dan memukulinya.
Kemudian suatu hari dia mabuk dan gantung diri.
Seperti ini.
Putrinya sering menangis.
Rumah mereka di kawasan pembangunan ulang, Distrik 7.
Nanti kau akan lihat bendera merah.
Ini harus di bersihkan jika mau melakukan ritual...
Ibu, tunggu beberapa hari lagi.
- Nak, kenapa tidak angkat teleponku? - Ibu, tunggu beberapa hari lagi.
Seorang ayah yang pergi begitu cepat...?
Ritual ini biayanya $ 10.000.
Kau tidak takut jalan ke sini sendirian?
Tidak. Apa aku terlihat lemah?
Aku finalis di kejuaran judo.
Pesilat judo, menjatuhkan, membanting, sebentar.
Penasaran dengan ayahmu?
Kau mau tahu apa?
Bagaimana bisa kau...?
Itulah yang membuatku terkenal. Bukannya karena itu kau datang?
Rumahmu sedang dirobohkan? Begitu.
- Hubungi aku sebelum dirobohkan. - Aku mau dengar suaranya.
Ayahku...
Ritual.
Kita bisa memanggilnya lewat ritual.
- Terus... - Kau tahu?
Dukun muda adalah dukun terbaik.
Pengunjung Ma Seong-jun?
Kupikir aku bisa bertemu ayahku.
Ayahmu sudah meninggal...
Ini akan menyenangkan.
Masuk.
Apa aku mengajarimu perdukunan untuk menipu orang?
Aku butuh uang.
Biaya kursus ini $10.000 dan aku harus dapatkan kembali.
Jadi kau menipu orang?
Kau tak bisa memanggil roh. Kenapa menerima pelanggan?
Kau anggap perdukunan pekerjaan seumur hidup!
Samudera biru!
Itu pasti salah ketik.
Ada jutaan orang meramal nasib di Korea.
Itu samudera merah.
Biru atau merah, bantu aku memanggil arwah, keparat...
Hei, kau panggil aku keparat?
Besok, jam 10 pagi.
Pertarungan arwah.
Jika kau menang aku akan mengajarimu.
Pertarungan? Melawan siapa?
Ini pertarungan.
Lukiskan kehidupan yang kau jalani, dengan gaya bebas.
Pilih satu yang kau yakini.
Dodang-subi san-subi Dul-subi bubi-subi!
Lahir di bawah Mars dan Venus di Seoul, Distrik Magok 586-24...
sangat di manjakan oleh orang tuanya yang penyayang,
agar pemalas tak meraih apa-apa selama 30 tahun.
Kakeknya bilang, kau tidak bisa apa-apa, turuti saja yang ku bilang.
Bahkan si pemalas pandai bermalas-malasan.
Kata Kaisar Langit, tetaplah percaya pada dewa dan lompat!
Surga mengumpulkan energi spiritualnya!
Jalan menuju surga di depan pintumu!
Manchuria terletak di bawah gunung itu!
Jalan kuning di depan pintumu!
Lompat, lompat, lompat, lompat!
Lompat lebih tinggi! Lompatlah! Aku lompat!
Dia lelah, dan kakek bilang:
Cuma kau yang lelah? Aku lelah, dunia lelah!
Kita semua lelah, bajingan!
Dia sudah membangkitkannya, lalu dia sudah tenang.
Dan dalam mood yang baik, dia bertekad melakukan tendangan berputar masa mudanya.
Gantung!
Membalik sekarang. Dasar kurang ajar!
Roh langit...
Roh langit di langit, roh tanah di bumi!
Kau lelah? Aku lelah. Kita semua lelah.
Orang-orang lelah. Singa lelah.
Monster lelah. Serangga lelah!
Hidup, hidup...
Tidak ada arwah merasukimu.
Kau cuma berpura-pura.
Cukup!
Istirahat. Kau ikut aku.
Yang lainnya tetap latihan!
Kau malu?
Malu?
Klienmu perempuan?
Kok bisa tahu?
9 dari 10 adalah perempuan.
Gunakan probabilitas.
Dia agak bodoh?
Dari mana kau tahu?
Karena dia mempekerjakan orang sepertimu.
Aku tidak tahu harus berbuat apa.
Aku mau membuktikannya. Kalau aku hidup.
Jika kau ingin selamatkan dirimu, hafal baik ini.
"Pengakuanku"?
Di gereja, kau mengaku sebelum kebaktian.
Jik mau dirasuki, mengakulah. Buka jiwamu.
Jika kau mau memanggil roh, berikan semua yang kau miliki.
Jika kau putus asa, arwah mungkin datang.
Mantra ini disebut apa?
Ini? 'Daemuga'.
Dae artinya "hebat", mu: "dukun", Ga: "lagu". "Lagu Dukun Agung."
Apa sebaiknya dijelaskan?
Dilarang menyalin isinya, ini kisah legendaris.
Kampanye untuk melihat rumah sehat. Inilah kisah legendaris.
Saat demokratisasi melanda bangsa,
orang-orang menerima bimbingan dari seorang dukun hebat...
yang dijuluki , 'Peri Istana Deoksu'.
Dia menciptakan lagu Dukun Agung?
Tidak.
Suaminya, media yang gagal.
Guruku, Baek Bong.
Baek Bong tidak cuma memasak,
tapi untuk memuaskan selera istrinya yang cerewet,
dia membuat semua saus dari bahan mentah.
Asin!
Baek Bong menemukan cara baru...
- sebagai perantara roh... - Pengakuanku.
Aku hidup sebagai suami dukun...
No comments yet. Be the first to leave one.