هماهنگ با نسخه‌های زیر

Goddess of Marriage E08
ناشر Baalthazar
manual translation

برچسب‌ها

other
تاریخ انتشار: 2013-07-25
تعداد دانلود: 17
مخصوص ناشنوایان: Yes

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 200 خط.

Goddess of Marriage

.: Diterjemahkan oleh McGober :.

Episode 8 Kemarilah, letakkan dalam mobil.

Ayah mertua, kau juga memberiku ini terakhir kali.

Mengapa kau memberikan ini lagi?

Mereka berbeda.

Aku akan memakannya dengan nikmat. (Terima kasih.)

Seharusnya lebih enak dari yang terakhir kali

Sangat lezat juga terakhir kali.

Benarkah?

Mereka sangat manis

Ya, Sampai jumpa.

Mari kita pergi.

Tidak apa-apa. Aku akan masuk sendiri.

Ayah mertua, kami pergi.

Hati-hati di jalan. Ya.

Sampai jumpa. Oke.

Mengapa kau tidak masuk?

Siapa kau?

Sekarang, kau harus berhenti (mulai kesal).

Aku minta maaf karena datang ke sini tiba-tiba menjemputmu.

Berapa lama kau akan tetap marah?

Menyetir sajalah.

Aku telah berkebun seumur hidupku di sini.

Ya, Penatua.

Bahkan di mataku, itu indah.

Seperti kau, banyak orang yang lewat berkunjung.

Pernah sekali, ada krisis.

Tiga puluh tahun lalu, ketika istriku meninggal, aku akan menjual segalanya,

dan aku akan pindah dan memulai hidup baru,

tetapi apa yang bisa kau lakukan jika kau telah bercocok tanam seumur hidupmu?

Dan setidaknya demi putri bungsuku,

aku menyadarkan diriku sendiri dan memutuskan untuk hidup dengan baik.

Jadi selama 30 tahun ini, siang dan malam, tanpa pilihan, aku harus berkerja keras.

Oh, begitu.

Kemudian, kukira dia dibesarkan di sini.

Siapa? Putriku?

Ya.

Tentu saja, dia tinggal di sini.

Ji Hyeon tidak ada di sini karena dia sudah pergi ke Seoul National University

sehingga dia hampir membesarkan dirinya sendiri.

Di bawah naungan pohon-pohon kebun.

Disanalah putriku bermain,

bahkan bermain rumah-rumahan,

dan membaca banyak buku,

sehingga akhirnya ia menjadi penulis sekarang.

Ah, begitu.

Dia adalah seorang penulis radio dan sangat terkenal.

Jika kau mencarinya Internet, hanya dalam satu klik,

kau dapat menemukan putriku.

Oh, begitu.

Omong-omong,

kau akan tinggal untuk makan sebelum kau pergi?

Putriku sudah kembali

ke Seoul bersama calon suaminya. Jadi aku makan sendirian.

Mari kita makan bersama-sama dan melihat-lihat lagi lebih santai.

Ikuti aku. Ada tempat yang lebih menarik.

Halo.

Tetap di sana. Aku akan membukanya untukmu.

Halo. Selamat Datang.

Ya.

Apa kau sehat-sehat saja?

Ya.

Kita tidak punya waktu. Mari masuk

Kenapa kau seperti ini?

Apa maksudnya?

Aku sedang menyapanya.

Pada siapa?

Penjaga Park?

Kami memanggilnya Park. Apakah dia sudah bekerja di rumah kita selama dua puluh tahun?

Kenapa?

Aku tahu apa yang kau katakan, tapi

jangan terlalu rewel. Apa kau selalu mencari-cari kesalahan, hah?

Dimana ibuku?

Dia bersantai.

Bernahkah?

Mari kita pergi ke rumah tamu.

Tolong bawakan beberapa sampanye.

Baiklah.

Kau mau kemana?

Ikuti aku.

Bagaimana menurutmu? Di sana adalah rumah keluarga,

dan kau bisa lihat rumah Ayah di sana.

Akan lebih menyenangkan kita di sini hidup berdua dan jika orang tuaku memanggil, aku cukup berlari ke sana.

Seperti membunuh dua burung dengan satu batu. Bagaimana menurutmu?

Hmm, tampaknya bagus.

Apakah itu hanya nyaris?

Apa yang maksudmu?

Tanggapanmu... kurang antusias.

Kau tahu aku selalu tidak ingin membuat keputusan tergesa-gesa.

Kemana kita harus pergi berbulan madu?

Tentu saja, berapa banyak cuti yang kudapat adalah sebuah masalah.

Baru saja terpikir berbaring di bawah sinar matahari sepertinya menyenangkan.

Aku telah diterima sebagai jaksa senior,

orang-orangnya sangat menakutkan.

Tidak peduli seberapa kesuksesanmu,

sulit untuk mengabaikan latar belakang seseorang.

Seorang sunbae dari JTRI kelas 39 adalah pendahuluku.

Dia adalah anak tertua dari keluarga miskin yang belajar keras.

Pada akhirnya, sejauh yang ia dapat, karena pada titik kritis,

juga, karena uang

adalah kendala.

Kau mengirim pesan pada siapa?

Kenapa kau takut seperti ini?

Tidak. Berikan padaku.

Apakah kau tahu hari ini kau bertingkah seperti anak kelas 8?

Dari awal di dalam mobil kau terus bermain-main dengan telepon Anda,

Aku tidak tahu apa yang terjadi padamu.

Apakah ini disebut kecanduan smartphone?

Berikan padaku.

Jangan bergerak. Aku perlu tahu siapa itu.

Ada apa denganmu? Mengapa kau mengambil ponsel orang lain?

Jangan seperti itu dan berikan padaku.

Aku minta maaf.

Stasiun akan mengirimiku sesuatu.

Hari ini, mereka mengatakan ada sesuatu dan menyuruhku kembali bekerja lagi besok.

Aku sedang memeriksa jadwal dan naskah.

Ketika aku di sini, tidak bisakah kau hanya berkonsentrasi padaku?

Apakah kau pernah melihat aku melakukan hal lain ketika bersamamu?

Aku mengerti. Aku minta maaf. Aku tidak akan melakukan itu.

Dalam hal ini,

mari kita bersulang.

Mari.

Dua bulan lagi sebelum pernikahan kita dan bahkan kita sudah memiliki rumah.

Aku merasa senang semuanya berjalan dengan baik.

Meskipun kau masih saja sulit dan berperilaku buruk,

semakin kau melakukannya, kau semakin menawan.

Bukan memancing ikan dalam tong.

Aku bersemangat karena itu memprovokasiku untuk menang dan

Hal ini tidak membosankan.

Jika menikahi seseorang berusia 30 tahun seperti istriku membuatmu nyaman,

maka kau tidak akan tidak setia.

Maksudku jika bertambah sedikit gemuk itu baik.

Untuk wanita yang sekarang di depanku, aku berjanji untuk menjalani hidupku

menjadi sebuah grup yang terorganisir baik, sebuah keluarga, dan dalam kedamaian.

Jadi mari kita bersulang.

Untukmu dan aku, untuk pernikahan kita dan

untuk masa depan kita.

Bersulang.

Maaf!

Mie sudah dimasukkan ke dalam sup!

Mari kita makan bersama-sama.

Ayo cepat! Cepat! Cepat!

Lezat.

Kau datang.

Kemarilah.

Duduklah.

Minum anggur beras untuk mendinginkan.

Kau tidak tahu betapa lezatnya.

Ini. Terima kasih.

Perkebunan kami sangat indah, kan?

Bagus, kan?

Ya, sangat indah.

Apa kau sudah menikah?

Belum.

Mungkin, aku akan menjadi mak comblang sekali lagi?

Bagaimana kau bisa mengatakan itu kepada

tamu yang datang ke sini untuk melihat-lihat di perkebunan?

Salahku.

Berikan padaku.

Ya.

Minum satu cangkir lagi.

Aku menyetir.

Kau dapat minum satu gelas lagi dan kemudian tidur dan pergi.

Ini. Ambil saja. Minum satu cangkir lagi.

Ya, Penatua.

Mari kita bersulang.

Di waktu musim panas,

Mie Kal adalah yang terbaik.

Tambahkan Kimchi dan...

Tidak di rumah ini!

Tunggu sebentar. Tunggu! Aku tidak mau!

Kau tidak menyukainya?

Aku agak malu.

Kau mengurangi antusiasmeku!

Aku minta maaf.

Kau mau kemana?

Lepaskan.

Kupikir terlalu banyak semacam pemaksaan di rumah ini.

Meskipun aku mungkin memberikan ijin,

meskipun demikian, jangan berpikir kau akan mendapatkan dukungan dari perusahaan.

Oh, ya,... baik

Karena kau tahu itu.

Jangan berpikir kau bisa menggunakan personil perusahaan atau uang perusahaan.

Ayah, kau harus berhenti mengatakannya seperti itu di sini?

Apa salahnya di sini?

Apakah ada orang luar di sini selain anggota keluarga kita?

Bukankah penulis Song dan anak-anak di sini?

Bahkan anak-anak akan mencapai ke usia di mana mereka akan bertanya-tanya apa yang ayah mereka lakukan pergi ke luar dan

jika penulis Song kita di sini, di rumah keluarga kita

apakah ada yang disembunyikan?

Ya, itu benar.

Apa yang kau katakan itu benar.

Aku menghormatimu.

Seperti kau memutuskan ini sendiri,

juga menganggap bahwa kau harus melakukannya sendiri.

Jika sesuatu terjadi padamu

bisnismu dan kami terpisah, kau harus memahami itu.

Mulai sekarang.

Ya.

Goddess of Marriage (Gyeolhonui Yeosin / 결혼의 여신) subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Goddess of Marriage (Gyeolhonui Yeosin / 결혼의 여신)

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left