Let's Eat (Let's Eat Thai / รักล้นพุง)

Let's Eat (Let's Eat Thai / รักล้นพุง)

دانلود زیرنویس Indonesian

هماهنگ با نسخه‌های زیر

Let's Eat S01E04-NF-WEBDL-WEBRip
ناشر Sh1Ft3R
𝙉𝙁 𝙍𝙚𝙩𝙖𝙞𝙡

برچسب‌ها

other
تاریخ انتشار: 2022-08-25
تعداد دانلود: 18
مخصوص ناشنوایان: No

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 200 خط.

Astaga. Terkunci.

Semuanya terhubung.

Run, boleh aku naik ke atap?

Kenapa?

Begini… ada air menetes dari plafonku.

Kau mencoba ke atas?

Ya,

tapi pintunya terkunci.

Sudah kubilang tak ada orang di atap.

Untuk apa kau repot-repot ke atas?

Jika tak ada orang di atas, dari mana asal airnya?

Ini hanya noda air. Kenapa dipermasalahkan?

Kurasa kau perlu memasang kamera CCTV

agar kita bisa mencari penyebab masalah ini.

Kenapa dipermasalahkan? Itu hanya noda kecil.

Ini bukan hanya masalah noda, tapi sanitasi.

Yang terpenting, ini menyangkut keamanan penghuni.

Kau bisa melihat dari balkonku

dan mencari tahu penyebabnya.

Baiklah. Aku akan memeriksanya.

- Aku ikut. - Tunggu.

Tetaplah di sini.

Jaga kantornya. Aku akan memeriksanya.

Ayo.

Jika tak ada orang di atas, dari mana asal air kekuningan ini?

Mungkin airnya merembes dari pipa.

Bisa jadi urine burung.

Memangnya urine burung sekuning ini?

Tunggu. Kau mengotori bajumu sendiri?

Untuk apa?

Kau mendesakku memasang kamera CCTV.

Aku mendesak pemasangan kamera CCTV

agar bisa mencari tahu penyebab noda air ini.

Mungkin kau menipuku agar aku mengurangi biaya sewamu.

Menipumu?

Kau pikir aku punya waktu untuk menipumu?

Kau yang cari ribut denganku. Kau menyembunyikan sesuatu?

Menyembunyikan apa?

Astaga. Kau memasang paku di dinding?

- Apa? - Kenapa tak minta izin dahulu?

Aku harus minta izin?

Astaga.

Lihat kertas dindingnya. Kenapa bisa berjamur?

Kertas dinding itu mahal.

Sudah berjamur sebelum aku pindah ke sini.

Astaga. Haruskah kau menggunakan semua soket listrik?

Mungkin kau yang membayar tagihannya,

tapi aku yang menanggung kerugiannya jika soketnya terbakar.

Bukan itu intinya.

Tidak.

Kau menuntut sesuatu dariku.

Jangan lupa berapa biaya sewamu.

Lihat kerusakan yang kau timbulkan di kamar ini.

Kau pikir kau bisa seenaknya karena ini apartemen sewaan?

Kau menyimpang dari topik, Run.

Masa bodoh. Aku mau kamera CCTV.

Biaya sewa di sini murah karena tak ada kamera CCTV.

Aku mengawasi tempat ini.

Cobalah memahami situasiku.

Jika kau ingin kamera CCTV, beli saja sendiri.

Biaya sewa di sini murah, jadi, jangan banyak menuntut.

Dia memarahiku. Dia lebih cerewet dari ibuku.

Kau sudah pulang.

Dari mana kau seharian?

Aku pergi menemui…

Bermain sepak bola.

Bagus. Ayo gunakan hak kita sebagai penghuni.

Apa katamu?

Kau tahu apa kata mereka saat aku minta kamera CCTV dipasang?

Kau disuruh membeli sendiri.

Bagaimana kau tahu? Kau tahu kelanjutannya?

Mereka ingin melihat kamarmu, lalu bilang kamarmu berantakan.

Bagaimana kau tahu semuanya?

Jangan bilang Run memberitahumu.

Bukan itu. Biar kuberi tahu sesuatu.

Aku pernah mengekos di banyak tempat seperti ini.

Sudah jelas bagiku. Tentu saja aku tahu.

- Ayo pergi. - Ke mana?

Ke atap.

Tidak mau.

Aku ingin melihat sendiri ada apa di sana.

Mungkin ada orang.

Bagaimana jika itu makhluk lain

yang bukan manusia?

Aku tak mau ke atas.

Kau takut hantu,?

Tidak, aku tak takut.

Aku tak mau ke atas. Untuk apa?

Mari kita cari tahu apa yang mengotori bajuku.

Pergilah sendiri jika kau penasaran.

Bagaimana jika ada pencuri di sana?

Bagaimana jika dia membunuhku dan memasukkan jasadku ke tandon air?

Air yang kau pakai mandi akan terkontaminasi darah dan cairanku.

Kau pikir aku tak akan menghantuimu?

Hentikan, Gendut. Ada apa denganmu?

Baiklah kalau begitu. Kau di depan.

Kau tak perlu menakut-nakutiku.

Namun, pintunya terkunci.

Tidak ada kuncinya.

Apa? Di mana kuncinya?

Dua sekop.

Halo, Run.

Hei, Toy. Ada apa?

Jika soal kamera CCTV, aku tak mau memasangnya.

Bukan itu alasanku kemari.

Aku bertemu banyak klien belakangan ini.

Salah satu dari mereka memberiku labu keberuntungan.

Ini dia.

Kata klienku labu keberuntungan ini dikenal

membawa nasib baik bagi pemiliknya.

Selain itu, labu ini bisa meramalkan nomor lotre.

Benar. Aku pernah melihat ini. Ini karya siapa?

Karya Master Kai.

Aku kurang paham mengenai hal ini.

Aku payah dalam membaca angka.

Konon jika terkena pancaran sinar matahari sore,

akan muncul nomor lotre yang menang di bawahnya.

- Kedengarannya luar biasa. - Ya.

Bagaimana kalau begini? Mari kubantu.

- Hasil lotre akan keluar besok. - Ya.

Tapi tak ada sinar matahari di sini.

Kau benar.

Ayo kita ke luar.

Baiklah. Ayo.

Aku butuh bantuanmu karena aku payah dalam hal ini.

- Tidak kelihatan. - Ayo.

- Kita butuh cahaya. - Toy.

- Tunggu. - Tunggu.

Mungkin harus menunggu hingga nomornya muncul.

Astaga.

Aku melihatnya.

Apa yang kau lihat?

Aku melihat nomor.

Tidak ada di sini.

Astaga!

Kelihatannya…

- Ini jelas tiga dan lima. - Hanya dua nomor?

Seharusnya ada beberapa nomor.

Astaga. Ini lebih dari cukup.

Omong-omong,

bolehkah kupinjam ini selama dua hari?

Tentu saja, Run.

- Berkilau. - Benar.

- Berkilat. - Berkilau.

Ini luar biasa. Hanya dua angka yang terlihat?

- Dua sudah cukup. - Kau yakin bukan tiga?

- Yang terpenting itu yakin. - Ya.

Run.

- Apa lagi? - Penyimpanan

labunya sangat penting.

Letakkan di tempat yang tepat.

- Boleh kutaruh di rak? - Sebaiknya jangan.

Taruhlah di lemari. Itu tempat terbaik.

Bukankah akan menghalangi keberuntungan?

Tidak. Benda ini sangat mahal.

Sebaiknya taruh di tempat yang aman.

- Kau benar. - Ya.

Aku menyimpan semua dokumenku di sini.

Baiklah.

Bagus. Taruh di dalam.

- Masukkan ke lemari. - Baiklah.

Cepat!

- Baiklah! - Di mana?

Taruh saja dalam.

- Di situ bagus. - Baiklah.

- Baiklah. Di sini? - Bagus.

Sempurna.

- Di sini? - Benar.

- Kau bisa melihatnya? - Kau bisa?

- Itu dia. - Bersinar.

VILA PHA SUK

Hei. Pelan-pelan.

Ayolah. Di sini gelap sekali.

Kuncinya banyak. Bagaimana kita bisa tahu yang benar?

Pasti ada yang cocok, bukan?

Kita lakukan siang-siang saja.

Kau ini kenapa? Kita sudah di depan pintu.

Jangan menjadi pengecut.

Astaga.

Kenapa ini terjadi padaku?

Berikan. Biar aku yang buka.

Terbuka.

Bagaimana kau tahu kuncinya?

Gemboknya masih baru,

jadi, aku cari kunci yang baru.

Itu saja.

Masuklah. Aku di sini.

Tidak.

Ayolah. Aku sudah bilang tak mau. Kenapa memaksaku?

Run melarangku menjemur baju di sini,

padahal dia menggunakan tempat ini.

Berhenti mengeluh.

Hei. Aku melihat sesuatu.

Apa yang kau lihat?

- Di sana. - Hei.

Apa?

- Ke mana? - Entahlah.

- Hei! - Apa?

Aku melihat sesuatu. Ia ke arah sana.

- Ke mana? - Ke sana.

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left