نخستین 193 خط.
Salam Hangat Dari Singkawang Kalimantan Barat
Semua ini pernah terjadi sebelumnya.
Dan pasti akan terjadi lagi.
Tapi kali ini kejadiannya di London.
Terjadi di sebuah jalanan sunyi di Bloomsbury.
Rumah di simpang di sana adalah rumah keluarga Darling.
Dan Peter Pan memilih rumah yang istimewa ini...
... karena di sini ada orang yang percaya dia ada.
Yaitu Nyonya Darling.
George, Sayang, cepatlah. Kita tidak boleh terlambat datang ke pesta, kau tahu.
Nyonya Darling percaya bahwa Peter Pan adalah semangat bagi kaum muda.
Tapi Tuan Darling...
Mary, sebelum kancing bajuku ditemukan kita tidak akan pergi ke pesta itu.
Dan kalau kita tidak pergi ke pesta, aku takkan pernah bisa datang lagi ke kantor.
Dan kalau aku takkan pernah bisa... aduh!
Yah, Tuan Darling adalah seorang pria yang praktis.
Akan tetapi, putra-putra mereka, John dan Michael,...
... percaya bahwa Peter Pan benar-benar ada...
... dan menganggapnya sebagai pahlawan dalam permainan mereka.
Celakalah kau, Peter Pan!
Terimalah itu! Kau menyerah, Kapten Hook?
Tidak akan! Aku akan memberimu pelajaran karena telah memotong tanganku!
Oh, tidak, John. Tangan kiri yang benar.
Oh, ya. Terima kasih, Wendy.
Wendy, anak yang sulung, tidak hanya percaya,...
... dialah yang paling mengerti tentang Peter Pan...
... dan semua petualangannya yang mengagumkan.
Oh, Nana, apakah kami harus meminum obat yang mengerikan itu?
Nana, si pengasuh, karena dia seekor anjing,...
... tidak bisa mengutarakan pendapatnya...
... dan melihat semuanya dengan toleransi tertentu.
Terimalah itu!
Bocah kurang ajar! Aku akan mengirismu tipis-tipis!
Dan aku akan mencincangmu.
- Aha! - Aduh!
- Hati-hati dengan kaca mataku, Michael. - Maafkan aku, John.
Kau tidak akan pernah meninggalkan kapal ini hidup-hidup!
Oh, ya, aku akan pergi.
Terimalah itu!
Bersiaplah, Bocah, aku akan mengeluarkan isi perutmu.
Oh, tidak akan.
Mundurlah, kau penjahat!
- Anak muda kurang ajar! - Bajak laut yang licik!
Aha, aku mendapatkanmu.
Kau salah. Kau tidak pernah bisa menyentuhku.
Terimalah itu dan itu! Dan itu!
Anak-anak, tenanglah sedikit.
- Oh, halo, Ayah. - Dasar tikus got tua.
A... Apa? Sekarang dengar, Michael...
Oh, bukan Ayah. Yang sebenarnya, dia adalah Peter Pan.
- Dan John adalah Kapten Hook. - Ya ya, tentu saja.
Apakah kalian melihat kancing...
Oh, Nana, demi Tuhan!
Di mana kancing baju itu?
- Rantai kancing, Ayah? - Ya, yang terbuat dari emas.
Michael, harta karun terpendamnya. Di mana?
- Aku tidak tahu. - Kalau begitu lihat peta.
- Di mana peta harta karunnya? - Sudah hilang.
- Astaga, penutup bajuku! - Hore! Ayah menemukannya!
- Ayah menemukannya! - Ya, Ayah memang menemukannya.
Dan selanjutnya... Jangan cakar Ayah,, Michael.
Ini adalah yang terakhir...
Tidak!
Tidak!
George, Sayang, kita harus bergegas atau kita akan...
- Mary, lihat! - George.
- Itu hanya kapur tulis, Ayah. - Mengapa, Michael.
Itu bukan salahnya. Ini bagian dari cerita.
- Dan Wendy bilang... - Wendy? Cerita?
Seharusnya Ayah menyadarinya. Wendy!
-Wendy! -Ya, Ayah?
- Bisakah kau menjelas... - Oh, Ibu!
- Ibu terlihat cantik sekali. - Terima kasih, Sayang.
- Wendy. - Ini gaun lama Ibu.
- Tapi ternyata masih terlihat bagus... - Mary, kalau kau tidak keberatan.
Mengapa, Ayah, apa yang telah Ayah lakukan dengan baju Ayah?
Apa yang telah Ayah lakukan...Oh!
Sudahlah, George, sungguh. Bisa dihapus dengan mudah.
Bukan itu masalahnya. Wendy, bukankah Ayah sudah memperingatimu?
Mengisi isi kepala adik-adikmu dengan cerita konyol.
- Oh, tapi itu bukan cerita konyol. - Ayah bilang itu konyol!
Kapten Bajingan! Peter Bajak Laut!
Peter Pan, Ayah.
Pan! Bajak Laut! Omong kosong!
- Oh! Tidak, Ayah. - Ayah tidak mengerti.
Benar-benar omong kosong! Dan biarkan Ayah memberitahu kalian, semua ini...
Sudahlah, George.
"Sudahlah, George".
"Sudahlah, George"!
Baiklah, "Sudahlah, George", akan bicara!
Kumohon, Sayang.
Mary, anak-anak sudah besar sekarang.
Sekarang sudah waktunya Wendy untuk memiliki kamarnya sendiri.
- Ayah! - George!
- Apa? - Tidak!
Ayah serius!
Nona, ini adalah malam terakhirmu di kamar anak-anak.
Dan itu adalah keputusan Ayah...
Oh... Ah...
Tidak!
Tidak!
Oh!
Nana yang malang.
"Nana yang malang"?
Ini adalah yang terakhir kalinya!
Keluar! Ayo keluar!
- Tidak, Ayah, tidak! - Ya!
Tidak akan ada lagi anjing dalam kamar anak-anak di rumah ini!
Selamat jalan, Nana.
"Nana yang malang". Oh, ya, "Nana yang malang".
Tapi "Ayah yang malang"? Oh, tidak!
Sial! Di mana talinya?
Oh, terima kasih.
Jangan begitu, Nana, jangan melihatku seperti itu.
Ini bukan masalah pribadi. Hanya saja...
Yah, kau sama sekali bukan pengasuh. Kau adalah... seekor anjing.
Dan mereka bukanlah anak anjing, tapi manusia.
Dan cepat atau lambat, Nana, mereka pasti tumbuh besar.
Tapi, Ibu, aku tidak mau tumbuh besar.
Sayang, jangan lagi mengkhawatirkan itu malam ini.
Ayah menyebut Peter Pan "benar-benar omong kosong".
Ibu yakin dia tidak bermaksud begitu, John. Ayah hanya merasa sedih.
Nana yang malang, sendirian saja di luar.
Jangan menangis lagi, Michael. Malam ini cukup hangat.
Dia akan baik-baik saja.
- Ibu. - Ada apa, Sayang?
- Harta karun yang terpendam. - Sudahlah, anak-anak.
Jangan terlalu menghakimi ayah kalian.
Lagipula, dia sangat menyayangi kalian.
Oh, jangan dikunci, Ibu. Dia mungkin kembali.
- "Dia"? - Ya, Peter Pan.
Ibu tahu, aku menemukan sesuatu yang menjadi miliknya.
Oh? Dan apa itu?
Bayangannya.
"Bayangan"?
Mmm. Nana yang mendapatkannya.
Tapi aku... Tapi aku mengambilnya.
Oh? Ya, tentu.
Selamat malam, Sayang.
Tapi, George, apakah menurutmu anak-anak akan aman tanpa Nana?
Aman? Tentu saja mereka akan aman. Mengapa tidak?
Wendy mengatakan sesuatu tentang bayangan, dan aku...
- Bayangan? Bayangan siapa? - Bayangan Peter Pan.
Oh, Peter Pan... Peter Pan!
Astaga. Apa yang harus kita lakukan?
- Tapi, George... - Bunyikan tanda bahaya!
- Hubungi Scotland Yard! - Pasti ada seseorang yang datang.
Oh, Mary, dari semua ketidakmungkinan, omong kosong kekanak-kanakan.
Itu pasti Peter Pan.
Bagaimana mungkin kita mengharapkan anak-anak tumbuh besar dan praktis...
- George... - ... kalau kau sama seperti mereka.
Pantas saja Wendy punya pemikiran bodoh seperti ini.
Di sana, Tink, di dalam kandangnya.
Ada, nggak?
Pasti ada di tempat lain.
Tink! Shh.
Berhentilah bermain dan bantu aku menemukan bayanganku.
Bayangan. Oh, bayangan.
Hah?
Aha!
Peter Pan! Oh, Peter!
Aku tahu kau akan datang lagi. Aku menyelamatkan bayanganmu.
Oh, aku harap bayanganmu tidak menjadi kusut.
Kau tahu, kau terlihat persis sama dengan yang aku bayangkan.
Oh, mungkin sedikit lebih tinggi. Tapi...
Oh, kau tidak bisa melekatkannya dengan sabun, Peter.
Ini harus dijahit. Itu cara yang benar.
Kalau dipikir-pikir, aku tidak pernah memikirkannya, menjahit bayangan.
Tentu saja, aku langsung tahu kalau itu adalah bayanganmu.
Aku berkata pada diriku sendiri, "aku akan menyembunyikannya sampai dia kembali".
"Oh, dia pasti akan kembali". Dan kau kembali, bukan begitu, Peter?
Lagipula, tidak ada orang yang meninggalkan bayangannya...
... dan tidak menyadarinya cepat atau lambat. Bukankah begitu?
Yang tidak aku mengerti adalah bagaimana Nana bisa mendapatkannya.
Dia benar-benar tidak... Oh, duduklah. Ini tidak akan lama.
Dia benar-benar tidak ganas. Dia adalah pengasuh yang hebat.
- Ayah bilang... - Anak gadis benar-benar cerewet.
Ya, anak gadis benar-benar... Hmm? Oh.
Jadi, cepat dikerjakan, Nona.
Namaku Wendy.
- Wendy Moira Angela Darl... - Wendy sudah cukup.
Oh.
Tapi bagaimana Nana bisa mendapatkan bayanganmu, Peter?
Dia menyergapku pada malam itu di jendela.
Lalu, apa yang sedang kau lakukan di sana?
Aku datang untuk mendengarkan cerita.
Ceritaku? Tapi semuanya adalah cerita tentang dirimu.
Tentu. Itu sebabnya mengapa aku menyukainya.
Aku menceritakannya kepada "Anak-anak Hilang".
Anak-anak Hilang... Oh, aku ingat.
- Mereka anak buahmu. - Benar.
Aku senang sekali kau datang lagi malam ini.
- Aku mungkin takkan pernah melihatmu. - Mengapa?
No comments yet. Be the first to leave one.