نخستین 200 خط.
Subtitle oleh: ~ Dark Smurf Sub Indonesia ~
Diterjemahkan oleh: ~ to to ro dan q y y 6 ~
Tampangmu seperti anak yang cerdas.
Siapa namamu?
Roy.
Ayahmu bernama Kang Min Woo?
Benar?
Wajahmu mirip sekali dengan ayahmu.
Kondisimu yang tidak bisa hamil secara alami,
inseminasi buatan juga belum tentu akan membuahkan hasil.
Waktu dan biaya yang diperlukan juga tidak sedikit.
Terlebih-lebih butuh kesabaran.
Operasi sekali atau dua kali, belum tentu bisa membuatmu hamil.
Aku sudah punya gambaran.
Bukankah kuminta kau datang bersama suamimu?
Kenapa malah datang sendiri, Guru Na?
Karena dia mendadak ada urusan.
Karena masalah anak
kau mengundurkan diri dari kerjaanmu di rumah sakit?
Iya.
Supaya bisa hamil.
Rasa saling percaya dan mendukung antara suami istri itu penting sekali.
Suamimu sudah siap batin?
Aku sedang berada di lobi R.S. Daehwa. Tolong jemput aku.
Ada yang ingin kubicarakan denganmu.
Terima kasih.
Seok Hoon!
Ke mana saja kau?
Ternyata aku sendiri yang kegeeran.
Kukira kau datang ke mari mencariku, Cha Seok Hoon.
Lama tidak berjumpa.
Jangan salah paham.
Kami kebetulan bertemu di sini.
Masih belum sempat berterima-kasih padamu.
Terima kasih atas uang 1 milyar Won itu.
Hanya dalam waktu 3 hari.
Anda membayar dengan harga yang begitu fantastis.
Orang kaya memang beda.
Hong Joo...
Karena harganya yang begitu tinggi,
sepertinya kau telah menganggap remeh suamimu sendiri.
Representatif, tolong hentikan.
Menurutku...
istrimu sepertinya tidak begitu memahami suaminya.
Representatif!
Mana mungkin?
Aku paham sekali akan suamiku.
Tapi aku tidak bisa memahami...
Sekalipun uangmu banyak sekali,
sekalipun suamiku begitu memiliki daya tarik,
tapi 1 milyar untuk 3 hari...
sepertinya sulit untuk dipercaya.
Jika itu aku, aku akan menggunakan uang ini untuk membantu kaum miskin.
Lebih tidak pantas lagi, terhadap seorang pria beristri Anda memberikan perlakuan seperti ini.
Wanita seperti Anda yang menarik dan berkemampuan hebat,
seharusnya mudah sekali bertemu dengan banyak pria baik.
Sepertinya kau belum mengerti omonganku.
Sudah kubilang, pria baik itu adalah Cha Seok Hoon.
Aku sama sekali tidak menyesal menghabiskan uang sebanyak itu untuknya.
Aku sangat iri padamu, Nona Na Hong Joo.
Hong Joo, dengarkan penjelasanku!
Kau bilang harus membantu Yeong Cheol.
Ternyata urusan perusahaan wanita itu?
Demi wanita itu kau membuatku menunggu di sini?
Sudah seharusnya kau tolak!
Jika kau ada mempertimbangkan perasaanku,
seharusnya kau mengabaikan apapun yang dia katakan.
Bukan dia yang meminta bantuanku.
Apa?
Kudengar dia pingsan sesaat sebelum rapat penting dimulai.
Karena itulah aku membantunya.
Karena aku pernah membantunya mengurus hal ini waktu di Hong-Kong.
Kenapa kau berbuat seperti ini?
Tidak ada maksud lain, hanya sekedar membantu saja.
Seok Hoon...
Jangan bilang sekembalinya kau ke Korea,
kau masih berhubungan dengannya?
Begitu?
Aku juga bukan sengaja.
Tapi semuanya terjadi begitu saja.
Tapi bukan seperti yang kau bayangkan.
Karena urusan bisnis, kami sempat bertemu sebentar.
Tidak membicarakan hal yang lain-lain.
Keterlaluan kau, Seok Hoon!
Hong Joo, bukan seperti itu!
Lebih baik kau bilang sama sekali tidak pernah bertemu.
Mungkin setelah kau ceritakan semuanya, perasaanmu akan menjadi sedikit lebih enak, Seok Hoon.
Tapi aku bagaimana?
Sama sekali tidak adil.
Kenapa aku harus memikirkan wanita itu bersamamu, Seok Hoon...
dan merasakan rasa sakit seperti ini.
Hong Joo...
Ya, Ajumma?
Roy?
Kebun belakang dan tepi sungai sudah kau cari?
Ya, aku mengerti.
Kau coba cari lagi. Aku akan segera kembali.
Kenapa dengan anak kecil itu?
Terjadi sesuatu?
Lepaskan!
Naik mobilku ke sana saja!
Kuantar kau.
Kubilang lepaskan!
Taksi!
Hong Joo!
Hong Joo! Hong Joo!
=Barusan aku berpikir ingin mendengar suaramu, Hong Joo.=
=Ternyata kita benar-benar sehati.=
Roy hilang!
Apa maksudmu?
Aku berada di Seoul dan dalam perjalanan kembali ke sana.
Katanya sedang bermain-main di halaman, lalu kemudian..
Hong Joo, tenangkan dirimu. Tarik nafas lalu ceritakan.
Apa yang terjadi?
Barusan Ajumma telepon aku.
Roy sedang bermain di pekarangan.
Tapi tiba-tiba entah hilang ke mana.
=Aku memintanya untuk mencari ke sekeliling vila.=
Hong Joo, kau berada di mana sekarang?
Karena ada sedikit urusan, aku datang ke Seoul.
Maafkan aku. Aku sedang dalam perjalanan kembali ke sana.
Baiklah, aku segera ke sana.
=Maafkan aku, tidak seharusnya aku pergi.=
Kau tenangkan dulu dirimu. Sampai ketemu di vila.
Kau tidak apa-apa?
Mau aku ke Yangpyeong juga?
Hong Joo, tolong telepon aku.
=Nomor yang Anda tuju tidak dapat dihubungi...=
Ada seseorang bernama Na Hong Joo
hari ini memeriksakan diri ke bagian ObGyn.
Bolehkah saya bertemu dengan dokternya?
Jika bukan pasien sendiri
kami tidak bisa membocorkan informasi diagnosis maupun pengobatan.
Saya adalah suaminya.
Tadinya kami berencana datang bersama.
Jika bukan pasien, tidak bisa.
Terima kasih.
Baik.
Presdir M Hotel, Du Chang Hwa,
kapan kita bisa bertemu dengannya?
Iya.
Kabarnya ia sekarang sedang berada di Eropa.
Orangnya memang sangat misterius.
Jadi mereka juga agak kewalahan menentukan waktu.
Mobilisasi semua jaringan yang memiliki hubungan dengan proyek ini.
Cepat tentukan waktunya.
Jika masih ditunda,
kemungkinan besar akan keduluan Ajin Grup.
Baik, saya mengerti.
Raut wajah Anda terlihat sedikit pucat.
Bagaimana jika Anda istirahat saja hari ini?
Ketua Tim Jo.
Ya, Representatif?
Rapat ini berkenaan dengan hidup matinya perusahaan kita.
Tapi kau malah membiarkan orang luar untuk ikut campur?
Sudah seharusnya perbuatan seperti ini dipinalti.
Baik, saya mengerti.
Tapi karena rapatnya sangat penting,
hal seperti ini terpaksa dilakukan. Saya juga siap menerima hukuman.
Untunglah Seok Hoon dia...
Maksudku, Cha Seok Hoon dia...
sangat memahami proses akuisisi kali ini.
Karena itulah semuanya bisa berjalan dan selesai dengan lancar.
Cha Seok Hoon dia...
tidak cerita apa-apa?
Tidak.
Cuma katanya saat dia berada di Hong-Kong, dia pernah membantu Anda dalam proses akuisisi ini.
Baiklah. Kembalilah ke pekerjaanmu.
Itu... Representatif...
Menggunakan kesempatan ini
rekrut Cha Seok Hoon ke dalam Tim TF ini, bagaimana menurut Anda?
Dengan kemampuan dia itu, akan sangat membantu dalam proses akuisisi Hotel M.
Tidak ada gunanya.
Dia pasti akan menolak.
Maaf?
Sekarang kita
sedang minum teh sore?
Maaf.
Roy mana? Masih belum ketemu?
Belum, tidak ketemu.
Anda tunggu di rumah saja. Siapa tahu ada telepon yang masuk.
Biar saya saja yang cari.
Harus bagiamana sekarang ini?
Roy!
Roy! Roy!
Roy!
Roy!
Roy!
Roy! Roy!
Roy!
Roy!
Hong Joo!
Bagaimana ini? Mungkin Roy jatuh ke dalam air.
Ini bukan sepatu Roy.
Coba lihat!
Ini adalah sepatu anak perempuan.
Roy!
Tidak akan terjadi apa-apa.
Roy!
Kau mau diomeli Ajumma? Pergi ke mana kau tanpa pamit?
No comments yet. Be the first to leave one.