هماهنگ با نسخه‌های زیر

Black Clover - 58
ناشر Inisial ZA
58. Keputusan di Medan Perang

برچسب‌ها

other
تاریخ انتشار: 2018-11-24
تعداد دانلود: 37
مخصوص ناشنوایان: No

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 197 خط.

Manusia hampir dilenyapkan oleh iblis.

Dan yang selamatkan manusia hanyalah seorang penyihir.

Dia dipanggil Kaisar Sihir, dan dia pun jadi legenda.

Setelah bertarung dengan Vetto, tangan Asta terkena sebuah sihir kutukan kuno.

Dan yang mampu memulihkannya hanyalah Ratu Penyihir di Hutan Penyihir.

Tapi...

Terus terang saja, Ratu itu sangatlah kuat.

Sampai-sampai Kerajaan Wajik tak berani berurusan dengannya.

Selain itu, dia bukan orang yang bisa diajak bicara.

Kami tetap akan pergi.

Kalau di sana ada petunjuk untuk sembuhkan tangan Asta...

Sementara itu, Vanessa yang juga ingin sembuhkan tangan Asta

pulang ke kampung halamannya yaitu Hutan Penyihir.

Sebelah sana!

Ya!

Sesampainya di Hutan Penyihir, yang dilihat Asta dan teman-temannya adalah...

Angkat kakimu darinya sekarang juga!

Kak Vanessa adalah teman kami!

Dasar bodoh.

Memangnya apa yang bisa dilakukan makhluk-makhluk tak sempurna seperti kalian?

Kedatangan mereka jauh lebih cepat dari dugaan, ya.

Pasukan Mata Matahari Tengah Malam.

Halaman 58 Keputusan di Medan Perang

Mata Matahari Tengah Malam

Mata Matahari Tengah Malam?

Kenapa mereka ada di sini?

Meski kau bilang begitu, kau pasti ingin tipu kami, 'kan?

Dasar makhluk tak sempurna.

Kalau mau, aku sudah akhiri riwayat kalian yang tak berharga itu.

Kenapa juga aku harus berbohong?

Dia...

Salah satu dari tiga orang itu...

Dia sama seperti orang yang sudah lukai tanganku waktu itu!

Dia orang berbahaya anggota Tiga Mata!

Kalau begitu, kekuatannya setara dengan Vetto.

Mungkin saja lebih kuat, lo.

Kenapa jadi begini?

Kumohon bilanglah kalau itu bohong!

Ya, sudahlah.

Makhluk tak sempurna seperti mereka, bisa kuhabisi dengan mudah.

Peringatkan para penduduk.

Mata Matahari Tengah Malam Fana sang Kebencian

Ratu Penyihir yang punya salah satu batu sihir berada di hutan ini.

Manusia-manusia yang renggut nyawa Vetto juga ada di sana.

Mata Matahari Tengah Malam Shidan

Benar sekali.

Mereka mungkin juga mengetahui kalau di sana ada batu sihir.

Tak bisa dimaafkan.

Semuanya akan kuhancurkan.

Akan kurebut batu sihirnya.

Tn. Licht pasti akan senang.

Kelihatannya mereka dan sang Ratu berada di tengah hutan.

Ayo kita hanguskan hutan ini agar mereka keluar!

Sihir Roh Api:

Napas Salamander!

Ada api!

Kita diserang!

Hutannya...

Benar-benar sihir api yang kuat.

Roh Api, Salamander.

Padahal wujudnya masih belum sempurna, tapi kekuatannya sudah sekuat ini.

Ini jauh lebih kuat dari yang kuramalkan.

Ramalanku sedikit melenceng.

Takdir yang tak tepat akan undang takdir tak tepat lainnya.

Jangan-jangan...

Bertambah!

Tempat itu...

Itu di dekat perbatasan Kerajaan Wajik.

Sesuai dugaanku, ya.

Aku mengira takdir ini masih belum akan terjadi

tapi ternyata satu lagi pasukan yang akan menyerang hutan ini adalah

Pasukan Kerajaan Wajik.

Ini bohong, 'kan?

Mereka ingin ke sini?

Dasar, padahal aku sedang bersantai di pemandian aromaterapi.

Salah Satu Delapan Jenderal Cahaya Kerajaan Wajik Ladros

Apa-apaan panggilan darurat ini?

Sepertinya di Hutan Penyihir

Salah Satu Delapan Jenderal Cahaya Kerajaan Wajik Mars

terdapat pergerakan Mata Matahari Tengah Malam.

Di dalam kekacauan yang akan terjadi nanti

pasukan kita diperintahkan untuk tangkap Ratu Penyihir.

Bahkan tanpa cara licik itu, harusnya kita bisa melakukannya dengan mudah, 'kan?

Perintah adalah perintah.

Si wajah pucat itu

orang kuat yang kami lawan di Dungeon waktu itu!

Begitu, ya.

Jadi, dia masih hidup, ya.

Haruskah kau senang karena itu?

Yang benar saja?

Apa-apaan situasi ini?

Yang sekarang saja sudah gawat, sekarang malah tambah gawat!

Akhir-akhir ini, sering banget begini!

Mungkinkah dia itu Mars?

Lalu, kemungkinan yang di sebelahnya adalah Ladros.

Zell.

Pokoknya, kita harus lindungi Hutan Penyihir!

Baik itu Mata Matahari Tengah Malam, ataupun Wajik, aku akan kalahkan keduanya!

Bagaimana caramu melakukannya dengan tangan itu?

Benar juga!

Lagi pula, kita ke sini untuk sembuhkan tanganmu, lo.

Benar juga.

Terlalu banyak yang terjadi, sampai-sampai aku lupa!

Benar juga, sih.

Sialan!

Komandan?

Asta?

Kenapa kau ada di sini?

Kak Vanessa!

Syukurlah, Kakak sudah siuman, ya!

Vanessa!

Ya ampun, kau terlalu nekat melakukannya sendirian.

Noelle, Finral.

Kalian juga?

Orang-orang yang sudah lama tak kutemui juga.

Meskipun yang satunya telanjang dada, sih.

Ya, ini...

Itu hanya hobinya guru.

Sudah kubilang, bukan begitu.

Lama tak bertemu, Vanessa.

Kami juga cari cara untuk sembuhkan tangannya Asta.

Dan berakhir di tempat yang sama denganmu.

Benar juga!

Tunggu saja, Asta.

Aku akan bujuk Ratu dan memintanya sembuhkan tanganmu!

Aku menolak!

Bayarannya adalah kebebasanmu 'kan, Kak Vanessa?

Aku menolak itu!

Kenapa kau berkata egois begitu?

Hanya ini satu-satunya cara, dasar bodoh!

Justru Kak Vanessa yang egois!

Bisa-bisanya Kakak pergi tanpa bilang-bilang, dasar Kakak Pemabuk!

Lalu, aku harus bagaimana, dasar Cebol?

Sudah, kalian berdua, tenang dulu.

Akan kucari sendiri caranya!

Mana mungkin kau bisa!

Berisik!

Bahkan Asta juga ikutan!

Aku ini seniormu, lo.

Bahkan tanpa kau melakukan itu, aku masih punya solusi terakhir, lo!

Hoi, Asta!

Matanya terlihat tak beres, deh.

Aku punya firasat buruk.

Apa yang ingin kaulakukan?

Ini dia!

Pedang itu...

Sakit!

Asta!

Apa yang kaulakukan, dasar bodoh?

Kutukannya sudah masuk ke bagian terdalam dari lenganmu!

Ada saatnya di mana kau tak bisa

melawan derasnya aliran takdir dengan kekuatanmu sendiri!

Apa mengorbankan salah satu temanku

agar tanganku sembuh merupakan takdirku?

Siapa juga yang mau dengarkan omong kosong seperti itu!

Meskipun takdirnya harus kuhancurkan, aku akan bertarung dengan tangan ini!

Takdirmu adalah berada di tempat ini?

Oh, ya, ya, Tn. Takdir, ya?

Aku membencinya!

Siapa juga yang mau mendengarkannya?

Meskipun takdirnya harus kuhancurkan, aku akan berbuat sesukaku!

Yang dia ucapkan sama persis seperti yang dikatakan Komandan Yami!

Sekali lagi!

Bodoh!

Cepat hentikan!

Teman itu ada bukan untuk dikorbankan

tapi ada untuk kalahkan takdir yang tak bisa kau kalahkan sendiri.

Aku pun juga tak ingin korbankan diri untukmu!

Setelah manfaatkan Ratu untuk obati lenganmu

aku berniat untuk pergi dari sini dengan bantuan antisihirmu!

Gawat!

Ternyata begitu!

Kalau begitu, seharusnya bilang dari tadi, dong!

Seharusnya kau tak boleh mengatakannya dengan nyaring.

Permisi, Ratu yang di sana!

Kalau Anda bisa sembuhkan lengannya Asta, cepat lakukan saja!

Hutanmu saat ini dalam bahaya, lo!

Dia juga ingin secepatnya bantu orang-orang di luar.

Dia memang bodoh, tapi kuat!

Kalau disembuhkan, dia pasti berguna!

Lalu, kalau dia bergerak, kami juga bergerak!

Musuh kita sangat kuat!

Meskipun hanya sedikit, Anda butuhkan bantuan, 'kan?

Kalau Anda memang sang Ratu, Anda akan pilih pilihan yang terbaik demi hutan ini!

Memang sih, meskipun dengan kekuatan tempur penyihir kami, kami takkan bisa hadapi para penyerang.

Baiklah!

Akan kusembuhkan lengan bocah itu.

Aku pun akan buat lengannya jauh lebih kuat dari sebelumnya!

Jauh lebih kuat?

Benarkah?

Jangan-jangan tanganku bisa jadi sebesar tangan Komandan Yami, ya?

Kurasa tanganmu takkan jadi sebesar itu.

Soalnya kuat itu beda dengan besar.

Eh, kalau bisa diusahakan, dong!

Meminta tolong padaku hanya akan merepotkanmu.

Noelle, kau itu pemberani sekali, ya!

Ya, baru kali ini aku lihat ada seseorang yang berani bicara tak sopan kepada Ratu!

More Indonesian subtitles for Black Clover (ブラッククローバー)

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left