نخستین 200 خط.
Oom Lgs.20.Jan.2014.
''Konflik antara pemerintah dan pembrontak di Katana semakin sengit''
''Angka kematian terus bertambah akibat dari pertempuran yang panjang''
''Pemimpin pemberontak, Jendral Dutafi berkeinginan untuk memisahkan diri''
''dan menghancurkan Katana Barat''
PBB dan empat negara-negara Asia Tenggara menawarkan diri sebagai mediator
''Pembicaraan damai sedang dimulai. Kedua pihak sedang bertikai setuju untuk gencatan senjata''
''Perdamaian akan disetujui bila pertemuan terakhir akan diadakan di Thailand''
''tapi tidak semua orang ingin berdamai''
''Bangkok, Thailand''
Kham!
Kham, apa yg kau lakukan?
Tenanglah, kawan.
Letakkan pisaumu dan katakan apa yg kau inginkan!
Kan sudah kukatakan! Tapi kau tidak mau dengar!
Sersan, mundur!
Jika tidak kau letakkan pisau itu aku tidak akan mau!
Terlambat sudah, Sersan, aku tidak punya pilihan!
Kham! Jangan!
''TOM YUM GOONG 2''
''Surin, Thailand'' Mari kita belajar sedikit jurus ''Khock Hasam''.
Gerakan pertama, kalian tahu apa ini?
Gading gajah...
''Dua hari yang lalu''
Dan apa kita sebut ini?
Belalai...
Gerakan ini disebut"Gajah menghayun rumput".
Telinga...
Gajah mengipas telinganya 5 kali.
Satu, dua, tiga, empat, lima.
Kham, kau hanya mengajarkan kami gerakan tarian.
Apa yg kami lakukan jika kami dipukul orang?
Mud, kemari. Kau memang selalu tidak percaya, kan?
Kalian tidak mempercayai aku?
Tidak. Lihatlah ini.
Gajah bagian mana yang paling kuat dan mematikan?
Gadingnya.
Betul.
Prinsip Khodchasarn mencontoh penggunaan bagian anggota badan yang paling kuat.
Gunakan siku untuk menahan pukulan dan serangan!
Pukul aku.
Disini.
Sekarang, gajah menggulung belalainya!
Mud, ayo pulang!
Berapa kali sudah kukatakan jangan kau belajar jurus bodoh itu?
Kenapa kamu tidak membuat PR?
Aku sangat ingin tahu jika belajar Jaturong ini bisa kalahkan rotanku ini?
Kham!
Berapa kali sudah kubilang jangan membawa gajah ke pasar!
Lihatlah apa yg dia lakukan!
Jika kau betul-betul ingin pelihara gajah tu, bawalah ke hutan!
Mud, kembalilah, cepat!
Kham! Aku mau tunjukkan kau sesuatu!
Kemarilah!
Aku akan beritahu pendeta tentang candaan kau ini
habis itu kau mungkin harus cari tempat tinggal yang lain!
Jangan! Jangan beritahu mereka!
Buddha berkata jangan percaya sebelum ada bukti.
Jadi kita harus mencoba dulu, kan?
Sebentar... Kham! Satu lagi.
Kakiku...
Ayo.
Kham!
Ayo.
Ingat, belajar hingga akhir hayatmu...
Tuan, dia sudah tiba.
Silakan.
Lihat, tuan, gajah ini ada ciri-ciri agung.
Dia diturunkan dari dunia yang terbaik.
Nenek moyangnya... Cukup!
Ambil duit dan berikan surat itu kepadanya sekarang!
Kau sentuh, kutendang kau.
Jangan jual mahal, sebut saja harganya.
Hanya orang bodoh saja berfikir dengan uang bisa membeli segalanya.
Jaga mulut kau!
Dia berbicara seperti gadis yang kuhajar semalam.
''Kau tidak bisa membeliku!''
Setelah itu? Ketika dia sedang mandi, aku tinggalkan dia.
Bos sangat menyukai gajahmu,
kau jarang-jarang bisa dapat keuntungan seperti ini lagi
Gajahmu akan tinggal dikandang yg bagus.
Kau sendiri pun tak terurus di kawasan pendalaman ini!
Harga diri pun ada nilainya.
Kutanyakan terakir kali, berapa harga yg kau mau?
Sama harganya dengan harga orang tuamu.
Kham!
Ayah mau beri kelapa untukmu!
Aku kemari untuk berdagang, bukan paksa kau untuk menjual.
Walaupun aku bisa buat begitu juga.
Berikan dia nomor teleponku
Tak kusangka kau lebih bodoh dari pada gajahmu!
Kau bisa untung besar!
Kham! Apa yang terjadi?
Tidak ada apa apa.
Bagus kamu ada di sini, tolong lihat Khon sebentar.
Aku akan kembali.
kapan baliknya?
Polisi Hutan menemukan satu bangkai gajah dewasa.
40 tahun, seberat 2 ton.
Posisinya terkulai, mukanya tunduk.
Kesemua empat kakinya terlipat ke belakang.
Mukanya memar dari mata sehingga ke mulut.
Lebih jelas lagi, gadingnya telah dipotong,
begitu juga dengan ujung ekornya.
Juga terdapat bekas tembakan selebar 1 sentimeter didekat mulutnya.
Berita ini juga telah dimuat dalam harian hari ini dan mereka melakukannya lagi!
Hewan itu telah dibunuh sejak 2 atau 3 hari yang lalu.
Jelas sekali gajah itu mendekati hutan sejauh 100 meter.
''Satu orang Mati, Pemburu Gajah liar terlibat baku tembak dengan Polhut"
Piak, Pond, terima kasih!
Job!
Kham! Mereka mencuri Khon!
''Suchart Vilawandei''
Tuan Vinji, tuan. Pekerjaan sudah selesai?
Kamu seorang diri?
Teruskan, tuan.
Kau sudah mengirim paketnya?
Sudah, tuan. Tapi aku sangat ingin tahu.
Kita banyak punya gajah. Kenapa mereka sangat menginginkan gajah yg itu?
Pertanyaan nya untuk apa mereka gajah itu?
Lebih baik kamu tidak perlu tahu. Kerja kamu sudah selesai.
Mulai sekarang, kita tak akan berhubungan lagi.
Nasihatku padamu sementara lebih baik kau menghilang dulu
Tuan...
Dimana Suchart?
Tingkat dua.
Paman!
Paman...
Tunggu!
Aku tidak membunuhnya.
Tangkap dia!
Ping-Ping!
Jangan bergerak!
Sersan Mah!
Kham!
Kau baik-baik saja?
Tentulah tidak!
Biar kutolong kau. Panggil ambulan!
Itukah orangnya?
Tidak pasti. Semuanya terjadi dengan sewajarnya.
Sakitnya!
Tidak ada kamera dalam rumah.
Tapi buktinya cukup.
Ya.
Kau lihat ini?
Tentu, aku tidak buta.
Korban dipukul dengan benda keras di tiga tempat.
Benda keras? Contohnya?
Tangan, kukira.
Tangan? Maksud kau dia dipukul sampai mati?
Pembunuhnya tentu seorang ahli.
Ahli seni bela diri.
Karena itu kepala kau dia buat sampai berdarah! Nasib baik kau masih hidup!
Tapi kami masih ingin mengatakan terima kasih
kerana memberi pesan dari Interpol.
Kau juga coba mengejar tersangka!
Kau mengejekku? Kalian kesana kemari seperti orang bodoh.
Longyeng, longyeng Aku menolong karena kasihan dengan kalian!
Tenanglah, kami sangat bersyukur kau membantu kami.
Tolong telefon dia.
Cari nomor telefon yg dia pakai sejak beberapa bulan ini.
Aku juga perlu data dan fail dari kamar ini.
Termasuk semua data daripada harddisk komputer dan kamera.
Interpol yang tangani kasus ini mulai sekarang.
Ayolah LC, aku ingin bertarung dengan nomor 2.
Apa-apaan ni?
Nomor 31 mau lawan dengan nomor2?
Itu cari mati namanya.
Lihat jika kau bisa kalahkan dia dulu, oke? Sehabis itu baru kita berbicara tentang itu.
Ayolah LC. Jangan katakan aku tingkat dia lebih tinggi daripada aku.
''Dua puluh''
H.E.B.A.T.
Kau, sayangku yang cantik.
LC. Boleh aku melawan dengan Nomor 2?
Berhenti!
Ronde 1 sudah dimulai.
Kenapa kita berada di sini?
Itu pertanyaanku, kenapa kau ada di sini?
Dan kenapa kau berada di rumah Suchart?
Aku hanya mencari Khon.
Mencari Khon?
Gajah kamu hilang lagi?
Kau yakin dia seekor gajah, bukan anak kucing?
Kenapa dia menghilang terus?
Dengar, Sersan.
Suchart dan anak buahnya pergi ke rumahku untuk membeli Khon.
Tapi aku menolak tawaran mereka.
Setelah mereka pergi, Khon tiba-tiba hilang.
Jadi kamu pun pergi ke rumahnya untuk membunuh dia.
Kau bicara seperti tidak mengenal aku saja.
Karena aku kenal kamulah.
Jadi, aku tahu kau bisa timbulkan masalah!
Aku juga tahu kau orangnya jujur, karena itu aku tidak tangkap kamu.
Berhenti kau!
Jika kau tidak mau menolongku, jangan halangi aku.
Bagimu, Khon mungkin hanyalah seekor gajah.
Tapi bagiku, dia adikku.
Bapakmu kawin dengan Gajah, Ya?
Sersan!
Lepaskan tanganmu!
No comments yet. Be the first to leave one.