نخستین 192 خط.
Tahun 20XX Tokyo
Memasuki abad ke-21,
tiba-tiba muncul gerbang yang kemudian terbuka.
Dari dalam gerbang itu, yang kelak akan disebut sebagai "Titik Hitam",
muncul makhluk-makhluk mengerikan yang tak ada di dunia ini.
Para makhluk itu menebar teror kematian di mana pun mereka datang.
Washington DC
Dan hanya dalam kurang dari tujuh hari,
Paris
umat manusia sudah kehilangan asa untuk melawan balik,
Buenos Aires
dan seisi dunia tenggelam dalam kegelapan serta keputusasaan.
Pretoria
Selama keputusasaan itu terus berlangsung,
umat manusia menjuluki makhluk yang berasal dari Titik Hitam itu
"Zilyunan Musuh X".
Atau disingkat, Z/X.
ZainuddinAri mempersembahkan
31 Desember 20:23 Pegunungan Utara Kobe
Tiga tahun telah berlalu sejak gerbang itu muncul.
Ayo maju, Tyranno!
Kurashiki Sera
Ratakan semuanya!
Dinosaurus Terkuat Orichalcum Tyranno
Permission.
Simpangan eror: +2.
Pengisian energi selesai.
Target, dikunci.
Tembak!
Tyranno!
Apa?
Pedang Laras Panjang Rigel
Senapan murahan begitu tak akan mempan, tahu!
Azumi, kau bisa dengar?
Ya.
Musuhnya?
Tipe Gigantic.
Dia pasti Z/X dari Dimensi Merah.
Jadi Dimensi Merah yang menyerang kita?
Itu masih belum pasti.
Azumi Kagamihara
Aku harus cari tahu dulu tentang Z/X lainnya.
Begitu, ya.
31 Desember 20:31 Jembatan Selat Akashi
Kubabat habis kau!
Seranganmu tak akan mempan!
Bilah Hitam Sieger
Boleh juga kau, samurai pemula.
Namaku adalah Rindo.
Katana Samurai Rindo
Dan aku bukan samurai pemula!
Aku juga tahu!
Kau bisa mengimbangi Rindo.
Chitose Aoba
Z/X milikmu tak jelek.
Kau juga.
Ayase Kamiyugi
Untuk ukuran anak SD, kemampuanmu cukup hebat.
Dasar, aku ini sembilan belas tahun!
Sembilan belas? Dengan badan serata itu?
Rindo, cepat tebas kucing besar itu!
Baiklah.
Aku bukan kucing!
Tapi macan kumbang!
Z/X Dimensi Hijau muncul dari arah barat.
Z/X Dimensi Merah muncul dari utara.
Z/X dari dua dimensi bisa muncul secara bersamaan.
Apa hanya kebetulan?
Atau mereka memang bekerja sama?
Apa pun itu...
Mereka tak boleh dibiarkan masuk ke Kobe.
Lalu, ke mana perginya orang itu waktu dibutuhkan begini?
31 Desember 20:37 Cafe Broccolo
Selamat datang.
Silakan.
Apa saja kerjamu, Asuka Tennouji?
Asuka Tennouji
Sekarang bukan saatnya untuk itu, tahu!
Apa meja yang ini cukup?
Ya.
Silakan panggil aku kalau sudah siap memesan.
Kau dengar aku, tidak, Asuka?
Aku dengar, kok.
Kalau begitu...
Itu tak penting. Aku sedang sibuk kerja.
Mana yang lebih penting? Pekerjaanmu atau Kobe?
Dua-duanya!
31 Desember 20:45 Pegunungan Utara Kobe
Ketemu!
Siapa pun yang berani menghalangiku, tak akan kumaafkan!
Oh, jangan bergerak terus, dong!
Kau terluka, Azumi?
Tidak.
Untunglah.
Terima kasih.
Sepertinya yang di sana juga sudah mulai.
Pengalihan?
Sieger, kemarilah!
Hah? Ada apa?
Sekarang sedang seru-serunya!
Sudah, cepat!
Dasar nona cilik yang egois, seperti biasanya.
Tunggu! Kau mau lari?
Kalau mau bertarung lagi, aku siap kapan saja.
Tapi...
31 Desember 21:01 Cafe Broccolo
Sip, sampai jumpa lagi!
Ah, maaf ya, Aina.
Aku tak apa-apa, kok.
Aina Mikage
Tapi ada apa sampai buru-buru, Tennouji?
Aku mau pergi membela kebenaran dulu!
Duluan, ya!
Aktifkan!
Jam kerjamu sudah selesai sekarang?
Sang Kehormatan Fierte
Harusnya kau tak perlu masuk kerja di malam Tahun Baru.
Fierte, kau ini malaikat, 'kan?
Kau tahu kenapa Malam Tahun Baru itu penting?
Daripada itu, kita mau pergi ke barat atau utara?
Utara!
Baiklah.
Tunggu dulu!
Saat ini, setiap detik itu sangat berharga!
Fierte, aku...
Aku benci ketinggian!
31 Desember 21:14 Pegunungan Utara Kobe
Kau tak apa-apa, Azumi?
Ya.
Mati kau!
Maaf terlambat.
Kau...
Asuka!
Mau apa kau ke sini?
Padahal aku sudah menolong kalian.
Jangan galak-galak begitu.
Aku tak minta bantuanmu.
Ya, benar juga, sih.
Kau bisa lihat, 'kan, rumah sakit yang di sana itu?
Ibuku ada di sana.
Ibumu?
Makanya, orang-orang jahat ini tak boleh dibiarkan sampai sana.
Cahaya Kudus!
Ada apa? Kau kenapa, Tyranno?
Rigel, sekarang!
Incar kakinya!
Jangan menyuruhku seenaknya!
Duh, mereka benar-benar tak akan kumaafkan!
Alexander!
Sembilan Pahlawan Agung Alexander
Sera, pergilah bersama yang lainnya ke kota sekarang juga.
Tapi...
Kau tak mau menuruti perintahku?
Apa kata Mikado soal ini?
Dia adalah ahli strateginya.
Dia pasti tak akan menentang keputusanku.
Baiklah.
Ayo, Tyranno.
Gawat.
Mereka menuju ke kota.
Bagaimana sekarang?
Tentu saja, kita hentikan mereka!
Itu bakal membuatku repot.
Siapa itu?
Mikado Kurosaki
Pengguna Z/X Merah, ya?
Benar.
Ternyata pelakunya memang Dimensi Merah?
Eh, aku?
Ayasaka?
Jangan seenaknya panggil nama depanku.
Maaf.
Ada apa? Aku sedang sibuk di sini.
Dengarkan saja.
Utara dan barat hanya pengalihan.
Serangan utamanya ada di tempat lain.
Di tempat lain itu di mana?
Lewat laut!
Laut?
Kalian sudah tak bisa apa-apa lagi sekarang.
Harusnya sih, begitu.
Harusnya dari awal tak perlu pakai serangan pengalihan.
Kelihatannya Dimensi Putih sudah menelantarkan kota ini.
Dimensi Putih menelantarkan kota ini?
Apa maksudnya?
Aku juga tak mengerti.
Kau.
Aku?
Siapa namamu?
Asuka Tennouji.
Bagaimana, apa kau mau meminjamkan kekuatanmu, Asuka Tennouji?
Tak akan!
No comments yet. Be the first to leave one.