نخستین 200 خط.
"Sastra dan Imajinasi"
"Episode 10"
Astaga. Sial.
"Detektif Park Hyun Soo"
Ini membuatku gila.
Halo.
Tidak, aku sedang di luar. Ada apa?
Aku bertemu dengan Kang San.
Kang San menemukan mayat di Danau Sopyung.
Dia menemukan apa?
Tulang manusia.
Aku ingin tahu apa dia pulang dengan selamat.
Aku khawatir, makanya menelepon.
Ponselnya mati.
Halo?
Bisakah kamu yakin bahwa aku
adalah Lee Ha Neul?
Kamu di sana?
Kamu sudah mengidentifikasi tulang yang ditemukan Kang San?
Kang San menanyakan hal yang sama.
Kenapa kalian tertarik dengan identitas mendiang?
Wajar jika penasaran dengan identitasnya.
Menemukan tulang manusia
tidak terjadi setiap hari.
Kapan kamu pulang?
- Kenapa kamu ingin tahu? - Ada yang ingin kukatakan kepadamu.
Kamu bisa bicara di telepon.
Percakapan seperti ini harus dilakukan bertatap muka.
Aku sibuk hari ini.
Aku tidak akan lama. Nanti kutelepon.
Halo?
Tulang manusia.
- Diska lepas? - Ya.
Aku ingin tahu apa Detektif Han juga meninggalkan itu.
Aku memastikan dia mendapatkannya pada hari kematiannya.
Apa itu penting?
Diska lepasnya berisi bukti penting untuk kasus ini.
Detektif Han menyelidikinya saat itu.
Kalau begitu, biar kucari.
Dia akan mencarinya dan menelepon kita nanti.
Baiklah.
Sebentar lagi juga berhenti.
Semua yang kukatakan tentang Kang San benar.
Dia tinggal bersamaku.
Dia juga mencari kakaknya.
Kang San!
Lee Kang San!
"Jung Yong Dae"
Hei.
Aku baru saja dari Arsip Nasional Korea.
Aku tidak bisa menemukan berkas kasus ayahmu.
Apa maksudmu?
Berkas kasus dia seharusnya ada di Arsip Nasional Korea.
Tapi tidak ada.
Para bedebah itu mengambilnya.
Bedebah yang ada di toko buku itu.
Aku yakin dia dan anak buahnya mengambil berkas kasusnya.
Apa maksudmu?
Kalau begitu, aku tidak bisa memeriksa laporan kasusnya?
Ibuku?
Astaga, aku sangat pengar.
Aku harus berhenti minum.
Itu sama dengan meminta anjing berhenti buang air besar.
- Apa? - Astaga.
Young Sook, kamu lihat ini?
Tidak bisakah kamu lebih sopan saat bicara denganku?
Anjing dan kotoran...
Kamu harus membaca ini.
Aku akan melupakannya karena aku pemaaf.
Astaga, ayolah. Baca saja ini.
Ada apa?
Putriku mengirimiku artikel berita.
Kubuka untuk melihat apa beritanya. Dan lihat. Ini artikel berita.
Apa ini?
Katanya Dong Ju mencuri karya orang lain
dan dituntut karena itu.
Jangan bicara omong kosong!
Kenapa kamu membentakku?
Seorang reporter menulis artikel itu.
Apa semua yang ada di artikel berita selalu benar?
Untuk apa reporter berbohong?
Mereka semua lulusan universitas terbaik.
- Kamu melihatnya? - Apa?
Kamu melihat putraku mencuri karya orang lain?
Tentu saja tidak!
Lantas jangan bicara seperti itu tentang dia!
Kamu tidak tahu.
Jangan coba-coba bergosip.
Kenapa kamu galak sekali kepadaku?
Aku hanya khawatir.
Jangan mengkhawatirkan putraku. Khawatirkan saja putrimu sendiri.
Untuk apa aku mengkhawatirkannya?
Kamu tidak tahu apa pun tentang putraku.
Dia akan selalu punya hati nurani.
Aku yang paling tahu itu. Aku ibunya!
Halo.
Mereka semua iri karena sekarang putraku sukses.
Jadi, para pecundang itu mengotori nama baik putraku!
Ada apa?
Yang benar saja. Orang-orang ini suka menjatuhkan orang sukses.
Kamu harus bekerja!
- Kamu mau ke mana? - Bu Cha.
Bukan main wanita itu!
Sampai jumpa.
"Kecurigaan Plagiarisme Atas Novel 'Tuhan Sudah Mati'"
Reporter itu salah, bukan?
Tentu saja. Reporter itu salah.
Benar, bukan?
Astaga, jangan khawatir.
Untuk apa dia menjiplak karya orang lain?
Dia berbakat.
Jika ini benar, dia tidak bisa memenangkan Anugerah Sastra Korea.
Dia memenangkan anugerah?
Dia tidak memberitahumu?
Kamu tahu dia tidak memberitahuku tentang hal-hal semacam itu.
Itu disebut Anugerah Sastra Korea.
Penghargaan paling terhormat dan bergengsi untuk penulis.
Astaga! Itu berita bagus.
Astaga. Tunggu.
- Kalau begitu, pergilah. - Tunggu. Anda mau ke mana?
Aku harus bekerja sif malam.
Aku harus memberitahunya Dong Ju juga memenangkan penghargaan.
Sebelum kamu pergi, aku ingin bertanya.
Kamu bisa mengajukan sepuluh pertanyaan.
- Satu saja cukup. - Apa?
Saat ayah Dong Ju mengalami kecelakaan tabrak lari,
kamu ingat polisi yang menangani kasusnya?
Kepala polsekmu.
Kepala polsekku?
Aku yang menangani kasus itu.
Tapi kenapa kamu bertanya?
Tidak ada berkas kasus di Arsip Nasional Korea.
Bagaimana bisa?
Itu yang kutanyakan kepadamu.
Aku tidak menutup kasusnya. Jadi, entahlah.
Lalu siapa yang menutupnya?
Ini polsek pertama
tempatku bertugas setelah menjadi polisi.
Aku dipindahkan ke banyak tempat,
lalu kembali ke sini sebelum pensiun.
Jadi, siapa yang menutup kasusnya?
Aku akan menjelaskannya.
Saat itu, polisi di polsek ini
mengurus kasus tabrak lari.
Itu kasus pertamaku.
- Lalu apa yang terjadi? - Aku sedang menjalankan
penyelidikan awal.
Detektif dari distrik ingin mengambil alih kasusnya.
Jadi, dia mengambilnya.
Siapa detektif sialan itu?
"Satu pesan baru"
"Mayat ditemukan di Danau Sopyung, diduga Lee Ha Neul"
"Kantor Polisi Sowon Seoul"
Apa kata Pak Kepala?
Dia melarang kita menanyai Byun Jong Il. Bahkan sebagai saksi.
Kita tidak akan memanggilnya. Kenapa tidak boleh mewawancarainya?
Sudah jelas!
Anggota dewan hebat itu meneleponnya dan mungkin mengancam
kita akan menyesal jika percaya omongan mantan napi dan menyelidiki.
Apa yang bisa kita lakukan jika tidak bisa mewawancarainya?
Apa yang bisa dia lakukan? Dia ingin kita diam saja!
Tapi tetap saja. Kita harus melakukan sesuatu.
Kita harus menemukan bukti.
Jika bisa menemukan rekaman CCTV insiden yang dilihat No Myung Nam,
kita bahkan bisa memanggil Byun Jong Il dan menyelidikinya.
Tapi
jika Detektif Han mendapatkan rekaman kamera pengawas,
dia pasti akan memberitahuku.
Benar.
Jujur, aku tidak yakin kita bisa percaya pernyataan No Myung Nam.
Bisa.
"Tim 3 Unit Jatanras"
Kami memastikan Detektif Han mengambil
rekaman kamera pengawas dari malam itu.
- Benarkah? - Ya.
Di mana rekamannya? Kamu mendapatkannya?
Segera.
Kita harus bicara.
Aku takut saat dia ingin bicara.
Ada apa? Apa ada rahasia yang tidak kami ketahui?
Tidak ada rahasia.
Kapan mereka akan melakukan autopsi?
Besok pagi.
Dia mendapatkan bukti penting.
Detektif Han...
Kenapa dia tidak memberi tahu kita?
Kecelakaan itu terjadi pada hari insiden itu terjadi.
Mungkin dia tidak punya waktu.
Dia langsung pulang hari itu karena putranya ulang tahun.
Tapi ada jangka waktu yang tidak tercatat.
Apa maksudmu?
Detektif Han tidak langsung pulang
setelah mendapatkan rekaman itu.
Dua jam di antaranya tidak tercatat.
Dua jam?
Keberadaannya selama dua jam itu tidak pasti.
Kamu bilang seorang polisi bekerja untuk Byun Jong Il!
Pelankan suaramu.
Kamu yakin?
Ya.
No comments yet. Be the first to leave one.