نخستین 200 خط.
25 Desember 1995
13 Desember 2022
Rute 17
3 jam sebelumnya.
Seminggu sebelumnya.
Perjalanan ini hanya 24 jam. Minggu depan ulang tahun Karthik.
Mereka pasti ada di Singapura sekarang.
Itu sebabnya kubilang ayo pergi dan nikmati perjalanan, hanya kita berdua.
Jangan berbagi informasi ini dengan orang lain.
Jika ibuku menelepon, cari alasan.
- Oke - Hey!
Belum siap?
Cepatlah, ini sudah larut.
Ssssst!
Siapa yang menelepon?
Berapa lama kau ingin aku menunggu?
Oke, sampai jumpa.
Kami pergi sekarang. Sampai jumpa besok malam.
Oke? Sampai jumpa.
Muah!
Dengan siapa kau bicara?
Kesayanganku.
Pacar.
Pacarku yang dekat dan seksi.
Jauh lebih 'sexy' darimu.
Itu Bhuwana.
Takut?
Ceritakanlah pada seluruh dunia.
Jika kau memberitahunya, itu sama saja dengan berita utama di surat kabar harian
tidakkah kau mau menutup bibirmu alih-alih jadi biang gosip?
Sayang?
Haruskah aku mengubah marahmu jadi cinta?
Hei! Ponselku.
- Apa yang kau lakukan? - Pertama turunlah bersamaku.
Karthik, aku butuh ponselku.
Dengar, kita akan melakukan perjalanan dengan keceriaan untuk satu hari.
- Pccht! - Kenapa kita membutuhkan ponsel?
Aku juga tidak membawa ponselku.
Cukup 24 jam saja biar kita bahagia tanpa gangguan apa pun.
Bagaimana jika kita dapat telepon dari rumah?
Maka 'pacar'mu Bhuwana akan menjelaskan, masuk ke mobil
Sebentar, aku akan kembali
Oke.
Apa yang kau inginkan, Pak?
Kau punya?
Tidak "Tapi kami punya."
Berapa ukuran yang kau mau?
Yang besar.
Ini.
Pak, kembaliannya.
- Mau diisi berapa Pak? - Isi penuh.
Oke.
- Rs 3500, Pak. - Oke.
- Kau bisa menyimpan kembaliannya. - Terima kasih, Pak.
Wow! Indah sekali, kan?
- Tidak lebih darimu! - Fokus pada jalan dan mengemudi.
- Hentikan mobilnya. - Kenapa?
- Berhenti saja. - Kenapa?
Hei! Ke mana kau pergi?
Di semak-semak, ya?
Aiyo!
Aku bersumpah.
- Anju. - Tunggu, aku akan kembali.
Dia tidak dapat tempat lain?
Kau membuatku takut sekali.
Sebenarnya ke mana kita akan pergi?
Aku ingin menunjukkan padamu surga yang belum pernah kau lihat sampai sekarang.
- Yuck! - Hey!
Hei! Tunggu.
Bagaimana?
Wow!
Indah sekali!
Kau pernah mengunjungi tempat seperti ini?
Aku belum pernah melihat tempat seindah ini.
Ini terlalu indah.
Ayo, ayo.
Bagaimana kau bisa tahu tempat yang begitu indah?
Pondok ini hasil karyamu?
Sepertinya seseorang membuatnya hanya untuk kita.
Perhatikan langkahmu.
Ada apa, Karthik?
Apa?
Karthik, apa yang kau lihat?
Katakan padaku, apa?
Mobil tidak bisa distart.
Hei! Jangan turunkan jendela.
Anjana, dengarkan aku.
Ada sesuatu di luar sana.
Anjana, dengarkan aku.
Aku melihat... sebuah batu!
Jangan mengoceh. Jangan buka pintunya.
- Hanya imajinasi liarmu - Tolong!
Mungkin kau mengalami mimpi buruk.
- Aku melihat sesuatu. - Jangan hanya mengoceh.
Dengarkan aku, aku tidak berimajinasi, Anjana.
Sudah kubilang aku melihat sesuatu.
Aiyo!
Membuat keributan demi batu bodoh.
Ayo.
Ada apa, Bu?
- Aku ingin bertemu Inspektur. - Begitu? Harap tunggu.
- Lihat ini. - Pak?
- Ada apa, Bu? - Aku perlu bicara dengan Inspekturmu.
- Aku harus mengajukan keluhan - Masuk.
Itu hanya masalah politik, Pak.
Ya Pak.
Baik, Pak.
Oke, Pak.
- Apa itu? - Penjaga asrama datang untuk mengajukan keluhan.
Minta dia untuk masuk.
Bu, silakan masuk.
Ayo.
Salam.
Pak, aku mengelola asrama untuk mahasiswa di sini.
Aku Malathy.
Anjana yang tinggal di asramaku hilang selama 2 hari.
Dia bilang dia akan kembali dalam 1 hari.
Tapi aku tidak tahu kenapa dia belum kembali.
Ponselnya mati.
Jadi aku harus melapor, Pak.
Ke mana dia bilang dia akan pergi?
Katanya dia ingin jalan-jalan bersama pacarnya sehari saja, Pak.
Dia pergi dengan pacarnya, kan?
Satu hari kebersamaan mungkin tidak cukup.
Tunggu 2 hari.
Sesuatu yang baru akan hilang.
Dia akan kembali.
- Vinesh? - Ya Pak.
Dapatkan detail kontaknya lalu kirimkan dia.
Oke, Pak.
Berikan kami semua detailmu, Bu.
Kami akan bertanya, oke?
Oke, Pak.
Ayo.
Pak, aku juga perlu memberitahumu hal lain.
Pacarnya anak mantan menteri Gurumurthy.
Itu sebabnya aku terburu-buru.
Karthik... hei!
Karthik.
Karthik... Karthik.
Karthik.
Hey!
Apa yang terjadi?
Ada apa?
Karthik
Jangan menangis.
Tidak ada yang perlu ditakutkan
Tidak apa-apa.
Aku di sini, kan?
Bangun.
Jangan panik, Anjana, aku di sini kan?
Halo!
Ada orang di sana?
Tolong bantu kami.
Tolong!
Bisakah kau mendengar kami?
Aku tidak tahu bagaimana kita bisa keluar.
Halo!
Tolong!
Tolong bantu kami.
Ada orang di sana?
Tolong!
Halo!
Anjana.
Karthik.
Hati-hati.
Karthik.
Aku takut, Karthik.
Anjana, jangan menangis.
Aku sangat takut, Karthik.
Pak?
Ponselnya sudah kunyalakan.
Pak, ponsel anak itu.
Dia dapat banyak notifikasi.
Panggilan 'tidak terjawab' juga.
Tapi tidak banyak bukti yang bisa didapat, Pak.
- Vignesh, lakukan ini. - Ya Pak?
Minta Cyber Cell untuk memeriksa ponsel ini.
Oke, Pak.
Halo!
Halo!
Tidak.
Aku takut, Karthik.
Pak?
Kau melihat kesan ban ini?
Di atas 8 inchi Pak.
Entah kendaraan Harrier atau Safari SUV, Pak
Oke.
Pak, periksa apa ada klip mobil di ponselnya.
Pak, ini Harrier.
Oke, periksa ini.
Pak, teman perempuannya meneleponnya jam 10:15.
Mereka pergi 5 menit setelah panggilannya.
Sekitar radius 5 km.
Entah bagaimana kita bisa dapat rekaman CCTV kendaraan itu, Pak
Oke.
- Kita bisa mencoba peruntungan kita, Pak. - Oke.
Sampai jumpa.
Kumohon, biarkan kami pergi.
Lepaskan dia.
No comments yet. Be the first to leave one.