نخستین 200 خط.
Ya Tuhan, kawan, hentikan.
- Pulanglah. - Jangan bodoh!
- Apa yang terjadi? - Tidak ada apa-apa. Aku pergi.
- Ayo masuk ke dalam. - Aku sudah muak.
- Ayolah. - Kenapa harus aku?
- Biarkan aku pergi. - Kau menyebalkan.
Biarkan aku pergi!
Jesús!
Aku berdoa untuk jiwanya Jesús,
untuk ladang,
untuk hewan, dan untuk semua orang yang membutuhkannya.
Aku berdoa untuk saudaraku, untuk Irene,
dan untuk jiwa Jesús.
Aku berdoa untuk sepupuku Jesús,
dan untuk anakku.
A L I H B A H A S A K U D A L U M P I N G
- Di mana saudaramu? - Di luar.
- Turut belasungkawa. - Terima kasih.
Periksa semuanya, di luar seperti oven.
Abel dan Alfonso akan membantu, jangan khawatir.
Lihat Irene apa membutuhkan sesuatu.
- Mau air? - Tidak, terima kasih.
Ayah?
Ambilkan aku anggur.
- Anggur? - Ya.
Aku akan mengambilnya sebentar.
Aku belum pernah melihatnya minum, tapi...
Dia tidak minum.
Dia kehilangan kesabaran.
Aku tidak mengerti.
Aku mengikutinya keluar,
dia naik motor, lalu terpeleset.
Dengan kecepatan tinggi.
Terima kasih.
Aku melihatnya, dia bersemangat sekali.
Yang biasa atau Diet Coke?
Biasa.
Baju itu.
Tidak, yang itu.
Dengan kaos di bawahnya.
Dan jeansnya.
Tidak, itu.
Dan trainer itu.
Yang baru.
Itu?
Itu bagus.
Anakku akan terlihat tampan.
Seakan dia mau menari.
Selamat tinggal, teman lama.
Terus putar!
Terus.
Aku tidak mau menonton ini.
Ini buruk bagi bayinya.
Kalau begitu, tidurlah.
Rasanya aneh.
Aku punya firasat buruk, Abel.
Kau mendengarkan?
Ya, tapi biarkan aku menonton filmnya.
Tanganmu menenangkannya.
Ini chipmu.
Kau mau saus?
Tidak, sudah ada di meja.
- Terima kasih. - Terima kasih.
Marco mengirimiku SMS.
Dia mencari pekerjaan di Buenos Aires.
Yah, tidak ada satu pun di sini.
Aku tidak akan pergi.
Lihat mereka.
Belum genap 2 bulan,
mereka melakukannya lagi.
Kenapa mereka tidak berhenti?
Mereka akan berakhir seperti Jesús.
- Jangan katakan itu. - Lihat mereka!
Lihatlah,
minum sebelum mengendarai motornya.
Mereka menyedihkan.
Aku mau keripik.
Tiba-tiba.
Halo.
- Masuklah. - Apa kabarmu?
- Oke? - Ya.
- Kalau begitu, aku akan masuk. - Ya, silakan.
Aku datang!
Lihatlah kecepatannya.
Kau melihatnya?
Dia mengerjakannya di akhir pekan bersama Cacho.
Sedikit demi sedikit.
Besar.
Ini kamar tidurnya.
Dia memenangkan perlombaan go-kart pertamanya.
- Saat itu dia berumur enam tahun. - Masih begitu muda.
Kau tidak pernah melihat sepupumu berlomba.
Tidak, tapi kuharap aku melihatnya. Dia yang terbaik di provinsi ini.
Kau tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya berada di podium.
Kecepatan tidak pernah jadi hal yang kita sukai.
Kita harus pergi. Alfonso ada di ladang sendirian.
Kunjungilah kami, itu akan bermanfaat untukmu.
Cacho akan ke sungai bersama teman-teman Jesús besok.
Bagus.
Kau mau ikut, Habel?
Ya, tapi aku tidak tahu. Aaku harus kembali ke sini dulu.
Menginaplah semalam.
Itu ide yang bagus. Sonia dan aku bisa membantu Ayah.
Akan terlihat sexy di sungai dengan celana jinsnya.
Jangan khawatir.
Sampai jumpa, Nak.
- Ayo, Sonia. - Sampai jumpa, bibi.
Ini cocok untukmu. Masih baru.
Dan ini? Tidak, itu sudah usang.
Celana renang.
Baju balapnya.
Selalu bersih.
Oh lihat.
Dia mengenakan kemeja ini untuk menari.
Selalu sama.
Mereka pasti muak melihatnya di klub malam.
- Selamat tidur. - Kau juga, Bibi.
- Sampai jumpa besok pagi. - Ya.
Semua akan baik-baik saja, Irene.
Kau harus mencoba untuk tidur.
- Tinggalkan aku sendiri. - Ini tidak bisa diteruskan.
Tinggalkan aku sendiri..
Berat di pertanian, kan?
Semua orang meninggalkan desa.
Ini tidak mudah.
Tapi itu kehidupan kita.
Aku menyuruh ibumu menjualnya dan tinggal di kota.
Ada lebih banyak peluang di sana.
Memperluas pikiranmu.
Kau tahu kenapa?
Karena uang memberimu akses ke teknologi.
Sapi akan selalu jadi sapi.
Mereka bukan binatang pintar,
tidak seperti anjing.
Kau sering datang ke sini?
Kami tidak banyak keluar.
Panasnya! Lepaskan kaosmu, kau akan meleleh.
Ayo berenang, airnya pasti bagus.
Kau duluan. Aku akan mengawasi barang-barang kita.
Silakan!
Di akhir pekan kita tidak pernah tahu kita akan keluar.
Kau mau atau tidak?
Aku menyerah.
- Tidak, serius. - Oke, kita akan keluar.
Aku kenal dia. Aku melihatnya beberapa kali.
Kita harus melacaknya,
mencari tahu di mana dia tinggal.
Kabarnya, orang tuanya tidak tahu apa yang harus dilakukan padanya.
Dia tidak mau belajar atau cari pekerjaan.
Kita harus membiarkan dia hidup dengan rasa bersalahnya.
Biarkan dia menderita.
Itu yang layak dia dapatkan.
Orang tuanya takut dia melakukan sesuatu yang bodoh.
Kita harus membunuhnya, sesederhana itu.
- Apa maksudmu? - Bunuh dia.
Dia melaju ke arah Jesús dan membunuhnya. Dia harus membayarnya.
Aku siap. Tapi aku tidak yakin...
Bagaimana denganmu, Habel?
Apa yang kau katakan?
Nippur.
Tidak, Azul!
Lihat dia, dia cantik!
- Kau kedinginan? - Beku.
Ini.
Hati-hati di atas pasir.
Ada apa?
Pegang dia, dia mengganggu semua perempuan.
Apa yang dia lakukan?
Berlari ke mana-mana.
Itu celana pendek Jesus, kan?
Ya.
Irene memberikannya padaku.
Terlalu besar untukmu.
Bagaimana kabarnya?
Baik. Dia pelan-lahan melupakannya.
Aku akan mampir beberapa hari ke depan.
Ayo Azul pergi.
Sampai jumpa.
- Itu sepupunya, kan? - Ya, dia tinggal di peternakan.
Apa yang kau lakukan?
Kenapa kau bicara dengannya?
Tiga...
Dua...
Satu dua tiga empat lima.
Ayo!
Cepatlah, Habel!
Berikan itu pada bibimu.
Dia bertingkah aneh.
Tetangganya mengira Jesús bereinkarnasi di Nippur.
Benarkah?
Dia mungkin hanya merindukannya.
Abel, kau bisa membantuku?
Sebentar, Paman.
Habel.
Jangan beri tahu pamanmu apa yang kukatakan padamu.
Dia tidak percaya pada hal-hal semacam itu.
Dia sedikit bersemangat.
Itu bermanfaat untuknya, pergi ke sungai.
Ini, pilnya.
Ada apa, Paman?
No comments yet. Be the first to leave one.