The Bear

The Bear

دانلود زیرنویس Indonesian

فصل 1

هماهنگ با نسخه‌های زیر

The Bear S01E04 Dogs 720p HULU WEBRip x264-GalaxyTV
ناشر Vilanelle
Resync for HULU

برچسب‌ها

other
تاریخ انتشار: 2022-09-11
تعداد دانلود: 193
مخصوص ناشنوایان: No

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 200 خط.

Toko roti ROESER

DONAT BARU DIBUAT ES KRIM BUATAN SENDIRI

Apa yang kau lakukan itu?

Apa?

Kenapa hot dog mau dipakaikan kaus?

Anak-anak suka hot dog, Bodoh.

Ya, aku tahu. Karena itu kita membuat hot dog, Bodoh.

Benar sekali, Sepupu. Ini promosi silang. Bisa dilihat orang, Sayang.

Tak perlu memperlihatkan apa pun.

Hot dog pakai kaus The Beef. Itu lucu sekali.

Ambilkan aku propana.

Begini. Pertama, aku tidak mau melakukan pekerjaan bodoh ini.

Baik. Kalau begitu, jangan pinjam uang dari Cicero

jika tak bisa bayar, jadi tak perlu melayani pesta ultah anak-anak.

- Aku tidak pinjam uang. - Itu pun tidak penting.

Kini itu utangku. Aku tak mau kakiku patah.

- Diam. - Kaki patah?

Jika bajingan itu berani mendekati kita, dia akan kuhajar habis-habisan.

Baik. Bantu saja aku.

- Ayo lakukan ini dengan benar. - Kedua, kau tidak tahu,

banyaknya administrasi surat-menyurat

yang harus kulakukan hari ini.

- Paham? Banyak sekali. - Surat-menyurat?

- Ya. - Benarkah?

Kau suka merendahkan sistemku,

tapi aku mengelola bisnis dengan ketat dan membalas surel kelompok

dan rekananku tepat waktu.

Baik. Coba sebutkan sebuah nama kelompokmu.

- Nama? - Nama seorang rekanan.

Seorang saja. Kutantang.

Timothy. Tapi aku tidak... Bantu aku.

- Itu tidak akan muat, Sepupu. - Muat.

- Tidak akan muat. - Bisa bantu saja?

- Tidak akan muat. - Muat.

Mau ini?

Mau ini?

Ya. Ayo tunjukkan. Dasar anak kecil.

- Dasar anak kecil. - Pagi.

Sial.

Lihat perbuatanmu.

Dasar anak kecil.

Aku mau ambil yang lain dari rubanah.

Hei, Marcus, suka tempatmu?

Ya. Maksudku, tak perlu membuat roti lagi itu yang menyebalkan.

Chef, daftar persiapanmu sudah siap.

Silakan periksa. Terima kasih.

- Chef. Bisa tolong cicipi? - Tentu.

- Enak? - Sangat enak.

Terima kasih, Chef.

Hei, kau ingat kentang tumbuknya? Mau mengecek saja.

Kau ingat ketika kusuruh enyah?

Baik. Enyah itu bukan ya.

- Enyah berarti aku tahu cara membuatnya. - Ini resep baru.

Aku baru bilang apa?

Pastikan saat membuat, panasnya tidak terlalu tinggi.

Atasanku, Jeff. Sistem.

Dengar, aku bukan mau jadi orang yang kaku.

Aku tidak mau kau mengira aku mengganggumu.

Aku cuma melakukan yang disuruh dan aku tahu bagaimana rasanya

jadi perempuan di dapur dan punya...

Bagaimana rasanya jadi perempuan di dapur?

Itu luar biasa.

Dengar, aku sudah ada di dapur ini sejak sebelum kau lahir,

jadi enyahlah.

Permisi.

Astaga, Sepupu, kau harus lihat ini.

Orang ini mau mengganggu anak kutu buku ini,

dan kutu buku ini menghabisinya.

Kenapa kau pergi ke Kennedy?

Tenang. Cicero tinggal di sekitar sini.

Tidak. Cicero kini tinggal di Wilmette.

Kau harus...

- Benar. Aku yang salah. - Tapi tak apa-apa.

Tak buru-buru berjumpa bajingan itu.

Sungguh, Sepupu, jika dia memanggilku Rick, aku akan marah besar.

Sepupu, tolong. Aku berusaha mengeluarkan kita dari lubang ini.

Paham? Aku mau hari ini lancar. Tolong jangan ungkit-ungkit itu.

Tenang. Aku tak akan mengungkit apa pun.

- Kau salah paham! - Ini mudah sekali dilakukan.

Aku saja yang berani melawanmu dan tak mendengarkan bualanmu.

- Itu bukan ponselku. - Panggil tukang listrik atau leding!

Bertahun-tahun kukatakan.

- Itu bukan ponselku. - "Cicero, aku orangmu.

"Aku sekarang punya anak, Cicero. Aku perlu pekerjaan."

- Kau pikir aku tidak bisa angkat telepon! - "Bisa minta tiket menonton Lion King?"

Kita juga tidak tahu kenapa dia bisa jatuh dari tangga itu.

Mau barang-barang ini ditaruh di belakang, atau bagaimana...

Ya.

- Tolong bawa dari samping. - Samping? Baik.

Ya. Terima kasih, Rick.

- Aku benci dipanggil Rick. - Aku benci saat teleponmu tak kau angkat.

Makanan sudah datang, Anak-anak.

Manis. Terima kasih untuk itu. Itu bagus.

Carmen, itu kau?

Hai. Pak Zurski. Apa kabar?

Kukira kau sudah bunuh diri.

Tidak, Pak, itu saudaraku.

Sialan.

Bajingan itu benar-benar sialan.

Hei, waktu yang tepat.

- Dia pikir dia siapa? - Semua sudah selesai.

Dia bukan orang Italia, tapi asli Polandia.

- Memalukan sekali. - Kau bukan orang Italia, bukan?

Aku lebih Italia dari dia.

Nyalakan panggangan untuk hot dog-nya.

Sebentar.

- Richie, apa itu? - Tenang, ini pakai resep.

Aku menderita kecemasan dan ketakutan.

- Siapa yang tidak? - Mau setengah?

Tidak.

Saus tomat kau taruh di kotak mana?

- Saus tomat. Kotak mana? - Aku tidak bawa saus tomat.

Kenapa tidak bawa saus tomat?

Bajingan macam apa yang beri hot dog saus tomat?

- Anak kecil, Richie. - Anak bajingan.

Kau anak bajingan.

Sepupu, kenapa ada buah-buahan bergaya lebai ini?

- Ecto Cooler buatan sendiri, Bedebah. - Asyik!

Ini sebenarnya luar biasa.

Istirahat yang damai, Harold.

Satu gigitan donat memberi kebahagiaan.

Dua gigitan membawa kesedihan.

Tidak ada orang yang tidak suka gigitan pertama donat.

Sewaktu kecil, itu favoritku.

- Suka yang manis-manis? - Ya, tapi bukan rasanya.

Aku suka melihat warna dan teksturnya saja.

Ada satu donat yang dulu kusuka,

yang tak pernah bisa kulupakan.

Isi jeli, warna ungu terang, rasanya manis dan tajam.

Ya. Keluargaku selalu senang tiap dapat donat.

- Sulit tak begitu, Anak Muda. - Ya.

- Teman-temanku. - Chester. Ya.

Terima kasih.

- Aku sayang kau. - Tentu saja.

- Hai, Sayang. - Ya.

- Hai, Sayang. - Chester.

- Hei, T. Masak apa? - Kentang tumbuk.

Ingin makan itu.

Edisi baru, semua warna baru.

Kutandai di 18-3224.

Anggrek ungu yang luar biasa keren.

Hei, terima kasih banyak.

- Ini akan kukembalikan. - Ke belakang.

- Apa yang enak dengan daging sapi? - Ya, Chef.

- Kukeluarkan sekarang. - Terima kasih.

- Apa kabar? Hei. - Hei.

- Kau siapa? Maaf. - Maaf. Chester, ini Chef Sydney.

Sydney, ini teman serumahku, Chester.

Hai, Teman Serumah Chester.

Hei, Chef Sydney.

- Baik. Kenapa kau di sini? Maaf. - Membantu pekerjaan temanku ini.

Kubawakan materi yang menginspirasi.

Dia desainer.

- Mendesain apa? - Semuanya.

- Aku pergi dulu. Sampai nanti di rumah, G. - Ya.

- Terima kasih. Nanti kukembalikan. - Ya.

- Senang bertemu, Chef Sydney. - Aku juga.

- Semoga sukses. - Terima kasih.

Aku mau bertemu duta merek, jadi tidak bisa bau giardiniera pedas.

Aku pergi dulu.

Warna Pantone?

Aku mau buat donat klasik untuk The Beef.

Tentunya selain tugasku yang lain.

- Ya. - Tapi menurutku, bisa populer.

Ya. Donat itu kelihatannya sulit,

tapi juga butuh banyak peralatan.

Entah apa di tempat ini alatnya ada.

Aku ingin agar sempurna, seperti plum itu.

- Yang diceritakan Carmen. - Sewaktu di restoran Michelin itu?

Ya. Entahlah.

Mungkin bisa dibuat jadi edisi terbatas.

Jika kau mau melakukannya, akan kuikuti.

Beri tahu jika butuh bantuan.

Dengan senang hati. Terima kasih, Chef.

- Semoga berhasil. - Baiklah.

Hei, semua beres?

Semua beres, Chef.

Semua beres, Chef.

Bagus. Sweeps sedang mengurus restoran. Angel, mau membuat selada?

- Tentu, Chef. - Bagus. Terima kasih.

- Hari ini bisa dapat diskon karyawan? - Tidak, kau tak bekerja di sini.

Hei, bagaimana?

- Baik, Chef. - Sudah cicipi kue cokelat barunya?

- Sudah. - Bagaimana?

Kau buat Marcus sangat percaya diri.

Bagus sekali.

Kau tak membuat satu pun? Atau ini buatanmu?

Aku belum buat.

Aku mencoba melakukan penelitian,

merasakan teksturnya, lihat bagaimana isinya.

Itu...

Bicara soal rasanya?

Ya, lihat, yang ini bagus. Seperti...

- Yang itu bagus? - Ya, kurasa begitu.

Ini bagus.

Seperti saat pergi ke rumah nenek,

dia punya bantal di atas dudukan toilet.

- Ya. - Kita duduki.

- Agak mengempis. - Dan bau potpourri.

Tapi juga bau Nenek.

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left