نخستین 200 خط.
Alison tidak pulang semalam.
Gogo.
Gogo!
Alison!
Kalian mendengarku?
- Hei! - Alison!
Alison!
Gogo. Ayolah! Gogo!
Gogo!
Tuhan, maafkan aku. Aku minta maaf.
- Bapa Kami di surga... - Gogo.
- ...mulia nama-Mu. - Tak bisa lihat.
- Datang kerajaan-Mu. - Ayo.
Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampuni kesalahan kami...
Boleh kubelikan minuman?
Tentu, aku suka hal gratis.
Apa yang kau mau?
Bisa aku pesan salah satu minuman hebat ini?
- Dan dia juga sama. - Baik.
Aku Emily.
Trev.
Apa pekerjaanmu, Emily?
Aku editor. Umumnya dokumenter lingkungan.
Seorang filantropis.
Kadang-kadang.
Coba kutebak. Kau seorang konsultan.
Maksudku, setelan, dasi yang dilonggarkan,
berduka pada akhir hari konsultasi yang memuaskan.
Lalu, tas Brecht Consulting itu juga menjawabnya.
Begitu. Kau pikir aku bajingan.
Tidak.
Orang baik bisa bekerja di tempat bermasalah.
Perubahan dari dalam.
Josh, sebelah sini.
Kita mendapat teman baru lagi?
Ini Trev.
Dia bekerja di Brecht, tetapi dia termasuk orang baik.
Ini pacarku, Josh.
Dia pengacara hak sipil, jadi dia pasti orang baik.
Awasi dia baik-baik.
Ya. Waspadailah wanita yang beropini.
Pulang dan rayakan apartemen kita?
Aku ingin sekali, tetapi aku harus kembali ke kantor.
- Tidak. - Bagaimana jika kuantar pulang?
Kau mengatakan bahwa Flatbush sangat aman.
Baik, kau benar. Aku tetap cemas.
- Aku akan baik-baik saja. - Ya?
Baik.
Aku tahu kau melihatnya, Mama. Ayo.
Aku tahu kau menginginkannya. Ayo.
- Hentikan. Jangan bertingkah. - Dia yang memulainya.
Apa kau melihat mereka bertingkah nakal?
Dua ratus dolar untuk transportasi.
Apa mereka tidak bisa siap saat kita tiba di sini?
Semuanya seperti itu di Karibia.
Itu disebut waktu pulau.
Ya ampun, Ayah.
Darien tempat bagus.
Kami memikirkannya saat pergi. Kami di White Plains.
- Dan mereka putrimu? - Ya. Ini Alison.
Dia sedang libur sekolah. Murid baru di Princeton.
- Princeton? Bagus sekali. - Ya.
Dan dia luar biasa. Tim renang, tim tenis,
nilai tertinggi kedua di kelas saat lulus SMA.
Aku juga punya harga diri yang sangat tinggi
berkat orang tuaku yang penyayang.
Berapa umurmu, Sayang?
Tidak apa-apa.
Ini Clairey. Tujuh tahun.
Dia sedikit pemalu.
Andai anak kami bisa seperti itu.
Bukan aku yang memberi mereka dua permen di pesawat, Brett.
Hebat!
- Aku tak punya otot. - Sampai jumpa di sana.
Ya, kau punya.
Kita harus pisahkan mereka. Aku tak bisa lakukan ini.
Aku melihat sesuatu yang berwarna biru.
Langit. Itu terlalu mudah, Mama.
Aku melihat sesuatu yang berbulu.
Clairey, tidak. Ingat yang kita bicarakan?
Jangan tulis di tangan. Ucapkan di pikiranmu.
Bu, biarkanlah.
Aku melihat seorang gadis.
Kenapa dia begitu?
Clairey, apa kau tahu bahwa dua miliar orang,
lebih dari sepertiga penduduk Bumi, menggunakan kurang dari dua dolar sehari?
Usianya tujuh tahun, Al. Apa dia perlu tahu itu?
Usianya cukup untuk mengetahui
- kemunafikan gaya hidup kita. - Menarik.
Aku memperingatkanmu. Cukup.
Kemunafikan adalah saat kau bilang kau merasakan sesuatu,
tetapi tindakanmu sangat berlawanan.
Seperti Ayah dan Ibu yang memikirkan kemiskinan,
tetapi alih-alih memperbaikinya,
mereka merencanakan liburan mewah di pulau
dengan penduduk yang rumahnya tak memiliki atap solid.
Alison.
Nona, semua orang di sini kenyang dan bahagia.
Maafkan putriku.
Dia kuliah tahun pertama dan membaca banyak karya Toni Morrison.
Hatinya sudah tepat, dia hanya sedikit bingung.
Selamat datang.
Halo.
Halo. Selamat datang.
Astaga.
- Hati-hati. - Urus tasmu.
Selamat datang.
- Selamat datang di Indigo Bay. - Minuman?
Halo. Apa kabar?
Aku ingin di sini lebih lama.
Terima kasih. Cantik sekali.
Punch ini dibuat dengan jambu segar, Nona.
Kau akan menyukainya.
Silakan bersantai.
Jangan lewatkan matahari terbenam.
Aku akan mengurus tas kalian dan memastikan semua beres.
- Ada kolam. - Aku tahu, mau melihatnya?
Semoga harimu baik. Terima kasih.
Ya, kawanku, Gogo!
Apa kabar?
Aku mendapat tip 20 dolar.
Kau bercanda. Dari siapa?
Pria yang kuantar ke kamar. Dia bahkan tak melihat tagihan,
dia ingin melakukan hal itu dengan suaminya.
Astaga. Kita suka pria gay Amerika.
Apa rencanamu malam ini?
- Damian punya gim sepak bola. - Tak bisa.
Jangan mulai. Jangan seenaknya, Edwin.
Ya, baik, Goges. Baik, Kawan.
Aku melihat permen kapas.
Bagus sekali, Clairey.
Ayo, Alison. Hiruplah angin laut itu.
Hiruplah.
Akuilah, penginapan ini hebat.
Akuilah. Kau lebih senang di sini daripada di New Jersey.
Dan akui saja, bersama orang tuamu
yang kapitalis kelas menengah bukanlah hal yang buruk.
- Ayolah. - Baiklah, ini hebat.
Aku senang berada di sini.
Steph Curry terlibat.
Warriors mungkin akan menang lagi tahun ini.
Kukis?
Halo.
Hai.
Kau punya kukis.
Terima kasih banyak.
Dia senang berbagi kukisnya.
Itu hebat sekali. Terima kasih.
- Katakan, "Sama-sama". - Sama-sama.
Kau sangat baik.
Kau punya anak?
- Ya. - Ya?
- Anak perempuan. - Bagus.
Ucapkan selamat tinggal?
Dah.
- Munch? - Tidak.
- Kurasa kita perlu ini. - Tidak.
Sumber protein dan kalsium.
Hei. Hei, apa kau lihat pria tua di gedung
yang memakai topi NASCAR bersama anjing kecilnya?
Jefe?
- Anjing itu berengsek. - Ya, 'kan?
- Tak pernah bertemu anjing begitu. - Terima kasih.
- Terima kasih. - Sampai jumpa.
- Aku ingin disukai. - Mungkin kita belikan camilan.
Agar dia menyukai kita.
Aku ingin meluluhkannya.
- Emily? Kau tak apa-apa? - Ya?
Ya, aku tidak melihat soda itu sejak dari pulau.
Sial. Kau tak apa-apa?
Ya. Hanya sebuah kenangan.
Katamu kau tak apa-apa,
tetapi jika terlalu sulit, kita bisa ke tempat lain.
- Aku mau kau merasa aman. - Hentikan, Josh. Aku tak apa-apa.
Ya? Ini hanya kenangan indah.
Soda itu enak.
- Hentikan. - Baiklah...
Aku akan memberitahumu. Aku janji.
Aku suka Flatbush dan apartemen kita.
Aku juga suka anjing sialan ini.
Halo.
Astaga. Ini bagus sekali.
Mama?
Ya, Clairey?
Di mana Alison?
Apa kau bisa melihatnya dan pastikan dia tak apa-apa?
Aku tahu kau ingin bermain dengan saudarimu,
tetapi anak remaja suka tidur lebih lama.
Apa aku bisa melihat istana pasirmu?
Ya?
Wah.
Itu paritnya.
Itu menara tempat sang putri hidup sendirian.
Sendirian? Kenapa?
Orang tuanya pergi ke pesta, meninggalkannya dengan pengasuh.
Namun dia penyihir, maka sang putri membunuhnya.
Fantastis.
Kau terus...
Aku tahu. Aku melihatnya.
No comments yet. Be the first to leave one.