نخستین 200 خط.
.: Diterjemahkan oleh Baalthazar :. IDFL™ SubsCrew
Sang Hee putrinya?
Aku suka padamu. Aku ingin berada di sisimu.
Dia tak punya tempat bergantung selain aku.
Ya. Aku akan berusaha sedekat mungkin dengannya.
Lagipula, tujuan kita sama.
Kim Yeong Dae.
Kita mulai kembali. Aku akan sangat baik padamu.
Maaf. Hari ini aku tak bisa menemuimu.
Pelaku mengambil lilin aromatik.
Lilin itu, aku membuatnya di sanggar Jae Hee.
Dua kasus pembunuhan itu pasti memiliki kaitan.
Aku harus menggali kematian Jae-hee.
Aku suka padamu, Se Yeon. Beri aku kesempatan.
.: Episode 5 :.
Sumbu sudah pada tempatnya?
Ya.
Selanjutnya, masukkan penanda kalian.
Perlahan-lahan. Hati-hati.
Ibu-ibu, berikan lilin ini pada suami Anda.
Jangan untuk pacar kalian. Bisa jadi masalah.
Hwa Yeong tak datang.
Dia tak mau datang, katanya tak sesuai untuknya.
Sekarang bukan waktunya dia membuat lilin.
Kalau punya waktu, dia harus berkencan.
Benar.
Lalu, itu inisial siapa?
Bukan inisial suamimu, jadi kau tak perlu tahu.
Kau punya pacar?
Eun Soo punya pacar.
Siapa?
Kenapa tak mau memberi tahu kami?
Coba kulihat. Siapa?/ Kau kenapa?
Semua sudah selesai?
Ya.
Selanjutnya...
Kau ke sini bukan sekedar untuk melihat pria yang membunuh istrinya,
yang juga temanmu ataupun memamerkan kesejahteraanmu
setelah menyerahkan bukti yang memberatkan pria tersebut.
Meski bukti tersebut memberatkanmu,
detail rekaman konseling Jae Hee adalah bukti berimbang
bagi mendiang Jae Hee dan keluarganya.
Tahu bahwa memukul istri yang mabuk hingga mati menyebabkan dituduh,
si tukang selingkuh, tak punya ponsel ekstra ataupun alibi pada hari kematian istrinya.
Maka aku dibuang ke sekumpulan pecundang terendah
dan menjalani hari demi hari bagai neraka.
Apa itu bukti berimbang?
Ada bukti yang lebih menentukan. CCTV.
Aku tak membunuhnya!
Lalu siapa membunuhnya?
Di pengadilan, kau menyangkal membunuh Jae Hee.
Kau bilang Jae Hee berselingkuh, dan pasti dibunuh oleh kekasihnya.
Kekasihnya... adalah Pak guru Cha Min Jae?
Tangan bajingan itu pasti sudah sejak lama berlumuran darah.
Menyusul kematian Jae Hee, Pak guru Cha Min Jae juga dibunuh.
Dan di rumahnya, lilin yang dibuat di sanggar Jae Hee hilang.
Apa mungkin ada kaitannya dengan kematian Jae Hee?
Kau tahu sesuatu, kan?
Kenapa aku harus memberitahumu?
Walau aku tahu, kenapa harus kukatakan kepadamu?
Dia bilang apa?
Tampaknya dia tahu sesuatu, tapi dia tak mau mengatakannya.
Maka hanya ada satu cara.
Tolong tunjukkan rekam medis ayahku.
Sifat keras kepalamu juga kau dapat dari ayahmu?
Semua bilang aku lebih mirip ibuku.
Saat menghadapi rintangan, akan kucari jalan dengan cara apapun.
Se Yeon.
Cobalah.
Ini...
Layak minum?
Tak sekedar layak.
Sudah kuduga! Aku orang yang bermimpi untuk menjadi barista.
Enak./ Maka aku akan membuat permintaan.
Permintaanku... liburan satu malam ke Pulau Jeju.
Bersama anak-anak kita.
Kau suka makan apa?
Makan?
Kau mau datang untuk makan malam?
Akan kumasakkan yang enak.
Benarkah? Setiap hari aku beli makanan di luar, tanpa dihangatkan.
Aku akan makan masakan rumah? Buatanmu?
Kau ingin makan apa?
Aku suka semuanya.
Bilang saja. Aku pandai memasak.
Aku tak tahu kau suka atau tidak, tapi aku akan berusaha.
Dan juga... sudah lama aku ingin memberitahumu.
Aku sangat berterima kasih padamu.
Se Yeon.
Terkadang kau membuatku lupa yang harus kulakukan dan siapa diriku.
Se Yeon, takkan kusia-siakan kesempatan ini.
Aku akan berada di sisimu.
Lihat saja.
Sebentar.
Ya, selamat datang.
Maaf. Boleh kuparkirkan mobilku di depan kafe?
Ya, silakan saja.
Ah Yeon sehat?
Ya.
Pasti dia sudah tambah besar.
Sampaikan salamku untuknya.
Ya.
Apa ini? Ponsel?
Sedang apa? tak masuk?
Aku akan segera masuk.
[Jangan terlambat bekerja, semoga harimu menyenangkan :)]
Apa hari bisa menyenangkan sesuai keinginan?
Kini kau tergila-gila padaku.
Sebentar.
Ye Rin.
Aku harus terburu-buru pergi.
Ah Yeon, buang ingus.
Biar aku saja yang mencuci wajahnya?
Tak usah. Dia hanya tinggal ganti. Tunggu sebentar.
Ah Yeon, hari ini jangan ketinggalan bus karena ayah tak bisa mengantarmu.
Hal kecil menyebabkan masalah setiap hari.
Ye Rin, jangan sembarangan masuk kamar ahjussi.
Ibu, boneka!/ Ayo.
Dia suka membuat daftar untuk semuanya.
Secara sistematis memasukkan semua ke dalam daftar.
Bahkan saat kami bercerai, dia membuat daftar.
Kebetulan aku melihatnya.
Yang terakhir dalam daftar "Yang ditinggal"
ada nama Ah Yeon.
Han Sang Hoon
CCTV di tempat parkir? Itu diserahkan pada masing-masing pengguna.
Karena biaya. Dan mobil model terbaru sudah dilengkapi dengan fitur kotak hitam.
Siapa?
Kalian bertengkar?
Kenapa senyap sekali?
Kau sudah datang.
Semua bilang aku lebih mirip ibuku.
Saat menghadapi rintangan, akan kucari jalan dengan cara apapun.
Se Yeon?/ Apa?
Apa ada masalah? Kau kelihatan tak sehat.
Tidak, tak ada apa-apa.
Lanjutkan. Kau bilang bertemu suami Jae Hee./ Ya.
Tampaknya dia tahu sesuatu, tapi tak bilang apa-apa.
Seandainya,
pembunuh Jae Hee adalah orang lain, apa yang akan kau perbuat?
Selain suaminya, siapa?
Orang yang dulu kutemui.
Jae Hee dianiaya suaminya. Kenapa dia?
Kau tahu sesuatu.
Jae Hee, sebelum meninggal beberapa kali konseling padaku.
Aku tak bisa ceritakan detailnya,
tapi Jae Hee punya masalah dengan suaminya,
dan juga, dengan pria lain.
Sepertinya Jae Hee sangat menyukainya.
Kau tahu dia siapa?
Sebentar.
Ya, halo?
Ibu Ye Rin? Ini aku.
Maaf, tapi hari ini aku tak bisa masuk.
Aku harus ke rumah sakit karena pinggulku sakit.
Kenapa memberitahunya mendadak?
Kau bukan yang merasakan sakit. Aku harus bagaimana?
Bagaimana mencari pengasuh anakku kalau kau mendadak.../ Pokoknya,
hari ini aku minta maaf.
Saat menghadapi rintangan, akan kucari jalan dengan cara apapun.
Apa ada yang masuk kantorku selama jam istirahat makan siang?
Tidak.
Aku juga tak lihat siapa-siapa.
Apa hari ini Cha Seon Ho datang?
Tidak. Ada masalah apa, dokter?
Baiklah.
Seon Ho, kau kira takkan ketahuan karena meninggalkan kasetnya?
Apa maksudmu? Kaset apa?
Kau pura-pura tak bersalah setelah mencuri kaset rekaman pak guru?
Kaset rekaman?
Tunggu. Ada kaset rekaman ayahku?
Katakan! Ada kaset rekaman ayahku?
Aku akan meneleponmu lagi.
Baek Jae Hee.
Maaf.
Harusnya kukunci pintu saat pergi, tapi aku terlalu bingung.
Karena alarm kebakaran berbunyi.
Wajahnya bagaimana?
Kau ingat seperti apa wajahnya?
Kedua matanya seperti topeng, sangat besar sekali.
Yang Ditinggal: lemari es, lemari pakaian, rak buku, mesin cuci, album, Ah Yeon.
Bos! Biar aku saja.
Ah Yeon sehat?
Pasti dia sudah tambah besar.
Permisi.
Tunggu sebentar.
Maaf, tapi aku tak begitu mengenal orang itu.
Sepertinya kau mengenal baik Ah yeon.
Aku bertemu dengannya sejak dia masih kecil.
Kini sulit menemuinya karena kakak iparku terlalu sibuk.
Kau masih berhubungan dengan kakakmu, kan?
Kalau tak keberatan, boleh aku minta kontaknya?
Kalian pacaran?
Keterlaluan. Padahal kakakku belum lama meninggal.
Meninggal?
Kudengar mereka bercerai.
Pokoknya, aku tak tahu orang itu.
Tolong pergi.
Ya, Se Yeon?
Kau bilang kantormu di daerah Euljiro.
No comments yet. Be the first to leave one.