نخستین 200 خط.
"Acara ini mungkin tidak sesuai untuk pemirsa di bawah 15 tahun"
"Kebijaksanaan pemirsa disarankan"
Se Young, kamu ada waktu besok malam?
Besok ulang tahunmu. Mari kita makan malam bersama.
Baiklah. Teman-temanku akan mengajakku pergi makan siang.
Apa perjalananmu menyenangkan kemarin?
Apa keluargamu baik-baik saja?
Ya. Ibuku titip salam untuk kalian.
Ibu Jeong Wook sangat berterima kasih
atas hadiah yang Ayah dan Ibu berikan.
Tapi dia bilang kalian tidak perlu terus memberikan banyak hadiah.
Itu karena kamu datang membawa hadiah
tapi dia tidak bisa memberi hadiah sebagai balasannya.
Ibu.
Se Young, apa calon mertuamu memasak makanan lezat untukmu?
Tidak, kami makan di luar. Kami makan steik di restoran Barat.
Aku sangat senang mereka menikmati makanannya.
Mereka bisa memakannya?
Pasti mereka belum pernah makan steik di restoran.
Tentu saja. Itu makanan langka bagi orang seperti mereka.
Mereka pasti senang bisa makan steik berkat Se Young.
Aku ingin makan steik yang enak.
Kita menandatangani kesepakatan Pabrik Tepung Chungi hari ini?
Ya. Aku akan berangkat sebentar lagi.
Bagus. Bisakah aku ikut denganmu, Jeong Wook?
Ayah, bolehkah?
Tentu. Antarkanlah dia, Pak Choi.
Ya, Pak.
Kapan Ayah akan berhenti memanggilnya "Pak Choi"?
Kami kini sudah bertunangan. Tidak bisakah Ayah menyebut namanya?
Kalian belum menikah, dan sebelum menjadi tunanganmu,
dia masih pegawai ayah.
Kita sebaiknya segera menikah.
Apa? Kenapa kamu mengatakan itu?
Setelah kita menikah barulah Ayah akan menerimamu sebagai menantunya.
Kamu kesal oleh ucapan ayahku? Aku minta maaf.
Tidak apa-apa. Seperti katamu, karena kini aku tinggal bersamamu,
akan tiba saatnya ayahmu mengakuiku.
Aku senang kamu sangat pengertian.
Berapa uang yang dicuri manajer saat aku tidak ada?
Ini gila.
Halo, dengan Penjahit Seonil.
Kamu terdengar kesal. Ada masalah apa?
Tidak ada, semuanya baik-baik saja.
Apa kamu mengkhawatirkan keuangan karena ulah manajer itu?
Bagaimana Nenek tahu?
Apa yang akan kamu lakukan soal itu?
Aku akan mengatasinya. Tidak usah khawatir.
Apa yang akan kamu lakukan untuk mengatasinya?
Lupakanlah harga dirimu dan datanglah ke kantor nenek.
Kamu tidak mengelola perusahaan dengan harga diri. Kamu butuh uang.
Tidak apa-apa, aku tidak butuh bantuan Nenek.
Nenek tidak akan meminjamkanmu uang secara cuma-cuma.
Kamu akan menandatangani surat utang dan membayar bunga, jadi, kemarilah.
Masuklah.
Halo, Nyonya.
Selamat datang, Pak Choi. Duduklah.
Terima kasih sudah jauh-jauh kemari. Kamu membawa kontraknya?
Ya.
Ini dia.
Persiapanmu sangat baik seperti biasanya.
Kulihat kamu sangat teliti.
Terima kasih atas pujiannya.
Apa kamu lahir dan dibesarkan di Incheon?
Tidak, aku lahir di Pocheon.
Pocheon kampung halamanmu?
Lalu apa kamu berkuliah di Incheon?
Aku kuliah di Seoul. Pabrik Mi Taesan pekerjaan pertamaku
dan aku tinggal di Incheon sejak saat itu.
Begitu rupanya. Aku sangat senang bisa bekerja
dengan seseorang yang secakap dirimu.
Kuharap relasi kita baik.
Terima kasih.
Kami akan mulai menyuplai tepung pekan depan.
Baik. Kalau begitu, aku pamit.
Jaga dirimu.
Coba kulihat.
"Pabrik Tepung Chungil"
Masuklah.
Rupanya kamu. Duduklah.
Kenapa kamu terlihat sedih?
Kamu sungguh terlihat seperti orang yang butuh pinjaman uang. Senyumlah.
Suasana hati Nenek sedang bagus.
Benar. Membayangkanmu membayar bunga membuat nenek senang.
Berapa yang kamu butuhkan?
Kesampingkan harga dirimu dan katakan berapa yang kamu butuh.
Pinjamkan aku berapa pun Nenek mau. Pak Kim sudah beri tahu keadaanku.
Baiklah kalau begitu. Sesuai ucapan nenek di telepon,
kita harus tanda tangani surat utang terlebih dulu.
Tentu. Aku lebih suka kalau segalanya akurat.
Kenapa Bapak ingin bertemu denganku?
Kamu merapikan semua buku besar selama akhir pekan?
Ya. - Kenapa?
Kupikir jika kulakukan itu,
Bapak bisa langsung bekerja pada Senin pagi.
Apa ada masalah?
Apa aku membuat kesalahan?
Tidak. Semuanya dikerjakan dengan sangat rapi.
Bagus. Berkatmu, banyak hal yang bisa kuselesaikan hari ini.
Terima kasih.
Mulai sekarang, daripada menjahit,
bekerjalah di sini sebagai pegawai administrasi.
Sebagai pegawai administrasi?
Kamu terbiasa mengerjakan pembukuan.
Bekerjalah di kantor ini sebagai pegawai administrasi.
Aku tidak bisa melakukannya sendiri.
Pertama-tama, bawa slipnya ke kantor pajak.
Apa? Baiklah.
Astaga. Sangat bagus dan mengilap.
Akan terlihat indah di leher Kkot Nim.
Berapa harganya? - Harganya 20 dolar.
Apa? 20 dolar?
Kenapa sangat mahal? - Itu dari emas.
Itu sangat detail, jadi, sedikit lebih mahal.
Astaga, itu gajiku sebulan menggantung di lehernya.
Kalau terlalu mahal, kenapa tidak perak saja? Perak lebih murah.
Tidak, aku akan membeli ini.
Baiklah, Pak.
Kkot Nim akan sangat suka kalung ini.
Aku tidak sabar melihatnya tersenyum.
Dae Bong! - Kamu membuatku terkejut.
Nona Oh, kamu membuntutiku lagi?
Apa yang kamu kenakan?
Apa kamu sudah menjual kafemu?
Siapa itu Kkot Nim? - Apa?
Kamu mendengar yang kukatakan? - Ya, aku mendengar semuanya.
Berhenti menyembunyikannya dariku. Siapa Kkot Nim?
Kenapa kamu mau tahu?
Apa kamu menyukaiku? Apa karena itu sikapmu sangat aneh?
Astaga. Mana mungkin aku menyukaimu?
Standarku tinggi.
Kenapa kamu melakukan ini kalau tidak menyukaiku?
Itu karena...
Sudahlah.
Jangan mencampuri urusanku.
Ini peringatan terakhir.
Kalau kamu membuntutiku sekali lagi, aku akan bertindak.
Minggir!
Apa yang kulakukan? Kenapa aku berpakaian seperti ini?
Menurutku Kakak melakukan hal yang tepat
dengan tinggal bersama Se Young.
Benarkah? - Ya.
Aku tidak setuju saat pertama mendengarnya,
tapi kini kupikir Kakak bisa lebih cepat disukai Pak Jung.
Dia akan lebih memercayai Kakak, Kakak bisa segera mewarisi pabrik.
Dia belum mengakui kakak sebagai menantunya.
Benar. Kakak memutuskan melakukannya dan sekarang terserah kepada Kakak.
Kakak harus membuatnya menyukai Kakak.
Kakak yang tertua di keluarga kita. Jangan pikirkan aku,
tapi pikirkan Ibu dan adik-adik kita yang butuh hidup lebih baik.
Duduklah.
Mereka akan mulai pengirimannya pekan depan.
Bagus.
Ada sesuatu yang mau kukatakan, Pak.
Apa itu?
Aku mendapat ide saat mengunjungi Pabrik Tepung Chungil.
Kenapa kita tidak membeli pabrik penggilingan?
Pabrik penggilingan?
Ya. Kita tidak bisa berekspansi hanya dengan satu pabrik mi.
Tapi jika punya pabrik penggilingan, kita bisa gunakan itu sebagai
batu loncatan untuk memasuki bidang lain.
Kamu pikir semudah itu? Kita tidak hanya butuh uang,
tapi sulit untuk mendapatkan persetujuan pemerintah.
Dari yang kuketahui, pimpinan Pabrik Tepung Chungil
mengenal banyak orang berpengaruh dan juga politikus.
Kamu mau memanfaatkan dia untuk mendapatkan
informasi industri itu dan perusahaan lainnya?
Ya. Bukan hanya bisa mendapat informasi,
tapi kita juga bisa memanfaatkan pasar khusus mereka.
Apa maksudmu?
Pabrik Tepung Chungil sedang maju, tapi kalau terjadi sesuatu,
bukankah kita bisa mengambilalihnya?
Itukah yang kamu rencanakan saat bersepakat dengan mereka?
Saat ini mungkin tampak mustahil,
tapi aku yakin kita akan mendapatkan kesempatan.
Aku akan bekerja sama dengan Bapak untuk memastikannya.
Orang yang serakah namun tidak siap akan membuat kesalahan.
Kamu boleh pergi.
Ya, Pak.
Dahulu aku sudah tahu, dia sangat ambisius.
Pabrik penggilingan...
Kenapa kamu ingin menemuiku?
Apakah perlu suatu alasan? Aku hanya ingin
mentraktirmu makan. Kalau begitu mari kita makan.
Tidak. Pertama, aku harus dengar tujuanmu menemuiku.
Kamu tidak memberiku pilihan.
Mengelola pabrik mi di Incheon
memiliki batasannya.
Karena kini aku berbisnis dengan Pabrik Tepung Chungil,
aku ingin membangun pertemanan dengan pimpinanmu
dan mendapat lebih banyak koneksi. Itulah kenapa aku menghubungimu.
Apa maksudmu?
Aku ingin kamu membantuku
lebih dekat dengan Nyonya Cho.
Kamu ingin aku membantu dalam hal apa?
Tidak akan terlalu sulit. Kalau ada urusan keluarga,
beri tahu aku agar bisa kutunjukkan kepedulianku dalam bentuk hadiah.
Itu tidak akan terlalu sulit.
Ini tidak seberapa, tapi tolong diterima.
Apa ini?
No comments yet. Be the first to leave one.