نخستین 152 خط.
Sakit!
Medis! Mana tenaga medisnya?
Percuma! Bala bantuannya hanya dari kelompok penyihir!
Penyihir?
Apa-apaan kau, Visha?
Kita tak bisa bantu lewat udara lagi!
Apa komando dari komandan peleton?
Dia bilang kita tak boleh mundur.
Kita harus menahan gempuran musuh hingga akhir.
Wahai orang-orang beriman, bertakwalah kepada Tuhan.
Tuhan takkan telantarkan hambanya.
Tuhan, berikanlah hamba kekuatan untuk hancurkan negeri musuh.
Mantra ledak?
Daripada mengoceh terus, lebih baik gunakan waktumu untuk bertahan hidup.
Komandan?
Kita adalah prajurit.
Kita hanya harus patuhi perintah dari atasan.
Letda Tanya Degurechaff.
Di tengah hujan granat dan peluru, dia tetap terbang dengan mulia.
Bagaikan peri dari medan perang.
Di dunia terkutuk yang dilahap api peperangan, ada negeri yang disebut kekaisaran.
Kekaisaran, sebuah industri yang luas dan militer, selalu identik dengan kemenangan.
Mereka yang punya banyak penyihir dan militer cerdas,
tapi mereka dikelilingi oleh musuh potensial yang kuat.
Untuk itu, mereka ciptakan Rencana 315,
sehingga pasukan perbatasan lakukan gencatan di setiap medan.
Menghemat waktu untuk mobilitas pasukan penjelajah di setiap daerah, guna kalahkan musuh.
Setidaknya begitu.
Tahun Unifikasi 1924, Ibu Kota Kekaisaran Berun
Markas Besar Strategis Kekaisaran
Bagaimana situasi di medan Rhein, saat pasukan utama dikerahkan ke sana?
Wakil Direktur Strategi dan Operasi Letkol Erich von Rerugen
Pergerakan dari arah utara sedang ada penundaan.
Deputi Strategi dan Operasi Brigjen Kurt von Rudersdorf
Karena harus sesuaikan jadwal kereta dan kapal,
mereka akan tiba dalam waktu dua minggu.
Pasukan di perbatasan harus mundur dulu, ya?
Hal ini bisa ancam daerah industri barat.
Kita tak bisa kirimkan bala bantuan, dengan sedikit personel.
Kita sudah benar-benar mati langkah.
Dari awal juga, serangan terhadap Aliansi Entente merupakan kesalahan besar.
Kalau saja kita tak kerahkan pasukan...
Kesalahan kita adalah gagal yakinkan atasan bahwa Republik takkan bertindak.
Wakil Direktur Strategi dan Operasi Brigadir Hans von Zettour
Rencana 315 sudah tak berguna lagi.
Sejak gagalnya upaya untuk tahan gempuran musuh,
tak ada pilihan selain bergerak dengan bertahan, 'kan?
Tapi, itu akan sulit karena situasi di medan Rhein sedang darurat.
Pasukan kita menipis dan sudah kelelahan.
Selain itu, kita sudah kirimkan prajurit cadangan ke sana.
Pasti akan makan waktu, 'kan?
Kita akan terbantu kalau punya rekan berbakat, ya?
Bukankah pernyataan tersebut terlalu dini?
Apa?
Menurut laporan, kita sudah kehilangan setengah pasukan yang dikirim.
Medan Rhein sekarang sudah jadi neraka.
Penyihir Kekaisaran 205, Komandan Peleton 3 Letda Tanya Degurechaff
Musuh terlihat, arah pukul dua.
Gunakan mantra artileri!
Tembak!
Si-Siap!
Anggota Peleton 3 Kopral Viktoriya Serebryakov
Ada serangan dari atas!
Sial!
Mati! Mati!
Anggota Peleton 3 Kopral Harald von Vist
Rasakan ini!
Dasar Republik jahanam!
Anggota Peleton 3 Kopral Kurst von Walhorf
Artilerinya...
Serang artilerinya!
Ayo, Harald!
Siap!
Kalian berdua, cepat kembali.
Misi kita adalah tahan gempuran musuh dengan tekan serangan.
Tolong izinkan kami!
Sekarang kesempatan kita!
Kesempatan apa?
Cepat kembali!
Ini perintah!
Rasakan ini!
Bagus!
Komandan, lihat yang barusan?
Dengan begini, kita bisa hancurkan artilerinya!
Saking lelahnya, jadi tak nafsu, ya?
Paksakan saja.
Nanti mubazir.
Katanya, pasukan 202 dan 203 sudah gugur.
Padahal aku ajukan diri ke garis depan.
Tapi, sekarang malah bekerja di bawah letnan itu.
Peleton 3, dari 205.
Komandan panggil kalian.
Kami dipulangkan?
Ini hanyalah peringatan ringan.
Bersyukurlah.
Aku tak memerlukan prajurit yang langgar perintah.
Tapi, kami berusaha serang artileri musuh!
Komandan tahu banyak infanteri yang mereka habisi, 'kan?
Hanya itu yang ingin kalian sampaikan?
Tentara adalah organisasi.
Organisasi bukanlah apa-apa tanpa aturan.
Sekian.
Sa-Saya tak terima!
Saya ajukan diri untuk ke garis depan!
Pilihan yang saya punya hanyalah menang dan kematian!
Saya juga!
Saya setuju dengan Kopral Kurst!
Pria dari kekaisaran, diharuskan jadi pemberani!
Dengan kata lain, kalian tak patuhi perintah atasan lagi?
Letda!
Pernyataan kalian akan kujadikan saran.
Tapi, siapkan diri kalian untuk terima hukuman.
Kopral Serebryakov,
Penyihir Kekaisaran 205, Komandan Pasukan Lettu. Ihlen Schwarzkopf
apa terjadi sesuatu?
Letnan- Lettu Schwarzkopf!
Maaf, saya tak lihat Kopral Kurst dan Kopral Harald.
Begitu?
Kau di bawah pengawasan mereka, ya?
Hari ini, mereka dipindahkan ke garis belakang.
Garis belakang?
Benar.
Sekarang mereka mungkin berada di benteng pertahanan itu.
Itu adalah saran dari Letda Degurechaff.
Sepertinya mereka membuatnya marah, ya?
Be-Benar.
Saya pikir mereka akan dihukum berat.
Jadi begitu.
Ternyata mereka dikirim ke tempat aman.
Kalau kau kenakan seragam, harus berkontribusi untuk negeri!
Kekaisaran enggan buang-buang sumber daya untuk prajurit lemah!
Ba-Baik!
Kopral Serebryakov!
Siap?
Adakan rapat darurat.
Baiklah semuanya, ada kabar buruk.
Pasukan penyihir 403 kita, masuki medan perang dengan dua pasukan penyihir musuh.
Dikarenakan penyihir pengintai jadi target, mereka jadi tak bisa gunakan artileri.
Musuh pemburu pengintai?
Omong-omong, Letda Degurechaff sudah menemuinya di utara, ya?
Benar, tapi aku tak ingin ke sana lagi.
Kita akan pergi selamatkan para pengintai.
Ada pertanyaan?
Menahan serangan mungkin bisa, tapi menyelamatkan sepertinya akan sulit.
Meski dengan Tipe 95?
Aku sendiri masih bisa bertarung, tapi Kopral Serebryakov sudah kelelahan.
Aku tak ingin jadi inkompeten selamatkan seseorang, dengan korbankan bawahan.
Komandan, saya ajukan diri!
Saya ajukan diri untuk ikut serta dalam misi ini!
Hentikan!
Kau takkan bisa.
Sa-Saya juga prajurit kekaisaran!
No comments yet. Be the first to leave one.