Story of Things

Story of Things

دانلود زیرنویس Indonesian

فصل 1

هماهنگ با نسخه‌های زیر

Story of Things S01E04 WEBRip-Indo
ناشر Kudalumping

برچسب‌ها

webrip
web
BRip
تاریخ انتشار: 2024-03-04
تعداد دانلود: 35
مخصوص ناشنوایان: No

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 190 خط.

Bro, ini orangnya?

Oke, tunggu di sini.

Siapa?

Aku datang untuk mengambil kendaraan.

- Kami datang untuk melihat kendaraannya. - Apa?

Aku meneleponmu pagi ini dan mengatakan aku akan datang.

Ya, ya.

Seseorang bernama Babu atau Prabhu meneleponku.

- Itu kau? - Ya Pak.

Aku Babu, itu temanku Britto.

Baiklah, ayo kutunjukkan kendaraannya.

Kita hanya perlu melepas penutupnya.

- Bisakah kau membantuku? - Tentu saja, Pak.

- Tahan. - Teruskan.

Hati-hati.

Kapan terakhir kali kau kendarai mobil ini?

Aku belum pernah mengendarai mobil ini.

Sudah lama.

Aku juga semakin tua dan tidak bisa memegang kemudi dan mengemudi.

Ini sangat sulit bagiku.

Bro, ini mobilnya?

Kami akan membeli mobil ini, Pak.

Kau akan membeli mobil ini?

- Ya. - Kalian masih muda.

Ini mobil tua.

Apa yang akan kau lakukan dengan mobil ini?

Tidak Pak, ada cerita di balik mobil ini.

Britto.

Kesepakatannya berakhir. Dia setuju.

Kita bereskan sisanya.

Mohan, apa yang terjadi?

Kuberitahu kau lagi. Ini tidak perlu dilakukan saat ini.

Pak, jangan sekarang, saat dia akan pergi saja.

Dia akhirnya mengumpulkan keberanian.

Kau menuangkan cairan pendingin ke dalam mobilnya?

Ingat, kemarin aku memberimu botol hitam?

Kupikir itu bensin tambahan.

Lihat, dia bahkan tidak tahu perbedaan antara cairan pendingin dan bensin.

Kau memintanya melakukan perjalanan sejauh ini sendirian.

Aku sudah menuangkannya kemarin dan sisa.

Tidak ada masalah dengan cairan pendinginnya.

Hanya saja dia akan menemuinya. Benar?

Ya.

Kenapa dia menemuinya sekarang?

Mohan, aku sedang dalam ketegangan.

Jangan membuatku kesal lagi.

Dia hanya mengkhawatirkanmu.

Nyalakan mobilnya.

- Oke, aku pergi. - Katakan, aku akan segera kembali.

Kenapa, jika dia bilang dia akan pergi, apa dia tidak akan kembali?

Kenapa kau bicara seperti ini sebagai orang terpelajar?

Pergi sana.

Baiklah, aku akan segera kembali.

Bagus, kawan, semuanya akan berjalan lancar mulai sekarang.

Pergilah.

Mobil itu memiliki kopling tua.

Jangan menyalakan mobil dengan kopling setengah. Nyalakanlah mobil dengan kopling keempat.

Tidak ada cakram di mobil ini.

Itu drum. Mengerti?

Pak, dia masih anak-anak?

Tenang saja, dia bisa mengatasinya.

Jika kau berubah pikiran di tengah jalan

putar balik dan kembali.

Bro, startlah.

Oke sampai jumpa.

Kau juga menentang dia pergi ke sana.

Sekarang kau mendukungnya?

Jika seseorang takut ketinggian

maka lompatlah dari ketinggian agar rasa takutnya hilang.

- Begitu juga dengan ini. - Aku takut ular.

Jadi haruskah aku memasukkan tanganku ke dalam liang ular?

Kau sudah memasukkan tanganmu ke dalamnya.

Hei, pergilah.

Sampai jumpa, kawan.

Hei, jangan sentuh dengan tanganmu.

Dengar, bolanya seharusnya langsung mengenai kakiku.

Jika tidak..

Ayo.

Hati-hati.

Hey.

Brengsek!

Maaf, Ayah. Kumohon, Ayah.

- Kumohon, Ayah. - Kemari.

Aku akan melakukannya dengan benar..

Kubilang, kemari.

Ayah, kumohon..

Kemari.

Jangan, Ayah, kumohon..

Ayah ayah..

- Ayah, tolong jangan lakukan ini.. - Berbalik.

Aku berkata, berbalik.

Ayah, kumohon..

Ayah!

Ayah, sakit!

Ayah ibu!

- Berapa kali sudah kubilang padamu? - Ayah, kumohon..

Jangan pukul aku, sakit. Kumohon Ayah.

Ayah..

- Ayah, tolong jangan pukul aku.. - Kemari!

Ayah, sakit, Bu...

Ayah, kumohon..

Ya Tuhan.

Ayah, kumohon jangan pukul aku.

- Kumohon, Ayah. - Sayang.

- Tendang bola dengan benar. - Ayah..

Salah menendang lagi, kau akan kuhajar lima kali, mengerti?

Apa ini? Kau menjadikannya tugas sehari-hari?

Ini seperti neraka, jangan ganggu dia.

- Kasihan dia, kumohon padamu. - Hey!

Apa dia bertingkah seperti anak seorang master PT?

Kau lihat bagaimana dia menendang bola?

Anak seorang guru matematika harus pandai matematika?

Apa mereka memukuli anak-anaknya seperti kau?

Dengar, anakku tidak punya kekurangan.

Jika kau merasakan seperti itu,

itu bukan salahnya.

Benar.

Itu bukan salahnya.

Aku harus bertanya padamu. Kau yang melahirkannya.

Dengan siapa kau tidur hingga melahirkannya?

Dia masih kecil.

Kau bicara seperti ini di depannya.

Benarkah?

Salah untuk menanyakan ini di depan anakmu.

- Ikut denganku. - Sayang!

Dengarkan.

Ayah, jangan lakukan ini.

Ayah..

- Kubilang, masuk ke dalam. - Kumohon, Ayah.

- Kumohon Ayah. - Tutup mulutmu.

Kumohon sayang.

Tidak, jangan lakukan ini.

Dia ketakutan sepanjang malam.

Tolong jangan lakukan ini.

Sayang!

Ayo.

- Halo. - Halo.

- Halo, Babu. - Bro ada apa.

Babu, aku terjebak di dalam mobil dan tidak bisa membuka pintunya.

'Kau ada di mana?'

- Aku tidak tahu? - 'Apa yang kau katakan?'

- Menurutku, aku tertidur. - Ada kecelakaan?

Bukan kebetulan, aku terjebak di hutan.

- Aku tidak tahu persis di mana aku berada. - Jangan panik.

Tidak masalah, jangan khawatir. Bersabarlah.

Tetap tenang, bro.

- Jangan panik, tetap tenang. - Aku tidak tahu apa yang harus dilakukan.

Tetap tenang, ayo kita berpikir.

Bagaimana aku bisa tenang? Di sekeliling gelap.

- Kenapa kau berteriak, diamlah. - Maaf.

Kirim lokasi dari ponselmu.

Nyalakan internet di ponselmu.

Biar aku membuka petanya, tunggu.

Oke, kirimkan.

- Babu, Babu? - Britto.

- Sayang? - Bisakah kau mendengarku?

- Halo, Britto. - Babu!

Anjingmu, anjing satu-satunya yang menggonggong pada pemiliknya.

Aku bukan pemilik anjing itu.

Apa ini cukup?

Tidak, kurasa aku perlu menyemprot lebih banyak.

Tidak apa-apa.

Sampai jumpa.

Britto.

Kemari.

- Darimana kau? - Kelas karate.

Oh, kelas karate.

Apa yang Guru ajarkan padamu hari ini?

Pemanasan dan sparring.

Pemanasan dan sparring.

'Halo, Pak!'

- Bicaralah padanya. - Pak..

- 'Britto.' - Ini aku.

'Kenapa kau tidak datang ke kelas hari ini?'

'Halo.'

'Britto, halo.'

'Halo? Pak?'

Jadi kau tidak ada di kelas karate?

Aku latihan sandiwara untuk hari tahunan sekolah.

- Berdiri di sana. - Maaf, Ayah. Kumohon jangan..

- Aku akan pergi mulai besok. - Jangan salahkan aku.

Jika kau tumbuh seperti ini, kau akan menderita.

- Aku berkata, pergilah. - Kumohon, Ayah.

Berdiri di sana.

Berdirilah di sana, sampai kau dipanggil untuk makan malam.

Siapa itu?

Aku bertanya, siapa itu?

Britto!

Kapan kau belajar mengemudi?

Apa yang terjadi?

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left