نخستین 200 خط.
Da Vinci's Demons 1x01 The Hanged Man Original Air Date on April 12, 2013
== sync, corrected by elderman == == alih bahasa oleh dekpaan ==
Maukah kau menghirup asap denganku, Da Vinci?
Itu tergantung dengan apa yang terkandung didalam udutan.
Itu adalah campuran tembakau dan 'hellebore' hitam
dirumorkan ia mampu menciptakan bayangan-bayangan
juga memanggil para setan.
aku tak percaya pada keduanya.
Lalu mengapa kau berusaha menjauhinya?
Sejarah hanyalah kebohongan yang diasah layaknya senjata
oleh orang-orang yang telah menekan kebenaran dibaliknya.
Pengetahuan yang telah ditakdirkan untuk kau pelajari ini
akan membalik seluruh tatanan yang telah berlaku untuk berbagai macam hal.
Bagaimana mungkin kau bisa mengetahuinya?
Pernahkah kau mendengar pepatah 'waktu adalah sebuah sungai'?
Ya.
Apa yang gagal direngkuh oleh kebanyakan orang adalah bahwa 'sungai' itu sendiri bersifat seperti lingkaran.
kematian seseorang membukakan pintu
untuk kelahiran orang selanjutnya.
Maukah kau tahu bagaimana
pintu tertentu ini bisa terbuka?
Ya.
Kalau begitu, ketahuilah sebelumnya
beberapa dari pintu itu menuntun kedalam kegelapan.
EMPAT HARI SEBELUMNYA
Keluarlah, nak. Bangunkan dirimu!
Pergilah! Pergilah!
Cicco!
- Hari apa ini? - Hari Minggu Palma.
Oh, sialan.
Istri dan anak-anak anda sudah berada di gereja.
Bisakah kau membuatkanku telur setengah matang?
Aku sedang mabuk berat dan perutku keroncongan.
Aku akan berpakaian dalam satu menit.
Tenang, masyarakat, Aku telah tiba!
Enyah kau, anak bawang keparat. Kali ini giliranku.
Dan terima kasih kepada 'Arsip Rahasia',
ini kesempatan terakhir untuk kau nikmati!
Ah!
Ceritakan aku sebuah rahasia, Leonardo.
Apakah... kenangan terjauhmu?
atau yang lebih baik lagi,
ketakutan terbesarmu?
Bagiku...
keduanya saling berdampingan.
Waktu itu aku...um...
Waktu itu aku berumur enam bulan.
Tak seorangpun yang mampu mengingat sejauh itu.
Barangkali aku ini unik, kalau begitu.
- Oh. - Ibuku...um...
...meletakkan aku didalam sebuah keranjang bayi di sebuah lapangan terbuka.
Dan seekor elang turun. Aku masih bisa mengingatnya.
Dia bertengger disitu, memandang kearahku
seakan-akan waktu itu ia sedang mencoba menyingkap
semacam misteri.
Ibuku mengusirnya.
Tapi, meskipun begitu jelasnya kenangan itu,
satu hal yang tak pernah mampu untuk kuingat..
adalah wajah ibuku.
Aku mampu menggambar apapun yang pernah kulihat, bahkan walau hanya sambil-lalu.
Tapi ketika kucoba mengingat ibuku, yang kulihat hanyalah kekosongan.
Dia menghilang malam itu dan aku terus saja...
mencoba mengingat wajahnya sejak saat itu.
Semua pria akan mencari ibunya.
Itulah yang membimbing kalian ke selangkangan kami.
Aku membayarmu untuk berpose, Vanessa.
Bukannya mengorek sisi dalam dari kepribadianku.
Jika kau mengharapkan aku untuk menelanjangi tubuhku untukmu
Aku ingin kau menelanjangi jiwamu sebagai gantinya.
Jadi katakan padaku, tak adakah hal lain yang kau takuti?
Hanya ketidak-sempurnaan.
Maestro! Maestro!
Kau terlambat, Nico.
Anda terlambat. Verrocchio sudah mencari anda sejak tadi.
Biar dia menunggu. Kita punya percobaan untuk di lakukan.
Dan kau seharusnya memainkan tokoh utama didalamnya.
- Ayo! - Halo.
Mereka disebut payudara, Nico. Setiap wanita memilikinya.
Nico! Itu Vanessa.
Dia baru saja 'dibebaskan' dari Biara St. Anthony.
Sekarang bantu aku mengerjakan ini.
Naiki kekangan itu.
Hei hari ini,
Kita mencoba untuk memastikan mampukah
layangan ini menahan angin seperti yang dibutuhkan
untuk menopang berat tubuhmu.
Tapi, Maestro , Bagaimana jika ia tidak mampu?
Vanessa, apa kau keberatan untuk menari sebentar saja?
Kau lihat? Pita-pita itu
membolehkan aku untuk memperkirakan kekuatan
dan arah sang angin.
Dalam hal ini, Aku katakan... kecepatannya sekitar 20 knot
dan bertiup...
dari arah barat.
Ha ha ha!
Yah!
Tunggu, Maestro! Bagaimana jika perkiraan anda salah?
Tunggu, tunggu, Maestro! Oh, Maestro , kumohon, tolong hentikan!
Oh, tunggu, Maestro. Maestro!
Ha ha ha!
Oh, ya Tuhan, tolonglah!
Aaa-aaargh!
Yes!
Kau terbang, Nico!
Maestro-o-o!
Sempurna!
Uh. Uh.
Anda kelewatan! Jangan terlalu tinggi.
Nico!
Berhasil! Alat ini bekerja, Maestro !
Aku tak pernah ragu.
Oh, Tuhan, Aku benci tempat ini.
Apa? Dimana lagi kita bisa melatih penerbangan kita
selain di Florence?
Ditempat lain, kita cuma akan dibakar di tiang
karena usaha kita.
Tapi disini? Aku hanya seorang inovator yang bebas berpikir.
Kekacauan. Budaya.
Semua itu dirayakan dibalik dinding-dinding ini.
Florence hanya menginginkan satu hal dari penduduknya.
Yaitu untuk benar-benar sadar.
Seperti pemandangan indah itu.
Jangan pernah berpikir tentang itu. Dia Lucrezia Donati.
- Simpanan Lorenzo de Medici. - Aku tahu benar siapa dia.
Dia akan memberimu siksaan roda,
jika ia mendapatimu memandangi kekasihnya.
Tapi bagaimana jika dia yang kedapatan melirik ke arahku?
Ada kabar buruk dari Milan, Nico.
Bagaimana anda tahu?
Gambar ular pada jubah si pengendara adalah Biscione ,
lambang keluarga Sforza.
Seandainya ia membawa berita baik, dia akan berpakaian
dengan warna merah tradisional dan mengenakan tameng putih khas Milan.
Apapun pesannya,
Lorenzo tidak akan senang dengan itu.
Keluar!
Keluar! Kalian semua!
Lorenzo? Lorenzo!
Duke dari Milan meninggal dunia.
- Dibunuh. - Oleh siapa?
- Visconti dan dua orang lainnya. - Sebuah pembunuhan terhormat, kalau begitu.
Mereka mengatakan Sang Duke telah memerawani keponakannya.
Sforza adalah seekor babi dengan nafsu yang besar.
Ya, tapi dia adalah babi kita!
Aku mencium campur tangan Vatikan dibalik kejadian ini.
Waktunya terlalu sempurna.
Jika kau benar, kejadian ini akan mengacaukan keseimbangan kekuatan di Italia, Lorenzo.
Oh, demi Tuhan, Becchi, akan ada lebih dari kekacauan.
Ini semua akan mencabik-cabik konsep
dan menghancurkannya!
Kita harus mendongkrak dukungan publik.
Libur Paskah sebentar lagi.
Mari adakan sebuah karnaval.
Biarkan masyarakat Florence merayakan
akhir dari Pra-Paskah seperti mereka merayakan kedatangannya.
Semakin megah arak-arakannya,
semakin kuat pula kita kelihatannya.
Kita bukan burung merak, Giuliano.
Andaipun karnaval berjalan baik dan lancar,
jika tak punya taring di belakangnya,
kita bisa saja menggorok leher kita sendiri.
Apa kau ketakutan?
Tidak, Bapa Suci .
Berdusta adalah dosa, anakku sayang.
Menjauhkan kita dari rahmat Tuhan.
Ya, saya takut.
Tapi itu juga sebuah dusta, bukan begitu?
Paling tidak, sebagiannya.
Sebuah dosa ringan, barangkali.
maka...
pernyataan mana yang benar?
Hm?
Bicaralah, nak.
Tidakkah kau ingin untuk masuk surga?
Jawaban yang tepat adalah...
Tolong! Sri Paus telah melarang pengunjung manapun.
Orang-orang kita telah berhasil, Yang Mulia!
Sforza telah mati.
Florence sudah ranum untuk dipetik, Yang Mulia.
Percayalah padaku.
Bagaimana kalian tahu?
Karena aku punya mata-mata didalam jajaran Lorenzo.
Keluarga Medici akan mengadakan sebuah karnaval,
perjudian yang menyedihkan demi memenangkan hati rakyat.
Mereka lemah, Sri Paus.
Ini adalah kesempatanmu untuk menyerang.
Bukan kesempatanku, keponakan.
Kesempatan Tuhan.
Ada alasan lain untuk bersegera.
Orang Turki itu telah tiba di Florence.
Dia mengejar Book of Leaves .
Aku sungguh menyesal.
Mengapa?
Karena kau tidak seharusnya mendengarkan percakapan ini.
Apa kalian punya rencana untuk 'colombina' atau tidak?
Kami punya.
Dan mereka sungguh mempesona.
Kalau begitu buatlah barang-barang ajaib itu
dan biarkan kami menilainya.
Sayangnya...
No comments yet. Be the first to leave one.