نخستین 200 خط.
Teman-teman! - Apa?
Hei, Teman-teman! - Kenapa dia menutup pintu?
Aku baru saja dari ruang guru.
Apa? - Ada yang kirim surat untuk kita.
Jang Hoon, bacakan dengan suara sekeras tinggimu badanmu.
Ada hadiah juga. - Mereka mengirimkannya kepada kita?
"Halo, aku ibu - Aku ingin tahu ini soal apa.
seorang anak tujuh tahun, Lim So Yul, yang suka menonton acara kalian."
"Biasanya dia tidur pukul 9.30 malam,
"So Yul". - tapi pada hari Sabtu,
dia menyikat giginya dahulu
dan menonton Knowing Brothers sebelum tidur."
"Aku bertanya kenapa dia menyukai acara itu,
dia bilang Ho Dong pandai menebak pertanyaan sulit
selama segmen Brother Lunch."
"So Yul menggambar ini sendiri"
"Dia pikir Jang Hoon sangat tinggi
dan pandai menjawab pertanyaan kuis."
"Sang Min duduk di belakang,
tapi dia pekerja keras dan bijaksana."
Dia positif. - "Soo Geun
kecil, tapi berbakat dan pintar." - "Pintar".
"Hee Chul pandai menyanyi."
"Dia ceria dan bersemangat seperti So Yul."
Dia memanggilku dengan santai.
"Cheol Yeong banyak bicara,
jadi, dia khawatir tenggorokannya akan sakit."
Pendapatnya tentang kita baik. - "Dan dia pikir dia sangat lucu."
"Kyung Hoon pandai menyanyi."
"Siput Min, anggota cerdas terbaik."
"So Yul lebih suka menonton Knowing Brothers
daripada menonton kartun atau video di internet."
Luar biasa. - "Aku yakin
kalian punya pengalaman sedih dan menyakitkan dalam hidup,
tapi terima kasih karena selalu berusaha
untuk menghibur pemirsa." - Itu bukan apa-apa.
"Tolong ingat kalian memiliki
pemirsa cilik seperti dia." - Sungguh mengejutkan.
"Aku mendoakan agar kalian sehat."
"Dari So Yul dan ibunya di Pohang."
So Yul, terima kasih. - So Yul, terima kasih.
"Terima kasih, So Yul"
So Yul, aku akan membuatmu tertawa lagi hari ini.
"Yeong Cheol bertekad"
"Membuka pintu"
Bahkan Claudia Schiffer pun bukan tandingannya.
Apa? - Dia sejarah dan pahlawan
Apa yang dia katakan? - di industri supermodel.
Inilah legenda hidup, Lee So Ra.
Benarkah?
Tepuk tangan. - Tidak mungkin.
"Sang legenda hadir di sini"
Dia supermodel pelopor. - Yang sebenarnya.
Dia supermodel. - Model pelopor.
"Aku sang legenda"
Dia sang legenda. - Astaga.
Halo.
"Halo."
Aku mengakuinya. - Astaga.
"Bangga dan percaya diri"
So Ra yang terbaik. Sungguh.
Aku merinding. - Aku kewalahan.
Rasanya seperti menonton episode pertama acara supermodel.
Dia memang model pelopor. - Bukan merinding, tapi bersemangat.
Benar, aku senang. - Mereka berdua berbeda.
Benar.
Benar sekali.
Dia seperti Mi Sun versi tinggi.
"Dia tampak tidak asing"
Mi Sun memakai seragam itu saat dia bergabung di sini.
Bolehkah kita bercanda seperti ini?
Silakan perkenalkan diri kalian. - Perkenalan diri lebih dahulu.
Aku pemenang
kontes supermodel pertama di Korea.
Astaga. - Benar.
Aku murid pindahan dari SMA Model Pelopor.
Aku Lee So Ra.
"Supermodel legendaris, Lee So Ra"
So Ra. - Dia menakjubkan.
Dia memang luar biasa. - Kalau begitu,
siapa pria di sebelahmu? - Manajernya.
Apa dia manajer So Ra? - Jangan berisik, Teman-teman.
Halo, aku dari Pria Pilihan So Ra dari SMA Gadis Tinggi.
Aku DinDin, Park Seo Jun di industri hiphop.
Tunggu, apa di industri hiphop?
Park Seo Jun. - Ada Park Seo Jun
industri acara ragam di sini. - Ada Kang Seo Jun di sini.
Senang bertemu denganmu.
Begitu penuh karisma. - Senang bertemu denganmu.
Lee So Ra!
Kamu masih begitu penuh karisma.
Terima kasih!
"Terima kasih, Ho Dong"
Ho Dong terlihat muda - Aku tahu dia penuh karisma.
setelah waktu berlalu.
Aku? - Ya.
Aku butuh kursi untuk bicara santai
karena leherku sakit - Baiklah.
karena memandangmu yang duduk. - Kursi.
Boleh kami minta kursi? - Kita duduk padahal mereka tidak.
Kalian selalu duduk
saat tamu kalian berdiri. - Itu kursinya.
Beri kami kursi. - Mereka hendak memberimu kursi.
Kursi-kursi itu...
Mereka menawarkan kursi hanya untuk mereka yang berseragam seperti itu.
"Tertawa"
Hanya seragam itu.
Ini kali pertamaku melihatnya. - Mi Sun dan So Ra.
Mi Sun dan Sa Yeon.
Kamu benar.
Tapi DinDin, kamu bergabung dengan Hyeon Gyeong sebelumnya.
Benar. - Ya, dengan Oh Hyeon Gyeong.
Hari ini kamu bersama So Ra.
Dia bergaul dengan yang lebih tua. - DinDin adalah...
Seperti... - Dia populer.
Itu karena So Ra memilihku.
Maksudku, staf pasti bilang dia akan bergabung denganku.
Dia pasti bilang tidak keberatan
alih-alih bilang, "DinDin agak..."
Benar. - Dan dia
seperti hidangan utama
dan aku seperti hidangan pendamping.
Maksudmu kamu senang berada di sampingnya?
Kamu mungkin tidak akan bisa berada di sampingnya.
DinDin, ada sesuatu. - Aku hidangan pendamping sempurna.
Aku senang berada di sini bersamamu,
tapi Kang Nam yang pertama di daftar.
Dia tiba-tiba menikah.
Astaga, DinDin. - So Ra!
Aku bahkan membawa ranselmu saat ke sini.
Staf menyebutkan nama DinDin, jadi, kubilang, "DinDin adalah DinDin."
Jadi, kamu tahu.
Aku bingung
karena aku pernah bekerja dengan So Ra
di acara berjudul "X-Man"
dan itu yang terakhir. - Sudah 15 tahun yang lalu.
Dia penuh karisma saat itu.
Aku bergabung di acara itu karena aku penggemar Ho Dong.
Aku sangat antusias karena aku sangat menyukai dia.
Tapi kemudian dia...
"Berteriak"
Dia berteriak seperti ini.
Seperti ini?
Dia seperti ini. - "Hei, ini tidak akan ditayangkan."
Aku tidak pernah mendengar suara itu
sejak Joo Byung Jin.
"Tunggu, siapa?"
Dia sosok yang sudah tua. - Astaga.
Benar. - Joo Byung Jin.
Itu tidak bagus. - Astaga.
Tapi... - Kenapa So Ra menyebut namanya?
Dia sangat dekat dengannya.
Aku juga baru bertemu dengannya. - Di antara semua siswa pindahan,
kamu orang kedua yang menyebutkan namanya.
Yang pertama Lee Gyeong Gyu.
Berarti dia. - Aku tahu.
Dia meninggikan suaranya seperti ini
dan aku terintimidasi.
Aku dekat dengan produser, jadi, kuberi tahu dia di ruang rias.
"Hei, ada apa dengan Pak Kang?"
Karena syuting belum berakhir,
dia mendatangi Ho Dong dan memberitahunya
bahwa aku takut.
Lalu Ho Dong datang ke ruang rias.
Dia bilang apa? - Dia datang...
"Dirasuki Ho Dong"
Astaga.
"Dia meminta maaf dengan membungkuk 90 derajat"
Pasti tidak nyaman.
Bagus sekali. - Pasti sangat tidak nyaman.
Aku sangat ramah. - Itu akan membuatmu
merasa makin tidak nyaman. - Dia membungkuk 90 derajat?
Ya, 90 derajat. - Begitu rupanya.
Seolah-olah dia terpaksa melakukannya.
"Baiklah."
Bukan begitu.
Pasti sangat tidak nyaman. - Jangan seperti itu.
Aku tidak tahu sisa syutingnya seperti apa.
Biasanya orang bilang, "Lakukan dengan mudah dan nikmatilah."
Tapi dia malah membungkuk padanya.
"Baiklah, maafkan aku"
Itu seperti adegan dalam film.
Alih-alih, "Kamu takut? Aku akan coba melakukannya dengan tenang."
"Maafkan aku." - Benar.
"Apa kamu merasa tidak nyaman?" - Dan rambutnya
seperti ini saat itu.
Benar, seperti kimchi lobak. - Dia membungkuk 90 derajat
dengan gaya rambut itu.
Aku tidak ingat kejadian itu.
Hanya ingat hal yang baik. - Kalau begitu...
Pelaku biasanya tidak bisa mengingat dengan jelas.
Benarkah? - Ini kali pertamamu melihatnya
sejak saat itu? - Tidak, kami pernah bertemu.
"Dia bertemu dengannya karena urusan pribadi tahun lalu"
Begitu dia melihatku,
dia membungkuk 90 derajat lagi.
Kenapa? - Dia menyimpan dendam.
Dia menyimpan dendam - Bagus sekali.
padanya. - Aku sungguh baik.
Itu... - Ada apa dengannya?
No comments yet. Be the first to leave one.