نخستین 197 خط.
SEMUA KARAKTER, KEJADIAN, LOKASI, DAN INSIDEN DALAM DRAMA INI ADALAH FIKTIF
Kak Young-ran.
Bau apa itu?
18 SEPTEMBER MOON JU-RAN
Kau tidak mendengar semacam musik?
Mungkin mereka di rumah, mengabaikan bel.
Tidak mungkin.
Jika kita tinggalkan pesan, mereka mungkin baca nanti.
Kurasa tak ada orang.
Omong-omong, bau apa itu?
Kau pindah 3 bulan lalu, tapi kita belum bertemu.
Gabunglah ke ruang obrolan.
Aku pulang setelah enam tahun.
Halo.
PHARMSERIN
Sayang.
Sayang, maaf. Nanti kutelepon kembali.
KLINIK PEDIATRI KIUMAI DIREKTUR PARK JAE-HO
Halo.
Halo, Tn. Park.
Maaf. Seharusnya aku menemuimu lebih cepat.
Senang bertemu denganmu. Aku Shin Ji-su, guru Seung-jae.
Apa yang Seung-jae lakukan?
Beberapa hari lalu, pada ujiannya,
dia menyerahkan jawaban seperti ini.
Nilai Seung-jae bagus
dan tak pernah bermasalah dengan temannya sejak pindah.
Tapi selama beberapa hari ini, dia jarang bicara,
dan tak makan apa pun.
Dia hanya tidur di mejanya.
Jadi, aku ingin bertanya apakah terjadi sesuatu di rumah.
Bagaimana dengan ibunya?
Seung-jae.
Jika kau tak mau bicara, aku akan memanggil ibumu.
Ayahku.
Tolong panggil ayahku, jangan ibuku.
Istriku sedang tidak sehat belakangan ini
dan kurasa Seung-jae tahu itu.
Kami pindah ke sini dan dia tiba-tiba pindah ke sekolah ini.
Aku yakin dia cukup tertekan.
Maaf. Aku akan bicara dengannya.
Sebenarnya, Tn. Park...
Dia ingin mati.
Itu kata Seung-jae.
Anak-anak seusianya cenderung mengatakan itu dengan enteng.
Kudengar ada kasus sebelum dia pindah ke sekolah ini.
Kurasa ada kaitannya dengan ibunya.
Bisa beri tahu aku apa yang terjadi?
"Kasus"?
Kau membuatnya terdengar seperti kejahatan.
Tidak, Tn. Park. Aku tak bermaksud begitu.
Maaf jika kau tersinggung.
Ini agak tidak menyenangkan.
Aku akan menenangkannya dahulu
dan menemuimu lagi lain kali. Sampai jumpa.
Tuan Park!
Jangan beri tahu Ibu tentang kejadian hari ini.
Peringatan kematian bibimu sudah dekat.
Ayah.
Bisakah kita kembali ke Seoul?
Nak.
Kau ingat kenapa kita pindah, bukan?
Ibu?
Kupikir kau mengerti, Seung-jae.
Apa aku salah?
Begitukah?
Tidak.
Aku mengerti.
Seung-jae.
Sikapmu seperti ini...
tidak akan baik untuk ibumu.
Kau tahu, bukan?
Sayang.
Kau sedang apa di sana?
Kalian pulang bersama?
Kau sedang apa?
Aku sudah mencium bau busuk selama beberapa hari.
Kupikir mungkin kucing liar mengubur tikus di sini,
jadi, aku mau gali dan periksa.
Bau?
Bau apa yang kau bicarakan?
Kau tidak menciumnya?
Seung-jae, bagaimana?
Kau tidak mencium bau busuk?
Tidak.
Tidak ada.
Aku tak mencium apa pun.
Pupuk alami?
Kau benar-benar tak ingat?
Kau memintaku membelinya untuk memulai kebun sayur di halaman.
Aku mencarinya
dan menemukan bahwa pupuk alami bisa berbau busuk.
Benarkah?
Aku memintanya?
Benar. Aku ingat sekarang. Aku memintamu membelinya.
Jadi, baunya karena itu.
Terima kasih makanannya.
Kau tak mau tambah?
Sayang. Kita harus bersiap sekarang.
Apa?
Dia sedang mengalami pubertas.
Kau harus mulai menulis semua perbuatannya yang membuatmu kesal.
Setelah dia punya pacar, akan kutunjukkan kepadanya.
Inilah dr. Park Jae-ho, direktur Klinik Pediatri Kiumai.
Selamat datang.
Halo. Aku Park Jae-ho.
- Halo. - Halo.
...gejala tersebut akan muncul.
Terutama anak-anak...
Kusarankan anak-anak memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan.
- Siapa itu? - Halo.
Aku tetangga sebelahmu yang baru pindah hari ini.
Aku ingin menyapa.
Maafkan aku,
tapi kami tak bisa menemuimu saat ini.
Kami akan datang menyapa di siang hari.
Apa?
Tentu. Aku datang terlalu malam.
Maafkan aku.
Tidak masalah.
Selamat malam.
Bau apa itu?
Kau sedang apa?
Kemarilah. Ayo menonton wawancaraku.
Kau pindah 3 bulan lalu, tapi kita belum bertemu.
Apa aku datang terlalu cepat?
Aku tak mencium bau di sini.
Orang tua tak bisa melarang anak
- pergi keluar. - Kau benar.
Saat keluar, pastikan mereka memakai masker.
Pastikan mereka tidak di luar terlalu lama.
Selagi bermain di luar...
Rambutku terlihat aneh.
Riasan tidak sebagus sebelumnya, bukan?
Menurutku kau tampak tampan.
Tak hanya orang dewasa, tapi anak-anak juga, serbuk sari...
Itu tetangga baru kita, bukan?
Ya. Dia agak serak.
Kau sudah melihatnya?
Hanya sekilas tadi.
Makelar bilang ada yang salah di rumah itu,
jadi, akan tetap kosong sementara.
Kupikir itu bagus karena kau tak mau diganggu.
Sayang, akan kucari tahu lagi besok, ya?
Omong-omong, apel yang kau beli bagus.
Rasanya sangat enak.
Sayang, kau ditelepon.
KIM YUN-BEOM, FARMASI YUSEONG
Halo?
Kurasa kau melewati batas.
Kau makin berani mengatakan hal yang bisa menyebabkan masalah.
Memancing malam?
Entahlah.
Kurasa itu tidak akan membantu.
Akan kupertimbangkan.
Bau apa itu?
Apa yang kau pikirkan?
Tidak ada.
Kau masih berpikir ada yang bau?
Tidak.
Bagaimana dengan suara?
Beberapa hari lalu,
kau bilang terus mendengar suara dentuman dari lantai dua.
Apa kau masih mendengarnya?
Tidak. Sudah tidak kudengar.
Kau menjadi sensitif di bulan ini.
Karena itu Seung-jae dan aku mencoba lebih hati-hati.
Kakakmu juga ingin kau lebih bahagia.
Itu satu-satunya alasan kita pindah kemari.
Sayang.
Mari hidup bahagia di sini.
Maafkan aku.
Kau dan Seung-jae...
Semua karenaku.
PERINGATAN KEMATIAN YOUNG-RAN
Kak Young-ran.
Bau apa itu?
19 SEPTEMBER MOON JU-RAN
Bau apa itu?
Kau siapa?
Aku tinggal di sini.
Aku melihatmu kemarin. Tetanggaku.
Senang bertemu denganmu. Aku Oh Hae-su.
Ya...
Baiklah.
Aku permisi.
Tunggu.
Bau apa itu kemarin?
Aku ragu itu dari rumahmu.
Kurasa itu dari halamanmu.
Itu bau pupuk.
Pupuk alami.
Pupuk?
Kurasa itu bukan bau pupuk.
Kurasa ada sesuatu yang membusuk di tanah.
Itu pasti sangat bau juga di dalam rumah. Apa kau tak terganggu?
Aku tidak tahan bahkan untuk sesaat.
No comments yet. Be the first to leave one.