The Interest of Love

The Interest of Love (사랑의 이해)

دانلود زیرنویس Indonesian

فصل 1

هماهنگ با نسخه‌های زیر

The Interest of Love S01E16 NF
The Interest of Love S01E16 KOREAN WEBRip x264-ION10
The Interest of Love S01E16 1080p NF WEB-DL DDP2 0 x264-MARK
ناشر Luh_Fil
Indonesian NF Version

برچسب‌ها

other
تاریخ انتشار: 2023-02-09
تعداد دانلود: 15
مخصوص ناشنوایان: No

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 200 خط.

THE INTEREST OF LOVE

Anda bisa menarik selama periode tersebut.

Tapi Anda perlu mempertahankannya tiga tahun

agar terbebas dari pajak.

Lebih baik mempertahankan rekening ini setidaknya tiga tahun.

JUNI 2023

Sial. Beratku makin bertambah seiring usia.

Sang-su, kau bisa mengajariku bermain hoki.

Pernah berseluncur?

Ya, waktu kecil.

Di arena es tua itu?

Apa aku setua itu?

KALENDER KCU 2024

- Halo. - Hai.

Mampirlah ke bank sesekali.

Tn. Ha, kau menjadi asisten manajer!

Tunggu sebentar.

- Tak perlu. - Tak apa-apa.

Bawalah pulang.

Terima kasih.

- Nikmatilah. - Ya.

- Terima kasih. - Sama-sama.

- Aku akan mampir. - Baik.

APA YANG INGIN KAU LUPAKAN?

HAL-HAL YANG INGIN KUINGAT SELAMANYA

Beberapa malam, aku lupa akan dia.

Malam lain, aku melihatnya jelas.

Tak terasa,

empat tahun pun berlalu.

THE INTEREST OF LOVE

EPISODE TERAKHIR

Halo?

Astaga!

Hati-hati. Kau mau melahirkan.

Ini yang ketiga. Tak apa. Tak akan lahir di sini.

- Semua hadir? - Sudah duduk.

Tn. Lee mengurus mempelai pria.

Astaga. Ada apa dengannya?

Kurasa dia akhirnya dewasa.

- Ayo masuk. - Baik.

Wah, ternyata bagus!

Sudah merias wajah?

Tak perlu.

Kenapa? Kau harus tampil menawan.

Jika sudah siap, ayo keluar.

Kita berkumpul di sini untuk merayakan pernikahan

Ma Du-sik dan Bae Eun-jeong.

Mohon berikan tepuk tangan yang meriah untuk pasangan bahagia ini.

Mari kita sambut kedua mempelai.

Selama empat tahun, mereka berulang kali berpisah

dan kembali bersama bak drama.

Akhirnya menikah.

Aku lebih terkejut kau masih bujangan, Tn. Lee.

Oh, ya?

Aku lebih terkejut kau hamil anak ketiga.

Mengejar penghargaan karena banyak anak?

Jaga mulutmu.

Suasana hatiku sedang buruk karena hormon.

Aku juga tertekan karena cuti melahirkan.

Lama tak jumpa, Tn. Ha. Apa kabar?

Baik. Selamat atas kehamilanmu.

Kau di cabang Sangan?

Ke cabang Yeomnam minggu depan.

Cabang Yeomnam?

Aku punya kenalan di sana.

Dia pindah posisi dan masuk Tim Konsultasi Umum.

Oh, begitu.

Bagaimana denganmu, Tn. So?

Aku masih di cabang Youngpo.

Kurasa SDM tak tahu kau ada, Gyeong-pil.

Bagaimana bisa dia bertahan begitu lama di satu tempat?

Tujuanku menjadi manajer cabang.

Makanannya enak,

tapi aku mengidamkan galbitang.

Tak sarapan, Wakil Manajer Noh?

Sudah kuduga. Jadi, aku memakai tanda pengenal baru.

Kecil sekali. Apa terbaca? Lihatlah.

"Manajer Cabang Noh".

Istrimu pasti sangat senang kau naik jabatan.

Dia buat sarapan lagi.

Terakhir kali saat baru menikah.

Bagaimana kabarmu, Si-gyeong?

Kenapa?

Dia sudah lama pensiun.

Sudah bukan Manajer Cabang Yuk.

Akulah yang ba…

Aneh jadinya kalau memanggilnya dengan sebutan lain.

Kau tak keberatan?

Tentu saja tidak.

Kini aku tertarik pada tugas rumah.

Ternyata cocok untukku.

Senang bisa bertemu lagi dengan semua orang dari cabang Youngpo.

- Mari nikmati hidangannya. - Ya.

Wah.

Terima kasih sudah datang.

Hidup cabang Youngpo!

- Hidup! - Hidup!

Selamat atas pernikahan kalian.

Karena naik jabatan, aku bisa memberimu

uang sumbangan yang cukup banyak.

- Terima kasih, Manajer Cabang Noh. - Sama-sama.

Aku kelaparan.

Aku tak bisa melakukan ini lagi.

Apa kau berencana menikah lagi?

Tergantung kau.

Di mana Asisten Manajer Park?

Bukankah kini manajer?

Oh, ya.

Semua orang naik jabatan, kecuali aku.

Jadi, dia tak datang hari ini?

Tidak?

Ada apa?

Apa kau merasa tak nyaman, Tn. Ha?

Kenapa dia bisa merasa tak nyaman?

Oh, ya. Mereka dulunya pacaran.

Aku tak apa-apa.

Dengar, 'kan? Sudah lama.

Apa kau tak mengundang Nn. Ahn?

Sudah tak berkomunikasi setelah dia pindah?

Nikmati hidangannya.

- Baik. - Kami akan kembali nanti.

- Selamat. - Terima kasih.

- Silakan ambil sendiri. - Baik!

Kau sebaiknya datang.

Hari ini terakhir kalinya aku datang.

Hei.

Aku merasa bersalah padamu.

Ini caraku menebus kesalahan.

Aku tak ingin dengar.

Datang ke tempat Seok-hyeon.

Lihat nanti.

Semoga beruntung.

- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.

Mi-gyeong!

- Senang melihatmu! - Hei!

- Bagaimana kabarmu? - Baik. Kau?

Namaku cukup umum.

Mulai sekarang,

tiap kali kau dengar nama "Mi-gyeong"

atau melihat koin 500 won…

kau akan merasa bersalah.

Lama tak jumpa.

- Hai! - Hai!

- Ke pernikahan? - Ya.

- Apa kabar? - Baik.

- Lama tak jumpa. - Ya.

Lama tak jumpa.

Kenapa kau terlambat? Semua orang menunggumu.

Pemeriksaanku baru selesai.

Oh, begitu.

Kerja di akhir pekan juga. Kantor pusat beda.

Bagaimana kau tahu aku di kantor pusat?

Ayo masuk.

Sang-su baru saja pergi.

Mau kupanggilkan?

Tak perlu. Dia hanya mantan.

Jadi, kau lulusan Seogwang?

Ya.

Dulu aku sering ke kampusmu.

Aku ke sana bersama mantanku.

Kopi di sini pahit.

Apa rasanya enak?

Aku bukan pemilih soal kopi. Apa pun kuminum.

Baguslah jika kau bukan tipe pemilih.

Mantanku sangat pemilih soal kopi.

Maaf.

Kurasa aku tak bisa.

Aku hanya datang karena temanku bersikeras.

Tapi aku tak yakin aku siap menjalin hubungan.

Baiklah.

Mari bertemu lagi sesekali.

Kita terpisah, tapi tetap keluarga.

Ayo lanjut ke ronde kedua.

Aku ada acara. Lain kali. Sampai jumpa.

- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.

- Hati-hati. - Sampai jumpa.

- Senangnya. - Aku ke tempat parkir.

- Sampai jumpa. - Senangnya.

Kau tak pulang?

Aku mau pulang.

Apa kau tahu kesibukan Su-yeong sekarang?

Tidak.

Tak apa tak melihat Sang-su,

tapi kau tanya soal dia.

Kurasa begitu.

Memang aneh, tapi aku memikirkannya sesekali.

Sampai jumpa.

Sampai jumpa lagi.

Baiklah.

Bukankah kau akan pindah cabang?

Kau seharusnya bersiap, bukannya kemari.

Lebih baik buang kardus saat sempat.

Ibu benci melihatmu begitu saat berpakaian rapi.

Kau pria hebat. Ibu heran kenapa kau masih lajang.

Apa kau belum bisa melupakan wanita itu?

Siapa?

Itu bertahun-tahun yang lalu.

Lupakan saja.

Bisakah kau sekalian merapikan gudang?

Permisi. Aku mau pesan secangkir teh lemon.

More Indonesian subtitles for The Interest of Love

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left