نخستین 200 خط.
Arthur, cepat!
Cepat, cepat!
Aku lapar sekali, aku tak bisa menunggu!
- Ah Qiang! - Nona Nanami!
- Kau juga mengantri? - Ya, aku mengajak teman-teman.
Pelayanannya baik sekali, tak heran restoran mereka laris.
Ya!
Matsuzaka sudah buka!
Mari bekerja keras hari ini!
Berikutnya, kami akan undang kalian semua masuk!
Sudah buka! Sudah buka!
- Nanami! - Ya!
- Ayah. - Terima kasih.
- Ini tisyu basahnya. - Terima kasih.
- Ayah, teh! - Maaf, Nn. Nanami.
- Boleh pesan segelas sake lagi? - Baik!
- Nanami! - Ya!
Ayah. Terima kasih.
Tempura! Tempura! Baik.
Aku bisa memotret kalian.
- Kau bisa? - Ya.
- Silakan. - Terima kasih.
Siap... Senyum!
Terima kasih.
Sampai jumpa. Sampai jumpa.
Terima kasih atas kedatangannya!
Sekarang giliran siapa membuang sampah?
Bukan aku, kemarin aku sudah.
- Aku sudah kemarin lusa. - Bersihkan meja.
Yi Lang, kau saja.
Apa? Kemarin lusa aku sudah dan 3 hari lalu juga.
Kemarin aku juga sudah. Jadi hari ini giliranku lagi?
- Kalau begitu Nanami saja. - Aku? Aku bos kalian.
Kau bebas tak mengeluarkan sampah karena...
...kau bos kami? Kita buat saja jadwal.
Apa? Jika ada jadwal, giliranku 3 hari berturut-turut?
Kalau begitu bilang pada Yun Que, dia yang membuat jadwalnya.
Aku membuatnya sesuai keinginan bos.
Kalau begitu kau saja, Qi Hai.
Aku? Aku bos kalian.
Aku yang memutuskan siapa yang membuang sampah.
- Bicara bahasa Mandarin! - Kau, keluarkan sampah.
- Kenapa aku? Aku kemarin lusa. - Kemarin aku.
Sampah dan aku hari ini sedang tidak cocok.
Jangan bicarakan kemarin atau kemarin lusa.
Aku bicara sampah hari ini.
- Hari ini bukan giliranku. - Bukan giliranku juga.
Kalau begitu giliranku?
- Tak mungkin giliranku. - Bukan giliranku juga.
- Kalau bukan kalian, lalu siapa? - Kita buat saja jadwal.
Kalau sesuai jadwal, aku sudah membuang sampah kemarin.
- Giliranku kemarin lusa. - Giliranku kemarin.
Aku tak peduli, sampah itu harus dibuang.
- Sesuaikan jadwal saja. - Aku setuju.
Hari ini bukan giliranku.
- Jadi sekarang giliranku? - Sesuaikan jadwal saja.
Giliran siapa lagi selain kau?
- Giliranku sudah kemarin... - Cukup!
Kita bisa tak setiap hari bertengkar siapa yang membuang sampah?
Lumayan. Kau membawa kesegaran bunga dengan...
...ukiranmu, seakan baru saja dipetik dari taman.
Kau layak menyandang gelar "tangan emas pengukir indah."
Tanganmu sangat terampil menggunakan pisau.
Manajemen mengatakan indera perasamu sangat sensitif.
Tentu, aku tahu apa bahannya dengan sekali mencicipi.
Kalau begitu bagus, kami butuh orang seperti kau.
Jadi aku diterima?
A Zhe, Xiao Tai, kemarilah.
- Ini A Zhe, Xiao Tai. - Senang berkenalan.
Dia akan menangani meja makanan dingin.
Paman, kau salah. Aku melamar sebagai koki kepala.
Bukan sebagai koki meja makanan dingin.
Bukan itu yang dikatakan manajernya.
Manajer memintamu ditempatkan di meja makanan dingin.
Xiao Liang.
Manajer, aku melamar sebagai koki kepala hidangan utama.
Bukan koki yang memegang makanan dingin.
Ah Rei, meski kau tak ditempatkan di posisi yang kau inginkan...
...gajinya lumayan.
Aku tahu gajinya lumayan.
Tapi aku hanya merasa agak disesatkan.
Jika tak boleh menyentuh makanan, bagaimana aku mengungkapkan...
...pikiran dan aspirasiku pada bahan makanannya?
Menjadikanmu koki utama akan menghina makanan itu.
Keahlianmu dengan pisau hebat, tapi masakanmu memuakkan.
Kau harus sadari kelemahanmu.
Siapa bilang masakanku memuakkan?
Aku sudah punya restoran.
Benar. Dan restoran itu sudah tutup.
Jika kau sukses, kenapa kau melamar di sini?
Alasanku gagal adalah aku berkeras tak memakai penyedap.
Dan hanya memakai bahan-bahan alami.
Kau tak bisa berkeras menggunakan bahan alami...
...tapi tak peduli pada rasa makanannya.
Dengarkan saran teman sekolahmu. Gaji restoran kami sangat baik.
Di ekonomi saat ini, sudah cukup beruntung kau punya penghasilan.
Uang, uang, uang.
Karena orang masa kini hanya ingin mencetak uang.
Maka mereka menggunakan berbagai bahan makanan.
Seperti minyak got.
Orang-orang jahat itu seharusnya dipaksa menutup restoran mereka.
Hei, kau akan ke mana?
Aku akan membuktikan bahwa...
...aku bisa gunakan bahan alami untuk memuaskan pelanggan.
Pinjami aku 130 juta.
Kalau kau bekerja, kau punya uang. Akan kubayar gajimu di muka.
65 juta?
Kau masih belum mengembalikan kartu EasyCard-ku.
40 juta?
Nona Cai!
Nona Cai, kau belum membayar sewa bulan ini.
Mana mungkin. Sekretarisku belum menangani?
Akan kusuruh sekretarisku untuk menghubungimu.
Nona Cai, jangan lupa.
Halo, apa kabar? Ini Panti Jompo Qin Xing?
Ini sekretaris Nn. Cai Yue Chue.
Begini, perusahaan kami sedang pindah bank.
Maka rekening kami ditutup sementara.
Karena itulah kami tak bisa mentransfer uangnya.
Akan kami selesaikan besok. Akan kami bayar besok lusa.
Aku ingin memberi tahu di muka.
Omong-omong, kau mengejar Nn. Cai untuk urusan ini?
Itu masalah kecil. Jangan kejar dia dan memberi tahu dia.
Dia sangat sibuk. Dia menangani bisnis besar...
...dan tak mau diganggu pembayaran kecil.
Jika ada masalah, cari saja aku.
Baiklah. Maaf.
Terima kasih. Ingat itu.
Baiklah.
Nenek.
Nenek!
Nenek, aku sudah lulus.
Siapa kau?
Aku Mei Mei.
Aku Mei Mei kesayanganmu.
Sekarang giliranku.
Mei Mei.
Nenek. Nenek.
- Mei Mei. - Aku sudah lulus.
Kau sudah lulus?
Cucuku sudah lulus. Ayo, lihatlah.
Cucuku sudah lulus.
Kalian...
Kalian tuli atau pikun?
Aku bilang, cucuku sudah lulus.
Kalian dengar aku?
Semua memuji keahlianku memasak.
Restoran kami sangat laris.
Kau tak bisa makan di sana jika belum memesan tempat.
Datanglah ke Taipei jika ada waktu.
Akan kucarikan meja VIP untukmu.
Selamat datang!
Halo. Meja untuk satu orang?
Silakan duduk di sini.
Ini menu kami. Silakan dilihat.
Kau suka cosplay? Atau kau mahasiswa?
Ini bukan masa wisuda. Pasti ini cosplay.
Kau ingin ikan bakar? Keahlianku memanggang ikan tak tertandingi.
Atau mungkin Oyakodon, menu istimewa restoran?
Aku manajer gedung. Kita sudah bicara di telepon.
Jadi kau Ibu Cai Yun Chue yang tak kenal lelah...
...mengejarku tanpa ampun setiap bulan.
Kasar sekali. Panggil aku Nona Cai.
Karena kau di sini dan ini pertama kali kita bertemu...
...apa pun pesananmu, aku yang traktir.
Tn. Ji, kau berutang dua bulan uang sewa padaku.
Aku tahu.
Aku sibuk sekali belakangan ini. Akan kubayar dua hari lagi.
Sibuk? Ini jam ramai untuk makan di restoran.
Tak ada pelanggan di restoranmu.
Kau pasti sibuk membunuhi nyamuk.
Karena bisnismu tak lancar...
...kita jangan membuang waktu. Aku akan sita tempat ini.
Nn. Cai Yun Chue, kurasa ada kesalah pahaman kecil di sini.
Biasanya restoranku sangat ramai.
Saat ini pelangganku lebih suka masakan Taiwan atau Thailand.
Jadi aku putuskan untuk membebaskan mereka.
Jika kau datang lagi besok, aku jamin tempat ini pasti penuh.
Aku pasti akan datang lagi besok.
Aku memberimu dua pilihan. Pertama, kau membayar sewa.
Atau kedua, kau menerima surat peringatanku...
...dan meninggalkan tempat ini.
Nn. Cai Yun Chue, kontrak kita sudah jelas.
Menunggak selama 3 bulan merupakan pelanggaran kontrak.
Ini masih sebulan lagi, kau tak bisa menuntutku.
Kau menunggak sewa selama sebulan.
Aku bahkan belum menghitung biaya lainnya. Cerdaslah sedikit.
Kau harus tahu batas rugimu.
Saatnya kau sadari kerugianmu dan berhenti.
Karena aku kurang cerdas untuk memaksa membuka restoran...
...yang tak suka memakai bahan penyedap selain bahan alami.
Aku akan bertahan.
Aku masih punya waktu sebulan. Percayalah aku akan...
...mengubah keberuntunganku dengan ajaib.
Kau pikir kau bisa mengandalkan optimismemu...
...tanpa kemampuan mengelola restoran ini?
Cerdaslah sedikit dan bekerja samalah dengan kami.
Jika tidak, kau boleh bicara dengan pengacaraku.
Ini Pi Shu yang kusimpan untuk acara khusus.
Tapi kau melepaskan semua stikernya.
No comments yet. Be the first to leave one.