نخستین 200 خط.
berkatmu, ku bisa berada di sini
kimi ga iru kara, boku ha koko ni iru yo
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
ku bahkan tak sadar bila diriku ini besar kepala
unuboreteita koto ni sae kizukazu ni
ku merasa telah memiliki segalanya
nanimokamo te ni shita ki de itanda
ah, ku sangat menderita karena tak bisa lindungi apa pun
aa, nani hitotsu mamorenai kurushimi de mogaite
mau jadi kuat tanpa satu kegagalan pun
haiboku shiranai mama tsuyoku narou nante
sungguh manja diriku ini
neboketeita
berkatmu, ku bisa berada di sini
kimi ga iru kara, boku ha koko ni iru yo
bukan berarti tak terjadi apa pun
nanimo nakatta wake janai
masa depan menunggu di dekat sana
mirai ga soko de matteirunda
pengorbanan dan rasa sakitmu telah ciptakan harapan
kimi dake no itami ga hora, kibou wo tsukanda
Lonely, lonely, lonely, Go!
kau sedang hadapi pilihan hidupmu
kimi ha ima bunkiten de
Lonely, lonely, lonely, Go!
anggaplah semua jadi cinta
subete wo ai ni shite
Permulaan Baru
Permulaan Baru
Permulaan Baru
Ayah masih di sana, dan kita malah disuruh segera pulang ke desa, ya.
Itu sudah wajar, 'kan?
Kelima Kage harus hadiri upacara pemakaman Tsuchikage Oonoki.
Kita itu hanya bocah ingusan.
Upacara pemakaman kakek...
Sayang sekali kita tak bisa hadir, ya?
Begitulah.
Dan Mitsuki dikurung di gerbong lain.
Padahal akhirnya aku punya kesempatan bicara banyak dengannya.
Dasar.
Kau itu hanya merepotkanku.
Tiba-tiba datang dan pergi begitu saja.
Meski aku ingin melupakanmu, sepertinya aku takkan bisa.
Sesampainya di desa, kita nanti akan terima omelannya Bu Moegi, ya.
Padahal aku sudah melupakannya!
Jangan diingatkan, dong!
Ah, tak mau, deh!
Ya, tapi kita tetap harus pulang!
Begitulah.
Ino-Shika-Cho itu, di mana pun selalu bersama, 'kan?
Dasar, yang benar saja!
Ah, aku benar-benar rindukan makanan manis Konoha!
Masih mau makan?
Hoi, kalian!
Makanan manis beda cerita lagi, tahu!
Chocho, kau boleh makan bekalku.
Oh, hore!
Terima kasih!
Rasanya aneh sekali.
Kukira kakek itu takkan bisa dibunuh.
Kalau saja aku bisa berbuat sesuatu...
Jangan berkata seperti itu, Tsuchikage Keempat!
Di akhir hayatnya, Tn. Oonoki sudah temukan kembali tekadnya.
Begitu, ya.
Benar.
Dan dia wariskan pembelajaran yang berharga bagi kita semua.
Ya.
Yang terpenting adalah lindungi dunia ninja dengan tangan kita sendiri.
Untuk wujudkan hal itu, kita harus melatih dengan baik anak-anak muda di desa kita.
Dan itu merupakan tugas bagi kita yang masih hidup.
Benar begitu, 'kan?
Tapi membutuhkan waktu untuk dapatkan kepercayaan lagi.
Desa harus bersatu.
Kalau itu, tak perlu dikhawatirkan.
Ada orang sebanyak ini.
Itu menandakan besarnya tekad yang ditinggalkan oleh Tn. Oonoki.
Tsuchikage Ketiga!
Aku memang payah.
Tapi aku pasti akan lindungi desa, dan jadi ninja super kuat!
Aku pasti akan teruskan tekad Anda!
Kita punya tekad yang paling kuat dan keras di dunia.
Dan "tekad" itu akan terus diwariskan, ya.
Aku pulang.
Kakak.
Kakak pulang!
Mama, Kakak sudah pulang, lo!
Boruto!
Apa kau tahu Ibu sekhawatir apa?
Maaf, Ibu.
Aku baik-baik saja, kok.
Kau benar-benar buat Ibu cemas!
Aku pulang.
Mama?
Anu...
Maafkan aku karena membuatmu khawatir!
Dasar bodoh!
Aku sangat mencemaskanmu!
Aku pulang!
Mitsuki sudah dimasukkan ke dalam kurungan tersendiri.
Ya, kenyataannya memang dialah pahlawan yang mencegah bencana ini.
Tapi kita juga perlu jaga citra sebagai penasihat, ya.
Jadi, bagaimana dengan Boruto dan Sarada?
Kalau mereka...
Mereka tak tinggalkan temannya
dan pertaruhkan nyawa untuk selamatkan teman.
Terus terang, aku ingin memuji mereka.
Naruto!
Kau sudah kembali, ya!
Tapi kau tahu sendiri 'kan
kalau itu tak bisa dilakukan?
Status Genin kami dicabut?
Apa pun alasannya
kalian tetap bersalah karena tinggalkan desa tanpa izin.
Itu hukuman yang pantas.
Aku tahu itu.
Eh, Ayah...
Hokage Ketujuh!
Apa interogasi pada Mitsuki masih belum selesai?
Ya, begitulah.
Ada banyak informasi penting yang hanya diketahui olehnya.
Begitu, ya.
Tunggu.
Tinggalkan ikat kepala kalian di sini.
Aku permisi dulu.
Jadi, alasanmu mengikuti mereka adalah
untuk selidiki yang mereka rencanakan, ya?
Benar.
Kalau aku tertangkap saat itu
kita takkan tahu siapa dalangnya.
Makanya kau dengan sengaja masuk ke wilayah musuh, ya?
Maafkan aku.
Pada akhirnya, aku justru libatkan banyak orang.
Keputusanmu memang tepat untuk cegah kemungkinan terburuk.
Tapi...
Kenapa kau tak bilang apa-apa padaku?
Maaf, aku...
Sebelum dia tinggalkan desa
sebenarnya ada banyak cara yang bisa dilakukannya untuk minta bantuan orang lain.
Tapi alasan dia tak melakukannya dan pergi sendiri adalah
karena dia senang bisa bertemu manusia buatan lain yang sama sepertinya.
Dia tak bisa abaikan kesempatan bertemu dengan teman senasibnya.
Benar begitu, 'kan?
Demi penyelidikan, demi desa...
Mungkin bukan itu saja alasan sebenarnya.
Apa yang akan terjadi pada Tim 7, ya?
Tak seperti dirimu saja.
Kita bisa mengulanginya dari awal, 'kan?
Apa kau mengerti?
Mungkin saja kita takkan bisa bertemu Mitsuki lagi!
Apa maksudmu?
Apa maksudmu dia akan diusir dari desa?
Tak hanya di Konoha.
Mungkin juga dia harus bertanggung jawab atas kekacauan yang terjadi di Desa Iwa.
Takkan kubiarkan!
Kalau memang benar, ayahku bisa...
Selain itu...
Mungkin juga dia akan tinggalkan desa atas kemauannya sendiri.
Tak mungkin dia akan berbuat sebodoh itu.
Kenapa kau bisa seyakin itu?
Manusia itu punya banyak sifat.
Yang terlihat di luar belum semuanya.
Kita harus belajar dari kejadian kali ini...
Sarada!
Mitsuki akan baik-baik saja.
Aku pulang dulu.
Mungkin saja kita takkan bisa bertemu Mitsuki lagi!
Dia salah.
Desa ini rumahnya Mitsuki.
No comments yet. Be the first to leave one.