نخستین 200 خط.
"Ryeo Un"
"Choi Hyun Wook"
"Seol In Ah"
"Shin Eun Soo"
"Twinkling Watermelon"
"Sponsor produksi"
"Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata, KOCCA"
"Semua orang, organisasi, lokasi, dan kejadian"
"Dalam drama ini hanyalah fiksi"
"Staf menjamin keselamatan aktor cilik dalam syuting drama ini"
Kamu bilang akan menjagaku.
Kamu bilang akan membantuku masuk kuliah
dan kita harus memulai band bersama.
Ha Eun Gyeol! Di mana kamu?
Jadi...
Aku kembali ke masa kini?
"Mati Demi Ayam"
"Mati Demi Ayam"
"Episode Delapan"
Ibu! Ayah! Kak Eun Ho!
Ayah! Kak Eun Ho.
Ada apa denganmu? Kenapa kamu menempel terus hari ini?
Di mana Ibu? Di mana dia?
Dia pergi dengan teman-teman. Dia akan pulang larut.
Dia menyuruh kita makan malam tanpa dia.
Apa makan malamnya?
Ramyeon.
Ramyeon? Pasti enak.
Ada apa dengannya hari ini?
Astaga. Enak sekali.
Mimpi? Mimpi apa?
Dalam mimpi itu, aku kembali ke tahun 1995
dan bertemu Ayah.
Kamu bilang 1995?
Usia ayah 18 tahun saat itu.
Benar. Seusia denganku sekarang.
Ayah, aku mengajari Ayah dalam mimpi itu,
dan kita memulai band bersama.
Benar juga. Aku juga pergi ke Penginapan Snail.
Dan aku bertemu Nenek Buyut di sana.
Bagaimana dengan kakak? Kamu tidak melihat kakak di mimpi?
Hei, itu jauh sebelum Kakak lahir.
Jadi, apa pendapatmu tentang ayah saat kita bertemu dalam mimpimu?
Ayah sangat keren, bukan?
Astaga. Yang benar saja.
Ayah tahu apa yang kualami karena Ayah?
Ayah tidak pernah belajar.
Berhenti, tunggu! - Ayah selalu buat nenek khawatir.
Se Gyeong. - Kata Ayah, Ibu cinta pertama Ayah.
Kamu dari mana saja?
Tapi Ayah mengejar gadis lain. - Aku mencarimu ke mana-mana.
Apa? Gadis lain?
Kamu serius?
Jika Ibu tahu, dia akan marah.
Tidak, itu tidak benar. Ibumu selalu menjadi satu-satunya untuk ayah.
Ibumu adalah cinta pertama ayah.
Itu pasti Ibu.
Aku harus bertanya langsung kepada Ibu.
Tidak, jangan lakukan itu.
Baiklah. Aku akan menceritakan semuanya.
Ibu!
Semua orang di sini.
Kalian sudah makan malam?
Jika kamu kembali sekarang,
tahun 2023-mu akan terlihat sangat berbeda
dari tahun 2023 asalmu.
Kamu masih ingin kembali?
Aku tidak percaya ini.
Ada apa, Eun Gyeol? Kamu tidak enak badan?
Astaga. Kurasa kamu tidak tahu.
Begitu kamu tiba di sini,
semuanya mulai berubah.
Eun Gyeol. - Tidak.
Ada apa, Sayang?
Ini ibumu.
Tidak. Ini tidak mungkin terjadi!
Apa ini? Apa yang terjadi?
Tempat apa ini?
"Jinsung Musical Instruments"
Tahun 1995?
"CEO Yoon Gun Hyung"
Pimpinan Yoon Gun Hyung dari Jinsung Musical Instrument?
Ambil ini. Kamu bisa terkena flu.
Bukankah dia gadis yang waktu itu?
Jangan bilang kamu akan kabur.
Itu aneh. Dia tidak akan terlambat tanpa pemberitahuan.
Silakan tinggalkan pesan setelah nada berikut.
Yi Chan, ini aku. Aku tidak bisa menghubungimu.
Aku akan pulang sekarang. Telepon ke rumah saat kamu terima pesan ini.
Ternyata kamu. Aku hampir menabrakmu tadi.
Se Gyeong? - Astaga.
Kamu baik-baik saja? Kamu terluka?
Itu darah.
Kamu terluka saat aku menabrakmu tadi?
Astaga.
Hei, tunggu! Kamu mau ke mana?
Kenapa kamu menyeretku ke gang gelap?
Tunggu!
Chung Ah? "Yoon Chung Ah?"
Hei, Chung Ah. Mari bicara dahulu.
Hei, kamu mau membawaku ke mana?
Hei! Kekerasan itu buruk.
Apa itu Yi Chan?
Yi Chan! Apa yang terjadi?
Tolong!
Ada yang pingsan. Ada orang di sana?
Ada apa?
Bisa tolong hubungi 911?
Ada yang pingsan.
Baik, aku akan menelepon mereka sekarang!
Yi Chan, Ha Yi Chan. Bangun.
Buka matamu. Yi Chan!
Se Gyeong.
Berhenti mengguncangku seperti itu.
Kepalaku sakit sekali. Ini menyiksaku.
Apa? Kamu sudah bangun.
Kamu mengenaliku?
Hei, apa yang terjadi?
Kamu bisa bangun?
Bantu aku berdiri. - Baiklah.
Siapa kamu sebenarnya?
Aku mencoba mencari tahu,
tapi tidak bisa menemukan apa pun tentangmu.
Siapa kamu?
Kamu tidak punya satu pun barang,
apalagi KTP.
Tasku.
Kamu tidak berniat ikut audisi.
Biar kujelaskan apa yang terjadi.
Aku punya sedikit masalah, jadi, aku pergi ke tempat audisi
dan menemukan undangan yang dijatuhkan seseorang.
Tapi staf melihat itu dan berasumsi
aku di sana untuk berpartisipasi dalam audisi.
Apa kamu mata-mata? - Apa?
Aku yakin kamu mata-mata yang dikirim salah satu pesaing kami.
Atau kamu tukang curang?
Jika bukan itu,
apa kamu pemeras?
Kamu tampak tidak tertarik mendengarkan atau memercayaiku,
jadi, berpikirlah sesukamu.
Kalau begitu, aku permisi.
Kamu mau ke mana? Duduklah.
Duduk kembali!
Aku tidak bisa membiarkanmu pergi begini usai menghabiskan semua uang
dan tenaga kerja untuk mengeluarkanmu.
Kamu pikir aku membawamu ke sini karena menyukaimu?
Para reporter berkumpul di depan rumah sakit karenamu,
dan citra perusahaan akan hancur.
Aku tidak mengerti maksudmu.
Aku harus pergi. Aku ada urusan mendesak.
Jika kamu ingin pergi...
Kamu harus menandatangani ikrar tertulis ini.
Ikrar tertulis? Tentang apa?
Aku korbannya. Kenapa aku harus...
Lihat ini. Kamu sudah menyebut dirimu korban.
Astaga.
Kamu akan pergi seperti ini dengan mata polosmu
hanya untuk menyebarkan rumor palsu.
Pada akhirnya, kamu akan berubah 180 derajat dan agresif menyerang
untuk uang damai.
"Ikrar"
"Ha Eun Gyeol"
Sudah tidak apa-apa?
Pastikan ini disahkan notaris. - Baik, Pak.
Bukankah kamu gadis dari...
Maafkan aku.
"Yoon Chung Ah"
"Yoon Chung Ah."
"Yoon Chung Ah?"
Itu ibu.
Ibu!
Ibu! Ini aku, Eun Gyeol!
Lepaskan aku. Ada yang harus kuperiksa.
Hei, lepaskan!
Berhenti di sana.
Lepaskan!
Lepaskan aku!
Ibu!
Ada apa ribut-ribut?
Pak, anak ini terus memanggil Nona Chung Ah "Ibu".
Dia bilang harus memeriksa sesuatu.
Si bodoh gila itu.
Aku sudah selesai bernegosiasi dengannya, jadi, seret dia keluar.
Apa kamu sudah gila?
Kesepakatan kita kini tidak berlaku. Aku tidak mau pergi dari sini.
Hei! - Sebaiknya kamu tidak mengusirku.
Jika kamu melakukannya, aku akan langsung ke kantor.
Aku akan menemui Pimpinan dan bicara dengannya.
Dasar kamu...
Hei, berdiri.
Berhentilah berpura-pura. Berdiri, Berengsek!
Hei.
Hei!
Sebelumnya, aku jelas mendengar mereka panggil Ibu "Nona Chung Ah."
Itu berarti
ini tempat Ibu dan keluarganya tinggal.
Pimpinan Yoon Gun Hyung adalah kakek dari ibuku,
dan bedebah menjengkelkan itu adalah pamanku?
Itu aneh.
Aku ingat dengan jelas Ibu bilang bahwa dia tidak punya keluarga.
No comments yet. Be the first to leave one.