نخستین 200 خط.
Teroris kejam Jakarto telah menaruh bom di kota.
Termasuk bandara, stasiun kereta, hotel besar..
.. Juga sekolah dan rumah sakit.
Syaratnya adalah keempat rekannya yang..
.. Ditangkap karena ledakan bom harus dibebaskan.
Jika tidak, dia akan meledakkan tempat ini.
Nyawa warga jauh lebih penting..
.. Daripada teroris itu.
Waktu kita terbatas. Jika tak segera membalas Jakarto.
Hanya satu orang yang bisa membalasnya.
Komisaris Suryadev Singh.
Selamat datang teman-temanku!
Di satu sisi ada Polisi India kebanggaan dunia.
Dan di sisi lain ada Jakarto, sendirian.
Aku membuat polisi tak berdaya di hadapanku.
Petugas! Sepertinya tak ada pria berani di India.
Jangan coba berlagak pintar. Serahkan pistol itu.
Angkat tanganmu.
Bagus. Aku akan hancurkan kota ini sebentar lagi.
Dan kau akan mendengar jeritan kematian.
Kau telah menantang Polisi India.
Tapi orang India tidak lemah.
Benarkah kau menembak dulu baru bicara kemudian?
Siapa yang bilang? Karena orang yang kutembak..
.. Tak lagi bisa bicara apa pun.
Dan bagaimana bisa percaya pada yang belum kutembak?
Kau tahu betul maksudku.
Metode kita berbeda.
Kau bersikap sopan pada kriminal.
Bagiku, kejahatan dan kriminal itu sama.
Tak bisa ada satu tanpa yang lainnya.
Jika ingin akhiri kejahatan, habisi dulu kriminalnya.
Aku percaya peluru dibalas peluru.
- Salam. Tuan Jagatnarayan! - Salam!
- Selamat, Saudaraku! - Apa kabar, Vishambar?
Aku baik. - Salam!
- Salam, Tuan Menteri! - Salam!
Pemerintahmu pelit. Pajak kosmetik naik.
Apa kau membenci kecantikan?
- Dia putraku, Nagendra. - Salam!
Keluargamu bahagia, Suryadev.
Cucunya, Kajal, adalah segalanya baginya.
- Putriku Kiran sangat merindukannya. - Benarkah?
Lusa adalah pernikahannya. - Benarkah?
Kapan Kajal kembali dari London?
Dia datang besok setelah ujian akhir.
Baik! Aku pergi. Kalian semua diundang ke pernikahan.
Datanglah! - Tentu saja!
Kau tak bilang Kajal akan datang?
Aku tak bilang? Mungkin aku lupa. Aku mulai tua.
Tapi cara kau membunuh Jakarto membantah usiamu.
Dia tak menganggap kita keluarganya.
Lagipula kita bukan kerabat, bukan, Kakak Ipar?
Tidak! Tidak begitu. Aku pensiun tahun depan.
Aku berpikir menikahkan Kajal setelah dia kembali.
Dia akan urus Sunder Nagar dan aku akan berziarah.
Aku sudah bunuh banyak orang. Harus hapus dosa itu.
Kakak Ipar, kau meludahi foto ayahmu?
Untung itu hanya fotonya.
Jika dia hidup, akan kupenjara dia di ruang bawah tanah.
Seperti Aurangzeb memenjarakan ayahnya, Shahjahan.
Kenapa kau begitu membenci ayahmu?
Lagipula, kau putranya.
Aku putranya tapi dia menganggap Suryadev Singh anaknya.
Dia menganggap putra saudaranya sebagai anaknya.
Dia menuliskan semua hartanya atas nama anak Suryadev.
Jika tidak, segalanya akan berbeda bagi kita.
Seharusnya dia menuliskan harta atas nama Suryadev.
Tapi kenapa dia menulisnya atas nama anak-anaknya?
Dia takut Suryadev Singh akan merasa iba..
.. Dan menuliskan harta itu atas namaku.
Ketidakpercayaan besar pada putra sendiri? Jai Jai.
Kenapa dia melakukan ketidakadilan ini padamu?
Karena aku menikahi adikmu yang seorang pelacur.
Dia tak menerima kita.
Dia bilang apa kau mau jadikan rumah ini rumah bordil?
Dia mencoretku dari semua harta.
Ayah! Ayahmu tak hanya melakukan itu, dia juga mencoret..
.. Dirimu dari semua kebahagiaan hidup yang jadi hakmu.
Kita jadi begitu tak berdaya..
.. Seperti punya kue tapi tak bisa memakannya.
Ayahmu tidak kejam seperti ayahku.
Aku akan berikan apa yang pantas untukmu.
Sunder Nagar akan jadi milik kita.
Aku akan melakukan apa saja demi itu.
Aku akan miliki Sunder Nagar setelah Kajal mati.
Dia takkan bisa sampai rumah dari bandara besok.
Pengaturan seperti itu sudah dibuat.
Penumpang silakan menuju pesawat..
..melalui gerbang nomor 5.
Penerbangan akan segera mendarat.
Aku tak tidur semalaman.
Lihat!
Kakek! - Kajal!
Kakek! - Kajal!
Sayangku!
Bibi! - Sayangku!
Apa kakek baik-baik saja? Matanya merah sekali.
Dia tak tidur semalaman setelah mendengar kau pulang.
Jika bisa, dia takkan membiarkan matahari terbenam.
Bahkan matahari akan lupa untuk terbenam..
.. Jika dia punya cucu seperti ini.
Lihat, aku sudah tumbuh sama besarnya denganmu. Bukan begitu, Bibi?
Kau akan selalu menjadi..
..anak kecil baginya.
Ayo pulang. - Tidak!
Kalau begitu kau harus menggendongku. Oh, ayolah.
Tunggu! Atau kutembak.
Bajingan!
Oh ayolah, duduklah sayang. - Terima kasih. - Duduk! Baik.
Enak sekali! Paratha isi kentang!
Aku akan menyuapimu dengan tanganku sendiri.
Aku sudah besar, aku akan makan sendiri.
Kau akan makan sampai kenyang..
.. Tapi bagaimana denganku?
- Aku akan menyuapimu. Makanlah! - Apa yang kau lakukan?
Aku memberi makan beruang lalu dia akan menari untukku.
Apa?!
Kau biasa menari saat aku masih kecil.
- Lakukan saja. Aku juga akan menonton. - Damru, kau juga?
Aku juga ingin melihat tarian beruang.
- Mari mulai. - Lihat bagaimana dia menggangguku.
Apa aku harus menari di usia tua ini?
- Katakan padanya? - Jika dia memaksa, menarilah.
Damru! Beri iramanya.
"Sudah jatuh, dari lantai, monyet itu.."
Ayo, Ayah. Bagus sekali.
Apa yang kudengar? Siapa yang menembak cucuku?
Aku mengutuknya. Dia harus masuk neraka.
Dia akan binasa.
Bagaimana dia berani menyerangmu?
Ya! Kami..
..terkejut mendengar ini.
Dia menembaki polisi, bukan Kajal.
Peluru tidak punya pilihan.
Peluru tidak pernah memilih korbannya.
Bahkan peluru menghormati pria pemberani.
Masalahnya adalah nasib akan selalu memihakmu..
.. Demi kebaikanmu.
Tapi nasib hanya akan memihak..
.. Musuh sekali saja demi kesuksesan mereka.
Akan ada bencana jika sesuatu..
Kenapa kau bicara seperti itu?
Aku belum memakai pakaian renang yang dia bawa untukku.
Dia juga terlalu pintar.
Apa kalian semua datang ke pernikahan putri Jaynarayan?
Di rumah menteri dalam negeri. Syukurlah kau mengingatkanku.
Aku lupa. - Damru!
- Ya! - Kenapa tak sajikan itu dengan sesuatu.
Kenapa tidak? Aku sendiri belum makan.
Ular minum susu. Apa yang akan kau makan?
Tidak! Biarkan saja.
- Kami pamit. - Kajal! Dia pergi, sapa dia.
Berkah untukmu! Semoga kau panjang umur.
Semoga Tuhan melindungimu dari segala kejahatan.
Semoga tidak ada hal buruk menimpamu.
"Bernyanyi dan menari, nikmati kebebasanmu."
"Hari ini kau, besok aku akan menikah."
"Lalu kita tak bisa bersenang-senang."
"Mata saling bertemu."
"Masalah bertambah."
"Kekasihku menciumku."
"Tapi aku bilang.. - Apa."
"Tapi aku bilang.. - Apa Tidak.."
"Seseorang harus kalah dalam cinta."
"Lalu dia bilang.."
"O sayang, mendekatlah."
"Aku mencintaimu dari lubuk hatiku."
"Tapi aku bilang.."
".. Pergilah, O kejam"
".. Pergilah, O kejam."
"Kau mungkin mencampakkanku suatu hari."
"Aku sedang duduk santai di rumah."
"Aku pergi ke teras untuk urusan kerja."
"Dia sedang berdiri di tangga."
"Detak jantungku sangat cepat."
"Dan jalanan sunyi senyap."
"Aku datang dengan berdandan rapi."
"Kau adalah kakak iparku."
"Aku heran siapa yang menyihirku."
"Aku cegukan."
"Aku cegukan."
"Jika minum air, rasanya seperti wiski."
"Jika aku jatuh cinta, itu berisiko."
"Tahu malulah, biarkan aku pergi."
"Aku sangat lembut."
"Rambutku akan terurai."
"Riasanku akan rusak."
Melihatmu menari bahagia di pernikahan..
.. Kupikir aku harus segera menikahkannya.
Kakek, aku tak menyukaimu.
- Kau sangat jahat. - Apa yang bisa kulakukan?
Aku tinggal di antara kriminal, jadi efeknya terbawa padaku.
Kau ingin mengirimku pergi..
.. Agar bersamaku tak memengaruhimu.
- Tidak begitu. - Ingat, aku akan pergi sejauh mungkin..
.. Sampai kau takkan bisa mengejarku.
Dengar! - Aku tidak mau.
Kajal! Kakek! Kakek!
Kajal! Kakek! Kakek!
No comments yet. Be the first to leave one.