نخستین 200 خط.
Bisakah kau memberi sedikit waktumu untukku?
Sebentar saja.
Aku tidak mengizinkannya!
Hakim...
Urusanku adalah dengan Nona Arang--
Tidak dengar?
Kubilang aku tidak mengizinkannya!
Karena aku tidak mengizinkannya, enyahlah!
Ayo!
Hakim.
Tetap saja tidak bisa.
Benar-benar tidak bisa?
Sebagai gantinya, aku tidak akan mempersulitmu.
Kali ini persoalannya berbeda. Aku tidak akan dengan mudah menyetujuimu.
Karena aku tahu yang kau katakan bukanlah perasaanmu yang sesungguhnya.
Aku tidak akan pura-pura memahami, menerima atau bertindak acuh tak acuh.
Aku tidak akan seperti itu lagi.
Apa sebenarnya yang kau inginkan?
Kau bilang persoalannya begitu rumit.
Sama sekali tidak rumit.
Aku akan pergi dan Hakim tetap di sini.
Tidak ada yang lebih sederhana daripada itu.
Itulah yang akan terjadi, tapi... Apa sebenarnya yang kau inginkan atas semua ini?
Aku akan melakukan ini.
Jika ingin memelukmu maka akan kupeluk. Jika ingin merengkuhmu maka akan kurengkuh.
Jika aku ingin memandangmu maka akan kupandang.
Dan jika ada yang ingin kukatakan padamu maka akan kukatakan.
Apapun yang akan terjadi nanti... akan kupikirkan nanti.
Jika aku ingin memandangmu maka akan kupandang. Apapun yang akan terjadi nanti akan kupikirkan nanti.
Jika kau melakukan apapun yang kau inginkan, kau akan semakin terluka.
Kau selalu berbuat seolah-olah mengetahui segalanya, kenapa kau belum memahaminya juga?
Seperti orang bodoh saja.
Benar-benar aneh.
Mengapa mereka tidak ada di sini?
Sudah berapa hari?
Sedang apa kau di sini?
Aku hanya lewat saja.
Permisi...
Aku minta maaf mengenai masalah kemarin.
Nona tidak perlu meminta maaf atas sikap Hakim yang tidak masuk akal itu.
Sebenarnya,
ada sesuatu yang ingin kusampaikan kepada Nona.
Karena itulah aku menemui Nona.
Apa...?
Tuan muda.
Hati Nona... bersediakah Nona memberikannya kepadaku?
Tu... Tuan muda.
Apakah mungkin?
Jika kau bersedia, maka aku...
Aku...
kupikir aku bisa mengubah gaya hidupku.
Mengapa... mengapa begitu tiba-tiba?
Bukan tiba-tiba,
tapi... aku baru menyadari yang kuinginkan.
Yang seharusnya kulakukan.
Aku akan berpura-pura tidak mendengarmu.
Aku permisi dulu.
Apakah... karena aku pernah bertunangan dengan putri Hakim terdahulu?
Kukira kita sudah membicarakan tentang hal itu.
Pepatah mengatakan bahwa bunga-bunga akan mekar setelah kupu-kupu menghinggapinya.
Tapi aku...
aku tidak pernah memberikan lahan untuk bunga-bunga bermekaran kepada Nona itu.
Jika aku tahu akan seperti ini, pasti aku sudah menatanya.
Di mana aku meletakkannya?
Sepertinya terakhir kali aku melihatnya di sekitar sini.
Tidak ada.
Aku yakin pernah melihatnya sebelumnya.
Di bawah buku nenekku dari generasi ke delapan pasti ada buku dari nenekku generasi ke sembilan.
Bang Ul Ri, kau ada di dalam?
Apa?
Kenapa dia selalu datang pada situasi seperti ini?
Mengapa tidak menjawab kalau kau ada di rumah?
Ada perlu apa pagi-pagi begini?
Kukus daging ini dan makan bersama kimchi.
Aku tidak mau jadi ambil saja kembali.
Apa?
Pria macam apa yang hobinya mengoceh sana-sini?
Apa sebenarnya yang kau katakan sehingga Nona yang ceria itu menjadi pemurung?
Aku hanya memikirkan keadaan Tuan mudaku.
Memangnya hanya Tuan mudamu yang penting?
Tidak peduli bagaimana perasaan orang lain?
Dan juga, bagaimana denganku?
Aku juga merasa menyesal.
Agassi itu akan segera kembali ke alam baka.
Aku khawatir apa yang akan terjadi pada Tuan mudaku yang akan ditinggal sendirian.
Kembali ke alam baka?
Hati Nona... bersediakah Nona memberikannya kepadaku?
Nasibmu memang tidak mujur, Lee Seo Rim.
Pria yang sangat kau cintai, meminta hatiku untuknya.
Tidak ada lagi hatiku yang tersisa untuknya.
Maafkan aku, Lee Seo Rim.
Buku... Buku...
Jangan-jangan... kugunakan sebagai pengganti kayu bakar?
Agassi... mengapa kau datang sendirian?
Sebelumnya Tuan Hakim yang datang sendirian.
Kalian berdua bertengkar, ya?
Kau masih belum menemukan apapun soal kendinya?
Aku masih bekerja keras.
Aku harus menemukan buku dari nenekku generasi ke sembilan, tapi aku tidak bisa menemukannya.
Aku tahu memang sulit, tapi tolong lebih cepat sedikit.
Karena waktuku tidak banyak lagi.
Aku penasaran kenapa Tuan Hakim selalu mengatakan waktunya tidak banyak...
Kudengar kau akan kembali ke alam baka.
Jika mereka berkenan mengirimmu ke sini, mengapa tidak memberimu seumur hidup lagi?
Apa gunanya mengatakan itu?
Seharusnya aku tahu kapan kedua Orang tua itu akan mengambilku kembali.
Walaupun aku tidak tahu apa yang Agassi dan Tuan Hakim cari,
mencari ya mencari,
tapi jangan seperti ini.
Apa?
Tuan Hakim mencoba bersabar,
tapi Agassi berkeliaran sendiri seperti ini.
Mengapa tidak menghargai sedikit waktu yang tersisa?
Tidakkah kau merasa sedih hari demi hari terus berlalu?
Agassi melakukannya karena khawatir Tuan Hakim akan mengalami masa yang berat setelah kau tinggalkan?
Bukan hanya Hakim yang tinggal dan Agassi yang pergi.
Selalu ada orang yang pergi dan ditinggalkan.
Semua orang pernah mengalaminya.
Apa yang seharusnya mereka lakukan ketika mereka takut menghadapi perpisahan?
Bukannya aku mengetahui perasaanmu yang sebenarnya,
tapi jangan seperti itu.
Jika kau benar-benar memikirkan Tuan Hakim,
seharusnya kau meninggalkan kenangan yang berharga bersamanya.
Hal yang sama juga berlaku untukmu.
Jika kau pergi sendirian ke alam baka, dengan kekuatan apa kau akan bertahan hidup di sana?
Kau pikir kau tidak akan sanggup menghadapi perpisahan setelah mengungkapkan perasaanmu yang sesungguhnya?
Kalau begitu gunakanlah itu untuk bertahan hidup di alam baka.
Kau pikir dia tidak akan sanggup menanggung derita sepeninggalmu?
Ada yang membuat manusia bisa bertahan hidup saat menghadapi kesedihan seperti itu.
Namanya cinta, ingatan, dan kenangan.
Jika kau memiliki salah satu di antaranya, maka itu akan menjadi sumber kekuatanmu.
Mungkinkah aku sudah berada di Surga?
Kau pasti sudah di Surga.
Jika tidak ada satupun yang kau miliki,
pada saat itu kau tidak akan dapat bertahan hidup.
Ini tidak mungkin terjadi.
Tidak mungkin ada orang yang bisa masuk ke sini.
Apa maksud Anda?
Ada seseorang yang masuk ke dalam tempat keramat!
Seseorang... seseorang masuk ke sana dan mencuri rohku!
Itu tidak mungkin terjadi.
Siapa yang bisa masuk ke tempat keramat itu?
Anda membuatnya sedemikian rupa sehingga tidak ada orang lain yang bisa masuk.
Bahkan aku dan Ayah tidak pernah masuk ke sana.
Dan semua pelayan tidak berani mendekati bilik Anda.
Jadi siapa...?
Nona...
Tuan muda.
Bagaimana?
Kau tahu siapa orangnya?
Kukira Hakimlah yang melakukannya.
Hakim baru itu?
Tidak mungkin. Mustahil!
Menurutku memang Hakim yang melakukannya.
Ketika dia menemukan kubur tulang belulang, kupikir dia juga menemukan jimat yang ada di sana.
Dia pernah datang untuk mencocokkan jimat yang ada di sana dengan yang ada di rumah kita.
Lalu dia datang lagi untuk mengancam Ayah...
Orang tua itu!
Akhirnya kau mengacaukan segalanya?
Aku mengetahuinya... tahu...
Apa?
Aku tahu siapa gadis bernama Arang itu.
Omong kosong apa yang sedang kau bicarakan sekarang?
Bukankah dia orangnya? Makhluk abadi yang tidak akan pernah mati.
Bagaimana kau mengetahuinya?
Aku kecewa. Mengapa kau menyembunyikannya dariku?
Kau benar-benar menganggapku sebagai orang tua yang tidak becus?
Apa maksudmu mengatakan bahwa kau mengenali gadis itu?
Kurasa aku mengenalnya. Masih ada hal terakhir yang harus kukonfirmasi.
Apa tujuanmu sebenarnya?
Karena itu... aku ingin tahu apa yang akan kau lakukan,
jika aku memberitahumu identitas gadis itu.
Kau mencoba bernegosiasi denganku?
Dasar orang tua sialan...
Beraninya dia melakukan tawar-menawar denganku?
Temukan di mana kendi itu.
Jangan sampai menimbulkan keributan. Bawa saja kendi itu kembali diam-diam.
Hakim itu, bagaimana dia bisa masuk ke sini?
Pintu itu bukan jenis yang bisa dibuka oleh manusia... Bagaimana mungkin dia...
Salah siapa ini semua?
Waktu kita di Surga, seandainya saja kau menolongku,
aku bisa langsung menjadi manusia.
Kau tahu kalau Kaisar Giok mempunyai cara untuk melakukannya.
Kau tahu kalau Kaisar Giok mempunyai cara untuk melakukannya.
Tidak pernah ada cara seperti itu sejak awal penciptaan.
Kau sudah salah duga!
Jangan mengolok-olokku.
Karena itulah aku melakukannya dengan caraku sendiri.
Kau, Orabeoniku-lah yang mengacaukan semuanya!
Mu Yeong.
Aku tidak akan menyalahkanmu,
jadi konsenstrasi saja pada pekerjaanmu memburu para hantu.
Jika Mu Yeon tetap seperti itu, apa yang akan terjadi?
Seperti sebelumnya, banyak orang tak berdosa akan terbunuh dan ratusan bahkan ribuan roh akan menghilang.
Dengan tubuh Arang dia akan mencapai keabadian.
Jika Mu Yeon mencapai keabadian,
dia akan semakin kuat.
Anda tetap mengirim Arang sekalipun mengetahui tubuhnya akan menjadi umpan yang berbahaya?
Anda tetap mengirim Arang sekalipun mengetahui tubuhnya akan menjadi umpan yang berbahaya?
Aku tidak mempunyai pilihan lain, kecuali mengirimnya ke dunia.
No comments yet. Be the first to leave one.