هماهنگ با نسخه‌های زیر

아는건ㆍ별로 없지만ㆍ가족입니다 👨‍👩‍👧‍👧 MyㆍUnfamiliarㆍFamilyㆍE10ㆍNEXT
ناشر nungstagram
10. Manual translate | 01:12:51 | Sampaikan kritik dan saran ke IG @nungstagram_ atau Twitter @nurqodriah | Kalau suka dengan subtitle ini, jgn lupa rate good-nya ya, maaf updatenya molor sehari hehehe. Happy watching 😄

برچسب‌ها

other
تاریخ انتشار: 2020-07-02
تعداد دانلود: 24
مخصوص ناشنوایان: No

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 200 خط.

Kau di telpon Onni, tidak?

- Tidak tidur? - Ya.

Aku sibuk jadi tidak lihat pesanmu.

Nuna tidak bisa dihubungi?

Tidak, dia ada di rumah.

Hari ini Rira dan Woo Seok...

datang untuk dokumentasi perayaan ulangtahun anak mereka.

Hmm...

Tidurlah.

- Chan Hyuk-a... - Hmm?

Aku...

benci sekali pada diriku.

Lalu mau bagaimana? Kau tidak bisa memperbaikinya.

Hiduplah seperti itu.

Aku akan menyemangatimu.

Tidurlah.

Rira membuat keributan, katanya kau harus jadi penulis.

Aduh, aku sudah berhenti menulis.

Kau ingat dengan surat cinta palsumu...

yang kau tulis untukku, saat aku sedang wamil?

Tidak.

Sama sekali tidak ingat.

- Sudah, tidurlah... - Hmm.

♥ Cintaku, Chan Hyuk-ie ♥

♥ Walaupun rahangmu terlihat kaku saat sedang memotret ♥

♥ tapi rahangmu itu menunjukkan kalau kau itu gugup ♥

♥ Aku ingin menyentuh rahangmu dengan lembut...♥

♥ menggunakan kedua tanganku ini ♥

Kebohongannya benar-benar tulus.

Tiba-tiba, aku mengingat hal itu dengan sangat jelas.

Waduuuuhhhh!!!

Omaygat!!! omaygat!!!!

Gila banget gilaaaa!!!

Kau yang tersenyum dan bersinar saat memotret di manapun,

dan aku menyimpan senyumanmu itu...

di dalam hatiku.

- Aku pulang ya. - Ya, kerja bagus hari ini.

Kau juga pulang.

Sudah datang.

Jalanan disini agak rumit, tidak bingung tidak?

Tempatnya mudah ditemukan karena sudah dijelaskan.

- Silakan duduk, saya buatkan kopi dulu. - Ya.

- Silakan. - Terima kasih.

Saya tidak bawa apa-apa, hanya bawa album foto ini.

Terima kasih.

Eun Hee bekerja di perusahaan penerbit, tapi dia tidak pernah memberi saya hadiah seperti ini.

- Terima kasih - Iya, sama-sama.

Seperti yang saya bicarakan lewat telpon, saya kesini untuk membicarakan kontraknya.

Oh iya, tapi kontrak seperti apa yang dimaksud?

Kim Eun Hee Timjang, menunda pemilihan team fotografi.

Itu maksudnya...

team fotografinya...

- adalah perusahaan kami? - Ya.

Dia membuat kontrak dengan Hwang-Geum Geowi Media.

Kim Eun Hee, tidak pernah bicara seperti itu pada saya.

Sebenarnya, kami sudah punya team fotografi yang sudah bekerja sama dengan kami.

Aaahh... saya paham maksudnya.

Kim Eun Hee bukan tipe yang mencampur urusan pribadi dengan pekerjaannya,

tapi, sepertinya dia ingin membantu temannya.

Anda harus bekerja dengan team yang sudah ada.

Tapi, Anda bisa memberitahu soal itu lewat telpon saja.

Penulis bukunya, ingin menggunakan foto milik Anda.

Katanya Anda yang membuat video promo untuk bukunya.

Anu...

Malah aneh, karena Kim-Timjang masih belum membuat kontraknya.

Dia bingung, bagaimana cara menyampaikannya.

Tanggal perilisannya akan segera di umumkan,

tidak apa-apa kalau saya tinggalkan kontraknya disini, kan?

Masuklah.

Ayo cepat masuk kesini!

- Ada orang lain yang datang? - Kagak tahu!

Bolaku.

Yong Kyu-ya!

Kita semua adalah keluarga.

Setidaknya kita harus saling tahu wajah masing-masing.

Ibu!!

Apa yang kau lakukan??

Kau menyuruh anak-anak berkumpul, untuk hal ini?

Ini tidak seperti yang kau pikirkan.

Ayah mau bicara dengan kalian.

Ayo masuk.

- Yong Kyu-ya, bisa main sendiri? - Ya.

- Gambar yang bagus ya? - Ya.

Duduk disini.

Sepertinya selama ini...

aku punya dua keluarga.

Ayah...

Ajussi, jangan bicara seperti itu...

Kau diam saja.

Aku ingin kau dengar penjelasanku dulu.

Saat ingatanku sudah pulih,

aku memikirkannya sendiri.

Aku bingung apakah aku harus...

bicarakan hanya pada Ibu kalian,

lalu aku berpikir kalau kalian juga harus tahu, orang seperti apa Ayah kalian ini sebenarnya.

Setelah membuat sebuah dosa yang tak bisa diampuni,

aku menyembunyikannya...

dan membuat alasan kalau aku melakukan hal itu...

demi keluargaku.

Berdiri...

Bicarakan berdua denganku nanti.

Apa kau tidak malu seperti ini di depan anak-anak?

Kau ini benar-benar...

Kalian juga berdiri...

Benar bukan seperti itu.

Tolong dengar dulu sampai selesai!!!

Aku juga berharap, itu seperti apa yang kau pikirkan.

Seperti itu akan lebih baik.

Kau ingat musim panas tahun 1994?

Aku membeli kipas angin terbaru...

dan buru-buru pulang ke rumah untuk memberitahu pada anak-anak...

lalu aku terlibat kecelakaan.

Dalam waktu yang singkat itu,

semua macam pikiran berkecamuk di kepalaku.

- "Aku tidak punya asuransi" - Nak...

"Aku tidak punya tabungan, bagaimana caranya untuk mengganti rugi?"

Young Shik-a....

Aku menabrak seorang anak,

tapi itulah yang ada di pikiranku.

Sebentar....

Hanya ada anak itu dan neneknya saja,

lalu aku membawanya ke rumah sakit tanpa melaporkannya ke polisi.

Ditengah-tengah itu semua,

neneknya berterima kasih padaku, karena sudah membawanya ke rumah sakit.

Dia khawatir kalau biaya rumah sakitnya akan sangat mahal.

Kupikir semuanya selesai setelah dia pulang dari rumah sakit.

Aiguuuu...

Ajussi sudah melakukan lebih dari cukup.

Beliau menyekolahkan dan memberi saya uang jajan.

Beliau juga menemani saya bermain bola.

Bahkan merawat nenek.

Saya benar-benar...

sudah menerima lebih dari cukup.

Okay, lempar!

Aigu~~

Agassi, silakan dibeli Daechu enak ini.

Seharusnya aku dipenjara atas perbuatanku.

Seharusnya begitu.

Kenapa harus dipenjara?

Dari belakang, orang lain menyebut Ajussi itu bodoh...

tahu tidak?

Saya titip Young-shik disini, mohon bantuannya.

Ya, tidak usah khawatir.

- Baik-baik disini ya. - Ya.

Beliau mencarikan pekerjaan di pabrik.

Beliau juga datang saat saya menikah dan punya anak.

Bahkan keluarga tidak bisa begitu.

Tempel satu lagi.

Waktu itu, bukannya kamu tinggal di Ulsan?

Ibu sudah tahu?

Dia tidak tahu.

Kita bertemu dengannya saat ke Ulsan bersama.

Aku tidak bisa memberi tahu karena waktu itu belum ingat.

Saya lama tinggal di Ulsan...

lalu baru-baru ini pindah ke Incheon...

untuk mencari Ibunya anak saya.

Ajussi mau mencari tempat tinggal untuk kami bertiga,

tapi saya dan anak saya sudah punya tempat tinggal.

Saya juga tidak paham, padahal beliau punya rumah yang bagus seperti ini.

Mulai sekarang,

kami bertiga akan tinggal bersama.

Aku tidak tahu apakah ini melanggar hukum atau tidak,

tapi aku harus bertanggungjawab seumur hidupku.

Kenapa?

Tahun 1994?

Kecelakaannya terjadi sebelum aku lahir.

Kenapa Ayah harus bertanggungjawab seumur hidup?

Kau kenapa? Kita bicara nanti.

Aku jarang melihat wajah Ayah selama tumbuh dewasa.

Aku tidak pernah bermain bola dengan Ayah.

Hey.

Saya minta maaf.

Ajussi itu... tolong hentikan.

Young Shik-a.

Turun ke bawah dan tunggu di mobil. Sebentar lagi aku menyusul.

Ya.

Yong Kyu-ya.

Ayo kita pulang.

Namanya siapa?

Kim Yong Kyu.

Umurnya 5 tahun.

Waahh anak pinter.

Anak soleh.

Ayo, Yong Kyu-ya.

Dadah!!

Ini bisa ditandatangani besok, kan?

Besok saya akan bertemu dengan Kim Eun Hee Timjang.

Baik, saya tinggal disini dan silakan dibaca isi kontraknya.

Ya.

Foto-fotonya bagus.

Itu tempatnya memang bagus, cuacanya juga bagus.

Waktu merencanakan projek ini, Eun Hee-ssi pernah menyebut nama Anda.

Saat Anda sedang memotret,

katanya Anda terpikirkan ke lukisannya Van Gogh.

Saya juga tidak tahu apa yang saya bicarakan waktu itu.

Aiguu memalukan sekali.

Dia menceritakan semuanya ke Anda.

Saat saya bekerja di cabang Amerika,

saya dan Eun Hee-ssi sering berkirim email.

Tadinya hanya membahas soal pekerjaan,

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left